DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 105


__ADS_3

Deva menungggu caera di ruang depan. begitu caera muncul dengan gaun indah berwarna peach, Deva sampai tak bisa berkata-kata.


"kau sangat cantik sayang"


caera tersipu malu. Deva menatapnya tak berkedip.


"kamu juga tampan Dev"


ujar caera membalas pujian Deva.


Deva memakai tuxedo hitam sangat contras dengan baju caera. dengan pocket square berwarna senada dengan baju caera di saku depan tuxedonya.


Deva mendekat pada caera. menyentuh pipinya, menatap terpesona dengan keindahan wanitanya. mendekatkan wajahnya ingin mengecup caera.


"ehemm.. eheemm.."


tapi sebelum itu terjadi, Jacko malah berdehem kencang menghentikan Deva. Deva menoleh pada Jacko dengan pandangan membunuh. Jacko melihat ke arah lain pura-pura tak melihat mata Deva.


"ck.. mengganggu saja"


ujar Deva kesal.


****


mobil yang membawa Deva dan caera ke acara ulangtahun perusahaan Bimo corp milik tuan Wijaya, melaju dengan tenang. Jacko mengemudikan mobil dan sesekali bicara dengan Deva. caera hanya diam mendengarkan.


baginya ini adalah hal menegangkan. ia belum pernah datang ke acara besar dengan seorang yang terpandang di kota ini. apalagi Deva sebagai tamu kehormatan. kira-kira, apa nanti yang akan di lakukannya di sana? caera agak sedikit gugup.


Bimo corp adalah tempat Arya dulu bekerja. dan waktu itu Vivi bilang Arya di skors. itu membuat dia sedikit lega. karena tidak harus bertemu dengan Arya nanti.


tapi caera juga tidak tahu bahwa Arya akhirnya di pecat. dan dia lebih tidak tahu, kalau sekarang Arya bekerja bersama Keenan.


terlalu banyak yang caera tidak ketahui. karena memang itu tidak penting baginya, untuk mencari tahu tentang Arya lagi.


"kenapa sayang?"


Deva memegang tangan caera.


caera menoleh dan tersenyum menggeleng.


"kau gugup?"


tanya Deva lagi.


"sedikit"


Deva tersenyum dan membelai pipi caera.


"tidak apa-apa. hanya butuh tersenyum, dan jadilah wanita ku. itu sudah cukup"


caera mengangguk. ada Deva di sisinya. dia akan aman.


mobil memasuki halaman hotel mewah di pusat kota. terlihat banyak wartawan sudah berjubel di sisi kiri kanan masuk ke lobi hotel.


caera tidak menyangka akan seramai ini. banyak tamu yang sudah hadir dan para wartawan media masa sibuk membidikkan kamera dengan meriahnya lampu Blitz di sana sini.

__ADS_1


Jacko menghentikan mobil tepat di barisan wartawan yang memagari karpet merah di tengahnya.


rasa gugup merajai hati caera. tangannya berkeringat. ada rasa minder di hatinya. Deva menoleh padanya dan tersenyum.


"kamu siap sayang?"


"Dev, kenapa seramai ini?"


Deva melebarkan senyumnya. agak lucu melihat wajah panik caera.


"tidak apa-apa sayang. ini acara kita. kita tamu kehormatan. kau lah ratunya Malam ini. hmm?"


"tapi nanti, mereka membuat gosip Dev"


caera menunjuk para wartawan.


"gosip kau akan menjadi istri ku? tidak masalah bukan?"


"ihh.. kau ini. bukan begitu.."


"sayang, dengarkan aku. cukup tersenyum, dan berada di sisi ku. hmm?"


caera menatap mata Deva. lelaki itu memandangnya dengan rasa nyaman. caera akhirnya mengangguk.


menegarkan hati bahwa semua akan baik-baik saja. ada Deva.


Jacko turun dan membukakan pintu untuk Deva. caera menunggu. pintu di sebelahnya terbuka. muncul Deva mengulurkan tangannya.


ada kekasih ku. yang lain tidak penting. semua baik-baik saja. aku bisa!


cekreekk


cekreekk..


caera meremas tangan Deva. Deva memegang tangan caera dan menaruh di lengannya. kini caera menggandeng Deva. berjalan menyusuri karpet merah di depannya.


dag Dig dug rasa jantungnya. tapi harus tersenyum menawan terus berjalan masuk ke dalam hotel.


sampai di pintu hotel, Deva melingkarkan tangannya di pinggang caera. berpose mesra di depan banyak kamera. caera hanya mengikuti saja arahan Deva.


para pemburu berita dari media televisi mendekat dan bertanya banyak pada Deva. tapi Jacko langsung mencegah mereka dan menahan agar Deva dan caera bisa masuk.


berhasil melewati pintu hotel. Jacko membawa mereka ke ballroom hotel, tempat acara di selenggarakan.


ballroom hotel yang telah di dekor dengan megah terlihat sangat mewah.


telah banyak undangan hadir. tampak tuan Wijaya mendekat dan menyambut Deva. menjabat tangannya lalu memeluk erat.


"wah wah.. kau sungguh tampan Dev"


ujar tuan Wijaya.


"itu dari lahir kak"


sahut Deva.

__ADS_1


"haha.. selalu narsis itu tidak baik bagi kekasih mu"


tuan Wijaya tertawa dan melirik caera di samping Deva.


"ini caera. dia wanita tangguh"


Deva merengkuh pinggang caera lagi. agak menekan ke depan agar memberi ruang pada tuan Wijaya.


"wah.. dia cantik sekali. hallo nona caera"


tuan Wijaya memuji caera dan mengulurkan tangannya. menatap caera seakan mengingatnya.


"halo tuan Wijaya. selamat atas ulang tahun perusahaan anda"


caera membalas berjabat tangan dengan tuan Wijaya.


"terima kasih nona" Wijaya tersenyum ramah. "ah.. ayo Dev. bergabung dengan yang lain"


tuan Wijaya mengajak Deva dan caera ikut berbaur dengan tamu lain. Jacko tetap dekat dan mengawasi mereka.


"Dev?"


caera berbisik.


"ya, sayang"


"tuan Wijaya adalah kakak mu?"


"sahabat baik kak Tristan kakak ku"


ujar Deva tanpa melihat pada caera. hanya bicara berbisik menjawab caera. banyak tamu lain yang menyapa Deva. banyak para wanita memandang Deva dengan tatapan menggoda.


tapi ketika melihat siapa yang di gandeng Deva, wajah mereka berubah bengis. memandang sinis ke arah caera. caera mencoba tak menghiraukan. dia sadar banyak wanita menginginkan Deva. jadi mereka pasti tidak suka jika ada wanita di samping Deva.


beberapa orang meminta Deva bergabung bersama. berbasa basi sekedarnya. tapi ketika mereka ingin bersalaman dengan caera, Deva agak menarik caera agar tidak menerima uluran tangan mereka.


caera agak jengah bergabung dengan orang-orang bisnis ini. bukannya tidak mengerti, tapi mereka membicarakan yang sudah jauh lebih tinggi dari apa yang caera ketahui.


tiba-tiba semua mata menuju ke arah pintu masuk ballroom. para tamu bergumam berbisik membicarakan siapa yang datang. tak terkecuali Deva dan caera melihat ke arah yang sama.


terlihat Gisel menggandeng Keenan. Gisel terlihat sangat cantik. wanita bertubuh tinggi langsing itu memakai gaun biru navi. senada dengan Keenan. lelaki itu juga terlihat tampan.


tuan Wijaya menyambut mereka. tapi yang membuat caera tercengang, tampak Arya juga datang bersama Vivi dengan perut buncitnya berjalan di belakang Keenan.


Deva merangkul pinggang caera. caera mendongak menatap Deva di sampingnya.


"semua baik-baik saja. ini saatnya. tunjukkanlah kau wanita ku"


bisik Deva tersenyum. caera mengangguk seraya menyentuh pipi Deva.


"terima kasih Dev"


dengan berani, caera mengecup pipi Deva di saksikan semua yang hadir. Keenan dan Gisel juga melihat itu.


Arya menatap tajam dengan pandangan marah melihat adegan mesra itu. Vivi apalagi. menatap sinis ke arah caera.

__ADS_1


sementara tamu yang lain bergunjing ria mendapat gosip terpanas malam ini.


__ADS_2