DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 160


__ADS_3

Hari pernikahan Jacko dan Neneng akhirnya tiba. Tak banyak yang hadir. hanya dari kalangan keluarga Deva. Jacko juga hanya punya ibunya. tidak ada yang lain. sementara Neneng, ia hanya sebatang kara. jadi pernikahan di walikan pada bapak penghulu.


semua persiapan telah selesai. semua orang sudah berkumpul di lantai bawah yang telah di hias sedemikian rupa. menantikan acara sakral ijab Qabul Jacko.


Jacko dan Neneng sudah duduk berdampingan. Neneng tampak cantik dengan kebaya putih dan berias sederhana saja. dan Jacko tampak gagah dengan jasnya.


"saudara Jacko Albert" panggil pak penghulu.


"iya, saya" jawab Jacko tegas.


"saya nikahkan dan kawinkan engkau, Jacko Albert bin Mozak Alteir dengan saudari Neneng binti Abdullah, dengan mahar berupa emas seberat dua ratus gram di bayar tuuunai "


"saya terima nikah dan kawinnya Neneng binti Abdullah dengan mahar berupa emas seberat dua ratus gram, di bayar tuuunai!" jawab Jacko tegas.


"bagaimana saksi? sah?"


"sah" jawab Deva


"bagaimana saksi? sah?"


"sah" jawab Tristan.


"ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIIINN"


Serempak semua yang ada di ruangan itu mengucap syukur. kini Jacko dan Neneng sudah sah menjadi sepasang suami istri.


"sekarang tuan Jacko dan nona Neneng sudah sah menjadi suami istri. silangkan nona Neneng di cium tangan suaminya" ujar pak penghulu.


Jacko menatap mata Neneng sejenak. membuat neneng tersipu malu. menyambut tangan Jacko dan mencium punggung tangan itu. tapi karena ciuman Neneng agak lama, jacko terpaksa membiarkan saja tangannya masih menjulur di tempeli bibir hangat milik Neneng.


tapi karena Jacko agak risih, dia ingin menarik tangannya. tapi Neneng menahan tangannya. akhirnya, terjadilah tarik menarik yang tak terelakkan lagi.


semua yang melihat jadi tertawa melihat ulah pengantin baru. dengan wajah merah padam, Jacko menarik tangannya kencang. membuat neneng melepaskan tangannya.


"kheekheemm" Jacko berdehem menutupi rasa malunya.


sementara Neneng hanya tersipu malu.


"cuuiitt.. cuiitt.."


Niko dan Niki bersuit heboh melihat wajah Jacko merah padam. semua tertawa melihat itu.


****


tidak banyak prosesi acara pernikahan Jacko. selesai ijab Qabul, hanya di isi acara makan bersama. dan ucapan terima kasih Jacko pada semua anggota keluarga Deva. setelah itu, Jacko berencana langsung memboyong istri dan ibunya ke apartemennya saja.


"Jack, ini hadiah ku untuk mu" Deva menyerahkan kunci rumah pada Jacko.


Jacko memandangi kunci rumah di tangan Deva. tapi masih belum menerimanya.


"tidak usah bos. cukup di apartemen ku saja" jawab Jacko menolak.


"hey, ayolah. ini hadiah ku untuk istri mu juga. jangan menolak" Deva menyelipkan di saku jas Jacko.


"iya tuan asisten. itu juga untuk Neneng kan" caera menimpali.


akhirnya Jacko mengangguk saja. Deva menepuk pundak Jacko. memberi semangat pada Jacko. Deva tahu Jacko masih belum menerima Neneng. tapi dia yakin, nanti pasti Jacko akan menerima Neneng di hatinya.


"sayang" caera menoleh pada suaminya.


"hmm"


"aku ke sana ya?" caera menunjuk rombongan Dira dan pengantin wanita mengobrol.


"hmmm.. pergilah. tapi jangan lama-lama" jawab Deva.


"kenapa? aku hanya di sebelah situ, sayang"

__ADS_1


"nanti aku rindu kamu Ra" Deva mengedipkan sebelah matanya.


"iisshh.. kau ini" caera mencubit perut Deva gemas.


"haha.."


caera pergi. dan Richard bersama Zaki datang menghampiri mereka berdua.


"eheemm eheemm.." Zaki berdehem.


"tenggorokan mu sakit?" tanya Jacko.


"aahh.. tidak. hanya sedikit gatal" Zaki mesem-mesem.


"cih.. aku tahu maksut deheman mu zak" pancing Richard.


"apa? aku benar-benar berdehem" Zaki pura-pura bodoh.


"haha.. kalian juga antusias ternyata. bagaimana si black sweet ini menjebol gawang" Deva tertawa.


"Jack, stick mu tidak akan black lagi. pasti nanti berubah jadi merah. hahaahaa"


Richard terpingkal. Deva dan Zaki juga tertawa mendengar itu. sementara Jacko hanya menekuk wajahnya kesal.


"cih.. lebih baik merah. dari pada tidak bangun" sarkas Jacko menatap Richard.


mendengar itu tawa Richard langsung lenyap. berganti kaget dan pias. Zaki dan Deva makin terpingkal melihat Richard.


"kenapa kau pucat begitu?" tanya Zaki pada Richard.


"tidak. junior ku baik-baik saja" Richard membela diri.


"siapa yang bilang kalau senjata mu tidak bangun? kau terlalu perasa" Deva menyahut.


wajah Richard makin pucat pasi. dia terjebak. terpancing omongan Jacko.


"Jack, apa perlu aku memberi mu obat perangsang?" tanya Zaki pada Jacko.


"untuk apa?" Jacko menautkan alisnya merasa heran.


"biar kau tidak bingung membedakan mana yang harus kau tembus" jawab Deva.


"hahahhaaa"


mereka tertawa terbahak. senang menggoda Jacko yang akan malam pertama malam ini.


****


malam telah menjelma. semua orang telah masuk ke kamar masing-masing. pengantin baru sudah sibuk di kamar pengantin. tidak terkecuali Deva dan caera. mereka berdua duduk di balkon kamar, menyaksikan langit malam dengan bertaburkan sejuta bintang.


"sayang, menurut mu, tuan asisten bahagia?" tanya caera pada Deva.


"aku harap begitu" jawab Deva.


"aku melihat mata mereka berdua tidak menyiratkan itu sayang"


caera menarik-narik bulu di dada Deva. sesekali mengecupnya.


"Jacko hanya butuh waktu, sayang"


"aku harap mereka baik-baik saja"


"ya. semoga saja" Deva mengecup puncak kepala caera. "kamu masih ingat bagai mana hari pernikahan kita, sayang?"


caera mengangguk. tersenyum menatap wajah suaminya.


"hari itu aku sangat bahagia Ra. akhirnya aku mendapatkan cinta mu seutuhnya"

__ADS_1


"seharusnya aku yang paling bahagia sayang. di cintai lelaki sebaik diri mu"


caera menyentuh pipi Deva. tersenyum saling menatap satu sama lain. Deva mengecup bibir istrinya lembut.


"sebentar lagi kita punya baby. aku lebih bahagia sekarang keluarga kecil kita makin lengkap" ujar Deva.


"Dev"


"hmm?"


"terima kasih"


"untuk apa sayang?"


"kau memberi ku segalanya"


"kita saling mengisi, sayang"


"Dev"


"hmm"


"cium"


Deva menatap manik mata caera. tersenyum melihat istrinya selalu senang menggodanya akhir-akhir ini.


"kau selalu menggairahkan semenjak hamil sayang" ujar Deva tertawa.


"kau tidak suka Dev?"


"haha.. justru itu yang aku inginkan setiap saat"


"aiisshh.. kau selalu mesum"


caera mencubit dada Deva. Deva mengaduh kesakitan sambil tertawa.


"tapi, aku jadi makin gemuk Dev"


"itu sexy, sayang"


"tapi nanti aku jadi jelek"


"tidak. aku suka semua montok"


"iihh.. apaan sih?"


"iya sayang. uhmmm.. ini montok. ini lebih montok. dan ini tambah tembem"


Deva menyentuh dan meremas bagian-bagian yang di anggap montok.


"hihiihii.. kamu ini. maunya"


"iya sayang. aku mau. kamu makin anget aja sayang"


Deva meremas dada caera lembut. gemas sekali melihat istrinya jadi semakin montok.


"mau coba gaya baru sayang?"


"gaya apa?"


"nanti kamu tahu"


"gaya apa sih Dev?"


Deva tidak menjawab. sudah sibuk mengu Lum bibir caera. menggerayangi tempat favoritnya. memberikan sejuta rasa yang tak bisa di lukiskan caera lagi.


membangun asmara dalam kehangatan. mengulangi kisah malam pertama dengan lembut dan menyenangkan. penuh cinta yang mengalir deras dalam hati masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2