DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 94


__ADS_3

Deva punya semangat baru. caera sudah lebih menerimanya dengan terbuka. sesuai dengan janjinya, dia akan menunjukkan pada dunia bahwa dia punya cinta, yaitu caera.


ingin menggebrak Keenan. sudah terlalu lama ia biarkan Keenan berbuat sesuka hatinya. ia ingin memberi pelajaran pada keenan.


"Jack, aku mau kau memberi peringatan pada keenan. hubungi orang-orang kita di Paris"


Deva berdiri di jendela besar. memandang keluar jendela pemandangan kota dengan gedung-gedung tinggi dan mobil-mobil yang terlihat sangat kecil di bawahnya.


"kau sudah memikirkan Gisel bos?"


"Gisel masih ada di sini. aku tidak menghawatirkannya"


"tapi mungkin Keenan akan menekan Gisel jika kita rusak periuknya"


"hhh.. aku ingin lihat seberapa besar kemampuannya menekan ku"


"tidak lebih baik jika kau bicara dengan Gisel secara baik-baik?"


Deva berbalik. berjalan ke kursinya dan duduk di sana.


"apa yang bisa di mengerti wanita bodoh yang sedang jatuh cinta? dia tidak akan mendengar ku sebelum dia tahu dengan sendirinya"


"itu lah senjata Keenan selama ini"


Jacko menyeruput kopinya.


"bagaimana dengan Arya? sudah di pecat?"


"hahaa..." Jacko tergelak. "aku heran kenapa cinta bisa membuat orang bodoh eh?"


"ck.. karena kau tak punya hati"


Deva berdecak dan mencebik.


Jacko hanya menarik napasnya dalam. terlihat tak peduli apa kata Deva tentang hatinya.


"kau harus berhati-hati dengan Arya. Keenan bisa merekrutnya sebagai senjata"


"apa aku harus mencemaskan itu?"


"Arya dipecat. pekerjaannya berantakan karena tidak bisa move on dari wanita mu"


"hhh.. menjijikkan"


Deva memutar bola matanya malas.


"Dev, kau bisa yakin, kalau nona caera sudah bisa melupakan Arya sepenuhnya?"


Deva diam. tak bisa menjawab itu. apa yang menyebabkan caera belum bisa menerimanya sampai sekarang? apa karna cintanya pada Arya masih ada? sebodoh itukah wanita jika mencintai?


heehhh.... berkaca pada dirinya sendiri. 4 tahun menderita karena cinta. apa itu karena dia bodoh? masalah hati, nyawa taruhannya bukan?


"aku mengawasi Arya. dia selalu mengawasi caera dari jauh. sepertinya sebentar lagi dia akan menculik wanita mu. hahaaa"


gelak Jacko menyindir Deva yang belum bisa menaklukan caera sepenuhnya.


"ck.. hentikan ocehan mu"


Deva jengkel Jacko menertawainya. tapi Jacko malah terkikik geli.


"kau harus bisa membuat nona caera luluh pada mu. kalau tidak, posisi mu dalam bahaya kawan. banyak sekali lelaki yang berminat padanya"


"diam kau! mau aku potong gaji mu?!"


Deva makin jengkel.


"ah jangan Dev. aku akan mengadu pada bibi jika kau menekan ku"


"cih... senjata andalan mu"


Deva berdecih memandang Jacko skeptis.


Jacko tersenyum menang. Deva tidak akan berkutik menghadapi ibu nya.


"ada sesuatu yang harus kau kerjakan Dev"

__ADS_1


"hey.. lancang sekali kau. kau menyuruh ku?"


Deva mengulurkan tangannya dan melotot pada Jacko.


"terserah. kali ini kau harus melibatkan caera, agar masalah ini cepat selesai"


Deva diam. wajahnya mulai serius. mendengarkan apa rencana Jacko selanjutnya.


"mati lah aku kalau dia marah Jack. kau jangan membuat aku jatuh ke jurang"


Deva menolak apa yang di katakan Jacko.


"kalau kau tidak mau, maka caera akan lebih menjauh. tunjukkan saja sampai kita memergoki apa yang di inginkannya"


Deva diam lagi. memikirkan rencana Jacko. dia harus bergerak cepat jika tidak mau Keenan bergerak selangkah lebih maju darinya.


****


"sial!!!"


praaannngg....


Keenan membanting gelas di tangannya ke lantai. hancur berantakan. remuk tak bersisa saking kuatnya ia membanting.


"aleeeex!!!"


teriaknya sangat kencang. suaranya menggema di seluruh penjuru mansion. Alex muncul di pintu dengan tergesa. melihat pada pecahan kaca gelas di lantai yang berserakan.


"ya tuan. saya di sini"


Alex membungkuk hormat pada Keenan.


"kau tidak becus! apa ini semua!"


Keenan marah dengan suara menggelegar. wajahnya memerah menahan emosi. mencampakkan berkas-berkas ke wajah Alex. kertas berkas itu manghantam wajah Alex. lalu berhamburan jatuh ke lantai.


"maaf tuan. saya sudah menghubungi orang kita di Paris. tapi mereka lebih cepat tuan. orang-orang Jacko memblokir akses kita. dan hackernya bermain pada saham kita tuan"


Alex membungkuk-bungkukkan tubuhnya bicara pada Keenan. Keenan akan menjadi lebih beringas ketika kemarahannya memuncak. tak peduli siapapun, dia akan menghajar dan mencampakkan siapapun yang ia kehendaki.


"bodoh kau!"


"aku akan membunuh mu jika saham ku hancur!"


keenan menggeram marah. matanya sampai memerah saking emosinya.


Alex tergagap di cengkram keenan dengan kuat. tak berani menatap mata marah Keenan.


"kalau sampai kau tidak bisa membereskan ini, aku akan membunuh mu! mengerti?!"


keenan menghempaskan Alex. lelaki itu terhuyung ke belakang. membentur pintu di belakangnya. cepat-cepat bergerak berdiri tegak lagi.


"brengsek kau deeeev!"


praanng.... jeeedaaarrr...


Keenan membabi buta. membanting apa saja yang ada di depannya. sangat marah dengan apa yang telah di lakukan Deva dan Jacko padanya. keadaan perusahaan inti di Paris mengalami kekacauan.


pintu terbuka.


Gisel berlari dengan panik, mendengar barang pecah dan melihat banyak pecahan kaca di ruang kerja Keenan.


"kee.. ada apa? kenapa berantakan begini?"


Keenan masih diam saja. melirik Alex mengusirnya. dengan tahu diri, Alex membungkuk dan keluar dari ruangan Keenan.


kini tinggallah Gisel yang harus menghadapi kemarahan Keenan.


Gisel mendekati Keenan. memegang bahunya menenangkan.


"kee.. ada apa?"


Keenan berbalik menatap Gisel. matanya menyiratkan penuh benci. bukannya menjawab dengan baik, Keenan malah mencengkram pipi Gisel dengan kasar. membuat bibir istrinya ini maju kedepan, saking kuatnya cengkraman tangannya.


"kau tahu, lelaki brengsek itu mulai menghancurkan aset ku satu persatu!"

__ADS_1


desisnya kejam. mengguncang wajah Gisel kasar.


Gisel menatapnya nanar. dia tahu siapa yang di maksud Keenan. tapi itu juga bukan salahnya bukan? Gisel bergetar takut. apa lagi yang akan Keenan lakukan padanya nanti?


"huuuhh!"


Keenan menghempaskan wajah Gisel kasar. Gisel sampai terhuyung ke samping.


"aku tidak tahu kee.."


lirih suara Gisel. matanya memanas. kasar sekali Keenan jika dalam keadaan marah karena Deva.


Keenan menatapnya tajam. menarik Gisel mendekat pada dirinya. merapatkan punggung Gisel ke dadanya. memelintir tangan Gisel ke belakang dan mencengkram pipi Gisel lagi.


"aawwhh.. sakit kee"


erang Gisel kesakitan karena pelintiran di tangannya.


"dia mau merebut mu dari ku lagi!"


Keenan mendesis kejam di telinga Gisel. Gisel bergidik ngeri. matanya nanar menatap langit-langit ruangan, karena kepalanya mendongak akibat cengkraman tangan kokoh Keenan di pipinya.


"kee.. Deva tidak akan berbuat itu. sadar lah kee.."


Gisel mencoba meredam emosi Keenan.


"hhhhh..." Keenan makin mengencangkan cengkraman tangannya. "dia masih mencintai mu!" desisnya lagi.


"ti.. tii..dak.. awwhh.. sakit kee.."


Gisel merintih kesakitan. Keenan menghempaskan tubuh gisel ke meja kerjanya. lalu menghimpit Gisel di sana.


"kenapa? hah? kau mau lari bersamanya?!"


Keenan mencondongkan tubuhnya mengikuti tubuh Gisel yang setengah menelungkup di meja tinggi itu.


"tidak kee.. aku bersama mu di sini.."


"dia mengincar mu Sella.. aku benci itu!!"


Keenan men ji lat telinga Gisel kasar. Gisel memejamkan matanya ngeri. hatinya sangat sakit di perlakukan Keenan begini. Keenan selalu kasar dengannya kalau sudah menyangkut dengan Deva.


"dia tidak akan pernah bisa merebut mu dari ku!!"


geram Keenan lagi.


masih menghimpit tubuh Gisel di meja. dengan tiba-tiba, Keenan menaikkan gaun Gisel di bagian bawah. menyingkapnya ke atas.


"kee.. jangan kee.. ku mohon.."


Gisel menangis. mencoba menghentikan tindakan kasar Keenan padanya. tetapi lelaki itu tidak mendengarkannya.


menurunkan da la man Gisel ke bawah hingga melorot sampai ke lututnya. menendang kaki Gisel agar lebih merlebar.


Gisel berurai air mata. Keenan tak peduli istrinya terluka hati. membuka celananya sendiri dengan tergesa, lalu dengan paksa menerobos ke dalam Gisel dengan paksa.


"aawwhh.. kee.. tolong.. sa.. kit.. Kee.."


rengek Gisel. tanpa aba-aba, Keenan menghentaknya dari belakang. terasa perih menjalari bagian bawahnya. terlebih di hatinya. Keenan memperlakukannya seperti wanita ja Lang saja ketika marah.


"kau milikku.. uuhh.. Sella.. "


Keenan melenguh meracau di belakang Gisel. menghentaknya kuat. menyalurkan emosinya pada istrinya.


entah bagaimana itu menjadi kebiasaan Keenan untuk menyakiti Gisel ketika ia mau membuat Deva menderita.


tubuh Gisel terhentak kuat mengikuti irama Keenan di belakangnya. dengan gemas, Keenan mendongakkan kepala Gisel lalu me lu mat kasar bibirnya.


Gisel sampai megap-megap kehabisan napas. Keenan masih menghentaknya dengan kuat. memasukkan lebih dalam lagi. menggesek di sana tanpa ada pelumas. Gisel memejamkan matanya rapat menahan sakit.


"aaahhh... kau milikku sayang..."


Keenan melenguh. mengakhiri hentakannya dengan benih yang telah penuh menghujani ke dalam Gisel. Gisel hanya bisa tersengguk menangis pilu.


Keenan melepaskan diri dari Gisel. mengambil tisu dan membersikan miliknya. membiarkan Gisel yang masih dalam keadaan berantakan menelungkup lemas dan terisak di meja.

__ADS_1


tanpa bicara, Keenan pergi meninggalkan istrinya. Gisel makin menangis tersengguk-sengguk. memukul meja kokoh itu menumpahkan rasa perih yang menghujam hati dan tubuhnya.


tapi dia tidak bisa mengubah rasa di hatinya. ia tetap cinta pada Keenan. dia tahu Keenan hanya cemburu. tak bisa mengubah pendirian hatinya. Keenan adalah hidupnya.


__ADS_2