
persiapan semua sudah selesai. Jacko sibuk menginstruksikan pada semua orang-orangnya untuk bekerja extra. masalah keamanan apalagi. dia harus berkerja extra ketat mengurus keamanan. tidak mau terulang lagi masalah serupa seperti Gisel.
hotel termegah milik Elliot corp telah di kosongkan. sepesial untuk hari bahagia Deva. sementara pria itu harus mengungsi ke rumah bukit dulu, jika tidak mau ibunya menggeplak kepalanya. hanya bisa menghubungi caera melalui video call.
semua acara embel-embel adat telah rampung. tinggal menunggu hari H saja. Deva sudah menempati kamarnya di hotel Elliot. sementara caera di kamar lain. semua orang mendapat kamar masing-masing.
Bima juga sudah pulang. menghadiri hari bahagia kakaknya. dan kakak Deva yang tertua, Tristan juga sudah kembali dari tugasnya. lengkap sudah kedua keluarga ini.
Deva tak mau kehilangan caera lagi. dengan ngotot, ia memasang proyektor di kamarnya dan caera untuk cctv. agar dapat memantau caera seratus persen dalam dua puluh empat jam.
lebay amaaaatt!!!! 🙄
tak menghiraukan Soraya menjerit padanya karena layar lebar yang mempertontonkan wajah Deva setiap saat di kamar caera. dan soraya selalu melotot melihat ke arah cctv di kamar caera yang pastinya akan di lihat Deva. kalau sudah begitu, Deva hanya nyengir saja.
masalah undangan telah di selesaikan. dari mulai pejabat negara, sampai rakyat biasa telah selesai. semua bisa datang. semua orang bisa ikut menikmati hari bahagia Deva dan caera.
Deva seakan ingin mengulang momen bahagianya yang tertunda. kali ini di pastikan tak ada halangan. hanya orang tertentu yang bisa masuk ke area khusus. memakai id card. Deva tidak mau ada orang yang tidak jelas masuk ke area khusus keluarga, untuk menculik kekasihnya seperti dulu.
semalaman Deva tak bisa tidur. selalu melihat ke layar proyektor, memantau apa saja yang caera lakukan. Sampai Soraya marah padanya karena hanya memelototi layar itu.
"ibu akan menjewer telinga mu kalau kau tidak tidur Dev. besok acara akad nikah. kalau mata mu merah, ibu akan menggantinya dengan mata ikan laut yang di es sebulan! tiduuurr deeeevvv"
begitu teriakan Soraya pada putranya yang bucin akut. lalu mencabut kabel cctv. dengan lemah, akhirnya Deva mengalah. tidur dengan mimpi buruk 😂
*****
HARI HHHHAAHHH TIBAAAAA..... 🙆🙆🙆💖💝💓💞💕🎉🎊🎉🎉🎉🎉🎉⭐🌟✨✨⭐⭐
ballroom hotel Elliot telah di sulap sangat megah dan apik. membuat semua tamu undangan berdecak kagum
ijab qobulnya di sini 👇
pelaminannya seperti ini ya 🥰👇
caera sudah siap menanti di kamarnya dengan kebaya akad nikahnya 🥰👇 anggap aja ini caera ya 🤭
berdebar Deva menanti caera datang untuk akad nikah. di sana sudah menanti, di bagian samping Deva, bapak menteri agama dan tuan Wijaya sebagai saksi.
di depan Deva, alwan ayahnya caera dan bapak penghulu sudah siap sedia. kini host acara wedding dengan lembut memanggil caera untuk melaksanakan akad nikah.
dengan anggun, caera muncul di gandeng Bima adiknya. menuju ke tempat akad nikah. langsung saja semua kamera media yang meliput menghujani caera.
Deva terpaku melihat caera. wanita cantik itu semakin cantik di matanya. malam tadi sampai detik ini, Soraya mencabut kabel cctv. sehingga Deva tidak dapat melihat caera lagi.
barulah sekarang ia dapat melihat dan bersanding langsung dengan caera. sungguh mempesona. caera mampu membuat Deva berkaca-kaca. terharu karena caera tidak melarikan diri seperti Gisel. ketakutannya selama beberapa hari ini terpatahkan. wanita ini dengan anggunnya duduk di sampingnya.
sampai caera sudah duduk di sampingnya pun Deva masih saja memandangnya tak berkedip. sampai tidak mendengar bapak penghulu sudah memulai bicara.
__ADS_1
"ehhemm.. tuan Deva.." panggil pak penghulu.
caera malu. Deva hanya menatapnya tak berkedip. caera sampai menyikut Deva pelan di sampingnya.
tergagap Deva menoleh ke depan dengan wajah merah karena malu. semua orang tertawa melihat tingkah Deva yang terpukau melihat pengantin wanitanya.
setelah memberi wejangan sebentar, dan tanya jawab dengan calon pengantin, kini pak penghulu menyerahkan akad nikah pada alwan ayah caera.
"saudara Deva, anda sudah siap?"
"ya. saya siap" jawab Deva tegas.
semua hening. hikmat menyaksikan acara sakral pernikahan ini. Deva menarik napas panjang dan menghelanya perlahan. alwan ayah caera, menjabat tangan Deva erat. Deva pun membalasnya.
"Deva" panggil alwan.
"ya, saya. ayah" jawab Deva.
"saya nikahkan dan kawinkan engkau Deva Kamran Elliot bin Gilbert Elliot, dengan putri saya caera Anaya binti Muhammad alwan, dengan maskawin emas dua puluh empat karat seberat tiga ratus gram, dan sebidang tanah seluas tiga ribu hektar, di bayar tuuunai!"
"saya terima nikahnya dan kawinnya Caera Anaya binti Muhammad Alwan, dengan maskawin emas dua puluh empat karat seberat tiga ratus gram, dan sebidang tanah seluas tiga ribu hektar, di bayar tuuunai!!"
semua hening. berdebar menantikan.
"bagaimana saksi? sah?"
"sah" jawab menteri agama.
"bagaimana saksi? sah?"
"sah" jawab tuan Wijaya.
semua para tamu undangan yang hadir mengucap syukur. Deva melepas jabat tangannya dengan ayah mertuanya. saling berpelukan. caera meneteskan air mata haru dan bahagia.
Rani dan Soraya meneteskan air mata bahagia juga. mereka berdua saling berpelukan. Deva bediri dan menoleh ke kursi tamu. di sana ada Richard, Jacko, dan Zaki.
menatap mereka bertiga dan menepuk dadanya dengan bangga dan wajah berbinar, ia mengangkat tangannya dan beryel-yel Ria.
"YES!! YES!! YES!!!"
membuat semua orang tetawa bahagia melihat tingkah Deva. caera pun tertawa dalam tangisnya. menarik Deva agar duduk lagi.
"ya, sekarang tuan Deva dan nona caera, sudah resmi menjadi pasangan suami istri. silahkan nona caera cium tangan suaminya" ujar pak penghulu.
caera menatap Deva sejenak. dan Deva mengedipkan sebelah matanya menggoda. menyodorkan tangannya ke depan caera tanpa di minta. jahil sekali.
caera menyambut tangan Deva dan mengecup punggung tangannya. caera ingin menyudahi, tapi Deva berbisik pelan agak menunduk.
"agak lama sedikit sayang. bibir mu hangat"
caera mendongak dan agak mendelik menatap Deva. Deva hanya nyengir saja.
"ehemm.. aku mendengarnya Dev" Wijaya berdehem.
caera malu sekali. wajahnya bersemu merah. sementara Deva hanya tersenyum lebar.
__ADS_1
bapak menteri agama mendapat giliran memanjatkan doa syukur telah terlaksananya ijab Qabul Deva dan caera dengan lancar tampa hambatan berarti.
semua orang yang ada di situ, mengaminkan serempak. setelah semua prosesi selesai, Deva dan caera duduk di pelaminan yang megah.
semua tamu berpesta dengan bahagia. gembira menyambut pengantin baru yang saling mencintai.
Deva tak bosan memeluk pinggang caera dan berbisik di telinga istrinya.
"malam pertama sayang"
"Dev! jangan mesum. ini masih banyak tamu"
caera mencubit perut Deva gemas. pria itu hanya tertawa saja. tampak rona bahagia terpancar dari wajahnya.
banyak tamu berbaris menyalami kedua mempelai. dengan mengulas senyum bahagia, Deva, caera, dan kedua orang tua mereka menerima jabat tangan ucapan selamat dengan sepenuh hati.
berganti baju adat beberapa kali. acara sangat padat hari ini. caera lelah dalam bahagia. sehingga lelah itu tak di rasakan. Deva terlihat sangat menikmati acara pesta pernikahannya.
berfoto bersama Deva dengan berbagai gaya. dan juga semua anggota keluarga.
hingga datanglah saatnya tamu undangan pilihan dari umum mendapat surprise untuk berfoto bersama kedua mempelai.
dan tanpa di duga, ternyata yang mendapat kesempatan emas itu adalah emak-emak rempong.
Jacko menepuk jidatnya melihat itu. rombongan 2M yang mengerjainya. nyonya Ipung, nyonya Yulianty, nyonya Tutiks, dan Susy, berebut memeluk Deva dan mencium caera.
caera sampai kewalahan menghadapi mereka. berjejer berbaris dan berbagai macam gaya mereka berpose sampai puas.
setelah selesai, nyonya Ipung menyalami Deva.
"tuan Dev. jangan lupakan saya ya. walaupun tuan Dev sudah beristri sekarang, saya akan tetap pada mu tuan Dev"
lalu memeluk haru dan tersengguk di dada Deva. Deva mendekap erat nyonya ipunv. ikut terharu dengan cintanya nyonya Ipung padanya. dengan nyengir miris, caera menarik nyonya Ipung dari pelukan Deva.
"dan nona caera, tolong jangan sakiti tuan Deva. saya sudah merelakan dia pada nona. biarlah saya yang merana"
caera nyengir abeeessss... tapi senang dengan cinta nyonya Ipung pada mereka berdua.
"maamiii.. sudah mi.. biarlah tuan Deva dan nona caera bahagia. Susy juga mengalah miii..." Susy menarik nyonya Ipung untuk turun dari panggung pelaminan.
giliran nyonya yulianty dan nyonya Tutiks.
"tuan Dev.. malam pertama yang panas ya. kita nungguin tuan"
"hahahaaa.." Deva tergelak. caera sampai menutup wajahnya.
"iya tuan Dev. ular naganya jangan cepat ngeces ya. biar cepat tekdung"
nyonya Tutiks menimpali, sambil menirukan tangannya membuat bulatan buncit di perutnya.
"siap nyonya-nyonya.. jangan lupa ya.. kalau Deva lagi share, suaminya harus siap di samping. biar panasnya berkurang" bisik Deva pada kedua emak-emak rempong itu.
caera mencubit Deva. dan tertawa juga jadinya. memeluk nyonya yulianty dan nyonya Tutiks.
Jacko mendekat.
__ADS_1
"sudah-sudah.. batal 2M"
melihat Jacko, kedua emak-emak itu kabur. Deva dan caera hanya tertawa.