DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 152


__ADS_3

Deva sudah merasa baikan. sudah bisa bangun dari tempat tidur. Deva sedang melakukan panggilan video Dengan partner bisnisnya. mengadakan rapat melalui zoom saja.


caera membuka pintu ruang kerja Deva sedikit. membawa sepiring buah di tangannya. Deva menoleh padanya dan menggerakkan tangannya menyuruh caera masuk.


caera melangkah masuk mendekati Deva. meletakkan piring buah di dekat laptob. lalu mendekati Deva.


"lagi zoom sayang"


bisik Deva sambil melirik ke laptobnya. caera melihat ke arah laptop Deva. benar saja, lagi meeting dengan beberapa orang di sana.


caera bergerak ingin menjauh. tapi Deva menariknya. mendudukkan di pangkuannya. itu membuat caera belingsatan. malu setengah mati.


peserta rapat heboh di layar laptob. melihat caera tampil di layar laptob mereka. Deva hanya tergelak senang melihat partner kerja dan sebagian staf karyawan tersenyum-senyum melihat istri bos lagi di pangku bos mereka.


"iihh.. Dev.. jangan begini"


caera ingin bergerak bangkit. tapi Deva tetap menahannya. membuat wajah caera merah padam.


"tidak apa-apa sayang. ayo, sapa mereka" ujar Deva.


caera melihat ke layar laptob. semua saling bersorak dan ada yang bertepuk tangan sambil tertawa terbahak.


"hallo semua" sapa caera malu-malu.


"hallo nona caera.. " jawab mereka serempak.


"cuuiitt.. cuiitt.. "


ada yang bersuit segala. membuat caera semakin malu.


"sudah Dev"


caera bangkit berdiri. mencubit lengan Deva gemas.


"hahaaha.. lihat lah istri Ku. dia manis sekali bukan?" ujar Deva ke layar.


mereka semakin heboh. meneriaki Deva dengan segala kebucinannya.


caera mendelik pada Deva. tapi Deva hanya tertawa. caera ingin pergi. tapi Deva masih memegangi tangannya. tidak mengijinkan caera menjauh.


Deva masih melanjutkan rapat. caera masih berdiri memandangi Deva. tapi tatapannya berhenti di pangkuan Deva. ia ingat lolipop. keinginan itu kembali datang menggedor hatinya.


melirik Deva masih serius melanjutkan rapatnya. caera tersenyum licik. pelan-pelan ia berjongkok. mendekat paha Deva. Deva menoleh menatap caera. tidak mengerti kenapa caera jadi berlutut di depannya.


Deva menggerakkan alisnya. mengisyaratkan bertanya pada caera. tapi caera tidak menjawab. hanya tersenyum menggoda.


meraba paha Deva menggoda. lalu berhenti di tengah dan mengelus di sana. membuat Deva melebarkan matanya sempurna. ia tahu apa yang caera inginkan.


"tuan Dev, bagaimana menurut anda jika pihak kami yang akan mempersiapkan acaranya?" tanya rekan kerja Deva di layar laptop.


cepat Deva menoleh ke layar laptop lagi. bicara tergagap karena sentuhan caera yang intens pada naganya.


"oohh.. iya.. iya.. saya kira itu bagus"


caera mulai membuka resleting celana Deva. membuat Deva gelisah. caera sudah tidak peduli lagi. keinginan itu tidak dapat di cegah. menyentaknya ingin segera di realisasikan saat ini juga. penasaran bagaimana rasanya.


mengeluarkan naga yang sudah setengah bangkit. membuat Deva merah padam merasakan sentuhan lembut tangan lentik caera.


"jadi, anda sudah setuju jika pihak personalia turun tangan tuan?"


"sshh.. ah iya iya. buat saja bagaimana baiknya"


tanpa sadar, ******* itu mengikuti saat Deva bicara. membuat orang-orang di layar saling mengerutkan kening. bingung kenapa Deva tidak bicara tegas seperti biasanya.


caera tidak peduli lagi. ia mengelus sampai naga itu berdiri tegak menga cung keatas. membuat Deva menatap kebawah dengan gusar. lupa bahwa banyak mata yang memperhatikan raut wajahnya.


caera mulai membuka mulutnya. menjulurkan lidahnya. menyapu kepala naga dengan ujung lidahnya.


"astaga!" pekik Deva.


"hahh??!!" semua orang di layar melotot melihat raut wajah Deva di layar.


Deva kaget. baru menyadari kalau wajahnya masih terpampang jelas di layar leptob. cepat ia mematikan kamera. dan menunduk menatap istri nakalnya itu.


"sayang..aku.. aahhh.. lagi rapat raaahhh.. ssshh"


suara Deva tersendat-sendat. menerima sapuan lidah caera di ujung kepala naganya.

__ADS_1


"aku mau lolipop ini sayang"


ujar caera dengan mata sayunya. membuat Deva semakin tebakar. cepat dia membuka kamera lagi. berusah menampilkan wajah datar.


"rapat di tunda. nanti Jacko yang akan meneruskan"


deva segera mematikan laptobnya. menghentikan rapat secara mendadak. menunduk lagi menatap caera di bawahnya.


caera membuka mulutnya lebih lebar. sekarang berusaha memasukkan naga yang besar itu ke mulutnya. mengulum kepala naga itu agar basah.


"aaahh.. raraaa.. uuhhhhff.."


Deva melenguh. memejamkan matanya. meresapi rasa indah di kepala naganya. caera melepas kepala naga itu. mendongak menatap mata Deva.


"ini lolipop yang sebenarnya Dev. aku mau ini"


ujar caera sambil menggenggam batang naga yang Kokoh itu. membuat Deva makin menge rang nik mat.


"habiskan semau mu sayang" ujar Deva.


mendengar itu, caera makin bersemangat. menji Lat lagi. mengulum kepala naga dengan lembut. memasukkan debih dalam. melu masinya dengan salivanya. membuat seluruh batang naga itu tegak berkilat.


"aastaagaaahhh... sssshhh"


Deva menge rang. meraih rambut caera yang berjuntai. merapikannya dalam satu genggaman tangan. menarik keatas dan kebawah. Deva melorotkan pantatnya sedikit. membuat naga itu semakin menga cung tegak berdiri seperti kokohnya Monas.


dengan telaten, caera mengu Lum lembut dan menye dot kepala naga. pipinya sampai kempot menghi sap naga yang menantang itu.


tapi, tiba-tiba pintu terbuka. membuat Deva terperanjat kaget menoleh ke arah pintu. untung saja meja kerjanya tinggi dan besar. membuat tubuh caera hilang di balik meja.


"Daddy.." seru Gino.


"astaga! Gino"


Deva panik. tapi caera seperti tidak menggubris itu. masih asik menge mut lolipop gagah milik Deva.


"Daddy kenapa?" tanya Gino heran. bergerak maju ke depan.


"Gino.. jangan mendekat!"


sentak Deva tiba-tiba. membuat Gino langsung berhenti. Deva bingung harus bagaimana. rasa nik mat menyerang di bawahnya. tapi wajahnya harus biasa-biasa saja di depan Gino. bocah itu sudah kaget mendengar sentakan suaranya tadi.


"Daddy sakit?" tanya Gino semakin heran melihat Deva.


"aahh.. aduuhh.. tidak Gino. Gino pergilah temui nenek"


"tapi Gino mau lihat Daddy" jawab Gino


"Dev"


Jacko muncul di ambang pintu. Deva semakin terlihat frustasi. meremas pelan rambut caera. wanita itu masih giat dengan kegiatan panasnya di bawah. tidak peduli apapun yang terjadi.


Jacko menatapnya heran. melihat raut wajah Deva seperti orang kesakitan.


"kau kenapa Dev?"


"Daddy sakit paman" ujar Gino menoleh pada jacko.


Jacko melangkah mendekat. tapi cepat Deva mencegah.


"jangan mendekat Jack! aahh.. astaga! mengertilah Jack!"


sentak Deva tertahan. melotot seraya melirik kebawahya sejenak agar Jacko mengerti. langsung saja wajah Jacko berubah. jengah melihat kelakuan suami istri yang sedang bucin akut itu.


"oh shi*" maki Jacko. ia tahu kini apa maksud Deva.


"ayo gino. paman ada mainan baru. kita lihat yuk"


Jacko menarik tangan Gino mengajaknya keluar. bocah itu sedikit menolak.


"Daddy bagaimana paman?"


"biarlah. Daddy mu sedang tidak enak badan. biarkan dia istirahat"


Jacko tidak menoleh kebelakan lagi. langsung pergi bersama Gino dan menutup pintu.


"astaga sayaaang.. kau membuat ku gilaaahh.."

__ADS_1


Deva meremas rambut caera. caera diam saja tidak menjawab. karena mulutnya masih penuh tersumpal lolipop yang besar.


"sssshhh.. aahhh.. ini nikmat sekali raaahhh...aawwwhh.."


tak henti Deva mele nguh dan mende sah. memegangi kepala caera dan menekannya lebih dalam. membuat caera hampir tersedak.


caera melepaskan ku lu mannya. terengah kehabisan napas. lalu berdiri dan bergerak ingin pergi.


"hey.. hey.. mau kemana sayang?" tanya Deva panik.


"sudah Dev. aku sudah makan lolipop mu" caera cuek. ingin pergi meninggalkan Deva. merasa sudah cukup merasakan lolipop gemuk itu.


"astaga.. lalu ini?" Deva menunjuk lolipop yang setegak Monas itu.


"hihihi.. nanti lagi"


caera terkikik dan melangkah ke pintu.


"rasa.. jangan begitu sayang. aku sudah mengusir jacko tadi" Deva memelas.


caera berhenti. berbalik badan. Deva berdiri dengan celana yang sudah melorot kebawah. membuat naga itu bergerak mengangguk minta di tuntaskan.


caera mendekat lagi. berjongkok di depan Deva dan menjulurkan lidahnya.


"uuhhhmmm.. lolipop mu sangat manis sayang" ujar caera lirih.


"aahh.. yeaahh baby.. aku baru merasakan begini. ternyata nikmat sekhhaaaliii raaaa.."


Deva menarik caera berdiri. mengajaknya ke meja kerjanya lagi. Deva duduk dan menghadapakn caera ke meja. membelakanginya.


Deva membuka bawa Han caera. menampilkan no Kong yang terlihat indah. Deva agak melorotkan duduknya. mengarahkan kepala naganya ke inti caera. menarik bo Kong padat itu kebawah.


"aahh.. deeevvv.."


Deva lebih menarik lagi. dan caera menekan ke bawah.


sssrreettt..


"aaahh..."


menge rang bersamaan. merasakan sensasi indah di inti masing-masing. Deva memeluk pinggang istrinya. menge cup dan menji Lati badan caera. caera memutar pinggulnya lembut. membuat Deva merasakan bat ang nya terasa di urut dan di peli ntir nikmat sekali.


tak sabar Deva merenggangkan pahanya lebih lebar. dan menahan pantat caera menggantung.


lalu Deva bergerak pelas memaju mundurkan bat ang lilopop itu. melihat pemandangan yang menakjubkan. kepala naga yang mendesak keluar dan masuk lagi sesuai ritme yang ia ciptakan.


caera berkali kali mengejang. tubuhnya menyentak nik mat. pelepasan yang membuatnya ketagihan.


Deva masih memacu di bawah caera. meraih ujung dada istrinya dan memilin lembut. menatap kepala naga yang berkilat basah dan di aliri mayo putih di batang bagian bawahnya.


itu pemandangan yang sangat membuatnya gila. menelusup di antara celah montok yang menjepit terasa di urut dan di remas hangat di dalam sana.


Deva tidak tahan melihat itu. mempercepat hujamannya lagi. menyentakkan tubuh caera naik turun.


"sayaaang.. ayo sayang.. aahhh... sshhhh"


Deva lebih mempercepat gerakannya. membuat caera berguncang mengikuti irama hentakan Deva di bawahnya.


"sshh.. ahhh.. devaaa... "


"yaaa.. sayang. kamu suka? hmm?"


"aaahhh yeeahh... "


"begini sayang? hmm" Deva menghujam dalam.


"aaakkhh.. deeevv.."


"yaahh.. panggil nama ku sayang.."


"deeevaaa.. awwhh.. shhh"


"kamu suka lolipop ku sayang?"


"aahh.. ahh.. ya.. deeevv.. adduuhh"


caera terhentak lagi. berkedut-kedut intinya. Deva masih menyentak kencang. dan segera mele nguh panjang.

__ADS_1


"aaaahhh... caeraaaa..."


__ADS_2