Complicated Love #2

Complicated Love #2
CL - 56. Kebahagiaan Setelah Kehilangan


__ADS_3

**Oeeeekh...


Oeeeekh...


Oeeeekh**...


Entah sudah berapa kali aku bolak balik kamar mandi hanya untuk menumpahkan isi perutku. Hingga aku keringat dingin dan merasa lelah. Mas Saka sudah berangkat pagi tadi, Ibu sedang ke supermarket dan fix aku sendirian di rumah dengan kondisi seperti ini. Kepalaku entah kenapa pusing sekali, setelah hampir sepuluh kali bolak balik kamar mandi, akhirnya aku merasa lebih baik.


Aku pun kembali berbaring di tempat tidur karena serasa menggigil. Mungkin aku meriang atau masuk angin. Tidak biasanya seperti ini. Aku juga baru mengalami sakit seperti ini setelah sekian lama. Apakah karena kecapean? Tapi kan kerjaanku sekarang tidak terlalu menuntut melakukan hal-hal yang membutuhkan tenaga ekstra. Justru aku merasa ini adalah waktu aku yang paling santai. Tapi kenapa jadi begini? Tubuhku bahkan bereaksi pada hal-hal yang berbau wangi. Huh...


Aku akhirnya menelpon Saka. Meski khawatir akan mengganggu, tapi aku takut kenapa-kenapa. Aku sendiri di rumah, bagiku ini sangat menakutkan. Hiks.


Setelah sambungan telepon terhubung.


"Sayang..." Panggilku lemas.


"Ya sayang, kok suara kamu jadi lemas begitu. Ada apa?"


"Gak tahu nih, tiba-tiba saja tubuhku drop. Udah bolak balik ke kamar mandi berapa kali untuk muntah dan keluar cairan banyak banget. Aku juga keringat dingin, Mama gak ada di rumah. Dia ke supermarket. Kamu bisa pulang gak sayang?" Jelasku padanya sambil merajuk. Entah kenapa aku sangat membutuhkan dia di sisiku.


"Baiklah! Kamu di tempat tidur saja. Berbaring dan jangan kemana-mana. Aku akan segera ke sana."


"Kerjaan kamu bagaimana?"


"Gampanglah! Aku khawatir sama kamu. Sekarang tutup dulu teleponnya, aku akan segera pulang. Dah sayang!"


"Dah...!"


Aku meraih selimut dan membenamkan diri di bawahnya. Matahari yang menyembul masuk dari kisi jendela, membuat nyaliku ciut. Aku seperti Vampir yang takut cahaya. Hhhh tapi apa iya?


Cukup lama aku berbaring di bawah selimut, bahkan aku tak menyadari kalau sekarang Saka sudah berdiri di samping aku.


"Sayang, bangunlah! Aku datang."


Aku membuka selimut yang sepenuhnya menutupi tubuhku dan menatap manja ke arah Saka.


"Mas, tutup jendelanya dong pakai tirai. Aku gak mau sampai matahari mengenai aku."


"Heh? Kok bisa? Emang kenapa? Bukannya kamu selalu suka dengan cahaya matahari pagi sayang?"


"Entahlah, tiba-tiba aku jadi tidak suka. Cepat tutuplah sayang. Dan ah iya, matiin lampunya."


"Heh? Kok dimatiin segala? Emang kenapa? Mas tadi kaget loh, pas masuk kamar suasana jadi muram gelap gitu. Ternyata kamu emang sengaja matiin lampu. Mas pikir kamu hanya lupa menyalakannya."


"Matiin Mas. Tolong!"

__ADS_1


Saka jadi heran dengan segala tingkah lakuku hari ini. Jangankan Saka, aku saja heran dengan perubahan yang terjadi begitu saja pada sikapku ini.


"Sekarang gimana perasaan kamu?"


Baru mau aku jawab, eb mual lagi. Aku menahan mulutku pakai tangan agar cairan itu tak keluar membasahi seprei karena aku tak sanggup lagi untuk berjalan hingga ke kamar mandi.


"Eh kamu mual lagi? Kita ke dokter sajalah, Mas takut terjadi apa-apa sama kamu."


Aku hanya mengangguk dan membiarkan Saka melakukan apa yang ingin dilakukannya. Dengan kedua tangannya yang berotot itu, Saka mengangkat tubuh mungilku. Berjalan menuruni tangga dan pergi ke rumah sakit.


Baru naik ke mobil, Mama sudah tiba di rumah dengan disupiri oleh supir pribadi Mama.


"Mau ke mana Nak?" Mama tanya.


"Ini Mah, katanya Riana lemas banget. Muntah hampir puluhan kali. Sampai tubuhnya lemas dan keringat dingin. Dia juga aneh, gak mau kena sinar matahari atau cahaya apapun. Ini saja pas aku mau bawa ke mobil wajah dia mesti ditutup kain dan harus pakai kacamata hitam. Pokoknya aneh deh Mah. Kita jalan dulu ya Mah." Jawab Mas Saka cepat. Sekilas aku memberi senyum kepada Mama dan dibalas olehnya.


***


Tiba di rumah sakit, ketemu dokter dan sedikit mengantri. Sebagai orang yang taat akan budaya antri, maka walaupun sedikit mendesak, kami juga harus tetap antri. Karena kita tak pernah tahu, orang sebelum kita, sudah datang sejak berjam-jam yang lalu.


Aku hanya bisa bersembunyi di dada bidang Mas Saka. Aku merasa tempat yang paling nyaman hanya di situ. Dan aku tidak alergi dengan wewangian yang dia pakai. Padahal sebelumnya, aku sangat tidak suka wangi parfum yang dia pakai hingga timbul keinginan untuk membelikannya parfum baru yang wanginya lebih enak dicium. Namun sekarang, kenapa jadi kebalikannya?


"Ibu Riana...!" Panggil seorang suster.


"Saya Sus." Jawab Mas Saka.


"Silahkan masuk Bu! Sekarang giliran Ibu, dokter sudah menunggu."


Kita berdua pun masuk, seorang suster membantuku mengecek tekanan darah dan sejumlah pengecekan dasar lainnya. Setelah itu, sang suster mencatat dan memberikannya pada dokter di depanku.


"Tekanan darah Ibu sedikit turun. Apa yang Ibu rasakan sebelum dibawa ke rumah sakit?"


"Perut keram dan mual muntah Dok. Entah sudah yang keberapa kali. Aku juga merasa ada hal aneh padaku Dok. Seperti, aku takut terkena cahaya, atau sinar dan semacamnya."


"Apa Ibu juga pusing?"


"Wah kalau itu sudah pasti Dok."


"Baiklah Bu, keluhan Ibu sudah saya catat. Sekarang untuk membuktikan dugaan sementara saya, Ibu harus tes urine dan tes darah dulu yah. Sus, tolong bantu Ibu Riana untuk melakukan beberapa tes laboratorium." Ucap Dokter pada seorang suster yang berkerja di sisinya.


"Baik Dok. Mari Bu!"


Aku pun mengikuti sang suster, pertama-tama aku diarahkan untuk diambil sampel darahnya. Kemudian diberi cawan kecil untuk menampung air seni di dalam WC. Aku pun mengikuti instruksi suster tesebut. Meski dengan langkah sedikit goyah, tapi perasaanku sudah jauh lebih baik sekarang.


Setelah selesai tes laboratorium, aku kembali ke ruangan dokter tadi. Mas Saka masih menungguku di sana.

__ADS_1


"Baik Bu, Ibu tunggu beberapa jam, dua atau tiga jam Bapak Ibu bisa kembali lagi untuk mengetahui hasilnya."


"Baik Dok. Terimakasih atas pelayanannya. Mungkin kami akan cari makan dulu, sembari menunggu hasil tesnya keluar."


"Baik Pak, nanti kami akan hubungi Bapak Ibu jika hasil tesnya sudah keluar."


Kami pun keluar meninggalkan ruangan dokter. Aku tidak merasa pusing lagi, melainkan perutku sudah melakukan konser entah dengan berapa jenis musik di sana. Lapar.


"Yang, pengen makan rujak."


"Heh? Rujak? Tapi kamu harus makan nasi dulu sayang. Nanti perut kamu sakit."


"Baiklah makan nasi dulu, tapi habis itu kita pokoknya harus nyari rujak dulu."


"Baiklah." Jawab Mas Saka pasrah.


***


Setelah selesai makan siang dan berkeliling mencari rujak yang akhirnya ketemu juga, tiba-tiba kami dihubungi oleh pihak rumah sakit dan menyatakan hasilnya sudah keluar.


Aku dan Mas Saka pun segera ke rumah sakit. Karena penasaran dengan hasilnya.


Tiba di rumah sakit, kami langsung menuju loket informasi untuk menukar nomor yang sebelumnya dikasih untuk pemeriksaan laboratorium.


"Mba, mau ambil hasil cek laboratorium atas nama Ibu Riana." Ucap Mas Saka kepada seorang petugas rumah sakit.


"Oh iyah Pak, mohon menunggu sebentar. Segera kami ambilkan untuk hasilnya."


Tak lama kemudian seorang suster datang membawa amplop kecil dan diberikannya pada petugas tadi.


"Ini Pak hasilnya. Segera dibawa ke dokter ya untuk tahu hasilnya."


"Baik Mba. Terimakasih."


Sesampainya di ruangan dokter tadi dan memberikan hasil tes Lab. Sang dokter mengamati sebentar isi amplop tersebut dan kemudian senyum tipis tersungging di bibirnya.


"Dugaan saya benar Bapak Ibu. Selamat kalian berdua sebentar lagi akan jadi Ayah dan Ibu."


Mendengar ucapan sang dokter, seketika aku tak percaya. Aku menatap menunggu penjelasan lebih detil dari dokter.


"Apa Dok?"


"Iyah Bu. Selamat yah, anda sedang mengandung buah cinta kalian."


Aaaakkk, air mataku merembes begitu saja dan Saka memelukku penuh haru bahagia. Sekarang semua terjawab sudah. Ternyata sejumlah gejala yang kualami adalah morning sick yang sering dialami Ibu-ibu yang sedang hamil. Kenapa aku gak pernah menyadari ini ya?

__ADS_1


--++++


Haloo teman semua, terimakasih sudah membaca dan mendukung tulisan saya. Semoga kalian terhibur dan tetap berikan saran dan kritik ya... salam.


__ADS_2