DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 147


__ADS_3

Jacko menatap Gisel dengan kemurkaan. tak peduli lagi ini adalah hak Deva. dia sudah terlalu muak melihat sikap bodoh Gisel.


"heh.. bodoh!! apalagi yang kau harapkan dari Keenan? kau itu bodoh atau apa hah? kau membuat ku muak Gisel!"


Gisel melotot marah. belum pernah Jacko berkata kasar seperti ini padanya. tapi kini, setelah Deva menikah, mereka seakan melupakannya begitu saja.


"tutup mulut mu Jack! apa masalah mu pada ku hingga kau bisa bicara begitu?!"


Gisel ikut berteriak pada Jacko. dengan rasa geram yang luar biasa, Jacko mendekat pada Gisel. menyentuh pipinya dan mencengkram kasar.


"kau dengar ya! kau tanya apa masalah ku dengan mu?! hah?!" Jacko mengguncang wajah itu dalam cengkeramannya. membuat wajah Gisel berguncang dengan bibir maju kedepan.


"kalau tidak karena teman ku itu.. " Jacko menunjuk Deva tanpa melihatnya. "aku sudah membunuh kalian berdua sejak lama! kalau tidak karena paman Nugraha, aku sudah menyeret mu dan membuang mu ke kandang harimau!"


Jacko menyentakkan wajah Gisel. Gisel terhuyung begitu terlepas dari tangan Jacko. menangis terisak.


"jangan menangiiss!! aku benci melihat mu menangis!!!" bentak Jacko semakin marah.


Gisel makiin tersengguk dan meraung. bentakkan Jacko membuat hatinya makin nelangsa. apalagi Deva hanya diam saja.


Deva diam saja. sudah cukup masalahnya pada Gisel. Deva tidak mau mengotori hati dan tangannya jika menyangkut soal Gisel. hatinya telah beku. tak ada rasa kasihan sedikitpun.


"buka mata mu Gisel!! kau bukan orang yang tidak sekolah! kau bukan gadis remaja belasan tahun! lihat apa yang di lakukan Keenan selama ini!!" teriak Jacko lagi. emosinya sudah di ubun-ubun.


Gisel makin terpuruk sedih. entah kenapa selama ini dia masih saja buta akan cintanya pada Keenan. walau bara sekalipun yang harus ia lewati untuk bersama Keenan, dia akan siap melewatinya.


"kau membiarkan orang terdekat mu menangis dan terluka karena Keenan. apa yang kau harapkan darinya? hah??!!"


"aku mencintainya Jack. aku mencintai nya!!" teriak gisel.


"shut up!!! what the f**k of love do you have?!!!"


Jacko mengguncang tubuh gisel. wanita itu berguncang hebat. Jacko sudah sangat marah padanya.


"kau lihat dia! diaaaaa!!" Jacko menunjuk Deva lagi. "tidakkah kau berpikir bagaimana dia melewati rasa malu karena ulah mu??!! kau ingat ayah mu?!! bagaimana paman terluka karena durhaka mu??!!


"aku menganggap mu seperti saudara perempuan ku. tapi.. lihatlah kebodohan mu Gis. ya Tuhan.. kau sungguh benar-benar wanita bodoh"


Jacko menjauh dari Gisel. mengusap wajahnya kasar. sangat merasa gusar pada Gisel. wanita itu hanya tertunduk sedih.


mereka diam. hanya terdengar isakan Gisel yang merana. Deva hanya duduk menatapi Gisel. dan Jacko berdiri menghadap kaca jendela besar. menatap keluar gedung.


"kau tahu Gis, sangat rapat aku menyembunyikan kabar mu dari Deva. aku menyembunyikan kau selalu di siksa Keenan. karena kalau sampai Deva tahu, dia akan membunuh Keenan saat itu juga"


Jacko berbalik. memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


"tapi sekarang, kau semakin terlihat bodoh. aku bertanya pada mu, hanya alasan cinta kau bertahan?"


Gisel tidak bisa menjawab. hanya diam. menautkan semua fazel memori semua kelakuan kejam Keenan padanya. tapi hati itu tetap tak bisa mengatakan benci pada pria itu. Gisel menjerit dalam hati. menjerit minta jawaban pada dirinya sendiri.


Deva menoleh menatap Jacko tajam. berusaha mengorek apa yang ada di otak jacko. kenapa lelaki ini baru bisa menunjukkan marahnya pada Gisel sekarang.


"pergi lah Gis. tanya lah pada hati mu. apa yang kau dapatkan dari sikap bodoh mu itu" usir Jacko.


Gisel mendongak. menatap Jacko dan Deva bergantian dengan nanar dan Isak tangis yang masih terdengar.


"semua yang aku dan jacko lakukan, hanya ingin membuat mu sadar. kami tidak bisa membantu mu lagi. aku sudah berjanji pada paman untuk membantu mu. tapi aku kira, itu jauh dari jangkauan ku" ujar Deva.


Gisel menunduk lagi. lalu beranjak mengambil tas tangannya. bergerak ke arah pintu dengan tertunduk lemas. menoleh kebelakang sejenak.


"jika aku bisa berubah, apakah kalian masih bisa menjadi teman ku?" tanya Gisel.


Jacko dan Deva saling pandang. lalu bersamaan menatap Gisel.

__ADS_1


"aku tidak butuh janji mu. aku ingin melihat kesungguhan tindakan mu. kami selalu berdiri bersama mu" ujar Jacko.


"kau tetap putri dari paman Nugraha" sahut Deva.


Gisel menunduk lagi. pelan ia melangkah keluar ruang kerja Deva. mengulang di balik pintu yang menutup.


Jacko dan Deva saling tatap satu sama lain. bicara hanya melalui pandangan mata mereka. Jacko membuang pandangannya dan berbalik menghadap jendela kaca, melihat keluar gedung.


"kau mencintainya Jack?" tanya Deva tiba-tiba.


Jacko diam. tak ingin berbalik melihat ke arah Deva.


"aku kira otak mu sudah miring" jawab Jacko cuek.


"aku melihat itu di mata mu"


"edan kau"


"jangan bohong"


"jangan gila Dev"


"tapi itu terlihat jelas"


"jangan konyol Dev"


"ah aku rasa itu benar"


"jangan jadi bajingan Dev"


"aku akan menikahkan mu dengannya"


"aku akan membunuh mu"


"bodoh"


"kau yang bodoh. pengecut"


"jangan membuat ku jengkel Dev"


"tapi itu benar"


"tidak"


"ada Gisel di hati mu"


"cukup Dev"


"benarkah?"


"hentikan ocehan mu Dev"


"ahh.. ternyata aku salah"


"apa?"


"Neneng yang ada di mata mu"


"shi*!!"


"Minggu depan kau menikah"


"diam lah Dev"

__ADS_1


"harus Jack"


"aku benar-benar akan menutup mulut mu Dev"


"menikah itu enak Jack. Batang mu akan selalu tegak"


"diam lah Dev!!"


"hahaaha... kau akan merintih setiap malam"


"shut up bastrad!!"


dengan jengkel, Jacko berbalik. melirik Deva yang tergelak mempermainkan emosi Jacko.


"atau, kau penyuka sesama jenis Jack?"


"astaga! bisakah kau diam Dev?"


Deva diam. menatap lurus pada jacko. menyelidik ke dalam mata hitam itu.


"kau mencintai Gisel" tegasnya lagi.


Jacko menatap Deva tajam. tidak menjawab. lalu bergerak pergi keluar ruang kerja Deva. Deva hanya mengikuti kepergian Jacko dengan sorot mata tajam.


benarkah? benarkah apa yang di lihatnya tadi di dalam mata hitam yang tajam itu? Gisel? benarkah? sejak kapan?


Jacko menyembunyikan dengan baik? sepandai itukah dia menyimpan rasa cinta itu? sampai Deva tidak menyadari hingga sekarang? Deva melihat kilatan mata hitam yang menghujam Gisel tadi. rasa bercampur aduk yang tersimpan rapi. tapi dia, hanya dia yang bisa melihat percikan yang beriak kecil di mata Jacko.


sebodoh inikah Deva sampai tidak pernah menyadari itu?


Jacko. teman yang selalu mendampinginya menyimpan rasa cinta pada mantan tunangannya?


benarkah cinta itu bodoh? atau lebih tepatnya rumit? apa yang membuat rumit? orangnya, atau hubungan itu sendiri?


Ting..Ting..


Deva membuka ponselnya. pesan dari istrinya. mengirim gambar caera yang sedang duduk bersama ibunya. tersenyum manis menatap ke kamera.


caera. wanita ini adalah bidadari hatinya. memberinya kesan penuh rasa cinta. memberinya arti sabar yang telah ia pupuk dan semakin menebal di dalam hatinya.


"hhhaaahhh... caera. beruntung aku langsung bisa mendapatkan mu. masalah cinta membuat kita bodoh Ra. lihat lah teman-teman Ku. mereka masih menjalani rasa yang sulit itu. tapi kita, sudah melewatinya dan kita berhasil"


Deva bergumam sendiri di depan ponselnya seperti bicara pada caera.


mengirim balasan pesan pada istrinya.


i ❤️ u honey. wajah mu selalu membuat ku rindu. muuaaahh... 😘🥰😘 hanya melihat foto mu sudah membuat ku tegang. bukalah semua ketika aku pulang. jangan lupa. aku rindu de Sahan mu. Dedev ❤️


dan menerima jawaban dari istrinya.


sudah di buka sayang. cepat lah pulang.


Deva berbinar. ingin segera pulang saja rasanya.


sudah polos sayang?


pesan masuk lagi.


sudah sayang. aku sudah buka kandang hiu


mendelik Deva membalas.


😭 nanti putus sayang

__ADS_1


caera : 😝 gak apa Dev. buat sambal ado. terong di cabein


__ADS_2