
dengan setia, Dira menenteng banyak paperbag berisi belanjaan caera. padahal barang belanjaan Dira tidak banyak. hanya dua setel pakaian. selebihnya semua paperbag yang berjumlah lima belas itu, punya caera semua.
caera komplin pada Dira, karena terlalu banyak barang belanjaan yang di pilihkan Dira untuknya. dan dengan ragu dan berat hati, caera menyerahkan black card itu ke tangan kasir.
hanya memilih dua setel pakaian saja, Dira malah sibuk memilihkan baju caera. walaupun caera protes, tetap saja Dira tak menghiraukannya.
dari mulai baju, setelan blazer, parfum dan sepatu, semua Dira yang sibuk memilih. katanya ini yang tuan Deva suka.
padahal caera tidak tahu, Dira sudah menerima sederet pesan, apa saja yang di suka tuan Deva. Dira hanya tersenyum geli ketika caera melotot melihat Dira memilihkan banyak belanjaan untuknya.
mereka duduk di bangku yang berjejer rapi. ramai pengunjung mall hari ini. maklum tanggal muda. banyak orang yang menghabiskan waktu sore hanya sekedar cuci mata ataupun berbelanja.
mereka berdua melepas lelah sejenak. memesan minuman chatime. caera memilih rasa green tea, dan Dira dengan rasa roasted tea. dan cemilan Master Squad dan Dira memilih  Karaagee Oishi.
lagi asik ngobrol sambil menguyah cemilan, mereka di kejutkan dengan kedatangan Nixon. entah dari mana Nixon muncul. tahu-tahu sudah duduk di samping caera.
"hai kalian berdua. asik benar"
sapa Nixon.
"astaga!"
serempak Dira dan caera kaget.
"huh.. ngagetin saja kamu Nix"
Dira meninju lengan Nixon.
"haha.. kaget ya?"
Nixon tertawa tanpa merasa bersalah. melirik caera di sampingnya. caera hanya tersenyum saja.
"eeehh... kok kamu duduk di situ? sini kamu. biar aku yang di situ"
Dira protes karena Nixon langsung saja duduk di samping caera.
"dir, di situ kan banyak barang kamu. di sebelah caera nih yang kosong. jadi aku duduk di sini"
Nixon membela diri.
"gak bisa. pokoknya pindah"
Dira ngotot minta pindah duduk.
dengan terpaksa, Nixon bangkit dan berpindah tempat dengan Dira.
"cemburu sekali sih kamu Dira. takut sekali kalau caera jadi kekasih ku"
ujar Nixon spontan.
"hhemmh"
Dira mencebik dan melengos.
"baru borong-borong nih kayaknya"
Nixon melirik tumpukan paperbag yang ada di sebelah kursi Dira.
"iya nih. punya kak caera"
jawab Dira.
"eh bukan. punya Dira juga"
caera menyela.
"kenapa tidak ngajak aku tadi"
kata Nixon.
"kenapa? kamu mau traktir kita? bayar belanjaan?"
Dira memonyongkan bibirnya.
"boleh. asal caera senang"
Nixon melirik caera dan tersenyum manis.
"eleeehh.. gombal kamu"
Dira mencebik lagi.
caera hanya tertawa melihat Dira mengejek Nixon.
__ADS_1
"nanti ada yang marah Nix"
ujar caera.
"ah, siapa? gak ada yang marah"
Nixon mengelak.
"beneran itu? nanti Kiki ngambek lho"
ujar Dira tersenyum-senyum mengoda Nixon.
"hah, Kiki? ah.. enggak la dir. kok Kiki sih?"
Nixon agak merasa tak enak hati. semua karyawan ternyata sudah mendengar gosip itu.
"ciiiee.. ciieee... Nixon gak ngaku .."
Dira makin menggoda Nixon yang salah tingkah.
caera tertawa melihat wajah gugup Nixon karena di goda Dira.
"aku tidak pernah sama Kiki, tapi dia tuh yang mepet terus"
Nixon seperti membuat sebuah klarifikasi tentang hubungannya dengan Kiki.
"ah yang bener kamu Nix. jadi yang kamu ngajak Kiki nonton itu.. hoax ya?"
Dira memajukan pundaknya menatap Nixon serius.
Nixon makin salah tingkah. benar saja dia pernah mengajak Kiki untuk nonton. kabar ini juga sudah menyebar luas di kantor.
"iya sih. tapi kan itu juga sama teman-teman Kiki. dan aku juga bawa Dika"
Nixon membela diri.
"ciiieee.. ciieee.. udah pergi nonton mereka kak"
kata Dira seakan memberi info pada caera.
caera tertawa geli melihat wajah Nixon yang kini memerah karena ulah Dira yang menggodanya.
"ya tidak apa-apa dir. kan Nixon juga butuh kekasih. Nixon dengan Kiki cocok kok"
caera menimpali.
Nixon menolak apa yang di katakan caera.
"teruuusss kamu maunya sama siapa?"
lucu sekali Dira memenyong-menyongkan bibirnya menggoda Nixon. sampai Nixon merasa gemas, Dira suka sekali menggodanya.
"kalau aku maunya sama caera, boleh?"
celetuk Nixon. menatap caera penuh arti.
glek
caera terpaku. tak mau membalas tatapan Nixon. ia hanya diam dan minum chatime di depannya. Dira malah melotot pada Nixon.
"tiii daaak booo leeeh!"
seru Dira tegas.
"kenapa sih Dir? kalau aku mau sama caera? kok jadi kamu yang sewot? caera saja mau kok"
kkhheeeheeerrkkk
Dira menirukan memotong lehernya dengan jari telunjuknya. sambil melotot pada Nixon. Nixon bergidik ngeri melihat kelakuan Dira. caera terkikik geli.
dari sebelah outlet popcorn, caera melihat seorang lelaki sedang menggandeng seorang gadis kecil berjalan sambil ngobrol. caera kenal orang itu. itu Richard.
Richard berjalan menuju ke arah mereka. tapi belum menyadari kalau caera ada di situ juga.
caera melambaikan tangannya pada Richard. agar pria itu melihat ke arahnya.
"tuan Richard"
seru caera.
Dira dan Nixon berhenti bicara. lalu sama-sama menoleh melihat ke arah yang di tuju caera. seketika Dira menegang. matanya agak membesar. caera menyadari perubahan sikap Dira. tapi dia masih diam saja.
Richard memandangnya dan tersenyum. mendekat dan menghampiri mereka.
__ADS_1
"hai, nona caera"
sapa Richard.
caera tersenyum dan menjabat tangan Richard. dan melihat ke arah gadis kecil berambut panjang di kuncir dua. sangat cantik dan imut sekali. sekilas caera seperti pernah melihat wajah gadis kecil itu. tapi dia lupa siapa dan di mana pernah melihatnya.
Dira diam saja. sementara Nixon langsung berdiri dan membungkuk hormat. Richard tak menggubris Nixon. dia hanya melirik sekilas.
" tuan Richard lagi belanja ya?"
tanya caera pada Richard.
"iya. ini putri ku, katanya butuh peralatan sekolah"
jawab Richard dan melirik tajam ke arah Dira.
Dira masih diam saja. bersikap kaku seperti tidak ada Richard di sana. tidak mau menoleh ke arah Richard sedikit pun.
"hai, cantik"
caera menyapa putri Richard.
gadis kecil itu tersenyum malu-malu dan memeluk lengan Richard erat.
"manis sekali kamu. siapa namanya?"
caera mendekati putri Richard. berjongkok di depannya dan menowel pipi mulus itu.
"cloe, Tante"
jawabnya malu-malu.
"ah cloe. cantik sekali namanya. sama seperti orangnya. imut"
caera tersenyum sayang pada cloe. berdiri lagi.
"ayo tuan, bergabung dengan kita di sini"
caera mempersilahkan Richard dan cloe untuk bergabung bersama mereka.
Dira makin menegang. ia meremat erat cup minumannya. caera menyadari perubahan sikap Dira. tapi dia mencoba tidak menegur Dira. tampak wajah Dira agak memucat.
"terima kasih nona caera. saya hanya akan menggangu kalian saja"
jawab Richard sambil melirik ke arah Nixon dan terpaku pada Dira.
caera agak mengernyitkan dahi. seperti menangkap sinyal-sinyal aneh. tidak ada tanda dari Dira akan menyapa Richard. dia masih diam saja.
"tidak mengganggu tuan. biasa saja. ya kan dir?"
caera mencolek bahu Dira.
"eh.. tidak tahu nona"
jawab Dira gugup dengan sikap kaku.
apasih si Dira ini?
caera mencoba tersenyum pada Richard dan cloe. tidak enak hati sudah menyapa Richard tadi. tapi Dira seperti tidak menerima kehadiran mereka.
"baiklah nona caera. kami harus pergi dulu. cloe belum selesai belanja"
kata Richard memutuskan untuk pergi. rahangnya mengetat melirik Dira yang hanya diam seperti balok kayu.
"oh iya. baiklah kalau begitu tuan."
caera tersenyum lagi. menatap gadis kecil nan imut itu. "nanti kita bertemu lagi ya cloe"
ujarnya seraya mengelus puncak kepala cloe.
gadis kecil itu hanya mengangguk. tesenyum malu-malu.
"saya pergi dulu nona"
Richard pergi membawa cloe menjauh dari tempat caera. caera duduk lagi dan menatap Dira di sampingnya. caera menyadari perubahan raut wajah pucat Dira. entah kenapa gadis ini jadi bersikap kaku setelah bertemu Richard.
Nixon hanya diam. tak menghiraukan perubahan sikap dira. pandangan nixon hanya terpaku pada caera saja. dan memandangi wajah caera dengan senyuman semanis madu.
astaga.. kenapa mereka berdua bersikap yang membuat aku pusing begini
caera agak risih dengan pandangan nixon yang sarat akan arti. dan banyak pertanyaan timbul di otaknya dengan sikap Dira yang berubah kaku setelah bertemu Richard tadi.
caera memutuskan untuk pulang saja. dan berpisah dengan Nixon di pelataran parkir.
__ADS_1
🔥ada apa dengan Dira?🔥
eeennggg iinnggg eeenngggg...