
Aku sedang ditemani Saka nonton film Drama China. Dia heran, soalnya biasanya aku gandrung nonton drama Korea, sekarang seleraku berubah. Kita berdua berbaring di tempat tidur menatap layar besar televisi di kamar. Eh tepatnya aku sedang bersandar pada dadanya yang bidang. Sekarang aku suka banget manja-manjaan sama dia.
Pernah terjadi sekali, saat itu dia sudah bersiap ke restoran. Sudah rapi dan akan segera pamit. Eh aku malah gelondotan di lehernya, bujuk dia agar gak usah pergi. Akhirnya dia mengalah dan menemaniku seharian di rumah dan hanya di kamar.
Mama sampai geleng-geleng kepala, entah karena faktor ngidam atau apa.
"Yang, aku kayaknya pengen makan sesuatu." Ucapku.
"Jangan minta yang aneh-aneh sayang. Takut aku gak bisa memenuhi keinginan kamu dan bayi kita nanti jadi ileran."
Aku tersenyum mendengar kata-kata Saka. Emang bini kamu ini selama hamil permintaannya aneh-aneh ya? Hehe.
"Nggak aneh sayang, aku cuma mau makan eskrim. Eskrim dengan toping cokelat, keju, dan ada taburan kacang cincang di atasnya."
"Hah? Dapat di mana? Jarang aku dapat Eksrim yang topingnya seperti itu. Lihat dan dapat dari mana sih ide Eksrim itu? Gak bisa cuma eskrim saja ya?"
"Nggak bisa sayang, aku maunya kayak gitu. Bayi kamu nih yang mau. Dia udah semakin bertumbuh di dalam sini. Aku bisa merasakannya Yang."
"Astaga, kamu ini ada-ada saja. Baiklah aku beli dulu Eksrimnya."
Dia hendak berdiri dan agak menggeser tubuhku untuk bersandar di tempat tidur.
"Tidak. Aku maunya kamu yang buat Yang. Jangan beli."
"Sayang? Kamu serius?"
"Emang aku sedang bercanda Yang?"
"Ah ya sudahlah, tunggu sini sebentar. Nonton saja Drama China-nya jangan kebanyakan berpikir yang macam-macam. Hhh..."
Wajahnya terlihat sedikit kesal. Tapi saat dia akan keluar dari kamar, aku memberinya kecupan kilas di kedua pipi dan bibirnya.
Cup.
Cup.
Cup.
"Hehe, itu biar kamu gak ngambek dan bikin Eksrimnya penuh rasa cinta."
Dia tersenyum dan menyentil hidungku pelan.
"Dasar kamu ya, paling bisa menggoda dan meluluhkan hati aku. Tunggu ya, pesanan eskrim kamu akan segera datang."
__ADS_1
"Oke sayang, aku setia menunggumu. Haha."
Punggung Saka menghilang dari balik pintu kamar. Aku melanjutkan nonton film drama China. Judulnya All About Is Love. Filmnya bercerita tentang seorang pemuda kaya, pemilik perusahaan terbesar di China. Sedang mencari perempuan yang akan menjadi 'obat' dari alerginya.
Dia alergi bersentuhan dengan manusia, jika bersentuhan maka tubuhnya akan menimbulkan reaksi pada kulitnya. Yaitu kulitnya akan memerah dan memar-memar seperti habis digebukin.
Suatu kali dia bertemu seorang perempuan yang saat itu menyentuh dirinya tapi tak menimbulkan reaksi alergi pada tubuhnya. Dia pun semakin penasaran, apakah perempuan inilah yang dicarinya.
Seiring berjalannya waktu, karena sering bersama, mereka merasakan perasaan berbeda satu sama lain. Tapi takut untuk mengakuinya. Ah intinya mereka ini, semakin saling menghindari, semakin mereka menjadi dekat dan cinta tumbuh semakin dalam.
Filmnya ada beberapa episode, dan aku baru menyelesaikan beberapa saat Saka sudah kembali dengan semangkuk Eksrim yang membuat leherku harus menelan ludah berkali-kali saking membayangkan betapa enaknya eskrim itu. Haha.
"Tadaaannng...! Inilah penampakan eskrim yang dibuat oleh chef Saka, mari silakan dicicipi."
Haha. Astaga dia lucu sekali. Aku gemas melihatnya memamerkan eskrim buatannya.
"Saka, jangan menggodaku. Aku sudah ingin sekali merasakannya melewati tenggerokanku. Mendadak aku seperti ingin menghabiskannya sekaligus."
"Eits tidak boleh. Mesti aku yang suapin. Jangan makan berantakan. Ini di tempat tidur kita. Jangan jorok."
Hhh, dia ini membuatku gila. Dia memang sangat cinta kebersihan. Sementara aku suka sembarangan. Maafkan aku sayang.
Saat Eksrim itu masuk ke dalam mulutku, aku melotot. Hiks, ini enak banget. Eskrim terenak yang pernah kumakan. Aku tidak akan pernah meragukan kemahiran suamiku dalam hal makanan. Dia yang terbaik.
"Biasa saja."
Aku menjawab biasa saja untuk menggoda dia. Padahal rasanya sih enak banget. Aku sampai tidak berhenti untuk memasukkannya lagi dan lagi ke dalam mulutku.
"Biasa saja, tapi makannya sampai segitunya. Kamu doyan apa kerasukan setan eskrim sih."
"Dua-duanya. Hehe."
Dalam sekejap semangkuk Eksrim sudah berpindah tempat ke dalam perutku.
"Habis?" Tanya Saka terkejut
"Andai masih ada maka akan kumakan lagi Yang. Hehe."
"Kamu ganas juga makannya. Sayang, jangan tiru Mama kamu ya. Dia sekali makan eskrim semangkuk besar. Alasan dia saja itu, memakai nama kamu untuk meminta Papa membuatkannya eskrim terenak di dunia ini." Ucap Saka sembari mengelus perutku yang sudah sedikit membesar.
"Nggak sayang, Papa yang ingin melakukannya sendiri. Mama gak minta apa-apa." Jawabku menimpali.
"Gak minta gimana. Kamu giliran sudah habis ya."
__ADS_1
Dia menggelitik pinggangku dan aku berontak karena tidak tahan digelitiki. Dia semakin beringas dan aku hanya bisa pasrah dia gelitiki sambil meminta ampun padanya.
"Sudah, sudah! Aku mengaku kalah Yang." .
Saka pun berhenti dan dia malah memeluk pinggangku dari belakang. Kemudia aku membalikkan badanku lalu saling menatap dengan nafas memburu karena ulah Saka.
Dia membelai wajahku serta mengurai rambutku yang terjatuh mengenai wajahku. Tatapan itu penuh cinta di sana, aku melihatnya. Perlahan wajahnya semakin dia dekatkan, aku pasrah jika dia ingin menciumku saat itu.
"Kamu mikir apaan sampai menutup mata seperti itu?" Ucapnya.
Aku membuka mata dengan cepat. Ah dia malah menggodaku. Jadi tadi itu maksudnya dia tak mau menciumku. Dasar, aku malah sudah kegeeran duluan.
"Ihh Saka, aku pikir kamu mau cium aku." Pekikku seraya mencubit pinggangnya.
Dengan gerakan cepat, bibirnya malah sudah mengunci bibirku. Membuat nafasku terasa sesak karena mendapat serangan tiba-tiba. Tak lama kemudian dia melepas ciumannya.
"Tuh kan, dia sukanya menyerang tiba-tiba. Giliran ditungguin malah gak ngapa-ngapain."
"Hehe. Kamu tuh pikirannya mesum terus."
"Ishh, siapa yang mesum. Kamu yang menggodaku terus."
"Apaan? Aku tidak melakukan apapun."
Sekarang giliranku yang menciumnya. Dia menyambut bibirku dengan senang hati. Seharian itu, kita berdua hanya beraktifitas di tempat tidur.
Mama sampai heran melihat kita berdua saat turun ke lantai utama hendak makan malam.
"Kalian tidak kemana-mana seharian?"
"Tidak Ma. Dia ingin aku di rumah dan membuatkannya Eskrim." Jawab Saka.
"Mama pikir kalian itu keluar jalan-jalan. Soalnya kok rumah seperti sepi. Mama tadi habis ketemu Mama kamu dan teman-teman yang lain. Habis arisan."
"Oh jadi Mama sekarang ikut arisan?" Tanyaku antusias saat tiba di meja makan.
"Iyah, Mama Saka yang ajak. Daripada katanya aku bosan di rumah terus. Lebih baik ikut dia dan teman-teman yang lain arisan."
"Baguslah Ma. Mama tapi harus ingat jaga kesehatan ya."
"Iyah sayang."
****
__ADS_1
Halo terimakasih atas dukungan kalian. Tetap dukung novel ini ya dengan cara like, komen dan vote. hehe terimakasih.