Complicated Love #2

Complicated Love #2
CL - 62. Cinta Yang Bertambah Setiap Hari


__ADS_3

Kelahiran seorang anak adalah hal yang ditunggu-tunggu, oleh setiap pasangan menikah di mana pun. Konon katanya, ketika seorang anak lahir. Maka kebahagiaan juga bertambah seiring waktu berjalan.


Rasa sedih atau lelah yang muncul sehabis bekerja, akan hilang mana kala melihat wajah kecil nan imutnya itu. Seorang anak, adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan sang Maha kasih.


Selalu ada perasaan haru, dan cinta yang bertumbuh dan bertambah setiap hari. Bagaimana tangan kecilnya ingin meraih, bagaimana mulutnya yang begitu menginginkan susu. Saat tidurnya yang kerap bermimpi dan tersenyum. Hal-hal seperti itulah yang kerap membuat kita untuk tak jauh darinya.


Selalu ingin dekat, dekat, dan terus dekat. Seperti itulah perasaan yang tengah kurasakan saat ini bersama Saka. Kehadiran Kiano adalah berkah, berkah bagi kami yang selalu menginginkannya hadir di tengah-tengah kami.


Seperti yang kulakukan sekarang, tak bosan memandanginya yang sedang tertidur pulas. Dalam sebuah kelambu anti nyamuk.


"Sayangku Kiano, tumbuhlah kau menjadi pria Soleh dan cerdas. Pembawa berkah bagi keluarga dan yang terpenting kamu jadi anak paling bahagia."


Aku terus bercengkrama dengannya yang baru berusia seminggu. Saka sedang di restoran, tapi dia sudah masak makanan penambah ASI banyak sekali. Dia semakin perhatian semenjak kehadiran Kiano.


Saat terjaga di tengah malam karena Kiano lapar minta susu, Saka dengan cepat terbangun dari tidurnya. Membiarkan aku istirahat dan dia yang menenangkan Kiano.


"Aku sudah bilang Yang, siang itu jatah kamu bersama Kiano. Malamnya biar jadi jatahku. Hehe."


Begitulah ucapan Saka suatu waktu, saat berdua siaga menjaga Kiano.


Suatu malam Kiano nangis kencang sekali. Aku terjaga namu dengan cepat Saka turun dari tempat tidur demi menenangkan Kiano yang terus menangis.

__ADS_1


Dia pun segera meraih botol susu yang tadi sudah kusiapkan sebelum tidur. Diberi kepada Kiano dan akhirnya anak itu tenang kembali. Rupanya baby Kiano sedang lapar.


"Hei jagoan kecil, kamu lapar ya? Nih Papa kasih susu, Mama harus istirahat. Biar Papa yang jaga kamu ya."


Telingaku samar mendengar suara Saka yang berbicara kepada Kiano. Aku tersenyum tipis lalu melanjutkan tidur.


***


"Pagi Kiano cucu Omah...!" Sapa Mama saat aku membawa Kiano turun untuk berjemur matahari pagi.


"Pagi Omah sayang! Omah, Kiano berjemur dulu ya."


"Baiklah Mah! Maaf ini Kiano Mah."


Aku pun memberikan Kiano kepada Mama dan mereka segera keluar ke taman samping rumah untuk berjemur. Sementara aku kembali ke dapur untuk sarapan.


Benar saja kata Mama semua makanan enak sudah tersaji. Buah hijau lengkap di meja..Bahkan sudah tertata sangat rapi. Saka adalah suami terbaik, suami idaman tentunya.


Terimakasih sayang, sudah masak sebanyak ini dan menyediakan semuanya untukku dan untuk anakmu.


Aku pun makan dengan lahap, bahkan seporsi makanku dengan sebelum dan sesudah melahirkan jauh sangat berbeda. Sekarang lihat saja, tubuhku semakin subur. Hehe.

__ADS_1


Usai makan, aku pun menemui Mama dan Kiano yang sedang berjemur. Kiano tampak memicingkan matanya saat cahaya matahari tepat mengenai wajahnya. Ekspresinya sungguh lucu.


Seorang anak mampu memperbaiki keadaan, dari sedih menjadi senang, dari duka menjadi suka. Kiano sayang, semoga kau terus membawa kebahagiaan dalam keluarga ini.


Bagiku, perjalanan cinta yang hadir dalam hidupku adalah pelajaran berharga. Aku pernah salah karena memberikan sepenuhnya tubuhku serta perasaanku kepada satu orang. Lalu lupa bahwa perasaan manusia adalah hal yang dapat berubah-ubah.


Seiring waktu, aku akhirnya tahu bahwa cinta adalah tak semudah mengatakan. Cinta adalah sekelumit perjalanan yang membutuhkan banyak waktu agar bisa benar-benar berada pada posisi sebenarnya.


Masa lalu mungkin menjadi pisau tajam, tapi juga bisa menjadi cermin bagi kita untuk melangkah ke depan. Bahwa masih banyak hari indah yang menantimu. Jangan pernah merasa bahwa rumitnya cinta akan selamanya seperti itu. Selalu ada fase di mana, kerumitan itu terurai satu persatu menjadi benang kebahagiaan yang dirajut dalam bingkai kehidupan kita.


Akhirnya pelabuhan terakhirku adalah Saka, yang selalu menjadi cinta yang tak pernah usai. Terimakasih sudah memilihku dan mau bersamaku.


***


*Percayalah serumit apapun hubungan cinta yang kau jalani, akan selalu ada masa di mana kamu akan merasakan betapa kehadiran cinta di hidupmu menjadi anugerah yang sangat besar dari Tuhan yang Maha Esa.


Terkadang kita diuji dengan banyak hal, hanya agar kita mampu melewati semua itu dengan baik dan seperti naik kelas. Terkadang pula, Tuhan sedang bermain-main dengan hatimu. Maka bersabarlah, karena di balik kesabaran, selalu ada jeda untuk merasakan karunia Tuhan yang teramat indah*.


***


Mohon Maaf tulisan ini harus selesai sampai di sini. Maafkan bila ada kesalahan dan ceritanya kurang memuaskan hati anda. Terimakasih jangan lupa baca ceritaku yang lain ya.

__ADS_1


__ADS_2