
Acara makan malam berlangsung seru, apalagi ketika Saka berdiri dan meraih jemariku, seraya memintaku ikut berdiri bersamanya. Air mukanya terlihat sangat bahagia, sinar cahaya terpancar dari tatapannya yang tak sabar mengumumkan sesuatu yang penting untuk kita berdua. Mama dan juga orang tua Saka sedikit terkejut melihat kami yang berdiri.
"Ada apa ini?" Tanya Mama dari Saka.
"Iyah ada apa? Kalian tidak biasanya mengundang kita semua secara khusus untuk makan malam keluarga bersama. Apa ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan?" Lanjut Mama penasaran.
"Iyah Ma, sebenarnya ada yang ingin kami sampaikan kepada kalian semua. Sesuatu yang menggembirakan, juga sangat berharga bagi kita berdua dan juga bagi keluarga besar kita nanti."
"Duh Saka, cepetan mau ngomong apa? Jangan panjang lebar kemana-mana. Kenapa?"
"Isteriku Riana, sedang hamil anak kami yang pertama." Jawab Saka mantap dengan ekspresi kebahagiaan terlukis di wajahnya.
Semua orang tampak terkejut, Mama sampai menutup mulutnya dengan tangan. Air mata kebahagiaan ruah di pipinya yang terlihat sedikit keriput itu. Mama dari Saka juga tak kalah hebohnya, dia menggeser kursinya dan langsung menghambur memeluk kami berdua. Dia juga terharu, bahkan dia masih terlihat menyeka air matanya saat sudah kembali ke tempat tidurnya.
"Kita akan jadi Kakek dan Nenek." Seru Mama Saka.
"Iyah. Akhirnya aku akan segera menimang cucu." Balas Mama dengan air mata ynag berurai saking bahagianya.
Betapa tidak, baik aku atau pun Saka, di keluarga kami adalah anak yang aku kandung ini merupakan anak pertama sekaligus cucu pertama bagi orang tua kami. Itulah sebabnya, kebahagiaan meliputi seluruh anggota keluarga kami.
"Selamat ya untuk kalian berdua. Jaga baik-baik cucu Papa." Ucap Papa Saka.
"Siap Pa. Aku akan menjadi calon Papa siaga yang bisa diandalkan. Percayalah."
Mendengar ucapanku semua orang tertawa. Aku ikut tertawa, apalagi karena kalimat itu terasa baru bagiku. Hehe. Ah Papa siaga. Kedengarannya sangat seru.
Makan malam berlangsung dengan bahagia, usai makan malam dilanjut dengan ngobrol santai seputar kehamilan. Mama dan juga Mama Saka membagi tips dan sarannya semasa hamil. Tidak boleh begini dan begitu, banyak hal yang harus aku pelajari sebelum akhirnya aku sudah siap menjadi Ibu yang sesungguhnya.
***
Sepertinya aku sedang mengalami morning sickness di kehamilan trimester pertama ini. Pagi-pagi sudah berada di kamar mandi, mual minta terus saja mendera tiada henti. Perutku sampai keram rasanya. Saka terpaksa harus telat ke restoran karena membantuku di kamar mandi.
__ADS_1
Dia dengan telaten memijat tengkukku dengan minyak freshcare agar aku merasa lebih baik. Entah sudah berapa kali aku mual dan muntah. Sarapan yang dibuat Mama terpaksa harus dibawa ke kamar karena aku tak sanggup lagi berjalan. Tubuhku lemas.
Saka menyuapiku sesendok, lalu kemudian makanan tersebut keluar lagi setelah melewati pangkal leher. Hhh. Sangat menyiksa. Tapi aku harus sabar dan kuat.
"Makan lagi sayang."
"Sudah tidak bisa. Makanan itu pasti akan langsung keluar lagi. Aku hanya ingin istirahat sebentar. Kamu berangkat sana, para koki pasti mencarimu."
"Tidak apa aku tinggal sendiri?"
"Iyah sayang tidak akan terjadi apa-apa sama aku di sini. Ada Mama, aku bisa minta tolong Mama jika perlu apa-apa."
"Iyah kamu berangkat sana ke restoran, istrimu biar Mama yang jaga." Jawab Mama yang tiba-tiba sudah di dalam kamar.
Akhirnya Saka mengalah dan membiarkan Mama menemaniku. Mama membuatkan sup hangat, katanya biar aku merasa sedikit lebih baik. Dan ya, memang sedikit lebih baik. Tapi tetap saja aku memiliki kebiasaan yang aneh sekarang, kamar harus dalam suasana gelap. Tidak boleh buka jendela dan membiarkan cahaya masuk. Jika tidak, aku akan bersembunyi entah di manapun. Hhh. Sudah berasa kayak Vampire saja.
Mama tidak ingin agar kamar gelap gulita, dia takut aku kenapa-kenapa. Jadilah aku bersembunyi di bawah selimut dan meringkuk di sana. Biasanya mual muntah akan mulai reda ketika jam 10an ke atas. Dan akan mulai lagi ketika pukul 1 siang lalu sore harinya. Hhh. Adek bayi dalam perutku ini memang luar biasa.
"Halo."
"Halo sayang. Gimana kondisi kamu? Mendingan? Obatnya sudah diminum?"
"Sudah mendingan tapi entah kenapa aku gak bisa lihat cahaya matahari sama sekali. Obatnya sudah aku minum dan ini sedang istirahat di kamar. Aku bersembunyi di bawah selimut karena takut kena sinar matahari. Hehe."
"Kenapa bisa begitu?"
"Kata Mama faktor ngidam. Katanya ada beberapa orang perempuan hamil yang memiliki ngidam berbeda-beda. Nah, mungkin ini gara-gara ngidam juga."
"Oh begitu. Tapi kamu sudah merasa lebih baik kan?"
"Iyah aku sudah merasa lebih baik. Kamu tenang saja. Aku cuma nitip mangga muda ya pas pulang nanti."
__ADS_1
"Mangga muda? Di musim begini? Mana ada mangga muda Yang. Mau cari di mana?"
"Pokoknya mau mangga muda. Gimanapun caranya."
KLIK.
Sambungan telpon sengaja kumatikan, pura-pura ngambek. Agar Saka mau menuruti mauku. Hehe. Akhirnya aku tidak bisa tidur dan memilih membaca artikel seputar kehamilan trimester pertama yang katanya rentan mengalami morning sickness.
Menurut artikel yang aku baca di mesin pencarian google.
*Gejala utama morning sickness* adalah mual dan muntah saat hamil. Gejala ini sering dipicu oleh beberapa hal, misalnya aroma tertentu, makanan pedas, atau suhu panas.
Morning sickness paling sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Biasanya gejala morning sickness akan mulai mereda pada pertengahan trimester kedua. Meski demikian, ada juga ibu hamil yang masih mengalami morning sickness hingga akhir trimester kedua**.
**Belum diketahui penyebab pasti dari morning sickness. Namun, perubahan hormon pada trimester awal kehamilan diduga berperan dalam memicu terjadinya kondisi ini.
Selain perubahan hormonal, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita hamil mengalami morning sickness, di antaranya:
Mengandung atau hamil anak pertama
Mengalami morning sickness di kehamilan sebelumnya
Mengandung anak kembar
Memiliki anggota keluarga yang mengalami morning sickness saat hamil
Sering mengalami mabuk perjalanan
Selain faktor-faktor tersebut, morning sickness juga bisa disebabkan oleh penyakit dan kondisi lain, seperti stres, obesitas, penyakit liver, dan gangguan kelenjar tiroid**.
Jadi begitu ya. Gumamku
__ADS_1
Rupanya morning sickness ini tidak berlangsung lama kok. Hanya di tiga bulan pertama kehamilan dan akan berangsur membaik ketika masuk tiga bulan kedua. Okey Baby, mari kita bersemangat melalui ini bersama-sama. Ucapku seraya mengelus-elus perutku yang masih rata. Hhee.