DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 89


__ADS_3

pagi-pagi sekali Deva sudah datang dengan beberapa orang pelayan. pengasuh, supir dan tukang kebun. caera sampai melongo begitu melihat para pelayan itu berbaris menghadapnya dan Deva.


"apa ini tuan Dev? rumah ku sangat kecil untuk di huni begini banyak orang"


caera jengkel melihat Deva berbuat sesukanya tanpa permisi.


"jika kau tidak mau, lebih baik pindah ke rumah bukit bersama ku"


jawab Deva santai. duduk di sofa ruang depan.


caera mendelik. tak habis pikir bagaimana Deva dengan mudahnya mendatangkan para pelayan ini ke rumahnya.


"ck.. bukan begitu tuan Dev. rumah ku hanya punya tiga kamar. lalu mereka mau tidur di mana?"


caera geram melihat santainya Deva menjawab.


"hanya sampai kau pulang ke rumah sayang. setelah itu mereka akan pergi"


"oh ya ampuuunn"


caera memijit keningnya. pusing dengan tingkah Deva. Jacko hanya diam tak bergerak. hanya matanya sesekali melihat pada caera yang terlihat frustasi.


"Jack, beritahu apa saja tugas mereka"


Jacko bergerak maju. memperkenalkan para pelayan pada caera.


"nona caera, ini Mina dan Dina akan memasak dan membantu sari membereskan rumah. Iran bertugas mengantar jemput Gino setiap hari. dan pak dirman bertugas di luar rumah. sementara Dira yang akan menjemput dan mengantar anda ke kantor"


Jacko menyudahi bicaranya. caera hanya bengong dengan kejengkelan yang menumpuk.


"ya ampun tuan asisten. kalian tahu kan rumah ku hanya sekecil ini? bik Sari sudah cukup mengerjakan semuanya. dan Dira, dia itu tugasnya sebagai sekertaris tuan Deva. kenapa harus mengantar jemput aku lagi tuan? tugas Dira jadi menumpuk"


caera masih tidak terima.


"Dira bisa aku berhentikan sebagai sekertaris sayang. dia hanya akan bersama mu kemana pun kau ingin pergi"


Deva menyahut seraya menggenggam tangan caera.


"iihh.. kalian ini, sungguh menyebalkan"


caera menepis tangan Deva. pergi ke kamarnya dengan kesal. meninggalkan Deva yang hanya tersenyum melihat caera marah.


"Gino" Deva meraih Gino ke dalam pangkuannya. "Gino mau kan, di antar jemput sekolah dengan paman itu?"


Deva menunjuk Iran yang bertugas menjadi supir untuk Gino.


"paman itu baik kan Daddy?"


tanya Gino dengan polos.


"tentu saja. kalau paman itu jahat sama Gino, Gino harus lapor sama Daddy"


Deva mencubit kecil hidung mungil Gino.


Gino tersenyum lebar. memeluk Daddynya.


"paman itu bisa antar Gino main Timezone kan Daddy?"


tanya Gino lagi.


Deva melepaskan pelukan Gino. menatap bocah kecil itu.


"boleh. tapi harus permisi sama Daddy dulu"


"permisi gimana Daddy? kan Gino tidak jumpa sama Daddy di sekolah?"


"ini ada ponsel buat Gino"


Deva mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jas nya. memberikan pada Gino. bocah polos itu tersenyum lebar. sangat bahagia menerima ponsel itu.


"tapi jangan bilang sama mama ya. ini hanya khusus buat menghubungi Daddy"


Deva berbisik.


dengan terkikik senang, Gino mengangguk menyetujui. Deva memasukkan ponsel itu di tas Gino.


"sekarang, Gino berangkat ke sekolah dengan paman Iran ya"


"baik Daddy "


Gino mencium pipi Daddynya dengan semangat. bahagia telah di beri ponsel dari Deva. lalu pergi berangkat ke sekolah dengan di antar iran supirnya.


Jacko membubarkan para pelayan itu. mereka telah terlatih mengerjakan pekerjaan rumah. sementara menunggu caera bersiap-siap, Jacko membuka laptop dan menunjukkan layarnya pada Deva.


"kau lihat titik merah yang bergerak itu bos?"


tanya Jacko seraya menunjuk di layar laptopnya.


satu titik merah yang berpendar bergerak pelan, mengikuti rute peta yang ada di layar laptop. Deva mengangguk.

__ADS_1


"itu adalah Gino"


"bagus. urusan Gino sudah selesai. aku tidak mau ada kesalahan Jack. katakan pada Iran untuk selalu waspada"


ujar Deva.


Jacko mengacungkan jempolnya. lalu meraih laptop di pangkuan Deva, dan sibuk mengetik di laptopnya.


Deva pergi ke kamar caera. kamar itu terkunci. dengan mudah Deva membukanya.


"hehe.. wanita ini selalu semberono. dia lupa kalau aku punya kunci cadangan"


Deva bergumam sendiri dan terkekeh masuk ke kamar caera.


"Aaaaaaa.."


teriak caera. dia sampai loncat karena kaget melihat Deva masuk ke kamarnya. dia masih belum berpakaian lengkap. hanya pakaian da laman saja.


"tuan Dev!!!" caera melotot marah "kenapa tidak sopan begitu sih??"


cepat-cepat caera menutupi tubuhnya yang terbuka dengan handuk.


Deva hanya tersenyum menggoda. duduk di tepi ranjang dan menatap caera yang blingsatan.


"apa sih tuan Dev! keluar sana"


caera menggerak-gerakkan tangannya mengusir Deva.


bukannya pergi karena usiran caera, Deva malah menarik handuk yang menutupi tubuh caera.


caera kaget setengah mati. tubuhnya polos terpampang di depan Deva. segera caera berlari menuju kamar mandi. tapi Deva dengan cepat menangkap tubuh polos itu.


caera jatuh terduduk di pangkuan Deva. Deva tertawa senang. sontak caera menutupi bagian dadanya yang hanya tertutup bra saja.


"tuan Dev! kau jahat sekali!"


caera mengguncang badannya memberontak agar terlepas dari Deva. tapi Deva memeluk pinggangnya erat. dan menempelkan hidungnya mengendus lengan caera bagian samping.


"kau harum sekali sayang"


Deva menggesek hidungnya di lengan caera. mengendus aroma sabun yang menyegarkan di lengan itu.


"aduuhh.. lepaskan aku tuan Dev!"


caera masih berontak ingin di lepaskan. tapi bukannya lepas, caera malah mendelik gusar karena merasakan sebuah tonjolan keras di bawah tempat ia duduk.


"jangan terlalu banyak bergerak sayang. atau dia akan masuk"


Deva nyengir sambil melirik ke bawah sejenak.


terpaksa caera diam. menatap Deva jengkel. ingin menangis saja rasanya kalau begini. Deva malah kesenangan karena caera jadi menurut untuk duduk diam di pangkuannya.


"Ra"


caera diam saja. masih marah.


"sayang"


uhh... caera makin jengkel. membuang pandangannya ke arah lain.


"caera"


Deva agak mengencangkan suaranya.


"hmm"


caera menyahut dengan deheman.


"morning kiss"


ujar Deva manja memonyongkan bibirnya ke depan caera.


"iihh.. apa sih!"


caera menendang dada Deva dengan lengannya. karena tak mau tangannya bergerak, takut bagian dadanya terbuka.


"ayolah sayang"


bujuk Deva.


"tidak mau!"


caera makin ngambek.


caera risih merasakan di bawah sana makin membengkak saja. mengerakkan matanya gugup. Deva masih melingkarkan tangannya erat di pinggang caera. membuat ia susah bergerak melepaskan diri.


tidak morning kiss saja sudah keras begitu. apalagi di kasih morning kiss, bisa mampus dia seperti duduk di batang kayu besar.


Deva tak habis akal. menge cupi pundak caera bertubi-tubi. menggesek bibirnya di lengan caera. membuat caera menggelinjang geli.

__ADS_1


"tuan Dev. hentikan! kita harus berangkat ke kantor!"


ujar caera makin jengkel. bulu kuduknya meremang berdiri merasakan bibir itu menggesek antar menempel dan tidak. mengambang tapi mendebarkan.


"sebelum morning kiss, kita tidak akan ke kantor"


ujar Deva lirih hampir berbisik. masih asik dengan kecupan dan gesekan bibirnya yang kini sudah merambat ke leher caera.


tangan caera yang menutupi dadanya sampai gemetar merasakan sensasi geli akibat ulah Deva. begidik berkali-kali. apalagi duduknya semakin tidak nyaman karena tonjolan itu makin terasa keras.


wajah caera memerah karena malu. dia tahu apa tonjolan yang di dudukinya. dasar Deva mesum, dia makin menggerak-gerakkan pahanya pelan. menaik turunkan pantat caera dengan lembut di pahanya. membuat caera makin ingin melarikan diri.


sungguh rasa tonjolan itu sangat terasa. karena caera hanya memakai ce la na dalam. tidak ada lagi kain yang melapisi tubuhnya. caera memaki deva dalam hati. mengapa lelaki yang satu ini selalu berbuat mesum padanya.


"ayo sayang morning kiss"


Deva mendesah di telinga caera.


caera sudah menahan malu di perlakukan begitu. tapi Deva seakan tidak menggubris itu. malah semakin menggoda caera.


caera mengalah. jika tidak ia turuti, maka tuan mesum ini akan semakin gencar menggerakkan tonjolan itu di bawahnya.


dengan lambat, caera mendekati bibir Deva. menipiskan jarak di antara mereka. mengecup bibir itu dengan pelan.


tapi Deva tak sabar. langsung menangkap bibir caera dengan cepat. mengu Lum nya lembut. caera hanya diam Saja.


Deva merasa gemas caera tidak membalasnya. menggigit bibir basah yang manis itu. sampai caera mengernyitkan dahi merasa kesakitan.


"balas aku"


bisik Deva.


lalu menyesap bibir caera lagi. mema gutnya intens. menelusupkan lidahnya ke dalam. menemukan lidah caera dan menghi sapnya lembut.


tapi karena caera belum membalasnya, Deva menggigit lidah itu. membuat caera melepaskan dadanya dan memukul pelan dada Deva.


tak memberi kesempatan caera, tangan Deva naik ke atas. menangkup gunung Tangkuban perahu milik caera yang hanya tertutup mangkuk lembut , dan meremasnya pelan.


"uummhhh..."


caera mengerang. membuka matanya seakan protes apa yang di lakukan Deva. Deva juga membuka matanya menatap mata caera. tapi ia tak menghentikan aksinya.


masih membelit lidah caera dengan lembut. napasnya memburu. tangannya gemetar meremas gundukan di dada caera.


kriiiing... kriiiing...


glek!


mereka berdua sama-sama diam. saling menatap dengan bibir masih menempel. menahan napas karena di kagetkan dengan suara ponsel di saku jas Deva berdering.


krriiing... kriiing...


dengan serempak, mereka berdua memisakan diri. caera berdiri dengan gugup setengah mati. Deva juga jadi kikuk dengan wajah memerah.


caera mengambil pakaiannya yang ada di ranjang, lalu masuk ke kamar mandi dengan tergesa. sementara Deva mengangkat panggilan masuk di ponselnya. ternyata ibunya yang menelpon.


"ya Bu?"


" hallo Dev, ibu lupa bilang, kalau nanti sore paman kamu akan sampai. jangan lupa pulang cepat ya"


"ahh.. iya Bu. aku akan pulang tepat waktu"


"kau kenapa Dev? napas mu kok seperti lari begitu?"


"ehmm.. tidak apa-apa Bu. aku hanya lelah naik tangga darurat tadi"


"apa? tangga darurat? kenapa lift di kantor mu?"


"agak sedikit oleng Bu"


"ah.. ada-ada saja kau ini. ya sudah, jangan lupa jangan pulang terlambat ya"


"baik lah Bu"


"uufff..."


Deva menghempaskan tubuhnya di ranjang. kepalanya pusing 🥴


🌹❤️🌹❤️🌹❤️🌹❤️🌹


ayo... ayo... pada komen..


buat readers yang pada komen di bab ini, nanti ada bab yang otor buat, pinjam nama-nama readers yang udah komen di bab ini ya.


nama readers yang komen, masuk ke cerita langsung.


lope ❤️ lope ❤️ buat semua readers setia caera dan Deva.


❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2