CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK ~ 135


__ADS_3

Setelah acara perkenalan menantu baru di keluarga Ar-Rasyid, kini Mentari sudah tidak lagi merasa canggung sebab dia mengetahui kalau keluarga Zio ternyata begitu ramah dan welcome padanya. Tidak ada drama menantu hina, menantu miskin, menantu tak diinginkan atau menantu-menantuan seperti yang sudah Mentari pikirkan sebelumnya saat Zio mendadak mengajaknya untuk menemui keluarganya.


Mentari diterima dengan baik di rumah ini dan bahkan ia mengetahui kakek yang dulu ia kira begitu arogan ternyata merupakan sosok yang sangat hangat dan juga jenaka. Dapat dilihat dari sorot matanya ia begitu penyayang dan jika bukan karenanya Zio pasti masih terus terjerat dalam masalahnya bersama keluarga Vindex.


"Antar istrimu pulang dan kembali ke rumah. Mulai hari ini kalian dilarang untuk bersama sebelum hari pernikahan kedua kalian tiba," ucap Danu yang disambut penolakan keras dari Zio.


"Mana mungkin bisa seperti itu, Pi. Pernikahan kedua hanyalah formalitas karena sejatinya kami adalah pasnagan suami istri yang sah di mata hukum, agama dan negara. Papi nggak usah bikin alasan buat jauhin aku dari istriku, Pi."


Danuarta mendengus. Ia tahu putranya itu akan sangat menolak hal ini, lagi pula ia hanya bercanda saja dan ingin tahu seperti apa reaksi Zio saat ia memintanya demikian.

__ADS_1


"Malam ini kalian tidur di rumah ini. Tetapi apakah tidak mengapa meninggalkan ibumu sendiri di rumah?" ucap Lolita tetapi ia sendiri yang merasa tidak tenang.


"Nanti Juan yang akan menjaga Tante Maya, Mi," sambar Juan dan didetik berikutnya giliran dirinya yang ditarik kupingnya oleh kakek Rasyid.


Juan meringis, entah apa kesalahannya sampai-sampai ia juga mendapat hukuman dari sang kakek. Zio tertawa terbahak-bahak sedangkan Mentari hanya mampu menahan tawanya sebab ia tidak enak harus 'ngakak brutal' di rumah ini di malam pertama ia menginjakkan kakinya di rumah mertuanya.


"Ayah, kenapa Juan ditarik telinganya?" tanya Lolita, seorang ibu tiri yang sangat baik menurut Juan sebab ia tidak pernah membedakan Zio dan dirinya walaupun pada kenyataannya ia adalah anak yang lahir dari rahim wanita yang dulu pernah hampir membuat rumah tangga mami Lolita dan papi Danuarta hancur.


Kakek Rasyid mendengus kemudian ia melepaskan tangannya dari telinga Juan, dengan cepat Juan mengusap telinganya yang sudah memerah sambil bersyukur dalam hati sebab kakeknya sudah melepaskannya dan tak lupa ia menatap penuh cinta pada maminya yang sudah membuatnya terbesar dari jeweran sang kakek.

__ADS_1


"Memangnya kalian tidak tahu kalau Juan itu menjalin hubungan dengan adik Tari? Di rumah itu ada anak gadis yang menjadi kekasih Juan, pikirannya sekarang sudah ikut mesum sama seperti papinya!" tandas kakek Rasyid lalu ia menatap Danu dengan tajam sedangkan yang ditatap berusaha keras untuk tidak bersitatap dengan ayahnya.


"Mengapa harus aku, Yah?" tanya Danu dengan suara lirih.


Mentari menanti jawaban kakek Rasyid. Ia cukup penasaran mengapa bisa ayah mertuanya itu dikatain pria mesum.


"Bukankah sama denganmu? Zio dan Juan ini adalah anakmu dan sudah pasti darah kemesuman itu menurun darimu. Tidak usah mengelak bahkan Ayah sangat tahu sepak terjangmu semasa muda, sebelas dua belas dengan Zio. Untung saja Lolita ah tidak, bukan untung tetapi harusnya sebuah kesialan karena kamu mendapatkan Lolita dengan cara yang licik. Dan kamu Lolita, harusnya dulu tidak sepolos itu agar tidak dibodohi oleh JuanDanuJuanJuanJuanJuan asslamu'alaikum!"


Loh, loh, dan sekarang kakek Rasyid justru membahas masa lalu Danuarta dan Lolita di mana mami mereka itu adalah gadis polos dan berpenampilan cupu hanya saja Danu begitu pandai melihat ke dalam dan tersimpan wajahnya yang sangat ayu.

__ADS_1


Lolita mengangguk mengamini ucapan ayahnya mertuanya yang menceritakan sepenggal kisah masa lalu Lolita dan Danuarta.


__ADS_2