CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~116


__ADS_3

Oliver menatap Zio yang sedang fokus menyetir, keduanya saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaan Vindex. sebenarnya Oliver menyarankan agar Zio membawa Dini ke tempat yang tidak akan ditemukan oleh orang sehingga hidup Zio akan aman namun saudaranya itu tidak tega karena melihat Dini sedang hamil, ia kembali teringat akan Mentari bagaimana nasib istrinya itu jika dalam keadaan seperti ini lalu ia sedang mengandung pula.


"Semenjak bersama dengan Mentari lu selalu mentingin perasaan lu. Entah gue harus bersyukur atau merasa lucu dengan perubahan lu ini," kekeh Oliver namun tidak ditanggapi begitu berarti oleh Zio.


Melihat Zio yang hanya fokus pada setir mobilnya membuat Oliver langsung mengalihkan pembicaraan. Ia sangat tidak suka diabaikan dan daripada Zio mengabaikannya lebih baik ia menghubungi Mawar dan menanyakan kabar kekasihnya itu.


Oliver asyik berbincang ditelepon melalui sambungan video call karena saat ini Mawar sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan di kantor namun Oliver yang sudah menjadi budak cinta kronis itu memaksa untuk melakukan panggilan video sehingga ia bisa melihat apa-apa saja yang dilakukan oleh Mawar.

__ADS_1


Zio sesekali melirik ke arah kakak sepupuya itu sambil dalam hati yang mencibir bahwa Oliver bahkan lebih parah dari dirinya tingkat kebucinan di atas rata-rata padahal pria ini adalah mantan casanova kelas kakap bahkan lebih tinggi dari gelar yang pernah Zio dapatkan dulu.


Tingkah Oliver membuatnya kembali teringat akan Mentari yang pasti sedang bekerja di kantor Mawar saat ini. Ia kembali teringat dengan adegan semalam di mananya berhasil mengerjai Mentari hingga istrinya itu tidak berdaya dibuatnya.


kemudian mobil tersebut sudah sampai di perusahaan avindeks dan Oliver langsung mematikan panggilan video call dengan sebuah janji tamu saat sore nanti dijemput pulang kerja ia akan menjemput Mawar.


Zio melangkah masuk ke dalam perusahaan, ia sudah dikenali oleh resepsionis tersebut sehingga tidak akan ditahan lagi dan mereka tentu sudah tahu kemana arah Zio pergi.

__ADS_1


Sedangkan di ruangan khusus miliknya Tuan Harun Vindex saat ini sedang memegangi kepalanya yang terasa akan pecah. Bagaimana tidak, ia menemukan laporan yang mengganjal juga tentang perusahaan yang seharusnya sudah mulai kembali aktif bergerak dan memasarkan produk-produk milik mereka yang sempat tertunda karena kendala dana justru sama sekali tidak bergerak dan yang disuntikan Zio entah lari ke mana.


Zio menendang pintu ruangan Damaian Vindex hingga membuat pria yang sedang sibuk menatap layar komputer itu terperanjat kaget. Ia kemudian menyamankan dirinya lalu menatap nyalang kepada siapa yang datang datang langsung menendang pintu tanpa permisi yang lebih dulu.


"Ada apa ini Nak Zio, kenapa datang ke perusahaan ini dan apakah kalian ingin melanjutkan usaha ini sepertinya kau dan sepupunya terlihat tidak baik-baik saja. Apa ada yang salah?" tanya Damian dengan wajah sok polos.


Bughhh ....

__ADS_1


Satu pukulan Zio berikan di wajah Damian dan pria yang sedang duduk tenang di kursinya itu langsung jatuh tersungkur.


"Apa-apaan ini?!" teriak Damian marah.


__ADS_2