DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 131


__ADS_3

cilubb... bwaaaaaa ðŸĪŠ


menyemarakkan malam para readerrsss ya... siap sedia... lakik siapin pake sarung. biar gampang. istriii.....pakai karung!!!


💝💝💝💖💖💝💖💖💝💖💝💖💖💝


"Dev.. tunggu.. tunggu.. "


caera mendorong perut Deva. menjauhkan intinya dari kepala naga. Deva menatap memelas pada istrinya.


"kenapa sayang?"


"Dev.. itu.. itu besar"


caera menatap ngeri. menelan salivanya kasar. mendelik melihat bagian bawah Deva. besar, gemuk, pan...jaaang, dan.. dan... urat yang bertonjolan seperti badan Rambo. 😝😂


🙈🙊 (ampun dah.. otor ngikik sendiri bayangin Rambo)


"iya sayang, ini besar. bukannya suka ya yang besar-besar?"


"tapi.. apa itu muat dev?"


caera masih meragukan. melihat ukuran milik Deva, seperti di atas ukuran normal.


Deva tersenyum. membungkuk merengkuh tubuh polos istrinya. menge cup bibir caera. berbisik di telinganya.


"muat sayang. walaupun sedikit sesak"


"Dedev, aku ngeri. sepertinya akan robek" caera memelas.


"kita coba pelan-pelan ya sayang? hmm?"


Deva menatap caera memohon. caera jadi kasihan melihat Deva yang sudah di ubun-ubun mupengnya.


menangkup wajah Deva dengan tangannya. menge cup bibir Deva mesra. lalu mengangguk menyetujui.


"tapi, pelan-pelan ya sayang"


Deva tersenyum senang. bangkit lagi dan mengambil ancang-ancang. menempatkan kepala naga tepat di depan inti cara. menatapi daging mentah yang terbelah itu. jadi terlihat mungil di sandingkan dengan kepala naganya.


caera memejamkan matanya. agak merasa cemas. menanti Deva melakukan aksinya.


Deva menggesek pelan kepala naganya di bibir indah itu. ingin membuat caera lebih rileks lagi. menendang-nendang kacang kecil yang mencuat mungil.


"ahh.. Dev.."


caera men de sah. mulai bisa menikmati. Deva mulai mengarah ke sasaran. menekan sedikit.


"uuhhpp.."


caera menahan napas. merasa perih. mengernyitkan dahinya menahan sakit. Deva menatapnya sejenak, merasa caera baik-baik saja, Deva mendorong sedikit lagi.


"aaaakkhhhgg... Dev.. uhh.. pelan-pelan Dev"


caera merintih. merasakan perih di bagian intinya.


"iya sayang.. uuhmm.. kau sempit sekali"


Deva menarik lagi kepala naganya. merasa belum bisa menjebol gerbang. merebahkan tubuhnya menyatu pada caera. mengecup bibir caera dan berbisik bergetar. menahan gejolak yang baru pernah dia rasakan kali ini.


"sayang, kamu masih perawan ya?"


caera menahan tawanya. menatap wajah tampan yang kini bersemburat merah menahan has rat yang mulai menyentaknya kuat.


"bukan aku yang perawan Dev. tapi naga mu terlalu besar"


caera mencubit hidung Deva. Deva juga tersenyum geli.


"kita coba lagi ya sayang?"


caera mengangguk. Deva bangkit lagi dan mengarahkan ke inti caera. mendorongnya sedikit lebih dalam. caera tidak mau Deva kecewa karena rin tihan sakitnya. caera menahan itu. hanya menggigit bibirnya dan memejamkan mata.

__ADS_1


"ssshhh..aahh.. sayang, ini sempit sekali"


lenguh Deva. mendorong lagi. terasa lorong itu menjempitnya sangat ketat. berdenyut pelan membuat rasa yang sulit di gambarkan Deva. baru kali ini dia merasakan gerbang wanita.


"sayaaang.."


lenguh Deva lagi. menahan jepitan kuat yang seperti menye dot kepala naganya erat. napas Deva memburu. keringat mulai bercucuran. mengapa sangat sulit menembus caera? ramuan apa laaaahh yang di berikan ibunya pada istrinya ini.


gerbangnya boleh tidak ada ada selaput darah lagi. tapi rasa di dalamnya.... hmmm.. Deva merasakan otot yang menjepit erat, tapi sangat lembut dan hangat.


"aahh.. sayang.. dalamnya hangat sekali.. saaa..yaannghhhh"


Deva bergetar. caera meremas erat sprei di sampingnya. itu masih masuk setengah. caera sudah merasakan sesak di bagian dalam intinya.


Deva mendorong lebih dalam. menancapkan seluruh badan naganya. masuk seluruhnya.


sssdrrreeeettttt


caera seperti mendengar bunyi itu di bagian dalam intinnya, ketika badan naga itu masuk seluruhnya.


"uuummmpphh.."


Deva memejamkan matanya. menikmati sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan. menjepit, memijat lembut. seperti ada yang memelintir ba tang naganya.


"deeeevvv..." suara caera bergetar halus. "naganya masss...ssuukkhhh.. uuhhh"


Deva masih berhenti. membiarkan inti caera bisa beradaptasi dengan benda besar yang baru membobol gawangnya.


"sayaaaanghhh.."


"aahhh...Dev.. "


caera menahan perut Deva. mendorongnya agar tidak bergerak. rasanya sesak sekali. tapi nik matnya lebih luar biasa.


Deva menunduk. melengkungkan tubuhnya. mencari bibir caera yang masih megap-megap merasakan sumpalan nik mat menjejali bagian bawahnya.


"hhhh.. hahhh.. sayanghh.. kamu nikmat sekhaaa..lii.. uuuhhmmm"


"aku mulai ya?" tanya Deva.


"aahh.. pelan..peelll..aaahhnn"


caera mengangguk sang meremas lengan Deva. meremas lengan itu seakan mewakili rasa nik mat yang lekat.


Deva mulai menggerakkan dayungnya perlahan. sambil menatap mata sayu istrinya. dan badan caera melenting begitu Deva bergerak lambat memaju mundurkan bo kongnya.


meremat erat lengan berotot Deva. mulutnya terbuka merasakan dahsyatnya gelombang nik mat yang mendera.


Deva terus mengayuh lambat. merasakan sensasinya. kalau tahu begini nik mat, pasti sudah ia gempur caera sejak lama.


pendingin ruangan tak mampu menghalau peluh yang bercucuran. kamar ini menjadi bersuhu hangat. desa han dan rint Ihan keduanya menghiasi malam kelam.


"sayang.. men de sssaahh.. laah.. aahhh.. kau nik mat sekhhaaa..lii.. Ra... istri khuuu.."


"deeevvhhaaa... ssshhh aahh.. akuuu.. aaawwhhh.."


caera bergetar hebat. menancapkan kuku jarinya di lengan Deva. mencengkram kuat merasakan perut bagian bawahnya seperti ada kupu-kupu yang bergerak menggelitik.


Deva meng hu jamnya dalam. mentok ke dalam caera. membuat caera langsung bangkit setengah terduduk menatap mata Deva dengan sayu dan mendesis riuh.


menggigit kecil bibir bawahnya. sesekali membuka mulutnya dan menautkan alisnya merasakan gejolak rasa yang menyentak-nyentak di dalam tubuhnya.


Deva menjulurkan lidahnya ke mulut caera. menelusup di bibir yang terbuka. menjelajah mulut itu tanpa ada perlawanan dari caera. caera sibuk menik mati rasa indah yang di berikan Deva padanya.


Deva berhenti. caera nelangsa menatapnya. seakan protes kenapa tidak menghujam lagi. Deva tersenyum. menarik naganya. kini dia berbaring telentang. menarik tubuh caera ke atasnya.


caera mendelik. gusar menatap Deva.


"Dev, aku tidak bisa begini" caera menolak.


"kenapa sayang? hmm?" Deva me mi Lin ujung dada caera.

__ADS_1


"uuhhh..."


sontak caera memejamkan matanya. merasakan ujung pinkynya di tarik jari Deva. seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, caera jadi penurut. yang tadinya menolak, kini berani memegang ba tang naga itu dan mengarahkan keatas. menaruh di bibir intinya. dan menekannya kebawah.


sssrreettt...


"aahhhh..""


serempak mereka berdua mele nguh. sensasi lain di rasakan Deva. itu sangat membuatnya mabuk. rasanya seperti sampai langsung ke dalam dinding yang berdenyut di kepala naganya.


sementara caera bergerak pelan naik turun memom pa kepala naga di bawahnya.


"deeeevvv!!"


pekik caera mere mas dada suaminya. mencengkram di sana. berhenti me mom pa dan tubuhnya terhentak-hentak dengan kepala menunduk.


Deva merasakan hangat mengalir keluar dan mele Leh ke bawah. itu nik mat sekali. Deva memejamkan matanya.


"hhhaahh.. hhhh. aku tidak bisa posisi ini saaayyhaaang"


caera terengah-engah. ingin bergerak berdiri. tapi Deva menahan pinggulnya. tersenyum menggoda menatap mata caera di atas tubuhnya.


"tidak apa. aku suka sayang.. lepaskan sebanyak apa yang kau inginkan. bergerak lah"


caera bergidik. dia sudah sungguh lemas. tak sanggup menggerakkan lututnya lagi. entah sudah berapa kali pelepasannya di raih. tapi Deva tetap tangguh dan belum klim aks sekalipun.


"bergerak lah sayang. kau milik ku.. bergerak lah"


Deva menggeram. tidak tahan melihat wajah cantik istrinya yang kelelahan. itu membuatnya bersemangat menumbangkan istrinya yang sangat seksi ini.


caera bergerak pelan-pelan. pelepasannya memudahkan gerakan pinggulnya naik turun. licin... tapi nik mat.. sesak.. tapi.. luar biasa.


Deva tidak sabar. mengangkat bo Kong caera ke atas, menggantung. lalu ia bergerak menghujam dari bawah.


"aaawwhh.. sshhh..ahhh.. deevvvaaaa"


caera menjerit histeris. naga itu menghujam dalam. seperti mengorek dalam tubuhnya. saling menatap dalam kesatuan yang syahdu. Deva terus bergerak cepat dari bawah. membuat caera kalang kabut.


dadanya berguncang. menambah indah di mata Deva. Deva bangkit memeluk tubuh istrinya. membalikkan posisi mereka tanpa melepas naga di inti caera.


kini ia yang dominan lagi. bergerak mengayuh dengan ritme cepat. menyentak lalu melambatkan lagi. membuat caera megap-megap kehabisan napas. mendesis dan me rintih merdu.


Deva gemetar menahan gejo lak yang memacu tubuhnya untuk lebih cepat. memeluk tubuh polos istrinya dan me lu mat bibir nya.


merasakan keinginan untuk di tuntaskan. menghujam kebih dalam. caera mencakar punggung Deva saking tidak kuat. memberi bekas di punggung licin penuh peluh Deva.


Deva menyerbu dada caera. menge mut ujung pinky mungil itu. memberi tanda kepemilikan di mana-mana. di setiap bagian dada caera penuh bercak merah. kissmark yang sangat indah.


"sayaaaanghhh.. akuu.. sssshhh.. aahh.. istri khuu... aahhh.. raa.. ayo.. "


Deva merasakan aliran darah bertumpu pada satu titik didirinya. menuntutnya untuk lebih mempercepat gerakannya. caera terhentak-hentak mengikuti irama Deva.


"sshhh.. dhheeeevvv.. ahhh.. akuuu.. aduuuhhh.. "


"bersama sayang... aahhhkkhhhh"


"aaahhgg deeevaaaaaa..."


akhirnya... terjadilah menyemburan hangat dari keduanya. menghujam dalam dan menyentak. gooolll... gawang itu bobol.. pertahan lawan tidak kuat sehingga musuh menjebol dengan mudaaahhh... âš―ðŸƒ


basaaaahh...


peluuuhh...


terengaaahhh..


saling memeluk dengan mesra. mengecup dahi istrinya lembut.


"terima kasih sayang. i love u"


menarik tubuh lemas itu kedalam pelukannya. mengecupi punggung te LAN Jang istrinya. menarik selimut dan saling mendekap mesra.

__ADS_1


__ADS_2