
Deva memutuskan membawa caera berbulan madu. Deva meminta caera memilih ingin ke negara mana saja yang ia inginkan. tapi caera memilih di dalam negeri saja. toh semuanya sama saja. dan tidak terlalu jauh menurutnya.
mengantarkan Gino ke mansion Elliot. terlihat Soraya sangat heboh. dia sudah menyediakan koper kecil untuk menantunya. sampai membuat Deva pusing karena cerocosan Soraya.
"ibu, tidak usah bawa barang. aku sudah menyiapakan semuanya di sana. kami hanya dua hari Bu" ujar Deva menolak.
"kau tidak tahu apa pentingnya ini bagi kalian. pokoknya harus bawa koper ini" Soraya ngotot.
"apa sih isi di dalamnya Bu?" Deva penasaran.
"hey.. jangan di buka sekarang. setelah di sana"
Soraya memeluk koper kecil itu agar tidak di sentuh Deva. Deva memutar bola matanya malas.
"sudah lah sayang. tidak apa-apa kan kita bawa koper itu" caera menengahi.
"hmmm.. baiklah, baiklah"
Deva mengalah. menyuruh pelayan mengangkat koper ke bagasi mobil.
setelah berpamitan, mereka berangkat menuju bandara. jet pribadi Deva sudah siap menanti sang tuan naik.
baru kali ini pengalaman caera naik jet pribadi. biasanya naik kelas ekonomi sudah cukup. Deva dan caera duduk bersebelahan. Deva tidak pernah mau jauh dari istrinya.
Jacko dan Dira, duduk terpisah. Jacko di belakang Deva, dan Dira memilih duduk di tempat lain. Dira hanya tidak ingin melihat kemesraan pasangan suami istri yang hot nya bisa membuat wajah Dira panas seperti di panggang di atas bara api.
seorang pramugari datang menghadap Deva.
"maaf tuan Deva, ada gangguan sedikit"
"apa?" jawab Jacko berdiri.
"tuan Richard ingin anda mengizinkan dia ikut dalam penerbangan ini juga"
Jacko melirik Deva. Deva hanya mengedikkan bahu. lalu Jacko mengisyaratkan pada pramugari untuk mengijinkan Richard masuk.
"si perusuh itu selalu saja datang menguntit" gumam Jacko.
"biarkan dia berusaha Jack" sahut Deva.
Jacko diam dan kembali duduk. tak berapa lama Richard masuk. dengan senyum yang terlihat tengil di mata Jacko.
Richard tampak menggemaskan dengan kemeja pantai bercorak pohon kelapa dan siluet gadis yang menyender di batang kelapa. dengan celana pendek dan sepatu. membawa koper besar.
"heh.. kau mau kemana?" tanya Jacko.
"ikut kalian kan? ke pantai" Richard merentangkan tangannya. memamerkan pakaian style pantai.
"percaya diri sekali kau. kami mau ke mall!" Jacko melempar pulpen ke arah Richard.
dengan cemberut, Richard duduk di depan Deva dan caera.
"tidak apa. kau pilih saja mall yang ada pantainya" ketus Richard.
caera terkikik geli dengan tingkah Richard. pria itu celingak celinguk mencari seseorang.
"Jack, di mana cinta ku?" tanyanya.
"siapa cinta mu? pilot?" Deva balik bertanya.
"ck... kenapa kalian masih saja tidak mengerti" Richard mengomel.
"terlalu banyak cinta membuat orang tidak percaya kau bicara soal cinta rich" Jacko menyahut.
"alaaahh... lebih baik banyak cinta. dari pada kau, berkarat!"
Richard jengkel dan pergi mencari di bagian lain. caera menatap Deva dan bertanya.
"siapa maksudnya Richard, Dev?"
__ADS_1
"nanti kau tahu sayang"
Deva mengecup bibir caera sekilas. dan menarik tubuh istrinya lebih merapat. caera merebahkan kepalanya di dada Deva.
mereka mulai mengudara. perjalan menuju ke tempat bulan madu itu tidak terlalu memakan waktu yang banyak.
"Dev, kenapa harus punya jet pribadi? apa tidak rugi? kita bisa naik penerbangan komersil kan?"
Deva meraih dagu istrinya. menatap mata jernih di depannya.
"itu kebutuhan sayang. seperti aku membutuhkan bibir ini"
Deva mengecup bibir caera. menye sapnya dengan lembut. tidak mempedulikan Jacko di belakang mereka. melepaskan pa gu tannya dan mengelus pipi caera dengan sayang.
"jangan khawatir sayang. aku juga menyewakan jet ini. agar mengurangi beban biaya perawatan dan operasional" Deva tersenyum pada istrinya.
"itu mahal kan Dev?"
"iya sayang. semua harus bayar. Jet pribadi yang diparkir di apron bandara akan dikenai biaya parkir, juga bayar ketika take off dan landing. Tak hanya itu, ketika melewati wilayah udara suatu negara juga harus membayar"
"oohh.. begitu ya Dev" caera manggut-manggut.
"iya sayang. makanya aku menyewakannya juga, ketika tidak memerlukan pergi ke luar"
"kau cerdas sekali sayang"
"haha... menjadi suami mu harus cerdas bukan? jika tidak, seorang caera pasti masih menutup hatinya untuk ku"
caera terkikik. mengecup pipi Deva.
"bagaimana pilotnya Dev?"
"semua harus bayar sayang. Pemilik jet pribadi juga harus membayar gaji pilot, co-pilot, pramugari, BBM, juga perawatannya"
"kalau tidak di pakai, harus bayar juga?"
Deva mengangguk.
"tidak gengsi Dev? orang kaya menyewakan jet pribadi?"
"hahaa... kalau gengsi, kita jadi miskin sayang. karena harus mengeluarkan biaya besar untuk perawatan. bayangkan sayang. rute Jakarta-Singapura tiketnya itu 300 juta. nah kalau ada yang memesan 2 saja dalam satu hari, kita dapat 600 juta dalam satu hari sayang"
"ah.. suami ku ini. sungguh pengusaha yang cerdas" caera memeluk Deva.
Deva tertawa senang. caera mengecupi pipi Deva dengan gemas. Deva melirik Jacko di belakangnya. pria black sweet itu hanya membalas lirikan Deva sekilas. lalu menirukan gaya ingin muntah tanpa suara.
membuat Deva terbahak dengan senang.
****
sementara Dira, sangat terkejut melihat Richard juga ada di dalam penerbangan ini. dengan wajah tersenyum Richard mencolek dagu Dira.
"hai sayang.. kita bertemu lagi"
"ngapain kamu di sini?" sentak Dira menepis tangan Richard dari dagunya.
"bulan madu sayang"
"iisshh... siapa yang mau bulan madu sama kamu?!" Dira melengos jijik.
"aku tidak bilang kita bukan? tapi kita akan menyusul"
Dira melotot pada Richard. tapi yang di pelototi hanya tersenyum menggodanya. Dira terlihat sebal sekali melihat gaya tengil Richard.
"jangan macam-macam kamu. atau aku akan mengadu pada tuan Deva"
Dira bergerak ingin meninggalkan Richard. tapi Richard cepat menarik lengan Dira. membuat gadis itu terhuyung menubruk dadanya.
Richard menarik rambut Dira. menjambaknya pelan. membuat kepala Dira mendongak menghadap tepat di depan wajah Richard.
__ADS_1
"kau milik ku! aku akan melumpuhkan mu secepatnya!" ancam Richard.
Dira menatapnya sinis. bergerak mengguncang tangannya agar terlepas dari pegangan Richard.
"eehmpp!!" hentaknya. tapi sia-sia. "kau coba saja. aku akan membuat mu terkapar lebih dulu" jawab Dira benci.
"terkapar di tubuh mu? hah??"
Dira menatap penuh kebencian. dan Richard geram melihat tatapan itu. mendekatkan wajahnya dan me lu mat bibir Dira dengan kasar. menye sap nya brutal. Dira menahan mati-matian. mengatupkan giginya rapat. agar lidah Richard tidak masuk ke dalam mulutnya.
Richard tidak peduli. terus saja meny esap bibir Dira. meliukkan lidahnya di dalam mulut Dira. Dira menghentak-hentak tangannya dan memukul dada Richard keras.
tapi Richard tak putus asa memaksa. masih mencoba menelusupkan lidahnya. Dira membuka mulutnya agar lidah Richard lebih menjulur lagi.
merasa mendapat kesempatan, Richard masuk. menari liat ke dalam mulut Dira. dan Dira cepat menggigit lidah basah itu dengan keras.
"eeeehhhggg..."
Richard melotot kesakitan. Dira juga membuka matanya dan menatap mata Richard dengan geram. masih menggigit lidah itu. Richard mengalah. melepaskan Dira dari cengkeramannya.
setelah Dira melepaskan lidah Richard dari gigitannya, Richard mengeluh kesakitan dengan memegangi mulutnya.
"mmmmpp.. gila kau!!" teriak Richard tertahan..
"hhheehh... coba saja lagi kalau kau berani!"
Dira meninggalkan Richard yang terlihat seakan mau menangis merasakan sakit di lidahnya.
"gadis gila!" teriak Richard dengan kelu.
Dira menoleh ke belakang menatap Richard mengejek dengan menjulurkan lidahnya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
otor kasi visual mereka ya. mudah-mudahan pada suka.
kasi komen ya. cocok pa gak 🤭
babang Dedev 🥰
caera Anaya 🥰👇
Jacko Albert 💪😉👍
Richard Alexar 😍👇
Andira sagita 💖👇
Gisella Ningtyas Nugraha 😉👍
Keenan altovy 😉👍
hihihi... ini dulu ya readers 🤭🥰👍
mudah-mudahan cocok and syukhaa ya 💖❤️❤️💝💝💝
__ADS_1
love u all