
bermain dengan ombak di tepi pantai itu sungguh menyenangkan. bersama Deva, caera berjalan bergandengan menyusuri pantai. Dira dan Jacko menunggunya di bawah pohon besar. sementara Richard duduk di pondok memperhatikan Dira.
rencananya hari ini mereka akan snorkeling. tapi sebelum itu, caera lebih suka bermain di pinggir pantai dengan Deva. mengambil foto dengan Deva dengan berbagai macam pose.
nanti sore, mereka akan berbelanja oleh-oleh buah tangan untuk orang di rumah.
"Dev, aku mau kamu pegang ini"
caera menyerahkan cangkang kerang besar pada Deva. Deva menurut dan memegang cangkang kerang itu. lalu caera mengambil foto dengan ponselnya. lalu mereka berdua merapat mengambil foto lagi.
bahagia itu terukir indah. mengabadikan setiap momen bulan madu yang penuh manis dan cinta.
setelah Speedboat datang untuk membawa mereka snorkeling, Richard langsung bergerak menyerbu naik. dia sudah menanti sedari tadi.
"ayo cepat lah Dev. kau terlalu lamban. terlalu banyak tidur" cela Richard pada Deva yang masih berjalan lamban bersama caera.
"kau terlalu gesit karena kurang tidur bung. banyak pikiran, heh?"
Deva balik membalas. Richard melengos sambil melirik Dira di belakang caera.
caera terkikik melihat Richard jengkel. mereka semua naik ke Speedboat. setelah semua siap, Speedboat meluncur mengarungi laut. menuju spot snorkeling.
seorang snorkeler profesional, memberi pengarahan tentang bagaimana cara bersenorkling yang baik. setelah caera dan Deva mengerti, Deva membantu caera memakai baju khusus dan memakaikan snorkel pada caera. dan membantunya untuk turun ke laut.
Jacko tetap di atas boat. dan Dira sudah bersiap ingin masuk ke laut juga.
"hey kau. kenapa tidak turun?" Jacko menatap Richard.
Richard hanya menggeleng pucat. tampak takut melihat ke arah laut.
"haha.. kau sungguh lemah bos. lihat dia" Jacko menunjuk Dira. " bagaimana kau bisa merebut hatinya jika kau terlihat tak berdaya?" sarkas Jacko.
Jacko tahu kalau Richard tidak pandai berenang. Richard takut dengan laut. ada trauma waktu kecil.
Richard diam saja. tak berani membantah omongan Jacko.
"Dira" panggil Jacko.
Dira menoleh dan menanti Jacko bicara.
"tolong lah pria pengecut ini. dia ingin turun. tapi tidak tahu caranya"
Dira memutar bola matanya malas. melirik Richard yang terlihat makin pias. takut kalau Dira menceburkannya langsung.
Deva dan caera sudah menyelam bersama seorang snorkeler. Dira menghampiri Richard. meraih kaki katak untuk di pakai Richard. tapi Richard hanya diam saja. membuat Jacko ingin terbahak melihat itu.
"pakai ini. kenapa diam saja?" tanya Dira pada Richard.
"aku... aku.. tidak bisa ber.." Richard berhenti sejenak. "memakainya" sambungnya.
ia malu jika Dira sampai tahu kalau dia tidak bisa berenang. bisa jatuh harga dirinya. Jacko memalingkan wajahnya menyembunyikan tawanya.
__ADS_1
dengan malas, Dira membantu memakaikan kaki katak pada Richard. dan pria itu hanya menurut saja.
"kau mau pakai pelampung?"
Dira mengacungkan baju pelampung di depan Richard. tapi richard diam saja.
"kau bisa berenang?" tanya Dira setelah selesai memakaikan kaki katak pada Richard.
Richard melirik Jacko yang menatapnya mengejek. dengan pongah, gengsi Richard melonjak.
"bisa. aku bisa" jawab Richard.
"oke. aku kira ini sudah cukup. nih pakai snorkel mu"
Dira memberi snorkel pada Richard. Richard menerima dan memakainya. lalu mengikuti Dira ke pinggir boat.
byuuurr...
Dira sudah meloncat ke bawah. menanti Richard menyusulnya. tetapi pria itu malah terdiam berhenti di pinggir boat. menatap ngeri melihat air laut.
"Ayo turuuun.. aku mau melihat air laut seharian?" seru Dira dari bawah.
dengan takut, Richard menjulurkan kakinya ke bawah. ia telah salah mengaku bisa berenang. mati lah dia kalau sampai Dira tahu dia tidak bisa berenang.
"semangat rich!! jangan hanya jago di ranjang. turun lah ke laut kalau kau tidak ingin Dira mengejek mu seumur hidup"
seru Jacko pada Richard dengan tawa mengejek. Richard menatap Jacko jengkel. lalu dengan hati-hati sekali Richard ingin nyebur. tapi karena takut, tangannya reflek memegang besi pembatas boat. dia bergelantungan di samping boat.
Jacko terbahak melihat Richard kewalahan. kakinya menendang-nendang mencari pijakan. ingin naik lagi, tapi sudah tanggung. ingin langsung nyebur tapi dia takut akan tenggelam.
Dira berenang mendekat. memegang kaki Richard yang menghentak-hentak.
"hey!! ini hanya air. bukan minyak panas!"
Dira jengkel melihat Richard seperti anak kecil yang takut air. malu sekali Richard mendengar itu. melirik Jacko yang makin terbahak kencang menertawakannya.
"minggirlah. aku akan turun" ujar Richard melihat Dira di bawah kakinya.
Dira menurut. berenang menjauh agar Richard bisa melompat masuk ke air. dira meresa Richard bisa menguasai itu. tak mempedulikan lagi. berenang sendiri.
gemetar Richard menatap air laut yang beriak. membulatkan tekad kalau dia akan baik-baik saja.
1
2
3!!
byuurrr!!!
Richard melompat. masuk ke air. Dira berhenti menoleh menghadap ke arah Richard. Jacko juga melongokkan kepalanya ke arah Richard terjun. tapi di tunggu sekian detik, Richard belum muncul ke permukaan.
__ADS_1
Jacko sudah khawatir. ingin terjun juga untuk menyelamatkan Richard. tapi tiba tiaba..
"ehhaaaaapp..."
Richard muncul di permukaan. membuat Dira dan Jacko bernapas lega. tapi, tidak berapa lama, tampak Richard megap-megap kehabisan napas. lalu timbul tenggelam di permukaan air.
tangannya menggapai-gapai mencari pegangan. tenggelam dan muncul lagi.
melihat itu, Dira langsung berenang mendekat. dan Jacko, langsung membuka bajunya dan terjun masuk ke air.
berenang menangkap tubuh Richard. Richard masih megap-megap. Jacko sudah mengangkat tubuh Richard lebih ke atas agar pria ini mendapatkan udara.
Dira memegangi tangan Richard agak tidak tenggelam lagi.
"rich! tenanglah. jangan terlalu banyak bergerak. atau kau akan tenggelam lagi" ujar Jacko.
Richard mulai mengendurkan otot kakinya. mengikuti arahan Jacko. mereka berdua membawa Richard berenang ke arah boat lagi. menaikkan tubuh Richard dengan susah payah.
setelah naik, Dira ikut naik. dan Jacko tampak menahan tawanya melihat Richard lemas dengan wajah pucat pasi.
"iihh.."
Dira menghempaskan kaki kataknya. jengkel menatap Richard yang telentang terengah-engah.
"tadi kau mengaku bisa berenang. kenapa jadi begini?" Dira menatap Richard marah.
Richard diam saja. masih menetralkan debaran jantungnya dan napas yang tersengal kelelahan.
"dia hanya ingin terlihat gagah di mata mu"
sahut Jacko dan tertawa setelahnya. membuat Dira diam dan membantu Richard melepaskan kaki kataknya.
Deva dan caera muncul. naik ke atas boat. melihat keadaan Richard, mereka jadi saling pandang. heran melihat Richard lemas telentang kehabisan napas.
"ada apa ini?" tanya Deva.
"tuan Richard kenapa?" caera juga bertanya.
mereka berdua tidak tahu ada kejadian pria tampan kecebur laut, karena gengsi tidak bisa berenang.
"tuan Richard tengelam nona" jawab Dira.
"apa?" caera menatap heran pada Richard.
"mungkin kakinya terjadi kram otot tadi"
Dira agak membela Richard agak tidak terlalu malu. tapi bagi Richard itu suatu yang memalukan.
dan Deva hanya tersenyum. dia dan Jacko tahu kalau Richard paling takut berenang di laut. tapi kalau hanya sekedar naik kapal atau boat dia masih berani. asalkan jangan masuk ke air.
"biasaaa.. Aqua man lagi minta perhatian"
__ADS_1
jawab Jacko sekenanya. membuat wajah Dira langsung merah padam. dan Deva terbahak. sedangkan caera menutup mulutnya terkikik geli.