
mereka sampai. caera terkagum-kagum melihat pemandangan yang tersaji. lautan biru membentang luas dengan pasir pantai berwarna pink. sangat memukau.
mereka menuju cotage yang langsung menghadap ke pantai. sangat indah. caera sampai tidak berhenti terenyum dan berdecak kagum.
mereka semua menuju ke cotage masing-masing. caera berdiri di depan pintu kaca dan menghirup udara bebas khas laut sebanyak-banyaknya.
"kau suka sayang?" tanya Deva sambil memeluknya dari belakang.
"iya Dev. aaaaa... sangat indah!" caera bersorak bertepuk tangan kecil saking bahagianya.
tapi tiba-tiba ia teringat Gino. bocah itu tidak dapat menyaksikan keindahan yang tersuguh di depan mata caera.
"kenapa Ra?" Deva menyadari wajah muram caera.
"Gino. sedang apa dia sekarang? dia tidak bisa bersama kita Dev" ujar caera sedih.
"tidak apa. nanti setelah Gino libur, kita bawa dia jalan-jalan. hmm?"
caera mengangguk.
keadaan cotage sangat nyaman. ada kolam renang juga yang langsung menghadap ke laut lepas.
caera melingkarkan tangannya ke leher Deva. menatap wajah tampan suaminya. Deva melingkarkan tangannya di pinggang caera. saling menatap penuh cinta.
"terima kasih sayang. ini indah sekali"
"ini semua untuk mu cinta ku"
Deva mene cup bibir istrinya lembut. caera memejamkan mata meresapi indahnya surga dunia. Deva melepaskan pagu tannya. tersenyum menatap istrinya.
"kamu lelah sayang?"
"tidak juga. tadi juga aku tidur"
"mau satu ronde?" Deva mengedipkan sebelah matanya menggoda.
"ah, mesum sekali suami ku" caera tersipu malu.
Deva menariknya ke ranjang. merebahkan caera di sana. Deva ikut berbaring di samping caera. menyangga kepalanya dengan sebelah tangan menekuk.
menatapi wajah istrinya yang sangat cantik. mengelus bibir yang selalu membuatnya mabuk kepayang.
caera memiringkan tubuhnya menghadap Deva. memegang pipi suami tercintanya.
"aku mencintai mu Dev" ujar caera lirih.
__ADS_1
Deva tersenyum. sekarang istrinya selalu mengatakan cinta tanpa di minta. itu membuat Deva sangat berbunga-bunga.
"aku lebih mencintai mu sayang" jawab Deva.
indahnya mencintai dan di cintai. tak ada yang bisa mengalahkan rasa ini. seluruh dunia akan tunduk dengan yang namanya cinta. jika cinta telah berlabuh di hati seseorang, maka oranng itu akan selalu menunduk syahdu rela berkorban demi cintanya.
****
malam harinya, caera dan Deva makan malam romantis di pinggir pantai. berdua menikmati makan malam dengan cahaya lilin yang berpendar tertiup angin.
Dira duduk agak menjauh. dan Jacko ada bersamanya. Richard belum muncul. entah di mana pria itu. tadi setelah makan siang, dia menghilang entah kemana.
Dira melirik Jacko. pria black sweet ini hanya diam mengawasi sekeliling. Dira agak segan mengajak bicara bos nya ini. karena mereka ke tempat ini juga bukan untuk agenda liburan. tapi bekerja mengawasi dan mengamankan bulan madu majikan mereka.
"makan lah lebih dulu kalau kau lapar. dengan melirik ku terus, kau tidak akan kenyang" ujar Jacko tiba-tiba.
Dira agak kaget mendengar itu. bagaimana tuan asisten yang galak ini bisa tahu kalau sedari tadi dia meliriknya terus?
"tidak tuan Jack. aku belum lapar" jawab Dira tegas.
Jacko masih menatap ke depan. hanya matanya yang bergerak menyapu sekeliling tempat Deva dan caera makan malam.
"kau masih ingin melanjutkan kontrak mu?" tanya Jacko lagi dengan suara datar.
Dira menghela napasnya berat.
"pihak intelegen menginginkan mu kembali. bagaimana menurut mu?"
Dira menunduk. memikirkan sesaat apa keputusannya. lalu mendongak menatap deburan ombak yang saling berkejaran menggapai bibir pantai.
"aku lebih nyaman bersama nona caera, tuan" jawab Dira.
"karena kau bisa melihat Richard?"
deg!
pertanyaan yang menusuk langsung di jantung Dira. tapi dia mencoba tenang di depan pria yang punya intuisi sangat tajam ini.
"bagaimana dengan cloe? kau tidak ingin bersamanya?" tanya Jacko lagi sedikit melirik Dira.
Dira diam sejenak. tidak langsung menjawab pertanyaan Jacko.
"dia menginginkan ku hanya karena cloe. aku tidak bisa" jawab Dira akhirnya.
Jacko diam. begitu banyak cerita kehidupan pada diri masing-masing individu di dunia ini. Jacko melihat itu dengan bergidik ngeri. cinta memang indah. tapi itu pada awalnya. jika cinta telah pergi, maka hati hanya meninggalkan luka yang susah di sembuhkan. itu mengapa Jacko tidak pernah ingin jatuh cinta.
__ADS_1
"bagaimana jika dia benar-benar mencintai mu? apa kau tidak berpikir ke sana?"
Dira menggegat grahamnya. mengingat betapa pedih hati dan jiwanya menderita karena perbuatan si tuan Casanova yang menyebalkan itu. apa dia bisa memaafkan?
"aku ingin menghajarnya lebih dulu" jawab Dira dingin.
Jacko menoleh ke arah Dira. menatapnya skeptis.
"orang yang jatuh cinta, terkadang hati dan bibirnya tidak kompak"
Dira tersentak. sangat mengerti apa arti perkataan Jacko. matanya memanas. perih. matanya perih oleh air mata yang mendesak ingin keluar. tapi hatinya lebih terasa perih lagi mendengar kata-kata Jacko.
pertanyaan Jacko mengusiknya. bertanya dalam hatinya yang paling dalam. benarkah mulut dan hatinya tidak kompak? dia menginginkan sesuatu yang penting. tapi seringkali keinginan itu berlalu begitu saja hanya karena hati yang melemah.
terlihat Deva dan caera berdansa romantis diiringi musik yang mendayu, dan tawa ceria dari kedua pasangan yang sedang memadu kasih itu.
mata Dira mengikuti gerakan dan candaan keduanya. hatinya berdesir halus. suatu hari nanti, bisakah dia merasakan cinta seperti mereka? atau akan tetap menjadi wanita keras yang tak punya hati?
rasa sakit itu memupuknya begini. rasa di campakkan yang membuat hatinya mengeras seperti karang. merasa benci akan cinta. harus tetap setia pada penyamaran yang berubah-ubah. untung Jacko dan Deva menemukannya. dan bisa membuat arahnya sedikit lurus menatap kedepan.
selama ini hidupnya hanya di penuhi kekerasan, akibat ingin melampiaskan rasa sakit yang tak kesampaian. begitu bertemu dengan tujuan, dia malah semakin lemah ketika melihat sesosok mungil yang sungguh menggetarkan hati.
tapi sayang. yang di tujunya itu tetap seperti semula. terlalu mengumbar ketampanannya dan mempermainkan banyak hati. Richard. nama itu terpatri kuat di dalam hati yang terluka.
membuatnya bekerja keras mencapai tujuan paling atas. dan setelah mencapai itu, tetap hanya kekosongan yang ia temui.
cloe. gadis kecil yang pernah ada di tangannya selagi masih bayi merah. yang bisa membuatnya menagis bertahun-tahun. dan air mata itu masih tidak akan bisa membayar kerinduan yang ia simpan sejak lama.
tapi susah merengkuhnya. ia terhalang tembok besar transparan nan menjulang tinggi. hanya bisa melihatnya dari jauh tanpa bisa menyentuhnya.
air mata itu menitik juga. jatuh menetes di tangannya. Dira menatap tetesan air matanya nanar.
"pergilah ke kamar mu. jangan menagis di sini. kau mulai terlihat lemah" ujar Jacko mengusir Dira.
tak berani membantah. Dira bangkit berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Jacko yang masih tegak di belakangnya.
melangkah gontai tak bersemangat. kenapa suasana hatinya jadi bertolak belakang dengan acara bulan madu nona caera yang penuh keromantisan?
"hhhhhh"
Dira menghela napas dan menyeka air matanya. melangkah masuk kedalam kamarnya yang gelap.
menyalakan saklar lampu di dinding kamar. menghempaskan tubuhnya di kasur yang empuk. merentangkan tangannya ke kiri dan kanan. kakinya masih tetap menjulur ke lantai.
"bodoh sekali kau mau melihat orang bermesraan"
__ADS_1
deg!!