
Soraya mengajak mereka ke ruangan lain. memperkenalkan Gino pada cucu-cucunya. terlihat viona sangat antusias mendekati Gino. langsung menariknya untuk bermain boneka. dengan berat hati, Gino ikut bermain juga. Deva sudah lebih dulu meninggalkan mereka. katanya ada sedikit yang ingin di bicarakan dengan Jacko.
meninggalkan anak-anak itu dengan para pengasuhnya. lalu mengajak caera lagi ke ruangan lain. mansion ini sangat luas. caera sampai bingung harus berjalan kemana saja.
Soraya memperlakukan caera sangat hangat. menganggap caera seperti keluarga. dia membawa Soraya bertemu dengan adik dan kakak ipar Deva.
"waahh.. Kakak sangat cantik sekali"
Farah memuji caera begitu mereka bertemu.
caera tersenyum kikuk. tak tahu harus mengatakan apa pada Farah. wanita yang masih terlihat seperti seorang gadis ini memiliki mata biru. dialah yang menurun seperti tuan Elliot. cantik sekali Farah. caera tak bosan memandangnya.
"pilihan Deva aku acungi jempol"
Ruby, istri dari Tristan kakak tertua Deva juga sangat ramah. menyambut caera dengan pelukan hangat.
caera merasa terbang ke awan empuk. serasa mengambang di buai kebahagian bertemu dengan orang-orang yang menghargainya. tapi hati caera seakan berontak. kenapa Deva langsung membawanya dan memperkenalkan pada keluarganya? menjalin hubungan saja tidak.
seorang pelayan datang menghadap. mengatakan makan malam sudah siap. Soraya mengajak mereka semua turun. berkumpul di meja makan yang panjang dengan banyak kursi berderet di sisinya.
di sini lah caera bertemu dengan semua anggota keluarga Deva. kecuali anak-anak. anak-anak itu makan di ruangan lain bersama pengasuhnya.
Deva menarik tangan caera untuk duduk bersamanya. caera sungguh sangat merasa canggung. Deva dan keluarganya memperlakukan caera seakan caera adalah calon istri Deva.
"caera, perkenalkan. ini suami Farah. zyan adik ipar Deva"
ujar Soraya.
caera melihat pada zyan. lelaki itu mengangguk pada caera dan tersenyum. caera pun membalas.
"yang ini, paman Clark dan istrinya bibi Julia. adik dari ayah Deva. dia ayahnya Richard"
caera agak terkejut. melihat lelaki setengah baya yang memang mirip sekali dengan Richard. tak menyangka, ternyata Richard adalah sepupu Deva. caera tersenyum dan mengangguk pada keduanya.
"halo cantik. paman suka melihat mu. kau pasti akan jadi mantu yang baik"
ujar paman Clark.
"paman, jangan menyukainya. dia milik ku"
celetuk Deva.
semua orang tertawa. caera tersipu malu.
"yaaa.. aku tahu Dev. aku hanya menyukainya bukan? urusan cinta hanya milik mu. hahaa"
paman Clark tertawa melihat Deva over posesif. Farah dan Ruby terkikik geli.
"dan yang ini, Niko dan Niki. anak dari Tristan kakaknya Deva"
sambung Soraya.
Niko dan Niki melambaikan tangan pada caera. caera membalas tersenyum pada kedua anak kembar itu.
"hallo bibi. kau sangat cantik"
Niki terlihat menyukai caera.
"terima kasih Niki"
jawab caera tersipu.
"tentu saja bibi caera sangat cantik. dia kan kekasih Daddy Deva. tidak seperti mu. kau sangat jelek"
Niko menimpali. mengejek Niki saudari kembarnya dan memuji caera.
"kau jahat Iko"
__ADS_1
Niki menggeplak kepala Niko karena sudah berani mengejeknya.
"aku bicara yang sesungguhnya"
Niko membela diri.
"bisakah kalian duo lebah, tidak ribut sekarang?"
Ruby melerai anak-anaknya yang selalu ribut dengan hal sepele.
caera hanya tersenyum melihat kehangatan di meja makan ini. caera sangat rindu suasana kekeluargaan begini. ia jadi ingat Bima. adiknya itu selalu jauh dan jarang sekali momen seperti ini mereka dapatkan.
mereka memulai makan malam dengan sesekali bercanda dan mengobrol ringan. Deva tak bosan memamerkan sikap mesranya pada caera di depan keluarganya.
caera mencoba menikmati saja dan membiarkan semuanya mengalir seperti apa adanya. caera menghormati apa yang telah Deva suguhkan untuknya. tak ingin membuat momen berkesan ini menjadi sesuatu yang merusak malam indahnya.
ini adalah momen yang tak pernah di temuinya di dalam keluarga Arya.
****
selasai makan malam, mereka duduk mengobrol di ruang depan mansion yang luas dan megah ini. caera sangat menikmati berkumpul bersama keluarga Deva. dan memang mereka semua mengasikkan. semua ramah dan selalu menggodanya karena sikap Deva yang menunjukkan tak ingin jauh dari caera.
caera kadang bersemu malu begitu Niki dan Niko menggodanya. tapi Deva malah nekat memeluk caera di depan semua orang. hingga mereka semua berseru heboh.
"Dev, tak bisakah kau Carikan yang seperti menantu ku ini untuk Richard?"
ujar paman Clark.
reflek caera melirik Dira yang ada di sofa lain terpisah dari mereka, tapi masih satu ruangan. tampak wajah Dira datar saja. caera yakin Dira bisa mendengar apa yang di katakan paman Clark tadi.
"kekasih ku tiada duanya paman"
jawab Deva sambil menatap caera dengan penuh rasa cinta.
caera hanya menunduk. tersipu karena paman Clark menggodanya.
"anak mu itu memang keterlaluan. sampai sekarang, dia belum bisa membawa ibunya cloe"
lagi-lagi caera melirik Dira. ingin melihat expresinya. Dira tampak mengetatkan rahangnya. raut wajahnya mengeras. caera sampai tidak bisa mengenali Dira yang sesungguhnya. di sini sikap Dira tidak seperti biasanya. lugu dan periang. sangat berbeda.
"dia sudah berjanji pada ku honey. akan membawa ibunya cloe secepatnya"
paman Clark menggenggam tangan istrinya.
"semoga saja anak mu itu tidak semakin gila saja"
bibi Julia tampak jengkel memikirkan kelakuan Richard anaknya.
Dira membuang pandangannya ke samping. seperti bergumam jengkel. caera tersenyum melihat itu.
Jacko datang dan berdiri tegak agak terpisah. bersikap waspada seperti biasanya. tapi Soraya tampak jengkel melihat sikap Jacko.
"hey Jack. tolong lah. ini rumah ku. bukan kantor Deva. bersikap lah seperti kucing kesayangan ku"
Soraya menatap Jacko tajam.
"ehem.."
Jacko hanya berdehem pura-pura batuk dan melirik caera sejenak.
"huh.. suara batuk mu menyakiti telinga ku black!"
Niki menutup telinganya.
"biasanya kau paling suka mendengar dehemannya, kenapa sekarang telinga mu sakit?"
Niko menatap Niki heran.
__ADS_1
"enak saja kau"
Niki menyikut perut Niko. dan anak remaja itu mengaduh kesakitan.
"aku bicara yang sesungguhnya mom" Niko menatap Ruby. meminta pembelaan pada ibunya. "Niki bilang, dia mau menikah dengan paman black"
"uuuhhh.. kau menyebalkan!"
Niki memukuli punggung Niko. dan berlari meninggalkan semua orang. Niki marah.
membuat semua orang tertawa selain Dira dan Jacko. Jacko hanya diam dan menatap datar. tak mau jatuh imej di depan caera.
Gino datang berlari ke arah caera dengan menagis. semua orang terheran melihat Gino. bocah kecil itu seakan ketakutan dan memeluk caera dengan erat.
"Gino, kenapa sayang?"
tanya caera.
"mama, viona jahat. hwaaaa..."
Gino mengadu dengan tangisnya.
"ehh.. viona ya? ada apa Gino?"
soraya merasa tak enak hati. mengelus kepala Gino. menanyai bocah itu. tapi Gino makin menyusupkan wajahnya di dada caera masih menangis terisak.
caera jadi merasa insecure saat itu juga. karena tangisan Gino, keluarga Deva menjadi merasa tak enak hati.
Deva meraih Gino dari pelukan caera. mengelus kepala Gino di pelukannya. tapi Gino masih saja menangis.
Farah apalagi. dia memanggil viona si bocah perempuan yang berambut kriting seperti mie instans itu.
membawa viona untuk di tanyai. viona hanya menggerak-gerakkan boneka Barbienya dengan gugup. lucu sekali. caera sampai ingin mencubit pipinya.
"viona. apa yang kau lakukan pada Gino?"
tanya Farah.
"mommy.. itu bukan salah Vio. Gino yang mulai mom"
Viona membela diri.
"hhwwwaaaaaa...."
Gino makin menangis kencang mendengar apa yang di katakan viona.
"tapi kenapa Gino sampai menangis begitu? kau apakan pria tampan itu?"
Farah memarahi viona.
bukannya takut, viona makin tersipu. tersenyum malu-malu mendengar mommy nya mengatakan Gino seorang pria yang tampan. semua yang ada di situ tersenyum menahan tawa melihat tingkah viona.
"mommy.. Vio cuma memukulnya dengan ini"
Vio mengacungkan Barbienya.
"tapi kenapa?"
tanya Farah lagi.
"Vio hanya memaksanya karena Gino tidak mau"
dengan polos gadis kecil itu bercerita.
"tidak mau apa Vio?"
"karena Gino tidak mau menikah dengan ku. seperti paman yang akan menikah dengan mamanya"
__ADS_1
"aawwwwhhh..."
serempak semua orang terkejut dengan apa yang di katakan viona. dan bocah perempuan itu malah nyengir karena telah membuat Gino menangis.