DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 40


__ADS_3

sakit hati caera kemarin di rumah Arya karena caci maki Maya, sedikit terbayar dengan masuknya pesan di email-nya tentang adanya undangan interview di sebuah perusahaan.


dengan berdebar-debar ia ikut mengantri bersama banyaknya orang yang hadir hari ini untuk interview kerja juga.


duduk bersama orang-orang dengan wajah tegang, membuat caera semakin tertekan. ada banyak orang yang menunggu giliran masuk ke ruang interview. ada yang komat Kamit sambil memejamkan mata dengan raut wajah yang sulit di gambarkan. ada juga yang bolak-balik ke toilet, ada yang duduk saja dengan gelisah, dan masih banyak lagi ketegangan lain di ruang tunggu interview ini.


perusahaan yang memanggilnya untuk interview ini adalah perusahaan besar. caera agak sedikit tak percaya ketika ada balasan di email-nya untuk interview. Karena perusahaan ini sudah menduduki peringkat teratas di dunia bisnis. sedangkan caera tidak punya pengalaman kerja sama sekali. untung saja masih punya ijazah sarjana yang bisa membantu.


ibu, ayah dan Bima menyemangatinya. Gino juga ikut gembira dengan memeluk caera tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


terasa waktu sangat lamban bergerak. baru satu jam yang lalu caera duduk di barisan kursi yang berjejer memenuhi ruangan. tapi rasanya sudah sehari saja ia menunggu.


caera selalu menatap ke arah pintu masuk ruang interview. berkali-kali pelamar yang keluar, selalu menunjukkan wajah masam. ada juga yang menangis. hati caera makin dag Dig dug. seperti mengikuti ajang audisi pencarian bakat saja rasanya.


caera hanya mencemaskan jika pihak HRD meminta referensi. caera tidak bisa mengajukan apapun nanti. tidak punya pengalaman kerja sebelumnya. tapi dia tetap optimis untuk bisa memberi kinerja sebaik-baiknya.


dua orang dari pihak HRD keluar dari ruangan interview. terlihat berkasak kusuk di depan. ada raut cemas di wajah mereka berdua. celingukan memandang sekeliling orang-orang yang mengantri.


"nona caera Anaya?"


salah satu dari mereka berseru memanggil nama caera.


caera masih bengong hanya melihat ke depan.


tidak percaya namanya di panggil. padahal nomor antriannya di panggil masih jauh.


"nona Caera Anaya? apa ada yang bernama Caera Anaya di sini?"


semua orang sibuk celingak celinguk mencari orang yang di panggil namanya. suasana jadi sedikit riuh. masing-masing mereka bergumam tak jelas.


"ya saya"


caera berdiri dan mengacungkan tangannya ke atas. semua mata tertuju padanya.


"nona, sekarang giliran anda. ayo masuk"


makin riuh suasana ruang tunggu ini. mereka bergumam protes kenapa tidak sesuai giliran. caera juga merasa tidak enak hati. gilirannya masih jauh. ada 10 orang lagi di depan namanya.


"ayo nona. silahkan masuk"


pihak HRD terlihat tidak sabar.


dengan rasa tak enak hati, caera mencoba menepiskan itu semua. berjalan mendekat ke ruang interview.


"benar anda Nona Caera Anaya?"


"ya, saya"


"boleh saya lihat dokumen anda? CV anda?"


caera menyerahkan map yang ia bawa ke pihak HRD. mereka memeriksanya.


"silahkan anda masuk nona"


dengan jantung berdebar-debar, caera membuka pintu dan masuk. terlihat tiga orang duduk di depan meja panjang. dan ada satu kursi di depan mereka.


caera tersenyum dan mengangguk hormat pada ketiganya. tapi mereka langsung berdiri ketika caera berjalan ke tengah ruangan.


"eh..."


caera sampai kaget karena ketiganya berdiri kompak dengan tiba-tiba.


"selamat datang nona caera. silahkan duduk"


salah seorang HRD mempersilahkan caera duduk. caera berusaha menampilkan penampilan terbaiknya. duduk dengan tenang menghadap ketiga HRD di depannya.


HRD yang meminta dokumen caera tadi di depan pintu, menyerahkan pada HRD yang duduk di depan caera.


membuka dokumen caera dan manggut-manggut sesaat.


"nona Caera, apakah anda siap dengan pekerjaan yang akan anda kerjakan di perusahaan ini?"


seorang HRD yang berkepala botak bertanya.


"ya siap. saya akan berusaha semaksimal mungkin"

__ADS_1


jawab caera mantap.


"siap di tempatkan di mana saja pada masa kerja anda?"


"ya, saya siap"


"bagaimana jika di minta perpanjangan masa kerja?"


"saya siap"


"siap ikut kemana saja?"


caera agak mengernyitkan dahi. pertanyaan apa itu? memangnya kerjanya harus keluar kantor begitu? ah masa bodoh. yang penting kerja.


"ya, saya siap"


"baik lah. Anda di terima"


astaga! semudah dan secepat ini?


caera terkejut. sangat mudah sekali ternyata. tidak mempertanyakan yang memberatkan caera. seperti pengalaman kerja, atau apalah itu yang lainnya tentang etos kerja gitu.


"jadi saya di terima pak?"


caera meyakinkan diri bertanya lagi.


"ya. sebaiknya anda langsung ke ruangan sebelah"


ujar wanita yang di samping pria berkepala botak.


hati caera berbunga-bunga. bermacam bunga bertebaran di sana. seperti mimpi indah yang hari ini juga akan terwujud.


caera berdiri dan mendekat ke arah ketiga HRD di depannya. menyalami ketiganya, dan beranjak ke ruangan sebelah ruang interview.


HRD yang di bagian depan tadi mengarahkannya ke ruang di sampingnya. membuka pintu dan mempersilahkan caera masuk.


ada dua orang di sana. pria-pria berpakaian rapi sedang duduk di meja masing-masing. mendongak menatap caera dan langsung sigap berdiri.


caera agak bingung kenapa orang-orang perusahan ini tampak bersikap aneh. seperti bersikap hormat padanya. padahal caera baru kali ini datang ke perusahaan ini. itu pun karena melamar pekerjaan. tapi mereka bersikap seakan-akan caera adalah orang terhormat yang punya jabatan penting di sini.


pria berperawakan sedang itu mempersilahkan caera duduk di depannya.


dengan perasaan aneh, caera duduk. menatap siaga ke arah pria di depannya. lelaki itu menyerahkan selembar kertas yang di dalamnya berisi beberapa persyaratan kerja.


"perkenalkan, nama saya Erik"


lelaki itu mengulurkan tangan pada caera. dan Caera menyambutnya.


"Caera Anaya"


"nona, anda di terima kerja di perusahaan ini sebagai sekertaris pribadi CEO"


ujarnya mantap.


"apa? sekertaris?"


Caera membulatkan matanya sempurna. "tapi saya tidak melamar di bidang itu. saya melamar di product manager"


"tapi anda di terima sebagai sekertaris nona. dan kami sangat membutuhkan itu"


pantas saja pertanyaan HRD tadi siap ikut kemana saja. hhhaaaiiissshhh....


Caera menekuk wajahnya. seketika bunga-bunga matahari yang mekar di hatinya tadi, kini layu tersiram air panas. berpikir sejenak. pasti nanti dia akan repot dengan bosnya. dan tidak punya banyak waktu bersama Gino. tapi dia harus memikirkan masa depan Gino juga. kesempatan kerja sudah di depan mata.


"bagaimana nona?"


erik bertanya lagi.


Caera mendongak. menatap lelaki di depannya. ada sinar pengharapan penuh di matanya. dengan berat hati, caera mengangguk menyetujui.


" ini persyaratan kerja anda Nona. silahkan anda baca dulu. jika anda setuju, silahkan tandatangani di bagian ini"


Erik menunjuk kolom kecil di bagian paling bawah.


Caera melihat kertas itu dengan seksama. membacanya satu persatu dengan teliti.

__ADS_1


isi persyaratan kerja



siap ikut kemana saja CEO pergi jika di


butuhkan.


tidak banyak membantah CEO.


siap menerima semua fasilitas yang di


berikan perusahaan.


selalu ada di samping CEO.


selalu siap kapan saja ketika di panggil dan


di butuhkan CEO.


jika tidak melaksanakan tugas, siap


menerima sanksi dari CEO, berupa denda


yang harus di bayarkan.


ketentuan berlaku dan hanya dapat di


batalkan oleh CEO.


ketentuan lainnya hanya CEO yang berhak


memutuskannya.



😧 caera bengong. persyaratan macam apa ini? yang ada isinya hanya CEO melulu. dan denda apa itu? kenapa harus membayar?


"berapa denda yang harus saya bayar jika tidak bisa melaksanakan tugas?"


tanya caera lemah.


"sesuai dengan gaji yang akan anda terima nona"


"berapa gaji saya?"


"itu CEO sendiri yang akan memutuskannya nona. Anda akan bertemu dengan CEO besok, setelah anda menandatangani persyaratan ini. silahkan nanti anda tanyakan sendiri"


uuffffttt....


caera menghempaskan napas berat. interview sih gampang sekali. tapi persyaratan itu yang caera tidak setuju. apa apa CEO, pastilah caera akan sangat di repotkan tuan CEO itu nanti.


tapi, dia harus bekerja. Gino butuh hidup yang lebih baik. kesempatan kerja sulit di dapat. apalagi dia tidak punya pengalaman kerja. banyak saingan yang akan mengambil tempatnya.


"bagaimana nona?"


Erik bertanya lagi.


caera masih diam. hanya menatapi kertas persyaratan kerjanya sebagai seorang sekertaris pribadi CEO. masih ragu mengambil keputusan.


di depannya, diam-diam Erik menahan napas tegang menatikan caera setuju atau tidak. kalau caera tidak setuju, maka tamat lah riwayat kerjanya di perusahaan ini.


"baik lah. saya setuju"


akhirnya caera setuju. ada binar kelegaan di mata Erik. cepat-cepat dia menggeser kertas itu lebih dekat ke depan caera. dan menyerahkan pena ke tangan caera.


dengan hati yang berkecamuk, Caera membubuhkan tandatangan di kertas kontrak kerjanya.


Erik tersenyum menang. mengambil kertas itu dan menyimpan sebaik-baiknya. itu kertas berharga yang menentukan nasib kerjanya.


"terima kasih nona Caera. Anda akan bertemu CEO besok. Anda langsung bekerja setelah bertemu dengan CEO"


ujar Erik menyalami Caera dengan senyum mekar seperti bunga matahari.


caera permisi untuk keluar ruangan. begitu dia keluar, terlihat lagi wajah-wajah tegang menantikan sesi interview.

__ADS_1


kasihan sekali mereka. kalau melamar pekerjaan semudah ini, kenapa banyak sarjana yang nganggur ya?


__ADS_2