DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 158


__ADS_3

Kabar pernikahan Jacko sudah menyebar di kalangan keluarga Deva. semua orang memberi selamat pada Jacko. apalagi Deva. dia meninju lengan Jacko berkali-kali. tak percaya Jacko mengambil keputusan secepat itu.


Malam ini mereka berkumpul di club milik Deva. Zaki baru sampai. dan Richard masih asik di lantai bawah minum dengan beberapa temannya.


"Waaahh... selamat Jack. sebentar lagi kau melepas perjaka mu"


Zaki memeluk Jacko dengan erat. terlihat senang akhirnya Jacko mau menikah. dan pilihannya jatuh pada Neneng si gadis agresif.


Jacko hanya mengucapkan terima kasih tanpa bersemangat.


"akhirnya.... si asisten hebat luluh juga.. haha.." Zaki tertawa senang.


Jacko hanya meliriknya tak bersemangat.


"hey.. ayolah Jack. kenapa kau cemberut begitu?" Zaki menendang kaki Jacko.


"apa sih kau ini?" Jacko menendang balik kaki Zaki dengan kesal.


"haha.. dia masih belum percaya pada ku zak. menikah itu enak Jack. bagaikan di surga. kau akan merasakan surga itu kapan pun kau mau" sambung Deva.


"seperti sudah pernah di surga saja" gumam Jacko melirik Deva skeptis.


kedua pria itu hanya tergelak melihat Jacko jangkel.


"mana si pejantan tangguh?" tanya Zaki.


"yah.. kau tahu lah.. biasa.. bersenang-senang" jawab Deva melirik ke arah lantai bawah.


mendengar itu, Zaki beranjak ke pagar pembatas lantai atas. melongok ke bawah mencari keberadaan Richard. Tampak Richard sedang minum dengan beberapa orang. dan ada Wulan di sana. Wulan mantan pacar Richard dulu.


Zaki geleng-geleng kepala melihat Richard. sepertinya Richard sudah terlihat mabuk. asik berceloteh di pelukan Wulan.


Zaki kembali lagi ke tempat duduknya. masih tertawa lebar dan geleng kepala.


"masih belum sadar juga dia rupanya" ujar Zaki.


"biarlah. aku tahu dia sedang tidak baik" ujar Deva.


"kenapa?" Zaki mengerutkan keningnya.


"ibunya cloe selalu menolaknya"


"siapa?" Zaki tampak antusias.


"Richard tidak bilang pada mu?" tanya Deva lagi.


"tidak"


"ahh.. kalau begitu, tanyakan sendiri padanya" ujar Deva. tak ingin mendahului Richard.


"aku kira kau punya nama lain" Zaki menaikkan alisnya.


"maksud mu?" Deva balik bertanya.


"kenapa kau jadi balik bertanya pada ku?" sarkas Zaki.


"jadi kau sudah tahu?"


"bukan aku. tapi paman Clark"


"what?!" Deva kaget. ternyata pamannya sudah tahu siapa ibu dari cucunya.


"ya. paman Clark bukan orang bodoh Dev. kau tahu itu"


"tapi bagaimana?"


"dia memperhatikan Dira. apa kau tidak sadar, cloe dan Dira hampir mirip?"


"astaga!"

__ADS_1


Deva mengusap wajahnya kasar. pasti nanti pamannya akan menuduhnya menjauhkan cloe dari ibunya.


"jangan khawatir. aku sudah menenangkan paman. tapi aku tidak janji jika dia akan menjotos wajah kalian berdua" Zaki mengejek Deva dan melirik jacko.


Jacko diam saja. pandangannya terlihat kosong. Zaki tidak pernah melihat Jacko seperti ini sebelumnya. Jacko selalu terlihat waspada. walau kekakuannya akan mengendur sedikit jika mereka sedang bersama.


"hey Jack. apa kau mendengar ku?"


Zaki melambaikan tangannya di depan wajah Jacko. ingin memastikan kalau Jacko masih mendengarkan pembicaraan mereka.


"aakkhh.. apa sih kau?"


Jacko menepis tangan Zaki. membuat Zaki tergelak melihat Jacko jengkel.


"kau terlihat tertekan, kawan. ayolah... katakan pada pakar hati ini. kau pasti akan lega" Zaki menepuk dadanya.


"tidak lucu zak" jawab Jacko jengah.


"kau akan menikah. tapi kau terlihat tidak bahagia" sambung Zaki.


Jacko hanya diam lalu melirik Deva sekilas. dan Deva hanya menatapnya tajam.


"hey.. kalian!"


mereka menoleh kearah tangga. Wulan menjerit sambil memapah tubuh tegap Richard dengan kepayahan.


"jackooo.. tolong aku!" jerit Wulan lagi dengan jengkel melotot ke arah Jacko.


dengan malas Jacko bangkit dan menolong Wulan yang kepayahan menaiki tangga dengan tubuh Richard di sampingnya.


memapah Richard sampai ke sofa. lalu merebahkannya disana. Richard sudah mabuk berat. mengoceh tak tentu arah. Wulan tampak kesal sekali. mengibaskan rambut kerlinya dengan kasar.


"urus teman kalian ini. menyusahkan saja" sentak Wulan.


Deva diam saja menatap Wulan tajam. Zaki hanya tertawa melihat wanita dengan pakaian minim itu kesal.


"kenapa? bukannya dia lelaki mu? kenapa membawanya ke sini?" tanya Jacko dingin.


"apa maksud mu?" tanya Deva mulai tersinggung.


"Dev, dia bukan kekasih ku. aku tidak mau punya kekasih lemah sepertinya" ujar Wulan berani.


"waahh.. bi nal sekali kau" ujar Jacko mulai naik darah. "kau ingin lelaki sekuat apa?"


Wulan melirik Jacko sinis. tersinggung mendengar apa yang di katakan Jacko.


"tuan asisten yang terhormat. maaf ya, teman mu ini memang lemah. jangankan membuat ku puas. membuat senjatanya bangun pun dia tak mampu. apa itu tidak lemah namanya?"


deg!


mereka bertiga saling tatap dengan kaget. tak percaya apa yang dikatakan Wulan. senjata Richard tidak bangun? benarkah?


"kenapa kalian diam?" Wulan menatap ketiga pria itu bergantian. "aahh.. sudah lah. kalian urus saja lelaki lemah ini. aku pergi"


Wulan beranjak pergi. meninggalkan mereka bertiga yang saling menatap dengan tegang.


"kalian dengar itu?"


ujar Zaki menatap keduanya bergantian. dan mereka berdua hanya menatap Richard yang meracau tak jelas karena mabuk.


"hheeehh.. kaliaaan.. heg! apa yang kalian lihaaat.. heg!" racau Richard.


mereka bertiga hanya menatap Richard dengan pikiran berkecamuk. Richard bicara sambil sesekali cegukan. Deva langsung mengambil ponselnya dan merekam Richard.


"heg! kau!" Richard menunjuk Jacko. "kau menyembunyikan... iiiibu heg! nya Cloe!!!" sentak Richard.


"kaaauuu..." kini Richard menunjuk Deva. "aku tidak bisa... heg! lemah di depannya..heg!! hiksss..hikss..."


tiba-tiba saja Richard menangis terisak. baru kali ini mereka melihat Richard menangis. setelah sekian puluh tahun, baru kali ini Deva melihat Richard menangis lagi.

__ADS_1


mereka ingin terbahak melihat mabuk nya Richard. tapi ini tidak saatnya untuk meledek Richard. pria itu sedang dalam pengaruh alkohol yang kuat. dia tidak sadar telah meracau.


"aku mencintainya Dev.. hikksss.. hikss.. " sengguk Richard. "tapi dia seperti algojo.. heg! hikkss.. hikss.. dia selalu menghajar ku heg!! jaaaacckkk"


Zaki tertawa tertahan. menutup mulutnya agar tawanya tidak pecah. sementara Jacko hanya tersenyum simpul. dan Deva, Deva sibuk merekam aksi mabuk Richard dengan terkekeh geli.


"diraaaaa... aku cinta kaamuuu.. heg!! huhuh.. huuuu.. huuu..."


Richard menangis meraung. mereka bertiga hanya terkikik geli melihat Richard dalam keadaan berantakan. air mata berlinang dan ingus yang meleleh.


Zaki mendekat. mengambil tisu dan melap ingus Richard.


"sudah lah rich. jangan menangis begini. aku jadi geli melihat mu" ujar Zaki sambil terus melap ingus Richard.


"aakkhh.. pergi kau! heg.. kau suka aku tertawa?! ini aku tertawa. heg! tapi aku menangis karena heg! ddiiiirrraaa...huuuuhuuu.. huuuu"


tiba-tiba saja Richard memeluk Zaki dengan erat. menangis meraung di dada Zaki.


"aahh.. tenang lah kekasih ku. aku akan selalu di samping mu. aku siap menjadi ibunya Cloe" ujar Zaki sambil menepuk-nepuk punggung Richard.


Richard menjauh dari Zaki. menatap wajah Zaki dengan seksama. seperti tidak mengenalinya.


"siapa kau?? kau Dira?"


"aku kekasih mu. apa kau mencintai ku?" jawab Zaki.


"ooohhh.. diraaaaa" Richard memeluk Zaki lagi. mengelus kepalanya dengan sayang. "Dira.. aku heg!! mencintai mu. tapi.. hikss hikss.. Jacko dan Deva menghalangi ku"


setengah mati mereka bertiga menahan tawa. melihat Richard yang lagi galau dalam keadaan mabuk. mengoceh dan menangis bersamaan.


sementara Zaki terkikik di pelukan Richard. melirik Jacko di sebelah Richard.


"sudah sayang. jangan menangis" ujar Richard lagi. dia mengira, Zaki menangis karena kikikan tawanya.


membuat Deva dan Jacko tertawa melihat itu. Richard masih belum menyadari siapa yang ia peluk.


Richard merenggangkan pelukannya. menatap wajah Zaki di depannya. menangkup wajah dokter muda itu dengan kedua tangannya.


"Dira.. heg! kenapa sekarang rambut mu heg!! pendek? apa kau dari barbershop?"


"hahahahhahhhh"


Deva dan Jacko terbahak. dan Zaki mulai panik. terlihat Richard mulai bersikap mesum.


"rich. lepaskan aku" Zaki memegangi tangan Richard di pipinya. ingin menarik agar terlepas. tapi Richard memaksa masih menahan tangannya di pipi Zaki.


"tidak. aku akan menikahi mu! heg! kau cinta ku!! heg!! uuuummmm.."


Richard memajukan bibirnya. monyong ingin mencium Zaki yang di kiranya adalah Dira.


"brengsek!!!"


maki Zaki kalang kabut. mendorong wajah Richard dengan keras. tapi Richard masih memaksa. menekan Zaki sampai hampir rebah ke sofa.


"wahahahahhhaaa..."


Deva dan Jacko terpingkal-pingkal melihat itu.


"riiichh!! sadar laaahh! aku bukan diraaa..." teriak Zaki.


mendorong dan menendang Richard agar melepaskannya. susah payah ia mendorong tubuh besar Richard dan akhirnya terlepas. menghindari menjauh dari Richard.


"brengsek! agresif sekali dia!" maki Zaki.


Deva dan Jacko masih tertawa terbahak melihat itu.


"heeyy!! kenapa kau lari dari ku?? siapa kau?" teriak Richard.


Zaki menatap Richard kesal.

__ADS_1


"aku bukan Dira! tapi aku surtiii!!!"


__ADS_2