DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 102


__ADS_3

bahagia yang membuncah, membuat Deva tak ingin meninggalkan wanitanya barang sejenak pun. caera sampai mengusirnya dari kamar mandi karena Deva selalu memandanginya tak henti.


dari membuka semua kain yang melekat di tubuh caera, sampai acara mengeringkan pun Deva yang ingin melakukannya.


mana caera mau. yang ada bukan kering, tapi malah makin basah!


"sudah Dev.. keluar dulu. sana.. Sanaa huuss.."


usir caera mendorong tubuh tegap itu ke luar kamar mandi.


"sayang.. aku bukan ayam. jangan hus hus begitu"


Deva protes.


"iya.. tapi aku harus mandi dulu. sudah dingin ini"


caera terus berusaha mendorong punggung Deva.


"aku yang mandiin kamu sayang"


Deva berbalik. menatap ke bagian bawah caera yang hanya memakai da laman saja sekarang.


caera jadi membungkuk menutupi bagian bawahnya.


"aduuuhh.. jangan mesum begini Dev. aku kedinginan ini"


caera jengkel.


"oke.. oke.. maaf sayang" Deva memegang tangan caera. "tapi aku juga basah ini. tolong bukakan baju ku"


hadeeehh pinter bener ini babang Dedev mancing-mancing sih? otor pusing bang. panas dingin. 🤤


"nanti saja Dev. buka sendiri!"


caera menolak.


"ayolah sayang. aku juga sudah kedinginan "


bujuk Deva.


"Dev, kan bisa kamu buka sendiri nanti" caera menghentakkan kakinya jengkel.


dia sudah kedinginan. ingin cepat keluar dari kamar mandi. tapi Deva masih ada di sini bersamanya. mana caera bisa buka da laman sembarangan. bisa gawat itu.


"cepat sayang"


ujar Deva lagi masih memaksa.


caera mangkel setengah mati. Deva memang mesum! caera tahu Deva hanya memancing saja. tapi kalau tidak di turuti, beginilah keaadaan mereka seterusnya. bisa sampai besok di kamar mandi terus.


"ya sudah kemari"


ujar caera kesal.

__ADS_1


dengan tersenyum senang, Deva mendekat. berdiri tegak di depan caera. caera yang hanya setinggi dagunya, memandangi dada Deva yang terbalut kemeja tipis melekat lengket di tubuhnya karena basah.


kemeja itu jadi transparan menampilkan dada berotot dan perut kencang Deva. caera menelan salivanya kasar. sungguh brengsek benar ini kekasih kok mesumnya tidak habis-habis.


Deva melirik caera. tersenyum senang melihat expresi caera. caera menyentuh dada Deva. merabanya pelan. menyentuh kemeja putih yang mencetak dada bidang nan kokoh. pu Ting Deva tercetak jelas. menyentuh sedikit seakan pura-pura tak sengaja.


"pegang saja sayang"


bisik Deva.


caera kaget. tergagap ternyata Deva memperhatikannya. langsung buru-buru membuka kancing kemeja Deva dengan wajah memerah menahan malu. Deva mengulum senyum geli.


setelah semua kancing kemeja Deva terbuka, caera menariknya ke bawah. yang terakhir, melepaskan di bagian tangannya. kini bukan malah membaik. tapi makin parah. dada itu terpampang nyata tanpa penghalang lagi.


caera sampai mengerjap-ngerjapkan matanya melihat dada berotot itu. menelan salivanya lagi. dada itu tampak mengkilap karena basah.


"hhiihh"


caera bergidik ngeri. membayangkan dada itu menyentuh dadanya.


aduuhh.. otak ku nih yang ngeres!


caera menggelengkan kepalanya mencoba membuang pikiran ngeres di otaknya. Deva makin tersenyum lucu melihat tingkah caera. rambut panjang caera berjuntai basah membuat dia makin mempesona.


"celananya sayang"


bisik Deva lagi.


"tidak mau. kamu saja yang buka sendiri"


"sekalian sayang. ayo lah"


bujuk Deva.


dengan tangan gemetar, caera menuruti. membuka kancing celana Deva dan resletingnya di turunkan ke bawah. begitu celana akan melorot kebawah dengan sendirinya, sontak caera mendongak tak mau menatap ke bawah.


wajahnya tepat mendongak menatap wajah Deva yang tersenyum menatapnya. pandangan sayu kedua mata jernih itu bertemu. penuh cinta yang telah lama di simpan masing-masing hati.


Deva mengecup puncak hidung Bangir yang mungil milik caera. mendekatkan wajahnya menempelkan hidung dan dahi mereka.


"jangan pernah berubah sayang"


bisiknya Deva.


caera memejamkan mata meresapi keindahan cinta yang ia dapat dari Deva. hatinya terbuka lebar menerima itu sekarang. ia tak dapat menutupinya dengan kejaiman lagi. ia cinta. jatuh cinta.


Deva menarik caera ke bawah shower lagi. mengucurkan air hangat yang mengguyur tubuh mereka berdua. Deva menarik caera ke pelukannya. menggesek tubuh licin karena air yang mengalir. menciptakan sensasi yang belum pernah caera rasakan sebelumnya.


Deva menggosok pelan tubuh caera bagian belakang. menggosok sampai turun kebawah mencapai pinggul berisi nan menggoda.


"Dev.. jangan mulai"


lirih suara caera.

__ADS_1


"tidak sayang. hanya membersihkan saja"


ujar Deva tak menghentikan gerakan tangannya. sedikit demi sedikit menurunkan celana da lam itu lebih terbuka ke bawah.


itu bukan menggosok Dev. tapi mengelus!


caera blingsatan begitu tangan Deva mencapai bongkahan bo kongnya. meremas di Sana. memijit pelan. membuat caera makin mepet ke tubuh tegap itu.


caera makin gelisah merasakan perut bagian bawahnya menyundul-nyundul sesuatu yang keras. menekan-nekan pelan perutnya.


caera mendongak menatap Deva. melotot protes dengan apa yang Deva lakukan. tapi Deva bukannya menghentikan aktifitasnya. malah tak sabar me lu mat bibir caera.


menyesapnya ber ge lora. tangannya tak henti meremas mesra bagian belakang caera.


"uuhhgg.. kau sangat menggoda sayang"


bisiknya lirih begitu melepas pa gu Tan bibirnya. caera mendorong dada Deva. kalau di biarkan begini terus, bisa ke bablasan mereka.


Deva terlepas dari tubuhnya. mundur kebelakang selangkah. caera cepat-cepat bergerak mengambil bathrobe yang ada di lemari bagian atas samping wastafel.


melemparkannya pada Deva. takut mendekat lagi. karena caera melirik bagian bawah Deva yang sudah menonjol besar. caera ngeri melihatnya.


"cepat keluar Dev. aku mau mandi yang benar"


ujar caera membalikkan badan tak mau melihat tubuh tegap mengkilap karena basah itu. Deva hanya tersenyum. menuruti apa kata caera. memakai bathrobe lalu membuka da la mannya.


melangkah ke pintu dan membukanya. caera melirik sedikit tapi Deva hanya berhenti di pintu.


"apalagi Dev? cepatlah keluar"


tanya caera masih menghadap ke dinding.


"sayang. lihat aku"


ujar Deva.


pelan caera menoleh. dan apa yang di lihat? ada yang mengacung di balik bathrobe Deva. tampak panjang dan Deva menggoyangkan itu dengan pelan.


caera mendelik gusar. mengambil botol shampoo dari wastafel dan melemparkan pada Deva. tapi Deva cepat menyingkir dan menutup pintu dengan segera. membuat botol shampoo itu membentur pintu dengan keras.


"hahaaaahaaa... kau sangat lucu sayang"


seru Deva dari luar kamar mandi. caera sangat jengkel dengan keusilan Deva.


dan apa itu tadi?


mengacung sampai membuat bathrobe itu maju kedepan. astaga! itu terlihat sangat panjang. dengan Deva menggoyangnya pelan, membuat yang di dalam bathrobe bergerak ke kanan dan kekiri dengan gemulai. seperti stick basbol lengket di sana.


"hhiiihh.."


caera bergidik ngeri. sungguh Deva sangat jahil sekali menggodanya. tapi itu karena cintanya pada caera. caera lihat bagaimana dinginnya sikap Deva di cafetaria kantor tadi. berbanding terbalik dengan sikap Deva yang selalu menjahilinya dan selalu usil.


caera tersenyum sendiri dan segera mandi dengan benar. sudah terasa dingin sedari tadi di kamar mandi terus.

__ADS_1


__ADS_2