Complicated Love #2

Complicated Love #2
Kejujuran Riana


__ADS_3

Sejak Riana menerima telepon dari Nadia, dia kepikiran terus dengan kondisi Saka saat ini. Namun dia tetap menahan diri sampai Tefan pulang kantor dan akan menceritakan perihal Saka yang koma pada suaminya itu.


Meski mereka sudah tak memiliki hubungan apapun, namun Riana tetap merasa sedih mengetahui kondisi Saka saat ini. Mantan suami bukan berarti kita memutus semua tali silaturahmi hingga mendengar kabar sakit pun seolah kita menutup mata dan telinga kita.


Pikiran Riana terus membayangkan bagaimana Saka berhasil selamat dari maut itu dan informasi mengenai Saka yang ditutup rapat-rapat oleh keluarga Saka sendiri. Dia tak pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidupnya, dia hanya tak mengerti mengapa dulu dia harus diusir dan dituduh sebagai pembawa sial.


Lalu ketika kondisi Saka yang perlahan pulih namun mengalami amnesia itu, dimanfaatkan oleh Mama Saka untuk menghapus segala tentang Riana di dalam hidup Saka. Kemudian membiarkan pria itu memiliki kehidupan baru bersama orang lain yang satu-satunya diingat oleh Saka. Wanita itulah yang sekarang menjadi isterinya. Bernama Sheril yang merupakan mantan pacar Saka di masa lalu.


Hanya yang tidak habis terpikirkan adalah, mengapa Mama Saka sekarang seperti ingin membalikkan situasi. Dia terus bertingkah seperti anak kecil yang semua maunya harus dituruti, tidak peduli apakah akan menyakiti hati orang lain dan orang terdekatnya sendiri atau tidak.


Riana sesungguhnya cemas, bagaimana pun Saka pernah menjadi bagian hidupnya. Mengisi kekosongan hatinya hingga terlahirlah Kiano ke dunia ini. Hanya memang tidak mudah bagi siapapun yang berada di posisi Riana sekarang. Dia bukan tidak mau mempertemukan Saka dengan Kiano, hanya saja dia memikirkan bagaimana psikologi Saka atau pun Kiano.


Mereka adalah dua orang memang lebih baik tak saling kenal dulu sampai waktunya tiba. Setidaknya sampai Saka tersadar dari amnesianya. Karena memang sulit menjelaskan keadaan sekarang padanya. Apalagi dia telah beristri, tentu saja perasaan isterinya harus ikut dijaga. Tidak ada wanita yang rela jika kehidupan keluarganya diacak-acak.


Malam harinya, ketika Tefan baru saja selesai mandi. Keluarga kecil yang beranggotakan Riana, Tefan dan Kiano itu pun makan malam bersama di sebuah ruang makan. Kiano tampak bahagia melihat bundanya sudah sehat.


"Bunda ... sudah sehat, kan?" tanya Kiano dengan ekspresi gembira.


"Sudah sayang, terimakasih ya sudah perhatian dan mau menjaga bunda saat bunda sakit."

__ADS_1


"Tentu dong Bunda, itu kan tugas Kiano sebagai anak bunda."


"Ihh pintar banget sih anak Bunda. Udah makan yang banyak ya, biar Kiano cepet gede."


"Siap, bunda."


Tefan mengacak-acak rambut Kiano sebagai tanda rasa sayang dan bangga pada anak itu. Tefan memang sangat menyayangi Kiano seperti menyayangi anaknya sendiri.


Usai makan malam, mereka bermain sebentar dengan Kiano. Juga menemani anak itu belajar dan ngobrol tentang apa saja kegiatan Kiano di sekolahnya. Kiano selalu antusias menceritakan apapun kejadian yang dia alami di sekolahnya. Tefan dan Riana menjadi pendengar setia Kiano.


Rutinitas itu berlangsung setiap malam sebelum mereka kembali ke kamar masing-masing dan tidur. Saat Riana dan Tefan telah berada di kamar, Riana pun memilih untuk menceritakan pelan-pelan mengenai mantan mertuanya dan juga mengenai Sheril yang datang ke toko mencarinya.


"Apa itu? Ceritalah, jangan sungkan-sungkan. Kita kan sudah jadi suami isteri, jadi tidak boleh lagi ada yang ditutup-tutupi sayang."


"Karena itu aku mau cerita ini sama kamu sayang."


"Ayo ceritalah."


"Tadi ... Nadia telepon. Katanya mantan mertuaku dan juga isteri Saka datang ke toko untuk mencari aku. Aku tidak tahu mereka mencari aku untuk apa, hanya saja mantan mertuaku itu dan menantunya sempat bersitegang karena Mamanya Saka ngotot mau memberitahu aku mengenai kondisi Saka yang sekarang."

__ADS_1


"Lalu?"


"Lalu, Nadia bilang mereka sempat mengatakan kalau Saka sedang koma sekarang di rumah sakit. Apa mungkin karena itu mereka datang menemui aku? Menurut kamu gimana sayang?"


Sebelum menjawab pertanyaan Riana, Tefan menarik tubuh Riana mendekat dan mendekap isterinya itu.


"Sayang, mungkin ada baiknya kamu menemui mereka baik-baik. Dengarkan saja apa yang mau mereka sampaikan, jika memang tidak terlalu sulit, kenapa tidak kita mencoba membantu mereka. Kita pernah berada di masa sulit, lalu sekarang dunia berputar dan kita pun mendapatkan kebahagiaan kita. Aku pernah dengar bahwa jika kita meringankan beban orang lain, maka Tuhan akan membantu meringankan beban kita dengan caranya yang tak disangka-sangka."


Riana tak menyangka ucapan Tefan akan sebijak itu. Dia benar-benar berubah sekarang. Menjadi lebih bijak, berpikir positif dan pastinya dewasa dalam menghadapi masalah. Justru, Riana yang merasa malu karena hingga sekarang terkadang sifat keras kepalanya itu masih kerap mendominasi pikirannya.


"Tapi ... aku tidak mau menemui mereka sendirian. Aku mau kita berdua menemui mereka bersama-sama."


"Tentu saja, aku akan mendampingi ke manapun isteriku melangkah. Sekarang, sebaiknya kita istirahat dulu. Aku sudah tak sabar ingin memeluk kamu seperti ini. Seharian di kantor aku hanya kepikiran kamu tidak ada yang lain."


"Gombal banget jadi orang."


Riana menepuk lengan besar Tefan dan membalas pelukan suaminya itu. Membenamkan kepalanya ke dada bidang Tefan sembari mendengar detak jantung suaminya yang berdegup.


Memang benar bahwa kejujuran dalam suatu hubungan itu akan selalu lebih baik daripada harus menyembunyikan sesuatu dari pasangan kita. Karena kejujuran merupakan suatu pondasi dalam sebuah hubungan.

__ADS_1


Hubungan yang didasari dengan kebohongan dan kepura-puraan, tidak akan pernah membawa kebaikan dalam suatu hubungan apalagi sebuah hubungan rumah tangga.


__ADS_2