Complicated Love #2

Complicated Love #2
Ingin Anak Yang Lucu


__ADS_3

Masih pagi sekali, Riana sudah sibuk di dapur. Menyiapkan bekal makanan untuk Kiano yang sebentar lagi akan berangkat sekolah. Juga menyiapkan sarapan untuk Tefan, suaminya.


Kedua pria itu masih ada di kamar. Semakin ke sini keduanya semakin memiliki kemiripan. Harus tampil sesempurna mungkin, mulai dari pakaian, tatanan rambut, dan segala hal yang melekat di tubuh mereka.


Beberapa menit kemudian, ayah anak itu muncul bersamaan dan langsung duduk di depan meja makan.


"Pagi, Bunda!"


"Pagi, isteriku!"


Sapa mereka bergantian lalu keduanya pun saling menyapa dengan menyatukan kepalan tangan masing-masing.


"Selamat pagi, jagoan!"


"Selamat pagi, Papa Ganteng!"


Riana tersenyum melihat tingkah dua lelaki yang sangat dicintainya itu. Makanan sudah disajikan Riana di atas meja, begitu juga dengan bekal Kiano.


"Bunda, boleh nggak Kiano bolos sehari lagi?"


"Loh kenapa?"


"Kiano masih pengen main sama Papa, Bunda."


"Kan mainnya bisa pas pulang sekolah, sayang."


"Kalau Kiano kangen sama Papa gimana?"

__ADS_1


Riana lantas melengkungkan alisnya dan merasa lucu ketika Kiano mengatakan seperti itu.


"Setiap hari kan Kiano ketemu Papa, masa sudah setiap hari ketemu tapi masih kangen juga?"


"Namanya juga kangen, Bunda."


Anak itu santai banget bilang 'namanya juga kangen Bunda,' lucu sekali kalau ekspresi Kiano sudah kayak gitu.


***


Mereka pun akhirnya berangkat, tujuan pertama mengantar Kiano sekolah dulu, terus antar Riana ke toko baru Tefan ke kantornya. Benar-benar suami idaman banget.


"Papa Ganteng, Bunda Cantik, Kiano sekolah dulu ya. Dadahh ...."


Setelah cipika-cipiki dengan Papa dan Bundanya, Kiano pun berlari masuk ke sekolahnya. Mereka masih sempat menyaksikan Kiano berlari menyapa teman-temannya sebelum akhirnya mereka pergi untuk tujuan selanjutnya.


Riana mengkerutkan keningnya, alisnya melengkung, Tefan tiba-tiba bahas anak.


"Ekspresinya kok gitu?" tanya Tefan.


"Nggak. Aku juga pengen punya anak lagi, Kiano sudah gede. Lucu kali ya punya anak cewek. Biar sepasang."


Tefan pun tersenyum nakal ke arah Riana. Dia sudah kode-kodein Riana biar mau ngeronda lagi.


"Sayang, jangan kasih aku ekspresi itu lagi. Jelek tahu."


"Kejar setoran sayang, kan kalo rutin anaknya juga biar cepat jadi. Haha."

__ADS_1


"Astaga, ada-ada saja."


Tak ada hentinya Tefan mengusili Riana soal anak. Hingga Riana sampai di toko pun, Tefan masih berusaha menahan Riana seolah tidak mau berpisah walau sejenak. Pengantin baru ya begini. Masih hangat dan susah buat pisah, walau hanya untuk urusan kerjaan.


"Aku turun dulu ya, kabarin kalau kamu sudah sampai kantor." Riana menutup pintu mobil dan tersenyum ke arah Tefan.


Tefan melambaikan tangannya sesaat ketika mobilnya sudah perlahan melaju. Riana berjalan masuk ke toko. Namun sepertinya ada seseorang yang sudah menunggu Riana di depan toko.


Riana mencoba mengabaikan orang tersebut, namun dia menghentikan Riana dengan menarik pergelangan tangannya.


"Tunggu sebentar, Mama mau bicara padamu Riana."


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Nyonya. Jika Anda ke sini hanya untuk membicarakan perihal hak asuh Kiano maka Anda benar-benar tidak punya malu."


Riana berkata dengan nada ketus, dia memalingkan wajahnya pada Mama Saka yang hari itu khusus menemui Riana di tokonya.


"Hari ini adalah hari terakhir Mama di Bali. Mama hanya ingin bersama cucu Mama sebentar saja. Satu hari saja Riana, kasih Mama kesempatan."


"Mama, cukup! Jangan biarkan aku berkata kasar pada Mama. Mama tidak punya hak sama sekali atas Kiano. Lagi pula aku tidak pernah percaya padamu."


"Maafkan, Mama. Itu semua demi kebaikan Saka."


"Oh, bagus kalo begitu. Itu artinya Kiano memang tidak pernah ada dalam prioritas Mama. Jadi sudahlah, Mama lebih pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi. Toh nanti, Saka dan isterinya juga akan memberi Mama cucu. Jangan coba mengganggu kehidupan aku dan Kiano."


Riana berjalan masuk ke toko, mengabaikan Mama Saka di luar yang masih menatap penuh harap padanya.


Tentu saja dia menginginkan Kiano sekarang, anak itu sangat lucu. Siapapun yang melihatnya pasti terkagum dan langsung jatuh cinta.

__ADS_1


Tapi sangat salah jika seorang mantan mertua memaksakan kehendaknya untuk merebut cucunya dari seorang ibu yang telah melahirkannya.


__ADS_2