CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK ~ 128


__ADS_3

Oliver berpamitan untuk kembali ke negaranya. Ia juga berencana untuk kembali lagi tetapi bersama dengan orang tuanya untuk melamar Mawar. Ia sudah tidak bisa menunggu lama lagi, masalah Zio dan keluarga Vindex sudah berakhir dan kini hanya tinggal mencari keberadaan Dini saja. Oliver menyerahkan semua itu pada Zio karena ia sudah membantu sejauh ini dengan meninggalkan begitu banyak pekerjaannya.


"Jadi lu udah serius sama Mawar?" tanya Zio begitu ia mengantar Oliver ke bandara. Setelah mengantar Mentari ke kantor, Zio kembali ke rumah utama keluarga Ar-Rasyid sebab Oliver meneleponnya dan memintanya untuk mengantar ke bandara.


Zio sempat menggerutu karena ia punya banyak pekerjaan dan di rumah itu ada beberapa sopir yang menganggur. Tetapi, ia kembali teringat jika Oliver lah yang sudah membantunya mengatasi masalah, ia tidak akan menjadi adik yang tidak tahu diri. Mau tidak mau Zio memutar arah dan menjemputnya.


"Serius gue. Belum pernah se-serius ini. Gue merasa sejak awal bertemu sama tu cewek, gue udah yakin kalau dia jodoh gue," jawab Oliver yang memperlihatkan wajahnya yang bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Dulu juga waktu lu bertemu Mentari lu bilangnya dia bakalan jadi jodoh lu. Terlalu percaya diri lu," cibir Zio.


"Eh jangan salah. Mentari dulu bakalan jadi jodoh gue kalau lu nggak curang," sungut Oliver dan Zio pun tertawa karena memang itu benar adanya.


Zio kembali teringat bagaimana ia mengaku bahwa ia dan Mentari sudah berpacaran kembali pada waktu itu padahal tidak demikian. Ia melakukan itu agar dua saudaranya mundur teratur. Benar saja, akhirnya mereka mundur dan Zio berhasil mendapatkan Mentari seutuhnya.


'Atau jangan-jangan Dini bersembunyi di tempat Bright? Dia tidak ditemukan di tempat lain dan hanya tempat Bright yang belum diperiksa. Tetapi jika memang dia berada di sana, biar saja dan mungkin mereka akan kembali bersama dan membesarkan anak itu,' gumam Zio dalam hati.

__ADS_1


Sesampainya di bandara, Zio tidak mengantar Oliver masuk karena saudaranya itu pun berkata demikian. Tadinya ia berharap Mawar akan menemaninya ke bandara, namun sayang sekali Oliver harus mengalah dengan pekerjaan Mawar yang begitu banyak. Ia juga tidak ingin mengekang Mawar sebab ia mengerti bagaimanapun posisi Mawar hari ini.


Sebelum masuk ke area bandara, Oliver berpesan kepada Zio dengan berkata, "Lu harus hati-hati sama Dini. Gue rasa dia bersembunyi di suatu tempat dan bakalan datang lagi buat balas dendam. Lu kalau ada apa-apa segera hubungi gue. Ingat juga untuk jagain istri lu karena bahaya ada di mana-mana."


Zio mengangguk, ia paham dengan maksud ucapan Zio tersebut. Apalagi tadi ia mendapatkan kabar dari Mentari bahwa saat ini ia sedang bersama Bright untuk urusan pekerjaan, Zio menjadi semakin waspada. Ia menempatkan beberapa bodyguard untuk menjaga Mentari.


Zio pun kembali melajukan mobilnya di jalan raya untuk segera sampai ke kantornya. Ia sudah sangat terlambat dan ia harus mencari seseorang agar bisa mendapatkan persembunyian Dini. Zio masih memiliki beberapa urusan dengan Dini yang memang harus di tuntaskan. Ia tidak ingin menyimpan boom waktu yang nantinya akan menghancurkannya.

__ADS_1


"Sebaiknya gue pakai jasa detektif. Mereka pasti bisa menemukan jejak Dini dengan cepat. Tapi feeling gue mengatakan kalau dia memang lagi bersama Bright," gumam Zio sambil terus fokus menatap jalanan.


__ADS_2