DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 156


__ADS_3

Caera sudah pergi ke kamar bersama Deva. menyiapkan baju untuk Deva. Deva masih mengeringkan rambutnya selesai mandi.


"sayang" panggil Caera.


"hmm?"


"Kelihatannya tuan asisten sangat takut pada bibi Meta"


Deva melirik istrinya yang duduk di sisi ranjang dari pantulan cermin. tersenyum memandangnya sambil masih sibuk mengeringkan rambutnya.


"Bukan takut sayang. Tapi Jacko sangat menghormati bibi Meta"


"Bahagianya menjadi ibu kalian berdua ya sayang"


Deva menghentikan kegiatannya. beranjak duduk di samping Caera. merengkuh tubuh istrinya dan mengecup pelipisnya.


"Tidak hanya ibu, sayang. Tapi jadi istri ku juga pasti bahagia"


"hihihi.. iya, sayang. aku bahagia" Caera mengecup pipi Deva.


"love you Rara" Deva mengecup bibir Caera sekilas.


"love you too Dedev"


Deva bergerak ke perut buncit Caera. mengelusnya dengan gemas.


"hallo baby.. apa kabar mu sayang?" Deva bicara di depan perut Caera.


Deva mendapatkan respon. perut caera sedikit ada pergerakan. merespon di mana tangan Deva menempel.


"eeh.. sayang lihat! dia menyapa ku?!"


Deva antusias merasakan pergerakan di perut Caera. Caera tertawa melihat Deva kesenangan.


"Baby.. kau tahu, hari ini Daddy lelah. mencari ubi untuk mu. Tapi mommy mu sudah tidak selera lagi" ujar Deva lagi.


pergerakan itu berpindah ke sebelah kanan. dan Deva terlonjak kegirangan lagi.


"waaahh.. sayang! lihat lah! dia menendang ku! hahaahaa"


Deva tergelak. momen ini menjadi kesenangan baru buat Deva. dia selalu berdialog dengan babynya. dan bayi di perut Caera selalu meresponnya walaupun hanya sedikit.


apalagi malam hari. kadang Caera terbangun hanya karena mendengar Deva ngobrol dengan babynya di saat Caera tidur. dan Deva akan terkikik sendiri jika bayinya merespon dengan membentuk benjolan kecil di perut Caera.


melihat Deva selalu bersemangat berbicara Dengan bayi mereka, hati Caera berdesir hangat. indahnya menjadi seorang istri yang di cintai suaminya.


bahagia ini sangat di idamkan Caera dari dulu. ingin merasakan hamil, ngidam, dan selalu di cintai semua keluarga. dan kini dia mendapatkan segalanya.


matanya memanas dengan rasa haru yang membuncah. beruntungnya dia di cintai pria sebaik Deva. mencintainya tanpa rasa pamrih. penyayang dan penyabar menghadapi semua yang ia inginkan.


"baby.. nanti Daddy masuk kedalam ya. kita salaman. baby mau kan?"


Deva mengelus perut Caera lagi. ingin merasakan respon babynya. tapi baby sudah diam. tidak lagi menunjukkan respon. membuat Deva mengerutkan keningnya.


"baby.. kenapa diam? tidak mau Daddy jenguk?" tanya Deva lagi.


melihat itu, membuat Caera tergelak. sangat lucu melihat Deva permisi ingin mengunjungi baby mereka di dalam. modus banget nih Daddy Dedev.


"Dev, babynya sudah bobok"


Caera mengelus pipi Deva. Deva mendongak menatap istrinya.


"tapi sayang, aku mau jenguk baby di dalam" rengek Deva.


"itu.. babynya ngambek Dev" Caera melirik perutnya sejenak.


"kangen baby, sayang" rengek Deva lagi.


"kamu yang kangen, atau naganya?"


Deva nyengir. merasa modusnya terbongkar.


"kangen kamu sayang"


"modus bener kamu Dev" Caera mencubit dada telan jang Deva.


Deva hanya tersenyum lebar.


"ayo sayang. aku mau yang hangat itu"


"nanti babynya ngambek Dev"


"tidak sayang. kan kita kasih lolipop. manis sayang. babynya suka"


Deva sudah merabai tempat-tempat favorit nya. membuat Caera makin terkikik geli. Deva mengelus perut Caera lagi.


"baby.. jangan ngambek ya. Daddy kirim lolipop ke dalam"


Deva tidak peduli lagi. ingin mengirim lolipop jumbo. menjenguk baby di dalam.

__ADS_1


🌺❤️🌺❤️🌺❤️


Jacko sangat merasa resah. Ibunya memaksa Neneng mengurusnya. Sampai Jacko mandi pun harus Neneng yang memandikan.


"Astaga.. ibu, tolonglah. aku bukan anak kecil Bu" Jacko memelas.


"Rambut mu sangat kotor. Kalau tidak cepat di bersihkan, kulit kepala mu pasti jadi tidak sehat. Sudah jangan membantah. Biarkan Neneng membantu mu" Meta memaksa.


Jacko terdiam. Melirik Neneng yang masih tersenyum lebar menampilkan gigi putihnya. bukannya bahagia melihat senyum cemerlang itu, Jacko malah makin jengkel.


"sudah atuh yang. Ayo mandi. yayang kotor banget ini" Neneng menarik tangan Jacko untuk masuk ke kamar.


"aaakkhh.. awas!" Jacko menyentak tangannya agar terlepas dari tangan Neneng.


"Jack! sudah sana. Jangan buat ibu marah ya"


Meta melotot pada Jacko. melihat tatapan marah itu, Jacko langsung mengkeret takut. tidak merani menatap mata ibunya.


"iya iihh.. ayo yang"


Neneng memeluk lengan Jacko lagi. Jacko semakin terlihat frustasi. mengusap wajahnya kasar dan beranjak masuk ke kamar. Neneng mengikuti.


ceklek!


Neneng mengunci pintu. Jacko kaget. melotot marah pada gadis menjengkelkan itu.


"kenapa di kunci?!"


"kan yayang ngejack mau mandi. nanti kalau ada yang lihat gimana?" Neneng tersipu.


"Astaga! tidak ada yang akan masuk. apa-apaan sih?"


Rasa hati Jacko sangat gondok sekali pada Neneng. tapi Neneng dengan wajah tidak berdosa hanya tersenyum menatap Jacko.


lihatlah dia. astaga! seperti gadis gila!


Jacko merutuk dalam hati. membuka kemeja kotornya. tapi belum selesai, Neneng sudah keburu mendekat dan menarik kemeja Jacko.


"ee..eehh... apa-apaan kamu?" Jacko menarik kemejanya lagi. meremas di dadanya. takut Neneng menyentuhnya.


"iihh.. yayang. Neneng mah cuma mau ngebantuin yayang ngejack buka baju" Neneng mencubit lengan Jacko.


"sudah.. sudah. tidak perlu. kamu cukup duduk diam di sana"


Dengan marah Jacko menunjuk sofa di depan televisi. menyuruh Neneng untuk duduk diam di sana.


Neneng memberengut. terlihat kecewa Jacko tidak mau dia membantunya untuk mandi. berjalan ke arah sofa dan duduk di sana. memperhatikan Jacko yang melanjutkan membuka kemejanya.


"Yayang" panggil Neneng.


Jacko hanya melirik saja. tampak wajah Neneng berbinar memelototi dada tegap yang kini polos termpampang di depan matanya.


"dadanya yayang bagus banget" lanjut Neneng. ilernya menetes melihat dada liat Jacko.


astaga! sumpah!! dia sakit jiwa!


Jacko mendelik gusar melihat expresi Neneng melihat dadanya. langsung saja ia masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya.


berkali-kali menggumam memaki karena bertemu dengan gadis agresif yang selalu tidak peduli dengan bentakannya.


membuka celananya dan semua yang melekat di tubuhnya. membuka pintu sedikit dan mencampakkan celana itu keluar kamar mandi. dia tidak mau celana itu makin basah dan lumpurnya akan mengotori kamar mandi. dan tergesa menutup dan mengunci pintunya lagi.


tapi, seketika Jacko tampak menegang. ia lupa bawa handuk. bathrobe juga ada di luar kamar mandi. dia polos!


"uuffff"


Jacko menghela napas berat. sangat melelahkan hari ini. apalagi di tambah harus berdekatan dengan Neneng. itu membuatnya frustasi.


terpaksa Jacko membuka pintu sedikit. mengintip dari celah pintu. Neneng tidak terlihat. karena letak sofa ada di bagian samping kamar mandi.


"Neeeng.." panggil Jacko.


tapi tidak ada sahutan. Jacko menunggu.


kemana dia? apa sudah keluar?"


"neneeeng..!" seru Jacko lagi.


masih tidak ada jawaban. Jacko sangat jangkel. tadi ketika dia tidak butuh gadis itu, dia malah selalu hadir. kini ketika di butuh, gadis itu malah pergi.


"aahh.. sial!"


karena Jacko merasa Neneng sudah pergi, ia membuka pintu sedikit lebar. ingin keluar kamar mandi mengambil handuk. tapi begitu dia ingin melangkah keluar, Neneng muncul dari samping tembok kamar mandi.


"yayang"


"astaga!!!"


DUUGG!!!

__ADS_1


"Aaawwwhh"


kaget Jacko mundur masuk lagi ke kamar mandi. karena terlalu terburu-buru, Jacko tidak memperhatikan daun pintu. jidatnya sampai menghantam daun pintu dengan keras.


Neneng kaget. mendekat ingin memeriksa kening Jacko yang kepentok pintu.


"yayang tidak apa-apa?" Neneng tampak khawatir.


"heyy!! jangan mendekat!"


sentak Jacko menghentikan Neneng. lebih menyembunyikan bagian bawah pinggangnya. sambil masih memegangi keningnya yang terasa sakit.


"Neneng cuma mau lihat itu jidatnya yayang ngejack" ujar Neneng menunjuk kening Jacko.


"tidak perlu. aku tidak apa-apa. kau ambilkan saja handuk ku di lemari"


duuaarr!!


Jacko membanting pintu dengan keras. marah dan memaki kesal. mimpi apa dia semalam sampai mendapatkan banyak hal sial hari ini.


segera membuka keran air dan mandi. dari ujung rambut sampai kakinya, semua belepotan lumpur.


menuangkan banyak shampoo dan keramas sebersih mungkin. pasti rambutnya sudah bau lumpur. menciptakan banyak busa sabun cair di rambutnya. menyabuni seluruh tubuhnya juga wajahnya.


"yayang"


"astaga!!"


Jacko panik! langsung menutup bagian bawahnya dengan kedua tangannya. dengan mata masih tertutup karena wajahnya yang masih penuh busa sabun.


itu suara Neneng! sudah sangat dekat dengannya. itu tandanya Neneng sudah ada di dalam kamar mandi bersamanya. sialnya, Jacko lupa mengunci pintu lagi karena merasakan sakit di keningnya tadi.


"ini handuknya" ujar Neneng lirih.


gadis itu tercekat melihat tubuh tinggi tegap yang baru kali ini dia saksikan. sangat berotot yang polos hanya tertutup busa sabun di sana sini. matanya tak mau berkedip melihat pemandangan yang membuat darahnya berdesir.


"hey! kenapa kau masuk??!! aduuh.. mana ini keran shower?? iiissh mata ku perih!"


Jacko marah dengan panik mengerjapkan matanya yang perih terkena busa sabun. ia tak bisa meraba keran shower, karena kedua tangannya sibuk menutup bagian bawahnya. takut pitonnya terlihat Neneng.


Neneng tersadar dari keterpakuannya melihat tubuh polos Jacko. mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya kencang agar otaknya berjalan normal lagi.


"Neneng antar handuknya yayang ini" ujar Neneng.


"astaga!! aiirr.. air neng! mata ku perih!" teriak Jacko.


Neneng tersadar. langsung mendekat dan memutar keran air. shower langsung mengucurkan air dan Jacko reflek menengadahkan wajahnya menyambut air. mencuci matanya yang perih.


begitu membuka mata, wajah Neneng sudah sangat dekat di depannya. membuat Jacko tersentak mundur. seperti melihat hantu saja. matanya mendelik. panik menyadari keadaannya sekarang. dan gadis yang menurutnya gila itu, sudah berada sangat dekat dengannya.


wajah Jacko pias. sangat panik karena tubuh polosnya terpampang jelas di depan Neneng.


"mau ngapain kamu!?" bentak Jacko.


Neneng tidak menjawab. tapi makin mendekat pada Jacko yang sudah mepet Kedinding dengan kedua tangan menangkup erat di bagian bawahnya.


"yayang ngejack" lirih suara Neneng.


merinding bulu kuduk Jacko mendengar itu. apalagi sekarang Neneng sudah semakin dekat. dan berdiri tegak di depannya.


"jangan membuat ku marah Neneng. keluar lah" geram Jacko.


"yayang ngejack kenapa sih? sudah tidak apa-apa"


Neneng menarik tangan Jacko. tapi Jacko mempertahankan tangannya.


Neneng tersenyum. itu membuat Jacko sangat ingin menendang gadis ini. Neneng menatap Jacko dari kepala dan terus kebawah. berhenti tepat di bagian tengah yang di tutupi tangan jacko. tersenyum kecil lalu menatap mata Jacko lagi.


"apa?" tanya Jacko pongah. menaikkan dagunya. menantang Neneng.


Neneng diam saja. lalu berbalik dan beranjak ke pintu. Jacko lega. akhirnya gadis sinting itu menyerah.


"yayang" panggil Neneng dari ambang pintu.


Jacko menatap mata Neneng. gadis itu tersenyum.


"itunya kecil"


Neneng menunjuk bagian yang di tutupi Jacko. mendengar itu Jacko mendelik. kaget sekali Neneng berani mengatakan itu.


"kauu..."


"hihihii... keciiill"


Neneng keluar kamar mandi dengan terkikik. membuat Jacko frustasi akut. menghela napasnya berat dan menundukkan kepalanya.


lelah


"astaga... kenapa aku selalu kalah di depan gadis ingusan itu.. uuffffhhh.."

__ADS_1


😞


__ADS_2