
di belakang panggung terjadi kehebohan. Jacko hampir saja menghantam Richard. sangat kesal melihat si Casanova ini. Richard sudah menghilangkan flashdisk yang di berikan Deva padanya.
"kau mau dia membunuh kita berdua rich??!" Jacko melotot marah.
"maafkan aku Jack. sungguh! tadi aku menaruhnya di kantong jas ku" Richard tampak merasa bersalah.
"huuufffftt..." Jacko mengusap wajahnya kasar. terlihat frustasi melihat Richard. "kau lihat, dia sudah naik ke panggung. pasti sebentar lagi lagu itu akan segera di putar"
"kita putar lagu yang lain saja Jack"
"diam kau! kau tahu Deva kan? dia tidak suka jika perintahnya di ganti yang lain!"
Jacko ingin meremukkan wajah tampan Richard. tangannya menggantung di udara dan meremas geram.
"kau harus bertanggung jawab rich!"
"oke, oke.. aku bertanggung jawab" Richard mengalah.
"hey bung! kau punya gitar?" tanya Richard pada teknisi sound sistem.
"ada tuan. tapi di mobil saya"
"ya Tuhan!! ambil itu sekarang. cepat!" hardik Richard pada pemuda itu.
dengan gugup, pemuda itu berlari keluar aula. kini Richard harus memikirkan lagu apa yang kira-kira cocok dia bawakan untuk Deva.
"Jack. aku harus menyanyi lagu apa?"
"lagu pembunuhan!!"
"what?!"
"potong bebek angsa bagus untuk mu. agar Deva memotong leher mu setelah ini!!"
Richard mendelik 😳
****
caera memicingkan matanya menanti Deva muncul di panggung. jengkelnya belum hilang. ingin segera meremas pria usil itu.
terlihat Deva naik ke panggung. di sambut tepuk tangan meriah dari semua hadirin yang hadir. melangkah dengan gagah penuh segala pesona.
begitu Deva muncul, mata caera tak lagi menatap kesal. dia malah terpesona melihat Deva dengan maskulinnya berdiri di atas panggung dengan jas yang berwarna senada dengan gaunnya.
caera sampai melirik pada gaunnya. meyakinkan bahwa warnanya memang benar sama dengan warna jas Deva. hatinya berdesir rindu. ada rasa bahagia menggelitik hatinya. ternyata, pria jahil yang dia maki tadi masih memakai warna yang sama dengannya.
beberapa orang atasan perusahaan juga naik ke atas panggung. berkerumun bersama Deva. Deva memotong pita dan memotong tumpeng juga. semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan lagi.
setelah selesai, semua orang turun. tinggallah Deva sendiri di panggung yang sangat besar dan megah itu.
"selamat malam para hadirin sekalian"
sapa Deva pada semua hadirin yang ada di aula besar ini.
"selamat malam!"
serempak semua orang menjawab Deva. dan bertepuk tangan lagi.
"terima kasih buat semua tamu yang telah hadir di acara launching perusahan terbaru saya. perusahan ini saya namakan DEVCA group"
tepuk tangan lagi. meriah sekali. tak terkecuali caera ikut bertepuk tangan. yang tadinya jengkel, sekarang hatinya agak terhibur melihat kekasihnya di panggung dan terlihat sangat tampan dan mempesona.
"tadi tuan stenov telah menyampaikan tentang moto dan tujuan, serta visi misi dari perusahan kami. memang benar kami akan menyerahkan perangkat IT yang langsung menghubungkan ke satelit, pada pihak kepolisian untuk membantu memberantas kejahatan"
"dan karena saya sudah menguji kelayakan perangkat IT ini di kehidupan sehari-hari saya. saya menguji cobanya pada cinta saya"
"huuuuuu... cuuiiitt.. cuuiittt.."
para tamu heboh. bertepuk tangan dan bersuit riuh.
"ya, semoga saja, setelah acara ini, somasi tidak akan datang pada saya karena di anggap menguntit"
"hahahaaa..." semua tertawa dan bertepuk tangan lagi.
semua kamera terfokus pada Deva. stasiun televisi menyiarkan langsung acara launching perusahan IT milik Deva.
di uji coba pada cintanya? siapa? ada yang lain? apa iya dia menguntit ku terus dengan IT barunya itu?
caera penasaran. terus menatap Deva di panggung dengan seksama. tak ingin berkedip sedikitpun. takut kalau-kalau Deva akan menghilang lagi dari pandangannya jika dia mengedipkan matanya.
"ya. saya menguji coba kelayakan produk kami. dan itu sungguh memuaskan. langsung terhubung ke satelit, yang kami beri nama FORCE MATTA. bisa langsung terhubung ke semua cctv yang ada di seluruh penjuru dunia. dengan begitu, kita bisa melihat langsung target yang kita tuju. dengan kode keaaman tentunya"
"dan saya mengaplikasikan itu pada saeorang wanita yang telah menggetarkan hati saya"
"wuuuuu.... semangat tuan Dev!!! cuuiiit.. cuuiittt..."
__ADS_1
para tamu bertepuk tangan heboh dan bersuit bersahutan. caera menegang menantikan siapa wanita yang di maksud Deva. ia bersiap akan menangis jika itu bukan dirinya.
blaaabb...
lampu mati di area tamu. gelap. hanya lampu sorot yang menyorot Deva di tengah panggung.
blaaarrr...
monitor di belakang Deva menampilkan visual seorang wanita. itu membuat orang riuh bertepuk tangan lagi. dan itu membuat caera melotot tegang. kaget bukan main.
itu dia! caera! wanita itu caera!
mata caera terasa panas. air mata mendesak ingin keluar. caera menahannya mati-matian.
"dialah wanita itu" Deva menghadap miring menunjuk layar monitor yang besar itu di belakang panggung.
"dialah wanita yang membuat hati ku jungkir balik"
layar monitor berganti menampilkan slide video. semua isinya tentang caera. dari mulai berjalan, makan, masuk kantor, di lift, di taman, di swalayan ayahnya, sampai ketika caera menangis. semua terpampang di slide video itu.
"ya.. dia lah cinta ku. wanita yang selama ini saya pantau dari layar monitor. itu semua beralasan. karena saya tidak ingin melihatnya menangis lagi"
slide itu berhenti pada visual caera yang menunjukkan dia menagis di taman. di bawah pohon pisang hias di samping kolam. caera menutup mulutnya. tak percaya Deva menguntitnya sejak lama. air mata berlinang keluar tanpa bisa di cegah.
"saya ingin membuatnya selalu bahagia dan tersenyum. berjanji dalam hati akan mempermudah segala urusannya. tidak akan membuat dia bersedih lagi. saya ingin membahagiakannya"
"wuuuuu.. huuuu.... cuuiiit.. cuuiiittt..."
para tamu heboh lagi. bertepuk tangan meriah.
"memang, banyak orang mengira dia yang mengejar saya dengan segala yang saya miliki. hhhh... tapi mereka salah. sayalah yang mengejarnya dan selalu menguntitnya untuk bisa membuatnya menoleh kearah saya"
hadirin hikmat mendengarkan kata-kata Deva. ada yang menangis tersengguk. ada pula yang meraung ingin memeluk Deva. ada yang memuja dengan pandangan cinta. hanya caera yang terdiam mematung dengan air mata berlinang saking tak percayanya Deva melakukan itu. hatinya berdesir hangat.
"apakah berhasil tuan Dev??!!"
ada tamu yang meneriaki itu. sangat antusias Deva melanjutkan kata-katanya.
"semoga aku beruntung malam ini. di antara banyak bintang, dialah yang paling bersinar di mata ku. di antara lautan manusia, dialah yang bisa menggetarkan hati ku"
blaaarrr...
lampu sorot mengujam caera. terang cahaya menyinari caera yang duduk di tengah para hadirin di aula besar nan megah ini. tanpa aba-aba, semua hadirin di aula menyalakan lampu ponsel mereka. mengacungkan keatas.
Jacko dan Richard naik ke atas panggung. Richard memegang mic dan Jacko membawa gitar akustik. Jacko memetik gitar. dan Richard mulai bernyanyi.
jreeng... Ting Ting...jreeng...
🎶🎵🎶Kamu yang aku butuhkan
untuk jadi teman hidupku..🎶🎵
🎶🎵🎶Bidadari tak bersayap datang padaku
dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu
dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu🎶🎵
Deva menoleh kebelakang, sejenak melihat Jacko dan Richard. mengerutkan alis dengan tatapan heran pada kedua lelaki pembawa masalah itu. tapi cepat dia berpaling ke depan lagi. dia akan membuat perhitungan pada kedua lelaki itu nanti setelah selesai acara.
tampak caera diam menatap Deva di panggung. dia tidak peduli lagi dengan lautan manusia yang menatapnya terpesona.
seperti ratu cantik yang duduk di singgah sana penuh bunga. menakjubkan. semua orang bergumam mengagumi kecantikan caera yang seperti bidadari menanti kekasihnya datang menghampiri.
"dialah caera.. caera anaya. wanita yang mampu membuat ku tak bisa berpaling"
Richard menyambung lagunya lagi.
🎶🎵Sungguh tenang ku rasa saat bersamamu.
Sederhana namun indah kau mencintaiku.
Sederhana namun indah kau mencintaiku. 🎵🎶🎵🎵
blaarr..
kini lampu sorot menghujam Gino. bocah itu berdiri dan berjalan ke arah caera. memegang tangan mamanya dan menarik pelan. caera menurut. Gino menariknya berjalan ke depan, menuju panggung.
diiringi suara merdu Richard.
🎵🎶🎵Sampai habis umurku sampai habis usia....
Maukah dirimu jadi teman hidupku..
Kaulah satu dihati kau yang teristimewa..
__ADS_1
Maukah dirimu hidup denganku 🎵🎶🎶🎵
caera dan Gino Sampai di atas panggung. caera berdiri dengan menutup mulutnya. terharu melihat kesungguhan Deva. tadi dia sudah salah paham pada Deva. kini semua terjawab kenapa lelaki ini menghilang beberapa hari.
Deva mendekat ke arah caera. mengusap pipi basahnya lembut. menatap wanitanya dengan sayang.
Richard menyambung lagunya lagi.
🎵🎶🎵🎵Diam diam aku memandangi wajahnya..
Tuhan ku sayang sekali wanita ini.
Tuhan ku sayang sekali wanita ini🎵🎶🎵🎵
caera makin berderai air mata. Deva menghapus air mata caera dengan kecupan di pipi yang di aliri air mata caera.
lalu menekuk lututnya sebelah, berlutut di depan caera. dan mengeluarkan kotak kecil dari saku jasnya. membukanya dan terlihatlah cincin berlian yang sungguh indah.
caera tak dapat menahan haru. dia menutup mulutnya, kini dengan kedua tangannya.
🎵🎶🎵🎵Sampai habis nyawaku sampai habis usia
Maukah dirimu jadi teman hidupku
Kaulah satu dihati kau yang teristimewa
Maukah dirimu hidup denganku🎵🎶🎶🎵
🎵🎶🎵🎵Katakan Yes I do
Jadi teman hidupku
du du du du du du du du du du🎵🎶🎵
"WILL YOU MARRY ME?"
ujar Deva mesra.
semua hadirin tamu undangan dengan heboh berdiri bertepuk tangan serempak dengan heboh. bersuit dan berteriak memberi semangat.
"SEMANAGAT TUAN DEVAAA..!!!"
"TERIMA!!! TERIMA!!! TERIMA!!!"
caera menatap Deva dengan haru.
"YES.. I DO "
"wuuuhuuuuu... yeeesss!!!... berhasiiilll!!! wwooww... kereeennn... we are love you tuan deeeevvvaaaa... wwuuuuhuuuu" teriak para hadirin heboh setelah mendengar jawaban caera.
pelan-pelan caera mengulurkan tangan kanannya. menyerahkan jari manisnya di depan Deva. Deva tersenyum dan meraih tangan lentik itu.
memasangkan cincin berlian di jari manis caera. semua undangan bertepuk tangan. berteriak histeris. ada yang menangis ada yang ingin berlari menghambur ke arah panggung. untung keamanan cepat mencegah.
Deva berdiri lagi. dan caera tak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Deva. caera memeluk cintanya dengan erat.
daaarrr...
kembang api memercik dari sisi panggung. membuat suasana makin heboh dengan segala kemeriahannya.
"i love you sayang. i love you. you are my soul" bisik caera di telinga Deva.
"you are my life baby"
berpelukan di saksikan beribu pasang mata. bahkan di saksikan berjuta mata di segala penjuru negeri. televisi menyiarkan siaran langsung yang membuat heboh negeri ini.
membuat caera sangat merasa di hargai dan di istimewakan oleh Deva sang pujaan hati.
****
di tempat lain....
sepasang mata mengalirkan cairan bening di sudutnya. duduk sendiri di kegelapan menatap televisi dengan rasa hati yang teriris sembilu.
"caera.. berbahagialah. aku mendoakan mu bahagia selamanya bersama Deva. dia tidak akan menyakiti mu seperti aku memberi luka di hati mu"
ujar Arya lemah dengan linangan air mata. bergetar bibirnya menahan tangis melihat caera memeluk Deva dengan segenap rasa cinta yang terpancar dari mereka berdua.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
mewek gak sih readers?? otor pingin tahu, seperti apa readers masuk ke dalam tokoh cerita ini.
otor aja yang ngetik mewek abis.. masak readers enggak??
😳 otor nangis karna lapaeeerr.. belum sarapan. sibuk ngetik 🥰🥰😂😂😂😭😂
__ADS_1