
"Keluarga Ibu Riana ...!" panggil seorang suster seraya membuka pintu ruangan di mana isterinya sedang mendapatkan perawatan.
"Ya, saya Sus." Tefan menjawab dengan cepat sembari berdiri dan melangkah menghampiri sang suster.
"Silakan masuk, Pak. Dokter dan juga Ibu Riana sudah menunggu bapak di dalam."
Tanpa menunggu waktu lama, Tefan ikut masuk bersama suster itu. Wajahnya masih terlihat tegang dan pucat pasi, dia begitu khawatir dengan kondisi Riana yang tiba-tiba drop. Begitu dia sampai di ruangan di mana Riana berbaring, dia segera menghampiri isterinya.
"Sayang ... kamu tak apa-apa?" tanyanya panik.
"Tidak apa-apa. Terimakasih sudah mengantarku ke rumah sakit."
"Sudah menjadi tugasku, sayang. Dok, apa yang terjadi dengan isteri saya?"
"Isteri Anda ..."
Ucapan dokter tersebut sengaja dibuat agar terkesan dramatis, Riana sedang mempersiapkan kejutan untuk Tefan.
"Isteri saya kenapa, Dok? Apa yang terjadi dengannya?" Tefan bertambah panik mana kala Riana memalingkan wajah darinya.
"Isteri Anda ... Emm ... Selamat! Anda sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah."
__ADS_1
Ekspresi Tefan semakin kebingungan, dia tak bisa menangkap dengan cepat apakah itu sungguhan ataukah hanya gurauan semata. Dia pun menatap Riana berulangkali, begitu juga kepada dokter yang sedang duduk di depannya itu.
"Dokter ... Anda sedang tidak bercanda kan? Jangan mengada-ngada, isteri saya sakit apa? Katakan saja!"
Sementara itu Riana sudah cekikikan berusaha menyembunyikan tawanya karena melihat ekspresi Tefan yang seakan tak percaya dengan perkataan sang dokter. Wajahnya kelihatan lucu dan menggemaskan karena sedang dikerjai oleh Riana.
"Ya! Isteri Anda hamil dan Anda akan menjadi seorang ayah. Jadi tugas Anda sebentar lagi akan bertambah dari seorang suami menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab. Selamat ya!"
Tefan menatap tak percaya kepada Riana, namun kemudian Riana membentangkan tangannya untuk menunggu Tefan segera memeluknya. Dia mengangguk dan menunggu reaksi Tefan.
"Serius? Sayang ... benar?" tanyanya untuk memastikannya sekali lagi.
"Tentu saja aku bersedia, sayang! Aakkkk ... terimakasih Riana, terimakasih isteriku sayang, cintaku ...!"
Tefan menyerbu bentangan tangan Riana dan memeluk isterinya itu dengan penuh rasa haru dan bahagia. Dia tak menyangka Tuhan menitipkan juga pada mereka. Dia tak bisa lagi menahan kebahagiaannya, dia menitikkan air mata namun air mata kebahagiaan.
"Terimakasih, Dok." ucap Tefan pada sang dokter yang kemudian meninggalkan mereka berdua dalam ruangan tersebut.
Keduanya berbagi kebahagiaan, tak hentinya Tefan memeluk dan mengecup kening Riana saking bahagianya. Dia pun segera mengambil telepon genggam di saku celananya dan segera mengabari Kiano.
"Halo, Pak Bono. Bisa tolong berikan ponselnya pada Kiano?" ucap Tefan di telepon. Dia kemudian mengalihkan panggilan telepon ke video call. Seketika wajah mereka dan wajah Kiano saling berhadapan dalam satu bingkai teknologi yang mampu memperlihatkan wajah seseorang dari jarak jauh.
__ADS_1
"Papa ... bunda ...! Halo, Bunda. Bunda baik-baik saja kan?"
"Baik sayang. Tapi maaf, bunda harus menginap dulu malam ini. Besok baru bunda boleh pulang, Kiano jangan tidur larut malam ya."
"Baik, Bunda."
"Kiano sayang, Papa punya kabar bagus. Kiano akan segera punya adik, senang tidak?"
"Adik? Adiknya Kiano?" tanyak Kiano dengan ekspresi seperti Tefan tadi.
"Iya sayang. Adik. Adik Kiano."
"Maulah Papa. Memangnya bunda ada adek bayi lagi?"
"Iyah sayang. Di perut bunda sedang ada adek bayi. Kamu senang kan?"
"Senang sekali, Bunda.Yeiyyy ... Kiano punya adik bayi! Yeiy yeiy yiey...!" Kiano teriak-teriak berlarian sampai menimbulkan gelak tawa antara Riana dan Tefan. Begitu juga dengan Pak Bono yang sedang mengarahkan kamera pada Kiano.
Salah satu kebahagiaan terbesar dan tak ternilai harganya adalah keluarga. Apalagi momen-momen menyambut datangnya penghuni baru dalam keluarga tersebut. Selalu ada hal yang mendebarkan dan membuat seseorang menjadi tak sabaran. Menunggu prosesnya hingga berbulan-bulan lamanya, dengan sabar dan dengan penuh harap.
Kebahagiaan Riana dan Tefan seakan menjadi lengkap dengan akan hadirnya seorang mahluk kecil nan lucu. Sungguh mereka sudah tak sabar menunggu saat itu tiba.
__ADS_1