Complicated Love #2

Complicated Love #2
Ternyata Mereka Belum Pulang


__ADS_3

Riana pikir semua sudah aman, tidak ada yang menganggu Kiano lagi. Namun tetap dia memberikan pengamanan ketat pada Kiano.


Entah dapat info dari mana, Mama mertua Riana kini mendatangi Tefan di kantornya. Dia memohon pada Tefan agar dia mau membujuk Riana. Memberikan izin padanya untuk membawa Kiano jalan-jalan.


"Pak Tefan, tolonglah. Saya hanya ingin menghabiskan waktu dengan cucu saya."


"Bu, seharusnya ibu yang paling tahu bagaimana karakter Riana. Bukankah dia pernah menjadi menantu, Ibu? Coba saja bayangkan jika Ibu berada di posisi Riana. Apakah Ibu juga akan merelakan anak ibu untuk dibawa pergi oleh seorang nenek yang dulu pernah mengusir mereka?"


Kata-kata itu begitu tajam menusuk di hati Ibunya Saka.


"Lagi pula, saya ini hanya bapak sambung untuk Kiano. Saya tidak berkepentingan untuk mengambil keputusan apapun untuk anak itu saat ini. Silakan Ibu tinggalkan ruangan saya dan pulanglah."


"Pak ... Pak Tefan, saya mohon bantu saya."


"Bu, apakah kata-kata saya kurang jelas barusan? Sekarang saya kasih tahu, Riana adalah tipe orang yang jika bilang A ya A tidak akan berubah jadi B meski siapapun yang memberi saran padanya. Apalagi sarannya tidak masuk akal begini."


"Saya hanya ingin bersama Kiano ...."


"Kiano tidak butuh Oma-nya, anak itu butuh bundanya dan dia adalah Riana."


Tefan tak segan-segan mengusir ibu Saka keluar dari ruangannya. Wajah ibu itu bersikeras untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau. Mungkin dia berpikir bahwa Tefan bisa mengubah keputusan Riana. Namun tidak seperti itu, Riana tidak mungkin memberi izin sampai kapanpun.


***

__ADS_1


"Jalan satu-satunya adalah memberitahu Saka tentang anak itu. Agar dia tahu semuanya bahwa dia sudah punya anak. Tidak peduli apakah dia akan mengingat masa lalunya atau tidak."


Ibu Saka pun memiliki rencana busuk untuk memuluskan keinginannya. Dia pun segera kembali ke resort yang mereka pesan untuk beberapa hari.


"Raka, Mama mau bicara padamu." Saat itu kondisi resort sedang sepi, isteri Saka sedang keluar bersama adik-adik iparnya.


"Ada apa, Ma?"


"Mama mau membicarakan hal penting denganmu, namun hal ini tidak boleh diketahui oleh Sheril."


"Maksud, Mama? Selama ini aku selalu jujur dan terbuka pada Sheril apapun masalah yang kuhadapi. Kenapa sekarang aku harus merahasiakan ini padanya? Ada apa sebenarnya?"


"Namun, kamu harus janji tidak akan marah pada Mama atau tidak akan menceritakan ini pada Sheril."


"Berjanjilah, Saka!" tegas Mamanya yang keceplosan menyebut nama asli Saka dan bukan Raka.


"Saka? Siapa yang mama panggik, Saka? Aku Raka, Ma."


"Maafin Mama, selama ini Mama sudah berbohong padamu. Nama kamu yang sebenarnya adalah Saka. Mama tidak bermaksud apa-apa, Mama hanya ingin kamu memulai hidup yang baru setelah kecelakaan itu."


"Maksud Mama? Kok jadi bertele-tele seperti ini? Ada apa sih?"


"Sebelum menikah dengan Sheril, kamu mengalami kecelakaan. Kamu terluka parah dan hilang ingatan, kamu bahkan tak ingat siapa namamu. Itu sebabnya, Mama sengaja mengganti nama kamu setelah kamu selamat dari maut."

__ADS_1


"Lalu? Aku masih belum paham, Ma."


"Sebelumnya kamu pernah menikah dan punya anak. Sekarang, anak itu sudah berusia kurang lebih enam tahun. Sejak kecil kalian sudah terpisah. Mantan isterimu membawanya pergi dari keluarga kita setelah mengetahui kamu kecelakaan dan dinyatakan meninggal. Sekarang, mantan isterimu itu sudah hidup bahagia dengan pengusaha kaya di Bali. Kamu mau tahu nama anakmu?"


"Tunggu, tunggu! Ma, Raka benar-benar tidak mengerti dengan apa yang baru saja Mama katakan. Mantan isteri? Anak? Raka tidak ingat sedikitpun tentang itu. Raka hanya memiliki satu isteri dan itu adalah Sheril. Pacar Raka yang kemudian aku nikahi karena merasa sudah siap berkeluarga."


"Tapi Saka, Mama sangat merindukan cucu Mama. Kumohon, bertemulah dengan mereka, minta anak kamu kembali padamu. Mama yakin begitu melihat wajah anak itu, maka kamu akan melihat kemiripan antara kalian berdua."


"Mam, kumohon jangan seperti ini. Aww ... kepalaku sakit ... Ma ... sakit Ma ...."


Saka tiba-tiba berteriak kesakitan seraya memegangi kepalanya. Mungkin saja dia sudah mulai mengingat kepingan-kepingan cerita tentang masa lalunya.


"Ma ... sakit Ma ..."


"Saka ... apa yang sakit? Apa kita perlu ke dokter sekarang?"


"Sakit, Ma ... tolong hubungi Sheril. Minta dia secepatnya pulang."


Tak lama kemudian, Saka pun terjatuh dan pingsan.


"Saka ...!" pekik mamanya.


Dia pun segera melakukan panggilan via suara, menghubungi Sheril, dan kedua anaknya.

__ADS_1


__ADS_2