
caera masih diam tidak menjawab. hanya matanya menatap Maya dan vivi dengan marah.
melihat kedatangan Deva dan Jacko, Anggi dan Vivi bergeser mundur dengan takut. tapi Maya malah maju. sepertinya nenek ini tidak menyadari siapa Deva.
"ahhh... pembeli mu sudah datang ya? menjijikkan sekali"
Maya tersenyum sinis.
Deva menatapnya dingin. sangat di sayangkan yang berkata itu sudah seumuran ibunya. kalau tidak, pastilah wanita ini sudah ia buang ke segitiga Bermuda.
Deva mengalihkan pandangannya ke arah caera. menyentuh pipi caera dan mengelusnya lembut. menatap wajah cantik yang selalu di sakiti nenek sihir di depannya. tersenyum meneduhkan hati wanitanya. caera membalas tatapan Deva.
melihat adegan mesra itu, Maya jadi makin terbakar marah. ibu-ibu di belakang Maya makin gregetan.
Deva menatap Maya tepat di bola matanya dengan dingin. sangat merasa jijik melihat wanita yang satu ini.
"ada masalah apa dengan anda nyonya?"
tanya Deva dingin masih berusaha sopan.
Vivi menarik tangan mertuanya supaya diam, tidak menyahuti omongan Deva. tapi Maya malah menepis tangan Vivi dan maju ke depan dengan pongahnya.
"kenapa tuan? itu memang benarkan? tuan tahu siapa perempuan ini? dia itu simpanan lelaki hidung belang tuan. lihat mobil ini. ini bayaran karena dia sudah tidur dengan bos bos kaya"
cerocos Maya panjang lebar.
"anda tidak tahu malu rupanya"
Deva tersenyum sinis.
"anda yang memelihara pe la cur untuk anak anda bukan?"
Deva melirik Vivi.
Maya melotot kaget. tidak percaya Deva malah menyudutkannya.
lagi-lagi nyonya-nyonya rempong di belakang mereka terkejut mendengar apa yang Deva katakan. sekarang mereka malah menatap Vivi dengan sinis.
"yah.. tapi, mungkin itu sudah biasa bagi anda nyonya. karena anda bersikap sebagai mucikari yang mencarikan wanita penggoda untuk anak anda"
sambung Deva.
ibu-ibu itu riuh lagi. berkasak-kusuk mendengar apa yang di katakan Deva.
"waahhh... jeng Maya bohong ya, bilang mantan mantunya jahat. padahal dia yang jahat"
ujar nyonya Ipung.
"iya ya jeng. tidak nyangka saya kalau jeng Maya tega begitu"
nyonya Tutiks menimpali.
"jangan sembarangan anda!"
Maya melotot marah. sementara Vivi makin mengkerut takut dengan wajah pias.
"kenapa? anda sekarang yang takut bukan? teman-teman nyonya akan tahu apa yang anda lakukan sebenarnya. dengan membeli seorang pe la cur untuk menghancurkan rumah tangga anak anda sendiri"
Deva melirik Vivi lagi. yang di lirik makin pias dan menunduk takut.
semua orang tersentak kaget. apalagi caera. dia menatap Maya tak percaya telah melakukan itu. Maya membayar Vivi? itu sungguh mencengangkan.
"A.. apa yang anda katakan?!"
Maya mulai gugup dan menatap rombongan teman arisannya. "jangan percaya omongan orang ini jeng! dia berbohong!"
"itu karena anda serakah. saya kasihan melihat Arya punya ibu seperti anda. melakukan itu karena ingin menguasai harta keluarga suami anda bukan?"
Deva melanjutkan.
caera makin terkejut. menatap Deva tak percaya. bagaimana Deva mengetahui itu? dan menatap Vivi dan Maya dengan marah. jadi karena itu Maya menghancurkan rumah tangganya? hati caera hancur rasanya. Maya sungguh tega menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri, demi keserakahan akan harta.
"jangan sembarangan anda bicara ya! dia pe la cur!!"
Maya menuding caera dengan marah dan mata melotot.
"sekarang dia menjual diri. anda tidak lihat apa, lihat... lihat! dia baru saja di tiduri laki-laki lain dan dapat mobil itu!?"
Maya marah membabi buta. merasa tersudut dengan apa yang di katakan Deva.
Deva hanya tersenyum sinis melihat Maya kesurupan.
"nyonya Maya.. anda tahu? saya sangat mengharapkan calon istriku ini mau menjual dirinya pada ku. tapi jangankan menjual dirinya. sampai sekarang pun dia tetap menjadi wanita yang tegar. karena itu aku sangat mencintainya"
Deva menatap caera dengan sayang. mengelus pipi mulus itu mesra.
"dan... mobil itu" Deva menoleh pada Maya lagi. sayangnya itu hadiah dari ku"
duuuaarrr!!!!
bagai di sambar petir di sore sore redup, Maya melotot kaget mendengar caera adalah calon istri orang yang di pancing kemarahannya agar menghajar caera. dengan wajah pucat pasi, Maya menyadari bahwa dia sudah salah alamat.
(mampus lu!!!) teriak otor 🙆
rombongan arisan Maya makin riuh bergumam membicarakannya. menatap sinis Maya dan Vivi. Vivi sudah mau menangis saking takutnya melihat keadaan yang sudah tidak kondusif. dirinya dan ibu mertuanya sudah dalam masalah besar. sementara Anggi, langsung memisahkan diri dari Maya dan Vivi. takut dan berkeringat dingin.
"jadi tolong. jaga sikap anda. tidak ada yang bisa menyakiti calon istri ku lagi"
tegas Deva. menatap Maya seakan menatap seonggok najis.
caera menahan air matanya yang akan tumpah. sakit hatinya seakan tersiram air madu mendengar Deva membelanya.
"ayo sayang, pertunjukan sudah selesai"
Deva mengajak caera masuk. tak mempedulikan lagi apa yang terjadi dengan Maya, Vivi, dan nyonya rempong teman mereka.
"ya ampuuunn... jeng Maya! gak nyangka ya jeng Maya berbuat kejam begitu sama menantunya?"
celetuk nyonya yulianty.
"iihh iya loh jeng. sungguh mengerikan kalian berdua ini ya. menantu dan mertua malah sekongkol begitu.. iihhh... jijiknya"
nyonya Ipung menatap Maya dan Vivi dengan sinis.
"hey.. kamu jeng Anggi.. masih mau berteman dengan mereka berdua ini?"
nyonya Tutiks menimpali. dan mendorong Anggi menjauh darinya.
"saya juga tidak tahu kalau nyonya Maya jahat begitu"
Anggi tersudut.
"kalian ini! jangan percaya apa yang di katakan orang itu. mereka itu yang salah!"
Maya marah.
__ADS_1
"aduuhh.. sudah begitu masih saja membela diri. padahal mantan menantu mu itu baik loh. lihat itu, dia calon istri tuan Deva. orang kaya di kota ini"
jawab nyonya Ipung lagi.
"mamiiii..!!"
teriak seorang gadis dari rumah nyonya yulianty. itu Susiana putrinya nyonya Ipung.
"ngapain di situ miii..? ayo pulang.. da Susi jemput ni!"
teriak Susiana.
"iihh jangan berisik! sini dulu kamu"
nyonya Ipung memanggil putrinya.
Susiana menurut. mendatangi ibunya.
"ngapain sih mi? ayo pulang"
ajak Susiana.
"eeehh.. bentar dulu. kamu tahu tidak? itu tuan Deva ada di situ"
nyonya Ipung menunjuk ke rumah caera.
"hah? tuan Deva? yang sering mami tonton itu? yang ada di YouTube itu mi? yang di iklan mobil dan pesawat itu mi?"
Susiana nyerocos.
"iyaaaa.. itu!"
nyonya Ipung menunjuk ke teras caera. tampak Deva masih di sana bersama caera. Susiana langsung kegirangan. melonjak ingin masuk ke halaman rumah caera. tapi nyonya Ipung langsung menahan putrinya.
"eeee..eee... eeehh.. mau kemana kamu?"
"aduuhh mamiii... jangan sia-siakan kesempatan iniii.. Susi mau kenalan sekalian buat ngevlog!"
jawab Susiana.
"eh.. apa boleh?"
nyonya Tutiks menimpali.
"ayo.. siapa yang mau ikut sama Susi? ayo miiii.. kita Selfi sama tuan Deva!"
Susiana menarik ibunya. nyonya Ipung ikut saja di tarik putrinya. menendang Maya yang menghalangi jalan mereka.
"eeehh.. ayo jeng Yuli. kita ikut jeng Ipung yuk. Selfi sama artis"
nyonya Tutiks menarik tangan nyonya yulianty.
"hey hey.. mau kemana kalian?!"
Maya marah karena teman-temannya malah menyerbu minta Selfi dengan Deva. malah meninggalkannya begitu saja.
"eh jeng Maya. Uda deh gak usah deket-deket sama kita lagi. saya selaku ketua arisan, jeng Maya saya pecat dari anggota arisan. kami semua gak mau punya teman kejam seperti jeng Maya!"
nyonya tutiks menatap sinis Maya.
"ayo jeng Yuli. ntar kita ketinggalan Selfi loh"
nyonya Tutiks menyeret nyonya yulianty. pergi meninggalkan Maya, Vivi dan Anggi.
"brengsek!"
"apa?! kamu juga mau Selfi?!"
Anggi mencebik. menatap Maya dengan malas.
"iya. saya juga mau pergi nyonya. ternyata saya salah berteman dengan monster!"
Anggi beranjak pergi meninggalkan Maya dan Vivi.
"aaahhdgggrrr.."
Maya menjetit histeris. sekarang teman-temannya tahu apa yang telah dia lakukannya pada caera. Vivi hanya menangis tersengguk.
"bodoh!!"
teriak Maya pada Vivi.
****
sementara di teras, nyonya-nyonya rempong itu mengendap-endap ingin mengintip ke dalam rumah caera. pak dirman sudah melarang. tapi mereka tetap nekat mendekati teras.
"gimana ini Susi. bisa tidak?"
tanya nyonya Tutiks pada Susiana.
"sabar Tante. kita coba dulu"
Susiana percaya diri.
begitu mengintip ke pintu, mereka di hadapkan dengan tubuh tinggi menjulang. pelan-pelan mereka berempat mendongak menatap ke atas.
bwaaaaa....
terpampang lah wajah datar si black sweet. menatap mereka datar tanpa expresi. dengan gugup, mereka berempat berdiri tegak dan tersipu malu-malu.
"ada perlu apa?"
tanya Jacko dingin.
"eeh.. eheehh.. tuan ganteng"
jawab Susiana cengengesan.
"mau apa kalian ini?"
tanya Jacko lagi sambil melipat tangannya di dada.
"eeehh.. anu.. itu tuan.. mau bertemu tuan Deva. bolehkan tuan?"
tanya Susiana cengengesan menghilangkan rasa gugupnya melihat wajah dingin Jacko.
nyonya-nyonya yang lain di belakang Susiana pada merapat ke punggung Susiana. ngeri melihat Jacko Tampa expresi. Jacko menaikkan sebelah alisnya.
"ada perlu apa dengan tuan Deva?"
tanya Jacko lagi datar.
"ahh.. itu tuan, kami mau Selfi.. sambiiill.. ngevlog tuan. buat akun YouTube saya"
dengan setengah percaya diri di campur gugup, susiana memberanikan diri.
__ADS_1
"iya tuan.. cuma foto kok. boleh ya tuaaan.."
nyonya Ipung merengek pada Jacko.
"saya ngefans sekali dengan tuan Deva tuan. tolong tuaaaann.."
"hhmmm.. ngevlog ya? Selfi?"
Jacko masih menimbang-nimbang.
"iya tuan"
Susiana melongokkan kepalanya ke dalam rumah. tampak Deva duduk dan memperhatikan mereka di luar. Susiana langsung melambaikan tangannya menyapa Deva dan tetsenyum manis.
"eehemm.." Jacko berdehem.
langsung saja Susiana menarik kepalanya lagi dan cengengesan menatap Jacko.
"berani bayar royalty berapa kalian?"
tanya Jacko.
"hah? royalty?"!
serempak mereka semua berseru.
"iya. ada harganya kalau mau buat vlog dengan tuan Deva"
Nyonya-nyonya rempong dan susianan saling pandang. lalu tersenyum dapat ide cemerlang.
"2 M, tuan!"
seru mereka serempak.
Jacko menaikkan sebelah alisnya lagi. tak percaya nyonya-nyonya ini akan bisa membayar royalty begitu besar. tapi apa salahnya jika mereka menyanggupi.
"baik lah"
Jacko menyanggupi. lalu mengajak mereka masuk ke dalam di tempat Deva duduk.
"Jack! apa-apaan kamu!?"
Deva protes.
Jacko mendekatkan wajahnya pada Deva.
"tenang bos. mereka mau bayar 2M. lumayan bisa nambah uang mobil kekasih mu"
bisik Jacko.
Deva mengernyitkan alisnya. mana ia percaya ibu-ibu itu mau membayar dengan nilai fantastis. tadinya Jacko hanya ingin menolak dengan halus mengatakan tentang royalty. tapi mereka setuju, ya kenapa tidak?.
nyonya-nyonya itu dan Susianti berdiri berbaris menghadap Deva. untung saja caera lagi ada di kamarnya. jadi Jacko bebas melakukan apa saja. mumpung caera tidak lihat calon suaminya di rebutin ibu-ibu. 😂
"halo tuan Dev. saya Susiana Ramadhan"
Susiana melambaikan tangan dan tersenyum manis pada Deva.
"halo tuan Deva.. saya Ipung Ningsih, maminya Susiana"
nyonya Ipung nyengir pada Deva.
"saya Tutiks tuan Deva. saya ngefans sama tuan Dev"
nyonya Tutiks juga tersenyum manis.
"saya Yulianty, tuan Dev. tetangga nona caera ini"
nyonya Yulianty gugup karena sudah salah sangka pada Deva tadinya.
"saya mau ngevlog sama tuan Deva. boleh ya?"
tanya Susiana langsung.
Deva tersenyum geli melihat keempat orang ini. Deva hanya mengangguk saja. langsung saja nyonya-nyonya itu menyerbu Deva. ricuh mau foto pertama dengan Deva dengan berbagai gaya dan pose.
sementara Susiana sudah sibuk dengan ponselnya ngoceh membuka acara dan merekam Deva untuk konten Chanel YouTube nya.
suasana jadi berisik. semua mereka berebut memeluk Deva. ada yang menggandeng tangan Deva, memeluk Deva. berusaha mencium pipinya, dan masih banyak gaya dan pose yang mereka inginkan.
Deva melirik Jacko jengkel. si brengsek itu pasti mengerjainya. itu pikir Deva. tapi Jacko tak bisa berbuat banyak. nyonya-nyonya ini bersedia bayar 2M hanya untuk Selfi.
nyonya Ipung yang paling ganas. memeluk Deva berkali-kali. tak ingin kehilangan momen paling bergengsi bertemu dan berswa foto bersama idolanya. bahkan sampai sering mimpi ketemu Deva. sampai ada pertengkaran kecil dengan nyonya yulianty berebut momen peluk-pelukan.
setelah mereka puas, mereka ingin pergi.. Deva terduduk lemas saking agresifnya nyonya-nyonya arisan ini. cepat-cepat Jacko menghadang. membuat nyonya-nyonya itu berhenti.
"mana royalty"
tagih Jacko menengadahkan tangannya.
mereka berempat saling pandang. lalu nyonya Ipung memegang dompetnya. merogoh di sana dan mengeluarkan uang lima ribuan selembar dan uang lima ratusan logam.
menyerahkan pada Jacko dan meletakkan di tangan lelaki black sweet dengan expresi minim itu.
"apa ini?"
tanya Jacko tidak mengerti. menaikkan sebelah alisnya.
"itu tuan.. 2M. MAYIBU MAYATUS!"
nyonya Ipung dan nyonya Tutiks melenggang pergi. kini tinggal Susiana dan nyonya yulianty. Jacko menatap mereka melotot.
"dan kalian. apa itu 2M?"
"hehe... "
Susiana cengengesan.
"2M tuan. MMMMAAKASIH MMMAAASSS!"
Susiana dan nyonya nyulianty ngeloyor pergi. tinggallah Jacko terbengong masih menatapi uang lima ribuan dan lima ratus logam di telapak tangannya.
beranjak ke samping Deva dan duduk dengan lemas di samping Deva.
"Dev, kau tahu? seumur hidup aku bekerja dengan mu dan di takuti orang banyak, tapi baru kali ini aku di permainkan ibu-ibu Dev"
ujarnya sambil memandangi uang di telapak tangannya.
Deva dan Jacko saling tatap. dan ...
bwaaahahaahhhaaa...
terbahak bersama
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
sumpah!! ini episode terpanjang yang pernah otor buat 😂😂😂😂😂👍👍👍