DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 166


__ADS_3

Caera sudah di pindahkan ke ruang perawatan VVIP. Masih terbaring lemah, tapi wajahnya tak lepas dari senyum bahagia.


Deva selalu berada di sampingnya. Tak ingin meninggalkan istrinya barang sejenak pun. Mengecupi tangan Caera dengan sayang.


Semua keluarga sudah berkumpul di sana. Riuh mengobrol menantikan baby princes di bawa keruangan.


Jacko ada di luar, mengamankan situasi. Satu lantai gedung rumah sakit VVIP di kosongkan. hanya khusus untuk keluarga Deva saja.


Sementara para pemburu berita sudah banyak mengantri di depan rumah sakit, menantikan perwakilan dari Deva mengadakan konferensi pers. Dan pihak rumah sakit telah mengarahkan mereka ke aula untuk acara konferensi pers.


Berita kelahiran putri Deva sudah tersebar luas. Banyak ucapan selamat dari mulai media elektronik sampai kartu ucapan selamat pada Deva dan Caera.


Deva meminta Zaki dan Ziana dari pihak rumah sakit yang mewakili memberi berita pada media massa. Juga di dampingi Richard dan Jacko.


"Selamat sore semuanya"


Sapa Zaki membuka sesi konferensi pers. Semua kamera tertuju padanya. Ziana ada di sampingnya. dan Richard agak di belakang bersama Jacko.


"Terima kasih teman-teman media sudah setia menunggu"


Zaki mengedarkan pandangannya pada semua wartawan yang ada di depannya.


"Saya Dr. Zaki Firmansyah selaku kepala rumah sakit, mewakili tuan Deva Kamran Elliot mengucapkan banyak terima kasih pada semua teman-teman media yang sudah setia menunggu untuk mendengar berita ini"


Semua orang diam menyimak.


"Saya sendiri selaku kepala rumah sakit mengabarkan, siang tadi tanggal xx bulan xx tahun xxxx, pukul sebelas lewat lima belas, telah lahir dengan selamat dan dalam keadaan sehat, buah hati yang telah di nantikan tuan Deva dan nona caera."


Banyak wartawan yang bergumam riuh. Tapi Zaki masih mendiamkan saja. Meneruskan bicaranya di depan podium.


"Lahir dengan persalinan normal, dengan berat 3,35 kg, serta panjang 45 cm"


"Tuan Deva mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua orang atas doa terbaik, dan untuk rasa syukur atas kelahiran buah hatinya, tuan Deva mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir di pesta penabalan buah hatinya, Minggu depan"


Orang-orang riuh lagi. berkasak kusuk dengan heboh. lidah mereka sudah gatal ingin menanyakan apa jenis kelamin bayi Deva. tapi masih bersabar menantikan Zaki mempersilahkan bertanya.


"Dan sebagai tambahannya, tuan Deva akan menanggung biaya sekolah untuk anak-anak kurang mampu yang berprestasi, dan anak-anak yatim piatu yang belum terdaftar di yayasan tuan Deva. jadi, silahkan nanti anda mendaftar pada orang-orang kami yang telah kami tunjuk" sambung Zaki lagi.


"Saya rasa cukup sekian saja, dan terima kasih" Zaki menyudahi pengumuman berita bahagia itu.


"tuan Zaki, maaf. buah hati tuan Deva perempuan atau laki-laki?"


Zaki tidak segera menjawab. Dia melirik Jacko. melihat Jacko mengangguk, Zaki menatap para awak media di depannya lagi.


"kalian sangat penasaran ternyata"


semua orang tertawa dan begumam riuh mendengar candaan Zaki.


"Baiklah. biar tuan Deva sendiri nanti yang akan menyampaikan itu di acara Minggu depan. terima kasih"


Zaki menyudahi pidatonya. mereka turun dari podium. semua media merasa belum puas. tapi rombongan Zaki sudah pergi berlalu meninggalkan awak media.

__ADS_1


🌺


🌺


🌺


Seorang perawat masuk dengan membawa boks bayi. semua keluarga heboh ingin mendekat. tapi Deva sudah menghalangi mereka semua.


Deva lebih dulu mendekat ke boks bayi. takjub melihat bayi mungil itu tertidur lelap. sangat indah wajah perpaduan antara dirinya dan caera.


Dengan bangga Deva menggendong princes mungil di tangannya. mendekap di dadanya dan tak lepas matanya menatap wajah indah yang sungguh menggemaskan itu.


Semua orang mengerubunginya. semua bahagia. Semua mengucap syukur tiada henti melihat wajah mungil berbibir merah itu . Tapi orang pertama yang di serahi Deva untuk menggendong bayinya adalah ibu mertuanya.


Deva memberikan bayi mungilnya pada Rani, ibu mertuanya . Rani hanya bisa menangis terisak melihat bayi yang kini ada di dekapannya. Itu cucunya. cucu pertamanya. bayi yang di rindukan putrinya bertahun tahun.


Rani mengecup pipi cucu pertamanya. lalu menatap caera yang juga tersenyum menatap ibunya dengan air mata berlinang di sudut matanya. caera mengangguk kecil pada ibunya. menyatakan dari pandangan mata mereka bahwa benar itu putrinya.


semua orang berwajah sumringah. berseri-seri bahagia. Tapi Jacko sedari tadi menatap Richard yang bersikap aneh. dari mulai membawa caera ke rumah sakit, menemani Zaki di podium, sampai sekarang ini, Richard terlihat kosong dan banyak menunduk.


"hey" Jacko menyenggol Richard. "kau kenapa?" tanyanya setelah Richard menoleh padanya.


tapi bukannya menjawab, Richard malah tertunduk lagi dengan wajah muram.


Ditengah-tengah kebahagian yang tercipta, tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan jatuhnya Richard berlutut di depan Dira. menunduk dalam sambil menangis terisak.


Dira sampai terlonjak kaget dan mundur sampai mentok ke tembok. menatap semua orang yang memandangi mereka berdua dengan heran. tapi tidak dengan paman Clark ayahnya Richard. lelaki itu tersenyum melihat anak lelakinya sekarang menghilangkan genggi tingginya.


Dira merasa tak enak hati di pandangi keluarga Richard. terlebih ada Cloe yang melihat Daddynya berlutut di depan Dira.


"Dira, maafkan aku"


ujar Richard dalam Isak tangisnya. Dira masih diam saja.


"Maafkan aku tidak mendampingi mu saat kehamilan cloe"


seketika semua keluarga bergumam heboh. apalagi cloe. gadis kecil itu tercengang antara mengerti dan tidak. Jacko dan Deva hanya tersenyum simpul melihat pria bergengsi tinggi itu akhirnya luluh.


"Aku melihat nona Caera berjuang. dan aku ingat pada mu. tolong maafkan aku. aku mencintai mu"


Mata Dira berkaca-kaca. Orang yang pertama kali di lihatnya adalah Caera. Caera pun mengangguk pada Dira.


"maukah kau menikah dengan ku Dira?"


Dira menatap semua orang. berhenti pada cloe. gadis kecil itu pun menatapnya. hati Dira bergetar perih.


"kenapa baru sekarang rich?" tanya Dira pada Richard.


"aku mencari mu bertahun-tahun. aku ingin menikahi mu. tapi kau selalu menghindar. aku mencintai mu. ingin mengatakan itu sejak lama. tapi, aku takut"


"takut apa? takut paa wanita mu marah?"

__ADS_1


Richard menggeleng. mendongak menatap manik mata Dira di atasnya.


"aku takut. setiap aku ingin mengatakan cinta, kau selalu meninju dan menendang dengan jurus karate mu. tulang ku hampir patah Dira"


mendengar pengakuan Richard, semua orang terkikik geli. sampai Dira melengos malu dengan pipi merona.


"cloe" Richard memanggil cloe.


gadis kecil itu mendekat. menempel pada papanya. menatap Dira dengan malu-malu.


"ini mama. dia mama cloe. cloe mau jadi anak mama?" tanya Richard.


hati Dira menjerit keras. ingin rasanya gadis itu berteriak mengatakan ia rindu cloe. tapi di tahan mati-matian. takut cloe menolak.


gadis imut itu meraih tangan Dira. menggenggamnya. menatap mata Dira yang sudah di banjiri air mata.


"mama" ujar gadis itu lirih.


seeerrr...


darah Dira berdesir membuat merinding sekujur tubuhnya mendengar cloe memanggilnya mama. dengan tanpa aba-aba lagi, langsung Dira memeluk putrinya erat. menciumi seluruh wajah cloe. menumpahkan rindu bertahun-tahun yang hanya dapat di pendam dan mengintip dari jauh.


"putri mama. cloe" ujar Dira di sela Isak tangisnya.


Richard memeluk Dira dan cloe. menangis bersama. momen bahagia kelahiran putri Deva diwarnai dengan suasana haru bertemunya seorang ibu dengan putri kandungnya.


semua yang melihat itu juga tersengguk haru. Clark dan istrinya mendekati Richard. ikut berjongkok.


"jangan berpisah lagi. hilangkan ego kalian berdua demi cloe" ujar Clark.


Richard dan Dira saling pandang dan mengangguk bersama. akhirnya Richard mengakui cintanya. dan Dira menerima Richard kembali.


Jacko hanya menatap adegan itu dengan hati yang hampa. di antar banyaknya orang di ruangan ini, hanya Neneng dan ibunya yang tidak ada.


"hhh.. suatu hari nanti aku juga ingin seperti kalian" gumam Jacko tak terdengar siapa pun.


"ooeeeekkk.. oooeeekkk..."


princes menagis. semua orang yang tadinya menangis haru, kini menoleh menatap bayi mungil itu.


"oowwwhh.. cucu ku juga ikut terharu" ujar Soraya.


"dia ingin menyusu jeng" ujar Rani.


"aahh.. sudah lapar rupanya. ayo sini, biar nenek bawa pada ibu mu ya"


Rani berjalan mendekati Caera. menyerahkan bayi mungil itu pada ibunya. Caera menyambutnya. menatap putri kecilnya yang seketika diam begitu berada di pelukannya.


"sayang, kau membawa kebahagian. lihat lah baby. baru saja kau datang kedunia, tapi kau sudah membatu paman mu mendapatkan cintanya" Caera mengecup pipi bayinya.


"selalu menjadi putri ku yang akan membawa kebahagian di dalam hidup ku sayang"

__ADS_1


__ADS_2