
caera berhenti di depan pintu kamar Dira. menghela napasnya dan mengetuk pintunya. mudah-mudahan Dira masih di dalam kamarnya.
tokk.. tok tok tok..
sepi. tak ada yang menyahut.
tookk.. tookk..
"Dira, ini aku"
seru caera. agar Dira tahu dia yang datang. tapi masih belum ada jawaban. caera menunggu. karena merasa tak ada respon, caera memutuskan ingin pergi. tapi tiba-tiba caera seakan mendengar orang berbicara di bagian belakang cotage.
caera berjalan memutar. Suara itu terdengar semakin jelas. mereka berbicara seperti bertengkar.
"apa maksud mu?!"
"kau harus kembali pada ku?!"
"tidak!"
jantung caera berdegup kencang. dia mengenali suara siapa itu. itu suara Dira dan Richard.
"kau egois!" bentak Dira.
"apa tidak salah? kau yang egois! cloe anak mu. kenapa kau tidak mau bersama ku??!!"
caera tercekat. menegang mendengar itu. langkahnya terhenti. tampak Richard memepet Dira di dinding. dan Dira melotot pada Richard.
"kau hanya menginginkan ku demi cloe!! aku benci pada muuuuu!!!" teriak Dira.
caera mundur. menjauh dari sana. hatinya terguncang. Dira adalah ibunya cloe. pantas saja waktu di mall dulu caera melihat wajah cloe seperti ada perpaduan wajah yang pernah caera lihat, tapi caera lupa itu wajah siapa.
dan sekarang semuanya jelas. Dira. itu wajah Dira. cloe anak Dira. hati caera seakan di tumbuk tinju besar. ada rasa nyeri menelusup masuk.
ada apa ini? ada seorang ibu yang tidak ingin bersama anaknya. sedangkan dia, adalah ibu yang sangat menginginkan seorang anak. tapi tidak mendapatkannya.
"kau tidak berubah rich!"
"kau terlalu keras Dira! aku mencari mu bertahun-tahun, tapi sekarang, kau menolak ku"
"lepaaaass!! pergi kau!"
caera terhenyak. cepat melangkah pergi meninggalkan mereka berdua. matanya buram menatap jalan di depannya karena air mata yang mendesak keluar.
entah kenapa memikirkan Cloe hatinya tersayat sembilu. sungguh Tuhan punya rahasia besar di dalam kehidupan ini. bermacam kisah yang manusia lakoni.
caera terduduk di banku panjang yang ada di taman. merenung sendiri dengan apa yang tadi dia dengar.
ternyata Richard dan Dira telah lama berhubungan. dan entah apa yang telah terjadi di antara mereka. sampai Dira meninggalkan cloe pada Richard.
caera melihat Richard pergi dengan langkah lebar meninggalkan cotage Dira. terlihat wajah Richard menyimpan kemarahan. menghilang masuk ke dalam kamarnya sendiri.
caera juga melihat Dira masuk ke kamarnya dengan terisak sedih. hati caera merasa di remas. begitukah manusia ketika cinta telah pergi? yang ada hanya amarah dan pertengkaran.
dia teringat Deva. bagaimana nanti jika cinta Deva pergi? menguap dengan kehampaan hidup? begitu jugakah mereka?
tapi Dira sedang sendiri. Dira sedang sedih. dia butuh teman yang siap mendengarkan keresahannya.
caera bangkit berdiri. melangkah menuju kamar Dira. mengetuk pintunya dan menunggu sesaat. tapi sepi. Dira tidak membuka pintu kamarnya.
mungkin Dira hanya ingin sendiri. caera memutuskan meninggalkan dira. tapi tiba-tiba pintu terbuka.
__ADS_1
muncul Dira dengan wajah sembab. caera terenyuh melihat itu. dia ingat bagaimana rasanya sakit hati.
"Dira, kamu tidak apa-apa?" caera memegang tangan Dira.
tampak Dira sangat merasa sedih.
"masuk lah kak"
Dira berbalik masuk ke kamarnya. caera mengikuti. Dira duduk di sisi ranjang. caera hanya berdiri menatap Dira.
"duduk lah kak" ujar Dira.
caera melangkah mendekati Dira. ikut duduk di sampingnya. menyentuh tangan gadis itu dan menggenggamnya.
"kau tampak tidak baik-baik saja Dira. ada apa?"
air mata Dira berlinang. tersengguk sedih. hati caera terasa tersayat melihat itu.
"Dira, kau menganggap aku teman mu bukan?"
Dira menoleh menatap caera dengan berderai air mata.
"aku membencinya kaaaakk.. "
tiba-tiba Dira memeluk caera erat. menumpahkan rasa sedihnya. menangis terisak sangat menyedihkan. dia tidak punya tempat mengadu. hanya memendam rasa sakit itu sendirian.
"tapi.. akkkuu.. juga mencintainya..huuu..huuhuh"
Dira meraung sedih. menyembunyikan wajahnya di pelukan caera. caera membalas pelukan Dira. mengusap punggungnya memberikan rasa nyaman. membiarkan gadis ini menangis.
caera jadi ikut terharu. walaupun masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi, tapi mendengar Dira membenci tapi sekaligus mencintai, itu sudah membuat hati caera ikut merasakan derita dira.
"maaf kak. kakak harus melihat ku begini"
caera tersenyum getir. menyentuh pipi Dira dengan rasa sayang.
"aku teman mu bukan? jika aku tidak bersama mu sekarang, lalu teman macam apa aku ini?"
Dira agak menaikkan ujung bibirnya sedikit mencoba tersenyum dalam tangisnya. walaupun itu tidak berhasil.
"Dira, maukah kau membagi sedikit rasa sedih mu? aku siap mendengarkan"
Dira menunduk. meremas bagian bawah kaos yang ia pakai. tampak resah menyelimuti hatinya. caera mengerti itu. keresahan membagi cerita sedih yang di pendam dalam hati.
"kalau kau tidak nyaman, tidak apa-apa Dira"
Dira hanya diam dan terisak lagi. tapi ia menoleh pada caera dan pandangan itu, ia sangat ingin di dengarkan.
"aku mengenal Richard sejak lama kak" ujarnya memulai.
caera masih diam mendengarkan.
"kalian saling mencintai?" tanya caera.
Dira menggeleng. menunduk sedih.
"dia tidak mencintai ku. menginginkan ku kembali hanya karena cloe"
"kau ibunya cloe?"
Dira mengangguk lemah. hati caera menjerit serasa ada belati yang menghujam jantungnya.
__ADS_1
"aku memberinya pada Richard sejak cloe masih bayi merah. waktu itu aku tidak bisa mengurusnya dengan segala keterbatasan hidup kak" Dira tersengguk.
caera bingung. bukannya Richard orang kaya? kenapa Dira bilang keterbatasan hidup?
"kalian pasangan suami istri?"
Dira mendongak. menoleh menatap caera dengan deraian air mata. pelan Dira menggeleng. caera kaget. lalu ada apa?
"Richard.. hiikkss.. hikkss.. memperkosa ku di saat aku magang di kantornya"
duaaaarrr!!!!!
terasa petir menyambar caera. jantungnya berhenti mendadak. matanya melotot mendengar penjelasan Dira.
caera langsung memeluk Dira erat. ikut menangis terisak merasakan kepedihan gadis malang ini.
"panjang kisah ku kak. untung tuan Jacko dan tuan Deva menemukan ku. mereka merawat ku dan mendidik ku untuk menjadi yang sekarang ini"
hati caera terasa di iris sembilu. permainan hidup yang harus di mainkan manusia. dan Dira mendapat peran yang sangat berat untuk di pikul di pundaknya.
"dan kini, dia menginginkan ku hanya karena cloe. dia tidak pernah berubah.. hikkss.. hikkss.."
"tenang lah Dira. kita akan cari solusi tentang masalah mu ini"
Dira menggeleng. merasa tidak ada jalan lagi untuk masalahnya. dulu dia sempat berpikir ingin memberi Richard kesempatan. mengharapkan Richard berubah. tapi tidak. Richard tetap pada dirinya yang dulu. mengumbar ketampanan pada setiap wanita.
"Richard tidak akan pernah berubah kak... huuu.. huuuhuuu"
Dira meraung sedih di pelukan caera. caera memeluknya semakin erat. sama-sama terisak berpelukan.
"Dira, tapi tidak kah kau pikirkan tentang cloe? dia membutuhkan mu"
Dira merenggangkan pelukannya. menatap caera di depannya.
"aku juga takut cloe membenci ku kak. karena aku menyerahkannya pada Richard dan aku meninggalkannya"
caera diam. sungguh pelik masalah Dira. caera kasihan melihat gadis ini.
"tapi tuan Richard belum menikah sampai sekarang. tidakkah kau pikir itu aneh Dira?"
"dia hanya suka mempermainkan hati wanita. dia tidak suka terikat dengan suatu hubungan yang menjerat"
caera menghela napasnya berat. benarkah seperti itu? Richard tidak suka ikatan? lalu kenapa menginginkan Dira kembali padanya? hanya karena cloe? masih banyak wanita di dunia ini yang bisa menjadi pengganti Dira. kenapa dia tidak mencoba?
"kak Rara, terima kasih Kakak sudah mau mendengar ku. selama ini aku tidak pernah membuka cerita ini pada orang lain. walaupun tuan Jacko dan tuan Deva mengetahui itu, tapi aku tidak bisa mengadu pada mereka seperti aku mengadu pada mu kak"
"kau teman ku bukan? mulai sekarang aku adalah kakak mu. berbagi lah jika kau punya masalah. hmm?"
Dira mengangguk. merasa berterima kasih pada caera.
"kau nona yang sangat baik hati kak. tuan Deva beruntung mendapatkan mu"
"kau salah dira. tidak begitu. malah sebaliknya. akulah yang beruntung mendapatkan Deva"
"aku berharap, semoga cinta kalian tidak akan pernah berubah"
"aamiin"
caera memeluk Dira lagi. mengecup puncak kepalanya. mengelus rambut Dira perlahan dengan penuh sayang. menganggap adik perempuannya lah yang terluka saat ini.
caera berjanji akan mencoba mencari jalan keluar untuk Dira dan Richard. kasihan cloe juga. dia membutuhkan ibunya.
__ADS_1