
kelelahan, caera ambruk di sofa di dalam kamar ganti. ini waktunya istirahat untuk berganti baju pengantin lagi. sangat banyak undangan yang harus di layani. Deva sampai panik melihat caera lemas.
"sayang, kamu tidak apa-apa?"
caera hanya menggeleng tersenyum menatap Deva. memegang pipi suaminya yang tampan itu.
"aku hanya kelelahan berdiri Dev"
"ohh ya ampun. sudah, tidak usah keluar lagi sayang. kita sudahi saja pestanya" panik Deva memutuskan.
"jangan Dev. masih banyak tamu malam ini. semua kolega mu akan kecewa"
"ah, persetan dengan mereka. yang paling penting istri ku"
"aku tidak apa-apa sayang"
caera menenangkan Deva. pria itu benar-benar panik. Soraya datang mendekat.
"Ra, kalau sudah tidak kuat, tidak apa-apa sayang. istirahat saja"
"Rara tidak apa-apa Bu. hanya kaki Rara sedikit sakit"
"ah mana sayang, mana yang sakit?"
Deva meraih kaki caera. memijatnya perlahan. caera jadi tertawa pelan. suaminya sangat bucin sekali. caera suka itu. sakit di kakinya seakan sirna mendadak melihat kebucinan Deva.
"ini sakit sayang?" Deva memijat tumit kaki caera.
"babang Dedev, semua sudah sembuh karena cinta mu" jawab caera tersenyum manja menatap Deva.
Ting! 😍
langsung mupeng nih pria mesum. langsung mendekat pada caera. menyentuh bibirnya. mengecup mesra. tapi langsung berhenti ketika Soraya menggeplak kepala Deva.
"hey pria nakal.. lihat sekeliling mu"
Deva menoleh. aaahhh... wajahnya langsung merah padam. semua orang menatapnya melongo 😂😂😝😝 gak lihat tempat nih babang Deva.
caera terkikik geli. ada alwan ayah caera juga ibunya yang tersenyum-senyum melihat ke usilan Deva.
Deva langsung nyengir malu. mengangguk pada alwan dan Rani.
"hhhhehheee.. maaf ayah, ibu" ujar Deva sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Daddy suka cium mama" celetuk Gino.
eeehhh...
Deva mendelik gusar. dari mana Gino tahu dia suka mencium mamanya?
"Gino lihat tadi di bawah. Daddy cium pipi mama teruuuuussss..." celoteh Gino.
semua tertawa mendengar ocehan Gino. viona mendekati Gino.
"kau juga tadi menarik rambut ku Gino" celetuk viona dengan memegang Barbie kesayangannya.
"kenapa Gino? kok di tarik rambut viona?" tanya caera pada Gino.
Gino mendekat takut pada mamanya.
"maaf mama. tadi voina juga lihat Daddy cium mama. terus, Vio minta Gino mencuim pipinya juga"
"what?!" Deva mendelik.
tapi viona malah cengengesan.
****
lelah caera sudah sedikit hilang. mereka harus menyambut tamu-tamu kolega Deva. banyak yang hadir. dari luar negeri juga hadir. caera merasa tak enak hati jika tidak menyambut mereka yang sudah menyempatkan waktunya datang dari jauh, hanya untuk memberikan selamat pada mereka berdua, dan ikut merayakan hari bahagia ini.
caera malam ini 🥰👇
dan babang Dedev 🥰👇
Turun bersama bergandengan tangan ke ballroom. banyak tamu yang berdecak kagum melihat raja dan ratu malam ini.
yang wanita cantik, dan yang pria tampan mempesona. mereka bergabung bersama tamu lain. banyak kolega Deva memberi selamat.
__ADS_1
dengan senyum merekah tiada henti, kedua pengantin mengucapkan banyak terima kasih. terlihat Gisel dan Keenan berada di sana juga. Deva hanya melirik sekilas. caera mengangguk tersenyum pada Gisel. dan Gisel membalasnya dengan sedikit senyuman.
Dira juga terlihat cantik malam ini. memakai gaun malam yang indah. memeluk caera dengan terharu.
"selamat nona. anda sangat cantik malam ini"
caera mengerutkan alisnya.
"beda lagi panggilan mu pada ku, Dira?"
Dira hanya melirik Deva sekilas. dan caera mengerti. lalu tersenyum pada Dira.
"setelah ini giliran mu bukan?"
Dira kaget. menoleh kebelakang. terlihat Richard tersenyum padanya. wajah Dira berubah drastis. langsung bersikap waspada.
caera terkikik geli. selama ia perhatikan, Dira selalu bersikap aneh pada Richard. entah apa yang telah terjadi pada mereka.
"kak, aku masih ada pekerjaan. permisi"
Dira pergi meninggalkan Richard yang menekuk wajahnya di tinggal Dira. caera makin terkikik geli.
Richard menoleh pada caera. dan mendekat. mengulurkan tangannya mengucapkan selamat.
"selamat nona caera. sekarang kau adalah kakak ipar ku" ujar Richard.
ceara mengangguk. "terima kasih adik ipar" jawab caera.
"kheemm kkkheee'eemm!!" Deva berdehem kencang. melirik jabat tangan Richard di tangan istrinya. "jangan sentuh istri ku lebih dari satu detik rich" ujarnya tajam.
"aawwhh!!" Richard langsung melepaskan tangan caera. "maaf bos. aku akan mengejar Dira saja. sorry bos"
Richard ngeloyor pergi. ngeri melihat tatapan setajam pisau itu. caera geli melihat Deva cemburu. mendekat dan memeluk suaminya.
"kau manis sekali begini sayang"
"kau hanya milik ku. tidak ada seorangpun yang boleh menyentuh mu. apalagi si casanova mesum itu"
Deva melirik Richard lalu tersenyum menatap caera.
****
malam yang melelahkan. caera benar-benar menyerah Sekarang. Deva mengantarnya ke kamar pengantin lebih dulu. meninggalkan caera beristirahat. dan Deva kembali lagi menjamu tamu yang lain.
"rich, dia terlihat cantik bukan?"
tanya Zaki pada Richard yang selalu mencuri pandang pada Dira.
"aku sudah tahu itu dari dulu" jawab Richard melengos.
"kebetulan, tuannya ada di sini. minta lah kalau kau benar seorang Casanova" tantang Zaki.
Richard melirik Deva. Deva menatapnya tajam. menantikan keberanian sang Casanova.
"dia milik ku dari dulu. siapa yang bisa membantahnya?" Richard mengalihkan pandangannya menatap gelas minumannya.
"hhh.. kau pengecut bung" ujar Deva sarkas.
"hahaahaa... dia tidak berani menghadapi wanita itu Dev. hahahaa..." Zaki tergelak melontarkan kata-kata sarkasnya pada Richard.
"siapa yang tidak berani?!" Richard merasa tertantang. "aku akan membuktikannya nanti"
"hhhh.. dia anggota terbaik ku rich. mati lah kau menghadapinya sekarang" Jacko menatap Richard skeptis.
"heh.. kau!" Zaki meninju lengan Jacko. " jangan pandai mengejek saja. kau sendiri bagaimana? Deva sudah mendapatkan caera. sementara kau? hanya jadi gantungan baju lapuk. Neneng Jack neneeeng!!"
Jacko malah melirik Zaki kejam. ingin melu matkan Zaki seperti cabai yang di ulek.
"aku tidak suka gadis itu. aku akan menikahi adik mu saja" ujar Jacko sinis.
Zaki langsung diam. wajahnya datar.
"minta izin lah pada bibi Soraya. dia akan menyunyah mu mentah-mentah jika kau berani menikahi keponakannya" ujar Zaki tak kalah dingin.
"ahhh.. kalian ini! tidakkah kalian bisa diam? kenapa selalu menyibukkan pada hal yang tidak bisa di raih kedua laki-laki pengecut ini?" Deva menengahi.
"hahaaahaa.." Zaki tergelak. "apa lagi mau mu Dev? kau sudah menikah. apalagi yang kau risaukan?"
"zak.. bantu aku"
"apa?"
__ADS_1
"MP itu sakit, zak?"
"wahahahaaaaa" mereka bertiga serempak tertawa.
Deva merasa jengkel di terawakan.
"hey! kenapa kau juga tertawa? kau sudah pernah?" Deva menendang kaki Jacko.
seketika terdiam dan menggeleng. wajah Jacko merah.
"hehh.. nanti kau akan merasakan juga seperti ku" sinis Deva pada Jacko.
"Dev, tenanglah. itu nikmat. bukan sakit. astaga!! ternyata si tuan mesum ini masih perjaka"
Zaki tergelak lagi.
"diam lah zak!"
Deva gemas melihat zaki. memang di antara mereka berempat, hanya Zaki dan Richard yang sudah selalu menjajakan juniornya pada wanita. sedangkan Deva, hanya pemanasan yang ia pahami dengan lihai. namun masuk, Deva belum pernah merasakannya.
"aku belum pernah. kau tahu kan, junior ku past membuat caera kewalahan. bagaimana caranya?"
mereka bertiga melirik satu sama lain. lalu Zaki mengeluarkan satu botol berwarna putih, ukuran sedang dari sakunya.
"aku menyimpan ini memang khusus untuk mu. berilah pada caera. ini untuk kesuburan rahim Dev. mudah-mudahan, kau akan cepat dapat baby"
"aakkhhh.. aku tanya bagaimana caranya. bukan obat mu" Deva kesal.
"hey culun! ikuti saja naluri mu. itu hanya akan terlihat seperti naga yang terjepit di mulut goa. berikan saja obat itu. itu sudah mencakup segalanya. itu hadiah dari ziana istri ku untuk mu"
"kenapa bukan ziana yang memberinya? aku curiga pada mu" Deva memicingkan mata.
"ziana tidak nyaman mengatakan itu pada mu, bang sat! kau mau dia menjelaskan untuk apa obat ini?"
"ahh.. kemarikan!" Deva merampok botol itu dari tangan zaki.
"ingat. jangan pernah caera tahu. aku takut dia tersinggung. ziana sudah menguji cobanya. dan itu berhasil. beri pada caera ketika kalian ingin berhubungan"
"ahh.. bagaimana kalau setiap jam?"
mereka semua mendelik pada Deva. Deva hanya nyengir kuda.
****
Deva sudah bersiap menuju ke kamarnya. tapi di tengah jalan, dia di hadang Soraya dan Rani.
"Dev.. sudah mau istirahat?" tanya Soraya.
"iya Bu. Deva lelah" jawab Deva.
"naahh.. kalau lelah, minum ini" Soraya memberi segelas jus pada Deva.
"apa ini Bu?"
"jus lah. memang kamu lihat itu apa?"
"jus" sahut Deva menatap ibunya curiga.
"iya itu jus. sudah.. minum minum.. cepat lah minum"
Soraya memaksa. membuat Rani terkikik geli. Deva meminum jus itu dan menghabiskannya karena Soraya menekan gelas itu ke mulut Deva..
"enakkan Dev?" tanya Rani, ibu mertuanya.
"iya Bu. enak" jawab Deva mengusap bibirnya.
"ya sudah sana masuk kamar"
Soraya mendorong Deva ke depan kamar pengantin.
"selamat istirahat Dev. ibu sudah memberi ramuan pada caera"
"hah? ramuan apa Bu?"
kedua ibu-ibu itu cekikikan. lalu pergi meninggalkan Deva yang menepuk jidatnya.
"iibuuuu... tidak di kasi ramuan saja aku khawatir caera lari. hadeeehh"
😂😂😂😂😂
💝💖💝💖💝💖
__ADS_1
readers... cocok gak sih itu visual caera dan Deva?
beri komen ya 😍🥰