
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Setelah mengadakan pengajian dan menabalkan nama putrinya kemarin malam, dengan mengundang ustadz ternama, dan di hadiri hanya tamu kerabat dekat Deva saja. tiba hari ini giliran pesta resminya.
Semua persiapan telah rampung. Deva menyelenggarakan pesta penabalan nama putrinya di stadion sepakbola agar bisa menampung seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya keluarga Deva yang berbahagia. Tapi semua penjuru negeri. Dari pedagang sayur, sampai pedagang kambing. karena dagangan mereka laku keras.
Jacko menginstruksikan membeli bahan baku makanan di seluruh pasar tradisional untuk mengolah makanan bagi seluruh pengunjung tamu undangan.
Dan tak lupa pedagang sapi dan kambing turut kebagian rezeki. Kambing mereka laku keras. tidak hanya sekandang, tapi Deva memborong kambing beratus ekor beserta kandang-kandangnya sekalian, untuk aqiqah putrinya. Agar seluruh tamu undangan kebagian.
Seputaran stadion sepakbola sangat ramai. Seperti ingin menyaksikan pertandingan final piala dunia MU versus Real Madrid saja rasanya. semua orang berbahagia. semua orang turut mengucap syukur dan banyak doa terbaik untuk keluarga Deva.
stadion sepakbola yang sangat besar itu ramai di penuhi manusia. panggung tinggi dan megah ada di tengah lapangan. banyak artis ibu kota juga ikut meramaikan. lapangan stadion penuh sesak oleh manusia yang berjingkrak mengikuti musik yang menggebrak suasana.
Awak media juga tidak mau ketinggalan. media televisi juga menayangkan siaran langsung acara ini. semua orang bercampur baur ikut memeriahkan acara ini.
Deva juga mengundang semua anak-anak asuhnya. Dari yang masih sekolah dasar, sampai ada juga yang sudah menjadi aparatur negara. Deva memperkenalkan mereka pada Caera.
"Daddy"
Sapa Bagus seorang apatur negara menjabat tangan Deva dan memeluknya erat. sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
"Apa kabar mu, Bagus?"
"saya baik dad" jawab Bagus tersenyum riang.
"Selamat sekarang menjadi seorang ayah, dad"
"terima kasih" Deva menoleh pada caera " sayang, ini Bagus. anak asuh ku"
Caera tersenyum dan mengangguk menatap Bagus. Dan Bagus juga melakukan hal yang sama.
"bagaimana pekerjaan mu?"
"Semuanya baik dad"
"Baguslah" Deva menepuk-nepuk punggung Bagus. sangat meresa bangga anak asuhnya bisa berhasil sekarang.
"Baiklah. kau amankan adik-adik mu yang lain"
ujar Deva. Bagus mengangguk dan tersenyum. berpamitan untuk mengamankan situasi di luar.
semua keluarga berkumpul di tenda khusus yang telah di sediakan. caera dan Deva ada di tenda terpisah hanya untuk mereka.
Deva mendekati istrinya yang sedang menggendong bayi mereka. tersenyum sayang menatap Caera.
"baby sudah menyusu, sayang?" tanyanya.
"sudah, sayang" jawab caera tersenyum.
Deva duduk di samping Caera. menatap wajah mungil di pangkuan istrinya. mengelus pipi tembem yang kemerah-merahan itu dengan lembut dan cinta.
"dia cantik sekali seperti mu, Ra"
Caera tersenyum lebar. menatapi putri kecilnya. dengan rasa bahagia yang tak Terperi. menoleh menatap Deva dengan rasa hati yang bertaburan banyak bunga.
"aku iri padanya sayang"
"eh.. kenapa?" Deva menatap Caera heran.
"Baby mu punya bola mata seperti Daddy mu"
"hahahaa... Daddy tidak mau kalah berperan pada cucunya" ujar Deva tergelak.
"Aku bahagia. putri ku cantik sekali punya mata seperti kakeknya" ujar caera.
"aku mencintai mu"
Deva mengecup pipi Caera mesra. membuat hati caera semakin berbunga mekar.
"eehheemm"
Deva dan Caera menoleh ke arah pintu masuk tenda. Jacko masuk dan berdehem untuk menyadarkan mereka berdua.
"sudah waktunya bos. ayo kita keluar. mereka sudah menunggu mu" ujar jacko.
Deva mengangguk, dan mengajak Caera keluar dari tenda mereka. di luar tampak sangat ramai. para tamu kehormatan sudah duduk dengan rapi di barisan bangku paling depan. dan semua anggota keluarga Deva juga sudah rapi duduk berderet begabung dengan tamu undangan VIP.
Gino menghambur memeluk Daddynya. Deva menggandengnya berjalan ke belakang panggung. banyak artis yang berkumpul di sana menyambut Deva dan Caera dengan jabat tangan mengucapkan selamat.
"Daaaann baiklaaaahh.. kini saatnya kita sambut orang paling penting pada acara hari ini. Keluarga yang paling berbahagia hari ini. Tuaaann davaaa Kamran Elliooooottt...."
__ADS_1
Host acara memanggil Deva. Deva menggandeng Caera dan Gino naik kepanggung. Baby mereka di gendong Dira. beberapa kursi telah di sediakan di panggung.
Deva mengantar istrinya duduk di kursi besar Nan megah bersama Gino. dan Dira menyerahkan baby-nya ke pangkuan Caera. semua orang bertepuk tangan riuh. suara tepuk tangan memenuhi seluruh stadion dengan gegap gempita.
Deva maju ke depan panggung. menatap sekian banyak orang di depannya. lautan manusia di depannya masih saja bertepuk tangan dan bersuit mengelu-elukan namanya. Deva menarik napas panjang dan menghelanya perlahan, lalu mulai berbicara.
"selamat sore semua saudara-saudara sekalian"
"selamat soreeeee...." jawaban serempak dari semua pengunjung. suaranya menggema ke segala penjuru stadion.
"terima kasih saya ucapkan buat semua yang telah hadir di acara ini. di sini saya hanya ingin memperkenalkan keluarga kecil saya pada semua orang"
"Dan saya ingin membagi rasa syukur dan bahagia saya pada semua lapisan masyarakat"
Deva berbalik mendekati Caera. meminta baby-nya dan menggendongnya ke depan panggung.
"Seperti yang anda sekalian telah ketahui, kami baru saja mendapatkan buah hati yang telah lahir seminggu yang lalu"
semua pengunjung bertepuk tangan heboh. bersuit melihat Deva membopong baby-nya. layar monitor di panggung dan di samping kanan kiri lapangan, menampilkan visual wajah babynya Deva.
"Dia adalah putri ku"
Deva menunjuk layar monitor. semua orang menoleh kesana. takjub dan heboh seluruh stadion. mengelu-elukan kecantikan bayinya Deva. dengan wajah perpaduan Deva dan caera.
"Buah hati yang kami tunggu. lahir dengan selamat dan sehat. saya mengucapkan terima kasih kepada semua readers yang telah menyumbangkan nama-nama terbaik dan indah pada kami"
Lagi-lagi tepuk tangan heboh dan membahana pecah memenuhi lapangan.
"Jadi, saya dan istri saya memutuskan memberi nama Putri kami adalah, CLARA PUTRI DEVARA ELLIOT"
CRAAAASSSS!!!
Kembang api memancar dari sisi panggung. memercik indah. menambah semarak acara. semua orang yang hadir bersorak dan bertepuk tangan gegap gempita.
"Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama menyaksikan langsung persalinan normal putri ku. dan di saat itu saya dapat menyaksikan perjuangan seorang ibu"
"pesan saya pada kalian semua, hormati dan sayangilah ibu kalian. wahai anak-anak muda, jangan pernah menyakiti hati ibu kalian"
semua orang diam menyimak apa yang di katakan deva.
Deva menyerahkan baby Clara pada Caera. lalu turun dari panggung. mendekati Soraya yang duduk di bangku VIP paling depan. menarik tangan Soraya dan Rani, ibu mertuanya. mengajaknya ke atas panggung.
mereka bediri berjejer. Deva berlutut di depan ibunya.
"ibu, terima kasih engkau telah berjuang melahirkan ku dan mendidik ku. maafkan atas semua sikap ku yang pernah membuat ibu sedih"
ujar Deva mencium tangan ibunya. Soraya dan semua yang melihat itu terharu dan menangis. menyaksikan seorang Deva dengan segala yang ia punya, tidak gengsi berlutut di depan ibunya dan meminta maaf di depan semua ribuan pasang mata orang yang menyaksikannya.
Soraya terharu melihat kesungguhan Deva. Soraya mengelus kepala deva. mengangguk memberi maaf pada putra tercintanya.
Deva mengecupi tangan ibunya dengan rasa sayang penuh di dadanya. bangkit berdiri memeluk ibunya dengan erat.
"maaf kan Deva Bu" bisik Deva sambil memeluk erat Soraya.
"iya, Dev. ibu memaafkan mu. semoga kau selalu bahagia"
semua orang menangis terharu. bertepuk tangan melihat ibu dan anak saling berpelukan. Deva melepaskan pelukannya. kini dia beralih pada Rani ibu mertuanya.
menoleh menatap ke depan pada semua hadirin di lapangan.
"dan kini, dia adalah wanita yang saya hormati. dia ibu mertua saya" ujar Deva.
Lalu berlutut di depan Rani.
"Ibu, terima kasih telah melahirkan putri cantik dan menjaganya. mendampinginya sampai menemukan ku. bersabar menerima segala kekurangan ku sebagai menantu mu. dan terima kasih ibu dan ayah mau menyerahkan putri tersayang kalian buat ku"
Deva mengecup tangan ibu mertuanya. melihat itu, Caera terisak haru melihat kesungguhan Deva. hatinya di penuhi cinta yang semakin merekah untuk Deva.
"Ibu, aku berjanji tidak akan membuat putri mu bersedih dan menderita. karena aku tidak mau jika putri ku nanti, akan menangis juga. aku akan mencintai dan menjaga putri mu sampai akhir hayat ku"
Rani meneteskan air mata bahagia. punya menantu seperti Deva adalah impian setiap ibu. Rani menarik Deva untuk berdiri. memeluk menantunya dengan erat.
"Ibu pegang janji mu Dev. semoga kalian selalu bahagia dan bersama sampai akhir"
"pegang janji Deva Bu. dan terima kasih"
Deva melepas pelukannya. para tamu bertepuk tangan riuh. mereka juga ikut hanyut dalam suasana haru.
Beberapa orang muncul membawa buket bunga dan dua kotak pipih di tangannya. Deva menerima dan membuka kotaknya. ternyata dua buah kalung liontin yang indah.
__ADS_1
Deva memasangkan kalung itu pada Soraya dan Rani. lalu memberikan buket bunga pada kedua wanita yang sangat berbahagia itu. memeluk Deva lagi setelahnya.
Soraya dan Rani lalu turun dari panggung. kini Deva menatap istrinya dengan senyum mengembang.
musik mengalun pelan. syahdu memikat memanjakan telinga semua orang yang mendengarnya.
Deva berjalan mendekati Caera yang sedang mengendong baby Clara. Deva meraih tangan Caera dan Gino. mengajaknya ke depan panggung. tepuk tangan riuh berkumandang menyemarakkan suasana.
"Dan kini, dialah wanita yang paling berharga dalam hidup ku, dan yang paling aku cintai. dia lah Caera istri ku"
cuuiiittt... cuuiittt...
"Semangat tuan deeeevv..."
"kalian pasangan serasiiiii"
"kami cinta kalian berduaaaaa"
Suara itu bersahut-sahutan dari depan panggung. bersuit heboh membuat Caera merasa terbang di tempat yang paling indah di dunia ini.
"Dan jagoan ini, adalah anak pertama ku. Gino Marco Elliot"
Deva berjongkok menyamakan tingginya dengan Gino. bocah kecil itu tersipu malu. memeluk Daddynya dengan erat. Deva membalas dan mengecupi pipi Gino.
Deva berdiri lagi.
"Meraka bertiga adalah hidup Ku. terlebih wanita cantik ini"
Deva menowel pipi Caera dengan mesra. membuat Caera tersipu malu dengan pipi merona merah jambu. semua orang bertepuk tangan dan tertawa heboh menyaksikan kegenitan Deva pada istrinya.
"sayang, terima kasih telah memberi ku bahagia yang tak terhingga. aku mencintai mu" ujar Deva.
Caera mengangguk tersenyum. dan Deva menyodorkan mic kedepan caera.
"terima kasih suami ku. aku juga mencintai mu"
CUIIITTT... CUIIITTTT....
UHUUUUUYYY... CINTAAAA ..
Semua orang bersorak heboh. bersuit bersahut-sahutan. pipi caera semakin merona merah. Deva tergelak melihat wajah istrinya tersipu malu.
"Baiklah, terima kasih untuk semua hadirin tamu undangan yang telah hadir bersama kami di sini untuk merasakan rasa bahagia dan syukur atas lahirnya bayi mungil kami Clara"
"doakan kami selalu bahagia dan dapat mengarungi hidup bersama. doakan juga keluarga kita semua sehat selalu dan di berkahi tuhan yang maha kuasa"
"terima kasih semua. silahkan kalian nikmati sajian yang telah kami persiapkan"
Deva menyudahi bicaranya. mereka melambaikan tangan kepada semua orang yang ada di stadion. dan di sambut semua orang yang ada di situ. lalu mengajak istrinya turun dari panggung.
Kebahagian telah lengkap bagi Caera. tak ada lagi air mata sedih dengan segala caci maki. dia sangat yakin, kejahatan tak selalunya harus di balas dengan kejahatan juga. makian tidak harus di balas dengan makian. semua sudah ada porsi masing-masing.
Caera yakin, tanpa di balas pun, Tuhan pasti akan membalas semua kejahatan sesuai apa yang di lakukan manusia.
Rasa dendam yang pernah terpatri di hatinya kini lenyap sudah. tak perlu mendendam untuk suatu kejahatan. Dulu ia sempat ingin membalas dan memanfaatkan Deva untuk membalas sakit hatinya. tapi siapa sangka Deva lah yang malah membantunya tanpa ia sadari.
Dendamnya di balas dengan cinta yang tiada henti mengalir. Dendamnya terbalas tanpa ia harus bertindak sama buruknya dengan orang yang telah menyakitinya.
Deva.
Pria ini yang telah di takdirkan sebagai muara bagi hatinya yang ketakutan akan cinta baru. memberinya sejuta rasa indah yang tak pernah ia bayangkan dengan segala kekurangannya.
Terima kasih buat cinta itu. terima kasih buat semua sayang yang banyak mengalir deras baginya dan Deva. dan kini ia punya keluarga baru yang harus terus melangkah sampai akhir.
Kini bukanlah dendamnya terbalas cinta. tapi cinta lah yang bisa menutup dendamnya.
Terima kasih.
🌺
🌺
🌺
setelah hujan, yakinkan akan ada pelangi indah yang menjelma.
❤️
🌹🌈
TAMAT
__ADS_1