
"aku hamil Dev"
bedaaaarrrr...
kembali petir yang lebih besar dan kencang sekali menghantam Deva. wajahnya memucat menahan rasa sakit bertubi-tubi di jantungnya. matanya memanas. tak sanggup menerima kenyataan bahwa calon istrinya telah di hamili lelaki lain.
tak bisa menerima kenyataan, bahwa gadis yang selalu di jaganya, tak pernah menyentuhnya lebih, saking sayang dan menghargainya, kini telah mengandung benih lelaki lain.
jantungnya terasa berhenti berdetak. tak peduli lagi Keenan senang melihat dia terpuruk jatuh karena cintanya di renggut paksa.
"Dev.. maafkan aku.. hikss hiikkss.."
Gisel bersimpuh dengan tangan masih menyatu memohon Deva memaafkannya. menangis dengan pilu. merangkak menyentuh tangan Deva yang bergetar hebat.
tapi Deva menyentakkan tangan itu. tak mau di sentuh Gisel lagi. hatinya terasa di cabik-cabik. harga dirinya runtuh seketika.
bagaimana dia akan memandang dunia lagi? bagaimana keluarga mereka harus menanggung malu di depan publik?
para undangan dan mungkin seluruh dunia sedang menantikan mereka turun kebawah untuk melaksanakan pernikahan.
tapi.. apa ini? jangankan menikah, bahkan cinta untuk deva pun Gisel tak punya. apa yang di harapkan Deva sekarang? memohon Gisel agar mau ijab kabul? atau mencari pengganti Gisel entah siapa pun orangnya, agar keluarga mereka tidak malu?
lalu, nanti akhirnya semua akan berakhir menyakitkan juga. semua orang menjadi lebih terluka lagi.
Deva memejamkan matanya. merasakan irisan sembilu di hatinya. perih itu melekat erat disana. menghujamkan pedang panjang yang sangat tajam menciptakan sejuta luka.
Deva membuka matanya. menatap Keenan yang terlihat bangga telah berhasil menyakiti Deva dengan telak. lalu menatap Gisel lagi.
"kenapa kau baru mengatakan itu sekarang? tidak kah kau berpikir orang tua mu akan malu Gis?"
tanya Deva dengan suara tercekat.
"ampuni aku Dev. aku kira semua akan baik-baik saja. tapi aku tidak bisa menipu hati ku kalau aku mencintai Keenan. dia cinta dan hidup ku Dev"
Gisel terisak pilu.
jantung Deva terasa kaku. hatinya beku. segala rasa lenyap begitu mendengar kata-kata Gisel yang sangat menyakitkan hati.
melihat ke arah Keenan lagi. bangkit berdiri mendekati Keenan. menatap mata hitam itu tajam. dengan berani Keenan membalas tatapan Deva. sepertinya pria ini sudah tidak takut mati. datang seorang diri merusak hari bahagia Deva.
"apa kau mencintainya?"
tanya Deva dingin.
"aku tidak akan berani datang dengan menyerahkan nyawa ku, jika aku tidak mencintainya"
ujar Keenan tegas.
rahang Deva mengetat. menggegat grahamnya kuat. lagi-lagi hatinya seperti di tusuk ribuan jarum. sakitnya luar biasa.
"aku menghargai keberanian mu"
ujar Deva dan melangkah menjauh dari Keenan.
berdiri menatap Gisel lagi. gadis itu masih berlutut dengan isakan yang membuat hati Deva makin di remas nestapa. haruska dia menjadi egois, atau membiarkan Gisel pergi dari hidupnya.
__ADS_1
"pergi lah. aku melepas mu"
ujar Deva tegas.
sontak Gisel mendongak. menatap Deva tak percaya telah merestui melepaskannya. dengan tergesa, Gisel beranjak bangkit dari lantai tempatnya bersimpuh. menggenggam tangan Deva dengan erat.
"terima kasih Dev"
Deva melepaskan genggaman tangan Gisel di tangannya. membuang muka tak mau melihat mereka berdua lagi. hatinya tiba-tiba saja mengeras. kaku dan menjadi mati. tak ada rasa lagi. lenyap.
"Jack. beri mereka jalan untuk pergi dari sini"
ujar Deva dingin tanpa melihat ke arah Jacko. hanya berdiri membelakangi mereka bertiga.
Jacko meradang. marah dengan keputusan Deva.
"kau tidak bisa melepasnya begitu saja Dev!!"
suara Jacko meninggi. menatap Deva dengan marah.
Deva menaikkan tangannya menyuruh Jacko berhenti bicara.
"biarkan mereka pergi"
Jacko menoleh menatap Keenan seperti ingin membunuhnya saja saat ini. tapi dia menuruti apa yang di inginkan Deva.
Jacko bergerak ke pintu dan membuakanya. semua keluarga Deva dan Gisel berdiri menantikan. Jacko melebarkan daun pintu dan muncullah Gisel dan Keenan dengan bergandengan tangan keluar dari ruangan.
semua yang ada di luar ruangan melihat Gisel dengan marah dan tak percaya Gisel melakukan itu. tuan Nugraha marah besar. mencengkram tangan putrinya dengan kasar.
teriak Nugraha marah.
"ayah. maafkan Gisel. Gisel harus pergi dengan Keenan, ayah. Gisel mencintainya"
Gisel terisak dan bersikeras ikut dengan Keenan.
Deva keluar. memandang semua orang satu persatu dengan wajah datar tanpa expresi.
"biarkan dia pergi paman. itu pilihannya"
ujar Deva.
semua orang diam. hanya menatap marah pada Gisel dan Keenan. Keenan menarik tangan Gisel meninggalkan kerumunan orang-orang yang menatap marah pada mereka.
"Dev, kenapa kau biarkan Gisel pergi? hentikan dia Dev!"
bibi Ambar memegangi tangan Deva. meminta Deva menghentikan putrinya.
"Gisel hamil bi. biarkan dia pergi"
apa!!!
semua orang melotot tak percaya dengan apa yang di katakan Deva. tapi Deva seakan kebal dengan segala keterkejutan yang menderanya. tak peduli dengan keluarga yang bergumam marah. bibi Ambar pingsan. Soraya ibunya juga terhuyung lemas.
Deva melangkah dengan tatapan kosong. dunianya hancur. hatinya terluka parah. apalagi memikirkan keluarganya harus menanggung malu kepada publik.
__ADS_1
di lantai bawah tempat acara akan di gelar menjadi heboh. banyak orang bergunjing dengan riuh, ketika melihat Gisel keluar dengan seorang lelaki yang bukan calon mempelai laki-lakinya. tapi pria asing yang selama ini tak pernah tersorot media mereka adalah pasangan.
lampu Blitz wartawan segera memenuhi ruangan itu. mengambil potret momen Gisel pergi meninggalkan pesta dengan lelaki lain.
acara yang seharusnya meriah dengan kebahagian, malah terbalik menjadi kacau dan banyak di bicarakan orang di mana-mana. kedua pihak keluarga harus menanggung malu. membubarkan pesta megah itu sebelum memulai acara.
dari lantai atas, Deva hanya bisa memandangi kekacauan di bawah. memejamkan matanya menahan harga diri yang jatuh ke dasar tanah. terinjak tanpa ampun.
jacko ada di sampingnya. memegang bahunya memberikan kekuatan untuk bertahan. tapi itu tak mampu membuat Deva kembali tegak.
Deva jatuh kejurang yang dalam. tak mampu menatap dunianya lagi. terpuruk dengan dunianya sendiri. menjauh dari publik. pergi meninggalkan semua kenangan yang menyakitkan.
perusahaan juga terseok karena gosip panas yang beredar. saham perusahaan jatuh anjlok. tuan Elliot masih mempertahankan sekuat tenaga. tetatih-tatih bersama Jacko. hingga membuatnya ambruk dengan kondisi buruk.
Jacko sampai menangis melihat kondisi Deva yang sangat berantakan. meninggalkan semua kemegahan hidup yang ia punya. terjerumus dengan minuman dan rokok yang tak pernah lepas dari tangannya. untungnya Deva tidak terlibat obat-obatan terlarang. hanya sibuk menghilangkan memori menyakitkan dengan alkohol.
pria yang selalu hidup sehat, kini tampak seperti gelandangan yang tak memiliki semangat hidup. tak sanggup menatap ke depan lagi.
sementara tuan Nugraha semakin sakit-sakitan saja. apalagi mengetahui putrinya ternyata tidak hidup bahagia bersama Keenan. Keenan mendapat kesempatan emas merebut Gisel. sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. begitu yang di rasakan Keenan.
selain bisa merebut kekasih hatinya dari Deva, dia juga bisa menjatuhkan bisnis tuan Elliot saingan ayahnya.
kemenanang telak ada di tangan Keenan.
FLASHBACK OFF
πΎπππππππππππππππΎ
Deva membuka matanya. menatap langit-langit kamarnya dalam kesunyian yang gelap. menata hatinya lagi untuk membuang ingatan buruk itu.
berbaring sendiri di ranjang yang besar. mengumpulkan kepingan hati yang pernah berserakan tanpa tuan.
kini dia punya caera. tetapi wanita itu juga masih meragu dengan hatinya sendiri. tak berani membuka hati dengan gamblang. walaupun kini sudah mengenal Deva sedikit demi sedikit.
itulah kenapa Deva menjeratnya dengan pekerjaan di kantor. selain bisa memberi kesibukan pada caera, wanita itu juga bisa lebih mengenalnya. walaupun terlalu banyak rintangan yang Deva hadapi untuk membuat caera membuka hati.
sekian lama hatinya beku tanpa rasa. tapi begitu mengenal caera, hati itu berdenyut lagi merasakan cinta. dari rasa prihatin melihat caera dengan rasa putus asa karena di khianati, membuat Deva ingin melindungi dan ingin membuat wanita itu mencintainya.
tapi kesenangan Keenan menyakitinya belum hilang juga. dia masih ingin membuat caera pergi darinya.
untung saja Jacko dengan sigap menjadi benteng untuk caera. dia menghentikan semua pemberian Keenan pada caera sebelum wanita itu melihatnya. beberapa kali memberikan barang ke kantor, dan itu di gagalkan Jacko.
menyusupkan orang di kantor untuk mengetahui perkembangan Deva. tapi semua di ketahui Jacko. Deva patut berterima kasih pada Jacko, Richard dan zaki. mereka sahabat yang selalu mendampinginya.
kali ini, Deva tak ingin menyia-nyiakan hidup lagi. ia harus bertindak tegas untuk merebut hati caera. walaupun pasti caera tidak akan terima dan mungkin saja akan marah.
tapi Deva bertekad ingin menunjukkan pada dunia, caera lah yang telah membuat hatinya mengenal cinta lagi. ia harus menunjukkan pada dunia, caera lah cintanya.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
π babang Deva... lihat otor dong. otor di samping babang nihhh.. kenapa harus caera sih???
ntar otor ganti loh tokoh utamanya jadi otor π biar di pelukin terus sama babang Deva π€
ada yang pengen gak sih readers?? πππ
__ADS_1