DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 96


__ADS_3

hari ini cukup melelahkan bagi caera. menurut saja ketika Dira mengajaknya pulang. Deva sudah keluar lebih dulu dengan Jacko.


tadi Deva mengirimnya banyak foto mobil sport di aplikasi chat. menanyakan mobil mana yang paling caera suka. tapi caera menjawab tidak ada. Deva mengirim emo muka merah padanya. caera tak peduli.


Dira lebih banyak diam belakangan ini. lebih banyak melamun. caera jadi tak enak hati. mungkin Dira memikirkan masalah pagi tadi. mereka masih di dalam perjalanan pulang menuju rumah caera.


"Dira"


panggil caera.


"ya, kak"


"aku minta maaf ya, masalah pagi tadi"


"tidak apa-apa kak"


Dira tersenyum.


tapi caera tahu Dira banyak pikiran. Dira tidak banyak bicara lagi. tidak seperti biasanya Dira yang selalu bersikap periang.


"dir, kamu kenapa sih? akhir-akhir ini kamu aneh"


Dira diam. tak menjawab pertanyaan caera. hanya fokus pada setirnya.


"kamu ada masalah dir? cerita sama aku"


"tidak ada kak caera. aku baik-baik saja"


Dira tersenyum lagi menoleh pada caera di sampingnya sejenak. lalu fokus ke depan lagi. caera tak mau melanjutkan pertanyaannya. Dira seakan menutupi rapat-rapat masalah yang ia hadapi.


selama beberapa bulan bekerja sama dengan Dira, caera tidak pernah tahu siapa Dira lebih banyak. Dira seakan menutupi siapa dia. rasanya tidak adil menjadi sahabat, tapi tidak tahu seluk-beluk sahabat kita bukan?


Dira banyak tahu siapa caera. bahkan dia sering menjemput Gino dari rumah orang tua caera. itu artinya Dira pasti sudah mengenal orang tua caera. sementara caera, hanya tahu nama Dira. selebihnya nol.


"Dira, sekali-kali kita main ke rumah mu ya? aku ingin bertemu orang tua mu"


"haha.. kak caera mau ngapain ketemu orang tua ku? seperti mau melamar saja"


Dira tertawa.


"haha.. ya begitu lah. aku ingin melamar mu untuk menjadi sahabat baik ku"


Dira menoleh lagi. menatap caera dengan senyum manis.


"kakak adalah nona yang baik hati. kak caera kan sudah jadi sahabat ku"


"tapi aku ingin main ke tempat mu"


Dira diam lagi. bagaimana bisa dia mengajak caera ke rumahnya? pastilah nanti akan muncul banyak pertanyaan dari caera. Dira masih belum bisa membuka diri terlalu luas pada caera.


"iya kak. nanti kita atur waktunya ya"


caera tersenyum. dia tahu Dira masih banyak menyembunyikan jati dirinya. tapi biarlah dulu. caera memberi waktu pada Dira.


tak terasa mereka sudah sampai di tempat tinggal caera. sebelum mobil memasuki halaman depan, caera melihat banyak orang berkumpul di seberang rumahnya. sedang berkasak-kusuk menunjuk-nunjuk rumahnya.


caera mengenali beberapa dari mereka. ada Maya, Vivi, dan Anggi. mungkin mereka ada acara arisan atau bagaimana. setahu caera, di depan rumahnya itu adalah rumah keluarga nyonya yulianty. tapi, apa iya nyonya yulianty teman satu arisan dengan mantan mertuanya?


"pak dirman, ada apa itu?"


tanya caera pada pak dirman yang baru saja membuka pagar rumah.


"tidak tahu nyonya. ibu-ibu itu dari tadi sudah di situ"


jawab pak dirman.


caera dan Dira saling pandang. tak mengerti kenapa rombongan Maya ada di depan rumahnya.


rombongan itu menyebrang dan berhenti bergerombol di depan gerbang. masih berkasak-kusuk. caera mendekat bersama Dira, dan pak dirman mengekor di belakang. terlihat Dira sudah mengubah expresi wajahnya menjadi datar. bersikap waspada.


"maaf nyonya sekalian, ada apa ini?"


tanya caera.


Maya maju. bersikap angkuh menatap caera skeptis.


"oohh.. ternyata kau sudah pindah ke sini ya? ke rumah pemberian anak ku"


katanya sinis.

__ADS_1


Vivi mendekat. menatap caera dari ujung kaki, dan berhenti tepat di mata caera. tampak tak senang melihat gaya berpakaian caera yang telah banyak berubah.


"hhh... sok cantik kamu"


katanya sinis.


caera tak mengerti kenapa mereka berdua ingin membuat masalah lagi dengannya.


"benar kan nyonya Maya, ini dia perempuan yang sudah menyebabkan suami ku di pecat"


Anggi berkata judes menunjuk pada caera.


"jaga sikap kalian nyonya"


Dira maju ke depan caera. menatap mereka dengan tajam.


"wah.. waaahh... sekarang sudah punya bodyguard kamu ya?"


Maya menatap Dira sinis.


"iya Bu, dia ini yang selalu menghalangi ku"


Vivi menimpali membakar Maya. menunjuk pada Dira dengan judesnya.


ibu-ibu yang lain hanya berkasak-kusuk di belakang. caera masih diam saja. tidak mengerti apa maksud Maya dan Vivi.


"jadi simpanan orang kaya kamu sekarang ya.. cuiihh.."


Maya meludah ke sampingnya. menghina caera dengan sadis.


"jaga sikap anda nyonya. atau saya akan mengambil tindakan tegas"


Dira marah. maju ke depan lagi.


"Dira, sudah. jangan di ladeni mereka ini"


caera menengahi.


"haha.. kau takut ya, tingkah bobrok mu terbongkar? kau jadi simpanan lelaki hidung belang Sekarang kan?"


nyinyir Vivi di samping Maya.


caera maju. darahnya mendidih mendengar ocehan Vivi.


geram caera.


Vivi melotot. ingin maju menjambak rambut caera. tapi itu di hentikan dengan datangnya mobil container mengangkut banyak mobil, berhenti di depan rumah caera.


mereka semua menoleh melihat ke arah mobil itu. seseorang turun dan datang mendekat.


"maaf ibu-ibu, ini benar rumah nona caera?"


orang itu bertanya pada nyonya Yulianty.


"itu orangnya pak"


nyonya yulianty menunjuk caera. makin heboh saja gunjingan rombongan ini.


"wah.. baru beli mobil mewah ya mantan menantunya nyonya Maya"


"iya jeng tutiks. kan seperti kata jeng Maya. mantan mantunya ini jadi simpanan sekarang"


jawab nyonya yulianty.


"eh.. jeng Ipung, kita kapan ya bisa beli mobil mewah seperti ini?"


nyonya tutiks mencolek rekan sebelahnya.


"elehh.. mau kamu jadi simpanan dulu jeng?"


nyonya Ipung mencebik.


"maaf ibu-ibu, ini mana ya rumahnya nona caera?"


lelaki itu bertanya lagi.


"ya, saya pak. ada apa?"


terpaksa caera mengendurkan amarahnya dulu.

__ADS_1


pria itu menoleh menatap caera. tersenyum dan mengangguk hormat.


"begini nona, saya Burhan, dari showroom Deva's Mobilindo, mengantarkan mobil untuk anda. silahkan anda pilih mobil mana yang anda suka"


astaga! apa lagi ini Dev! kau menambah runyam masalah ku 😣


"tapi saya tidak memesannya"


tolak caera.


"ini pemberian tuan Deva, nona"


jawab Burhan lagi.


"ooohhh... baru tidur dengan bos rupanya... bayarannya mobil ya?"


celetuk maya menghina. membuat semua mata menuju ke arah caera dengan sinis.


Anggi tampak mengkerut takut mendengar nama pemilik showroom dan siapa yang memberikan banyak mobil itu pada caera.


"anda lancang sekali nyonya!"


Dira marah menarik lengan Maya keras. Maya sampai terhuyung maju.


"berani sekali kau!"


Maya juga tak kalah marah. ia maju mendekati Dira ingin mencakar wajahnya. tapi Dira menangkis dengan keras hingga membuat tangan Maya terhempas dengan kencang.


"aduh..!!"


Maya kesakitan. tangannya menjadi memar merah akibat tangkisan Dira. Vivi maju lagi ingin menyerang Dira. tapi Dira mendorong bahunya.


"jaga sikap anda nona. atau anda akan menyesal"


Dira melirik perut buncit Vivi.


"lepaskan!" Vivi menepis tangan Dira dari bahunya. "kenapa? kau kira aku tidak bisa melawan mu Karena aku hamil?"


"itu lebih baik. menyingkir lah"


dingin Dira menyahut.


deru mesin mobil berhenti di belakang mobil container. mereka semua menoleh ke arah mobil itu. Deva turun dari mobil sport warna merah menyala, di ikuti Jacko.


semua orang yang melihatnya makin riuh dengan gunjingan. rombongan nyonya yulianty di belakang Maya makin ricuh begitu melihat Deva dan Jacko berjalan mendekat.


"loh.. loh... itu kan... tuan Deva"


nyonya Ipung kaget melihat Deva datang menghampiri.


"ya ini jeng, laki-laki yang saya bilang sering datang ke rumah mantan mantunya jeng Maya"


bisik nyonya Yulianty.


"loh, memangnya jeng Yuli belum tahu apa, kalau itu tuan Deva?"


nyonya Tutiks mencubit nyonya yulianty. dan nyonya yulianty hanya menggeleng bengong.


"aduuhh.. jeng Yuli ini gimana sih? ini tuan Deva loh.. yang sering masuk ke chanel YouTube itu.. masak gak tau sih?"


bisik nyonya Ipung gemas pada nyonya Yulianty.


Deva melewati ibu-ibu yang asik menggunjingkan dirinya. melirik dingin pada Maya dan Vivi.


"ada apa sayang?"


Deva melingkarkan tangannya di pinggang caera, dan mengecup pelipis caera di depan mata semua orang. Jacko berdiri menjulang menghadapi rombongan pemberontak itu dengan tenang. ia pikir, mereka bukanlah tandingannya. sudah ada Dira yang lebih cocok menghadapi para wanita ini.


"hah!? sayang?!"


nyonya Ipung, nyonya yulianty dan nyonya Tutiks, terbengong melompong saking kagetnya mendengar Deva memanggil caera sayang dan dengan mesra menciumnya di depan mata mereka. 😲😧😮


🌹🌹❤️🌹❤️❤️🌹❤️❤️🌹


maaf yeee readers... tokoh nyonya-nyonya heboh itu cuma meminjam nama saja 😂


bukan karakter aslinya 🤭


maafin otor atas kehebohan yang tercipta. masih ada di episode selanjutnya nyonya-nyonya rempong ini.

__ADS_1


makasih yang uda comen di episode 89 ya


lope lope buat semua ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2