
setelah caera merasa baikan, Deva membawanya pulang ke rumah bukit. Gino juga sudah turut serta tinggal di sana. tidak mau terganggu aktifitas bersama istrinya oleh orang lain. di mansion Deva merasa kurang bebas.
pagi-pagi sekali, Jacko sudah datang. berkutat sendiri dengan laptopnya di ruang baca. menunggu Deva menemuinya.
setelah membereskan Gino dengan perlengkapan sekolahnya, dan mengantar sampai ke mobil, caera membangunkan Deva yang masih tidur.
terlihat Deva masih terlelap dengan damai. caera mendekat dan mengguncang halus tubuh suaminya.
"Dev, Deva.. bangun sayang. tuan asisten sudah menunggu mu"
"eehhmmm..."
Deva menggeliat. mengerjapkan matanya dengan malas.
"dia sudah datang sepagi ini sayang?" ujar Deva dengan suara serak khas bangun tidur.
"mungkin ada yang penting Dev. ayo, mandilah"
bukannya bangkit, Deva malah menarik caera ke dalam pelukannya. memeluk erat seperti bantal guling.
"Dev, mandi dulu"
"sebentar lagi sayang"
"terus mau ngapain begini?"
"kangen kamu"
caera terkikik. mengelus dada tela njang Deva.
"baru aja tidur bareng. masak sih sudah rindu?"
"aku selalu rindu kamu sayang"
caera membalas pelukan Deva. mengecup pipi suaminya.
"sudah. ayo mandi dulu. aku siapkan air ya?"
Deva diam sejenak. lalu tiba-tiba melepaskan pelukannya.
"baiklah. siapkan air nya sayang"
caera mengerutkan keningnya. melirik Deva yang tampak tenang berbaring telentang. tapi caera menepis pikirannya. beranjak ke kamar mandi menyiapkan air untuk mandi Deva.
setelah di rasa cukup, caera melangkah keluar dari kamar mandi. tapi belum sempat keluar, Deva sudah menghadangnya di pintu. membuat caera kaget.
"apaan sih sayang? aku kaget "
Deva tersenyum. menaruh tangannya ke pinggir pintu, dan bertolak pinggang.
"mau kemana sayang?"
"aku keluar dulu Dev. kamu mandi. aku mau menyiapkan baju kamu"
Deva diam. lalu menggerakkan kedua alisnya naik turun dengan senyum simpul.
"istri yang baik, harus memandikan suaminya"
alamaaakk.. modus bener kamu Dev
tapi caera menurut saja. berbalik lagi dan menunggu Deva masuk. Deva masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu. membuka boxernya begitu saja. caera mencoba bersikap biasa saja. sudah mulai membiasakan diri dengan ke usilan suaminya.
Deva masuk ke bathup. duduk merendam sebagian tubuhnya. caera mendekat, duduk di pinggir bathup.
"tolong sayang. gosok punggung ku" ujar Deva.
caera mengambil spons dan sabun cair. lalu mulai menggosok punggung Deva dengan telaten.
"dadanya juga sayang"
"kamu bisa dadanya Dev"
"pakai spons sayang" rengek Deva.
menurut saja. caera mulai menggosok bagian dada Deva. Deva menyandarkan tubuhnya agak rebahan. mempermudah kerja caera.
sesekali Deva menyiduk air di bathup, dan menyiram dadanya. tapi makin lama, ia menyiram agak sedikit kencang. air itu jadi memercik mengenai baju caera.
"pelan-pelan Dev. aku basah ini"
"maaf sayang"
lalu Deva duduk tegak lagi. menyuruh caera menggosok punggungnya lagi. caera menurut. Deva mengulangi menyiram punggungnya dari depan. kali ini lebih kencang. membuat baju caera jadi basah di bagian dada.
"Dev, aku basah. pelan-pelan dong"
"buka saja bajunya sayang. sekalian ganti"
caera menghela napasnya perlahan. lalu berdiri, dan membuka bajunya. hanya tinggal da lama saja. menggelung rambutnya asal-asalan menggunakan penjepit rambut. Deva melirik caera dan menelan salivanya kasar. lalu memalingkan pandangannya, pura-pura cuek. masih menyirami punggungnya.
caera balik lagi ke belakang Deva. tapi Deva mencegah.
"sayang, masuk sini. gosok dada ku dari depan"
"disini saja Dev. aku sudah mandi"
"ayo lah sayang. biar menggosoknya bersih" ujar Deva membujuk.
__ADS_1
caera menurut. masuk ke bathup dan duduk di depan Deva.
"dekat sini Ra, biar gampang"
Deva menarik tangan caera mendekat. mendudukkan istrinya di pangkuannya. caera menggosok dada Deva perlahan.
"punggung ku lagi sayang"
Deva merapat ke dada caera. hampir memeluknya.
"tadi kan sudah Dev"
"sekali lagi biar bersih"
caera menatap mata Deva. Deva hanya tersenyum. dengan sabar, caera mendekat dan menggosok punggung Deva.
mereka jadi melekat lengket. deva memeluk tubuh istrinya. sesekali menyiram punggung caera dan menggosok punggung itu juga.
menge cup pundak Caera. dan lama kelamaan, bukan hanya menggosok dan menyiram punggung caera. tapi pelan-pelan Deva membuka pengait bra istrinya.
"Dev.. aku sudah mandi"
"ini sayang, biar gampang menggosok punggungnya" ujar Deva santai.
caera membiarkan Deva melempar bra nya di sembarang tempat. caera masih sibuk menggosok punggung Deva.
Deva menempelkan dada mereka. membuat ujung dada caera memenpel pada dadanya. Deva bergerak perlahan. air bathup yang bercampur sabun, membuat gesekan itu menjadi licin.
caera mulai merasakan gelagat tak beres dari Deva. naga di bawah sudah terasa menggembung.
"Deevv.." suara caera bergetar merasakan sensasi licin di dadanya karena gesekan dada Deva.
"hmm.. apa sayang?" bisik Deva.
"man.. di Dev"
"iya.. ini kita mandi"
"tapi.. uh.. " caera mele nguh.
"apa sayang?"
"itu.. kamu.."
Deva merenggangkan jarak mereka. menatap wajah istrinya. lalu menunduk men ji lat ujung dada caera.
"uuhmm.." caera tersentak kaget.
Deva mendongak lagi. menatap mata sayu caera.
"kita mandi sayang"
memainkan lidahnya di puncak mungil itu. mengu Lum dan menggigit kecil, membuat caera meremas rambut Deva gemas.
melepaskan ku lu mannya dan menatap wajah caera lagi.
"kamu suka sayang? hmm?"
Deva meremas gundukan bulat itu. me mi Lin ujungnya. dan men ju lurkan lidah nya meminta caera menyambutnya.
sedikit menunduk caera menyambut lidah hangat Deva. meny esapnya perlahan. membuat Deva menggeram pelan.
lidah itu membelit dan men ji lat lembut. menjelajahi setiap inci mulut caera. melepas ci Uman itu, terengah mengambil napas.
Deva menge cup leher istrinya. men ji lat di sana. mengetatkan pelukannya. caera mendongak terengah.
"sayang... Jacko.. uuhh.. menung... gu mu.." racau caera teringat Jacko menunggu Deva.
"hhhmmm.. biarkan dia. uummm.."
Deva tak menghiraukan racauan istrinya. ia menarik caera untuk berdiri. melorotkan da laman caera sampai lepas seluruhnya. menatap gundukan mulus di depannya.
menyentuhnya pelan sambil mendongak keatas melihat wajah caera yang mengernyit sendu merasakan sentuhan Deva.
"sssshh.. sayang.. ini hangat sekali" Deva menelusupkan jari terlunjuknya ke bela Han gun dukan itu. pandangannya masih mengarah pada wajah caera. makin gemas ketika melihat wajah itu meresapi rasa yang tercipta.
"aaahhh.. deeeev.."
le nguh caera mendesis. berdiri dengan lutut gemetar. mere mas da danya sendiri. melihat ekspresi menggoda istrinya, Deva makin menggeram dan mende sis berat.
menaikkan sebelah kaki caera, menumpukan ke pinggir bathup. celah itu terbuka sedikit. indah sekali. gemas Deva men ju lurkan lidahnya. men ji lat kacang mungil yang mengin tip malu.
"iiissshhh... deeeev... aahh.."
caera memegang kepala Deva yang bergerak teratur di bawahnya. meremas rambut itu dengan gemas. Deva menggerakkan Li dahnya naik turun. menyapu semua bagian celah yang terbuka.
menggeletar lutut caera menerima rang sangan itu. tubuhnya sesekali menyentak ketika Li dah Deva menyapu lembut kacang kecilnya.
"sssshhh aahh.. aku tidak tahan sayang..."
Rin tih caera tertahan. terengah kehabisan napas. merasakan banyak kupu-kupu menggelitik bagian bawah perutnya yang mene gang.
"ssshhh...ayo sayang"
Deva mene lusup kan jarinya ke dalam.
"uuhh... hangat sekali"
__ADS_1
memaju mundurkan dengan teratur. lidahnya masih men ji lat kacang kecil itu dengan ritme sedikit cepat.
"aaaahhh... deeeevv!!"
jerit caera menarik tubuhnya dan ambruk memeluk leher Deva erat. tubuhnya mengejang kuat dan bergetar.
Deva membalas pelukan caera dan tersenyum senang. ia sangat merasa bersemangat ketika melihat istrinya tumbang akibat ulah nakalnya. membiarkan caera Menik mati sisa Pele pasannya.
"kamu puas sayang? hmmm?"
Deva menge Cupi leher caera. men ji lat di sana. caera mulai merenggangkan pelukannya. menatap Deva. mengangguk tersipu malu.
Deva mulai menaikkan Bo Kong istrinya. sedikit menggantung dan mengarahkan naganya ke celah yang terbuka.
"Dev, aku.."
"ya, sayang? ada apa? hmm?"
"aku tidak bisa posisi ini.."
"kenapa sayang? kamu tidak tahan? hmm?"
caera mengangguk. Deva tersenyum. menge cup bibir caera sekilas.
"kita buat posisi ini memberi mu banyak pelepasan sayang. hmmm... kamu bukan tidak bisa Ra.. tapi... ssshhh... astaga.. kau membuat ku gila sayang..."
Deva melu mat bibir caera. melepasnya lagi
"hhhh.. Dev.. "
"hmm?"
"aahh.. sshhh.."
caera memejamkan matanya. Deva menggesek kacang kecilnya lagi dengan kepala naga yang kokoh. membuat caera menggelinjang nik mat.
"kamu suka sayang? hmmm..? posisi ini favorit kamu.. hmmm?"
saling menatap satu sama lain. menahan napas menanti penyatuan yang membuat candu oleh rasa mabuknya.
setelah di rasa pas, caera menurunkan bo kongnya. sedikit demi sedikit, lalu amblas seluruhnya.
"uujmmmppphhh" caera merasa sesak di bagian bawah.
"aaahhh" Deva mendongak memejamkan matanya. meresapi rasa indah tiada Tara. terasa di urut dan menje pit ketat.
membuka matanya, dan menatap istrinya lagi. terengah membuka mulutnya. caera menggigit kecil bibir merahnya. melihat ekspresi Deva menahan nik mat.
"aauhh... bergeraklah sayang. sssshh.. kau nikmat sekali"
caera menurut. berpegangan erat pada tengkuk Deva, lalu menggerakkan perlahan pan tatnya naik, lalu turun dengan perlahan sekali.
rasa sensasi yang membuat hayalan Mela yang jauh. terbang bersama awan empuk yang nyaman.
sisa pelepasan dan air bathup yang bercampur sabun, membantu memudahkan benda keras itu melaju lancar dalam intinya.
"aaahhh... ssshh.. istri kuuu... kau nikmat sekaliii.. " Deva me lenguh mendongak dan memegangi bo Kong istrinya erat. mengikuti irama caera dengan hikmat.
caera makin lancar me naik tu runkan. mendesis keras. dadanya bergun Cang kencang.
"deeevv... sayaaaanghhh..."
caera mulai meracau, masih aktif naik turun. Deva meremas dada Yeng membusung indah di depannya. menarik ujungnya pelan. memi Lin sambil saling menatap satu sama lain.
"aahhh.. Dev.. aku.. maaaa..aauuu.."
"ya sayang, sebentar lagi.. tahan sedikit"
Deva memegang lagi pan tat caera. menahannya menggantung. lalu bergerak dari bawah menghentak istrinya dengan ritme agak cepat.
kecipak air bathup menambah suasana seru di dalam kamar mandi. de sa Han memikat dan peki kan caera bersatu riuh.
caera telah membuat Deva lumer. caera mampu membuat Deva kecanduan. deva menghu jam lebih dalam. membuat caera makin belingsatan.
"sebut nama ku Ra.. ayo.. sayaaanghh.."
"aahh.. deevvvhhaaaa... aku tidak tahaaannn... "
caera meremas bahu Deva erat. sedangkan Deva makin bersemangat menggempur caera dari bawah.
"look at me honey..sshhh"
saling menatap sayu. rin tihan caera menggema memenuhi kamar mandi. dan akhirnya sama-sama menjerit dengan Leng uhan panjang.
"aaaaakkhhhgggg"
Deva memeluk istrinya erat. me ma gut bibir merah nan menggoda. caera melepas pa gu Tan Deva. memeluk suaminya dengan penuh rasa cinta.
sudah lupa kalau Jacko menunggu. mungkin dengan wajah cemberut karena di cueki.
❤️❤️❤️❤️💖💝💖💖💖❤️❤️❤️❤️
readers...
jangan membayangkan milik Deva itu seperti a nu nya monster ya. karena otor bilang... Bess Ar, berrr.. otot.. dan... pannn..jhhaang...
bukan berarti seperti belalai gajah ya 😝😝😂😂😂😂
__ADS_1
kalau seumpamanya ukuran normal angkanya 5, ya Deva dapat angka 6 la gitu. 🤭🤭🤭
dan, caera itu bukan polos seperti makna yang sebenarnya, atau polos seperti ABG yang masih perawan tingting. tapi caera pemalu. gak biasa mesum. jadi sering kaget kalau Deva beraksi ero tis 🥰👍