DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 130


__ADS_3

πŸ˜—πŸ“’readeeerrrrsss....


ooooyyyy readeeerrsss....


biasakan, sedekah tinggalin jejak ya... like, komen, vote, hadiah, tips, favorit, rumah, mobil, apartemen, nasi Padang juga boleh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


gak usah bantu masuk ranking laaahh.. gpp.. bantu otor semangat aja gitcuuuu... πŸ’ͺπŸ€­πŸ‘


cuuss lah.. kita mulai buka gerbang ya.. tahan napaaaaasss... jangan di buang!! 😝


πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’πŸ’–πŸ’πŸ’–


minum sampanye dengan kekasih tercinta adalah hal yang di tunggu banyak orang. caera selalu melekat lengket pada Deva. membuat Deva selalu tertawa melihat wanitanya telah jatuh cinta akut padanya.


duduk berdua di keremangan cahaya kamar, dan di penuhi kelopak bunga dan aroma manis dari lilin Terapy. sungguh indah dunia pengantin baru.


caera bersandar di dada Deva, dan Deva merengkuh tubuh ramping itu di depannya. menghirup aroma wangi rambut istrinya.


"sayang" panggil Deva.


"ya, Dev"


"kenapa masih panggil nama ku? panggil apaaa gitu yang manis, sayang"


"apa? Dedev? honey? bunny?"


"yahh.. terserah kamu mau panggil apa"


"ya sudah. sayang aja ya?"


caera menoleh dan mendongak melihat Deva di belakangnya. Deva menatap wajah cantik itu penuh cinta.


"boleh"


Deva menyentuh bibir caera. mengusapnya lembut.


"bibir ini membuat ku candu" ujar Deva lirih.


menatap gemas bibir basah itu. timbul niat iseng caera. ia menjulurkan lidahnya sedikit. mengintip di antara celah bibirnya.


Deva mengernyitkan dahi. semakin gemas melihat lidah pinky itu mengintip sedikit dan masuk lagi.


caera geli melihat wajah Deva. wajah itu terlihat gemas menatap lidahnya. caera menjulurkan lagi lebih panjang. lalu masuk lagi.


"uuhh... sayang. sekali lagi" bisik Deva dengan napas yang mulai memburu.


"tidak mau"


"eeh.. tadi mau. kenapa sekarang tidak?" Deva mengalihkan pandangannya pada mata caera.


"coba kamu cari sendiri" tantang caera.


"hhhmmm.. jangan menyesal kalau aku tidak akan melepaskan lagi"


Deva menyeringai. mendekatkan wajahnya. mengikis jarak diantara mereka. menyentuh bibir kenyal nan menggoda caera, dengan bibirnya.


mengecup dan me lu mat lembut. melepaskan sejenak dan menatap mata caera.


"bibir mu manis sekali sayang" bisiknya bergetar.


caera tersenyum manja. Deva me ***** bibir itu lagi. kali ini dengan ji latan basah. menelusupkan lidahnya ke dalam. bergerak lembut memaksa caera membuka mulutnya.


istrinya pasrah. membuka mulutnya membiarkan Deva menjelajahi setiap inci dalam mulut caera. Deva menemukan lidah hangat itu. membelitnya dan menyesap sesekali.


"uuhhhmmm"


caera men de sah kan suara nik mat. memegang leher Deva bagian samping. menahan wajah Deva agar tidak pergi menjauh.


Deva tak bosan menyesap bibir dan lidah istrinya. ciu man itu menuntut dalam. menggebu seperti ingin menghabiskan madu di dalamnya.


menimbulkan bunyi basah yang memenuhi ruang kamar yang syahdu. Deva melepaskan ciumannya pelan. menyisakan Saliva yang membentuk tarikan benang di antara bibir mereka.


terengah kehabisan napas dan saling menatap dengan cinta membara. caera menatap kedepan. menetralkan debaran jantungnya yang berdebar kencang.


Deva tersenyum penuh kehangatan. mendorong tubuh caera sedikit tegak. lalu memijat pundak istrinya pelan.


"lelah kan sayang? aku pijat ya?"


caera hanya mengangguk saja. Deva memijat pundak itu sampai kelengan caera. lalu balik lagi ke pundak dan leher.


mendekatkan bibirnya ke tengkuk caera. mengecup di sana. tubuh caera agak berjengkit karena geli. Deva masih saja mengecupi tenggkuk belakang kepala caera.


kini, bukan hanya bibir, tapi lidah Deva ikut meraikan leher jenjang itu. men ji lat sampai ke belakan telinga caera.


caera bergidik geli. melenguh mendongakkan kepalanya keatas. itu membuat Deva makain bersemangat. men ji lat sampai ke telinga caera. menge mut daun telinga bagian bawah.


"uuhh.. deeev" de sah caera. tak kuasa menerima rang sangan magis lidah Deva.


men jilat lagi leher jenjang itu. melumurinya dengan cinta. basaaaahh..

__ADS_1


tangan Deva sudah tidak lagi memijat. tapi mengelus. menurunkan tali lingerie dari pundak istrinya. mengecupi pundang itu dengan mesra. dari belakang, Deva lebih menurunkan lingerie caera. membuatnya membuka lebar di bagian dada.


caera tersentak. menegang melihat dadanya sudah menyembul keluar. reflek dia menyilangkan tangannya di depan dada. Deva terkikik geli.


"kenapa sayang? bukankah aku sudah memberi banyak tanda di sana? hmm" Deva men ji lat telinga caera.


"awwhh" caera menutup telinganya karena kaget dan geli.


tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Deva menangkup sebelah gunung kembar nan padat itu. meremasnya lembut. gemetar tangannya menahan kelembutan gun dukan padat itu.


"aahh.. deeevv..."


caera merintih di saat jari Deva menjepit ujung dadanya. kepala caera mendongak. bersandar pada bahu Deva. Deva meraih kedua tangan caera dan menariknya ke atas. menaruh ke belakan kepalanya. menyuruh caera berpegangan pada tengkuk belakang Deva.


perlahan, kedua tangan Deva meraih gun dukan menggoda di dada istrinya. menarik pelan kedua Unjung dada caera.


"uuhh deeeevvvaa.."


membuat caera melentingkan dadanya ke depan. menautkan kedua alisnya. tak sanggup menerima gerakan jari Deva di ujung dadanya.


"hmmm.. sayang.. kau suka?" bisik Deva di telinga caera sambil sesekali menjulurkan lidahnya men ji lat.


"deevv... aahh.."


hanya racauan itu yang keluar dari bibir caera. Deva mempermainkan ujung pinky itu. menjepit dan menyentil sesekali. mem Ilin lembut.


"caera.. kau manis sekali sayang"


caera menoleh. menatap wajah suaminya sayu. Deva menjulurkan lidahnya. caera tak sadar langsung menangkap lidah itu. menge mutnya lembut. membuat Deva mengeram nikmat.


sebelah tangan Deva mengelus perut caera. meraba sampai ke pangkal paha. berbalik lagi menyentuh perut bagian bawah caera. membuat caera tersentak dan melepaskan pa gu Tannya dari lidah Deva.


napas mereka memburu. menatap sayu satu sama lain. Deva makin meraba ke bawah. lebih menurunkan lingerie caera. lingerie itu kini melorot sampai ke pantatnya. Deva mencoba menaikan pantat caera karena menghalangi lepasnya lingerie.


caera menurut menaikkan sedikit pantatnya. dan terlepaslah lingerie itu seluruhnya. caera masih malu. merapatkan kedua pahanya. dan menyembunyikan wajahnya di leher Deva.


Deva tersenyum. meraih dagu Caera dan menghadapkan ke wajahnya.


"kau manis sekali sayang"


wajah caera semakin bersemburat merah. malu sekali. baru kali ini dia berte lan Jang tanpa sehelai benangpun di depan Deva.


Deva me ma gut bibir manis itu lagi. menarik tubuh caera untuk menghadap kesamping. membuat caera bisa merebahkan kepalanya di sandaran sofa, dan Deva jadi ada di sampingnya.


deva merabai paha mulus istrinya. sebelah tangannya memeluk punggung belakang caera, dan tangan itu bisa menggapai dada bagian depan caera. meremas gundukan bulat itu. me mi Lin ujungnya lembut.


Deva merenggangkan paha caera. menge lus paha bagian dalam. menyentuh gundukan di antara paha bulat nan ramping istrinya.


"uuhhhmm" desah caera.


semangat Deva makin menjadi. mengelus gun dukan itu dengan lembut. mebuka sedikit celahnya, dan menyentil sedikit daging kecil di tengahnya.


"deevv!!"


jerit caera. napasnya memburu. pandangannya sayu. dadanya naik turun. Deva telah membuatnya blingsatan tidak karuan. Deva tersenyum menggoda menatap istrinya.


"ini yang membuat ku menunggu sayang. hmm.. ini lembut sekali.. uhhmm.."


tak kuasa caera menerima sentilan dan ges ekan menggoda dari jari Deva. dia merengkuh leher Deva dan menyembunyikan wajahnya di sana. mende sah dan merintih pelan.


"sebut nama ku sayang.. uuhhmm"


Deva menggeram melebarkan paha caera. melirik di bawah sana melihat tangannya menggesek gun Du kan mulus itu.


"deeeevvv... aahh.. Dev!"


tubuh caera menyentak. men de sah seperti makan sambal terlalu banyak. mengigit bahu Deva.


"sayang.. lihat ke sini" bisik Deva. meminta caera menoleh ke padanya.


pelan-pelan, caera menoleh. Deva masih meng gesek kacang mungil di inti caera. saling menatap satu sama lain. caera mengernyitkan dahi saking meresapi rasa itu. Deva melirika ke bawah sejenak dan menatap mata caera lagi.


"lihat lah ke bawah" bisiknya.


wajah caera memerah. sudah panas, jadi semakin terasa terbakar bara kemesraan Deva. pelan sekali, caera melihat kebawah. melihat tangan Kokok itu menggerakkan jarinya meng gesek inti caera. tapi masih di kacang kecilnya.


melihat itu, caera makin tersentak nik mat. Deva me nji Lat telinga caera.


"indah sayang? hmmm?" bisik Deva lagi.


"aahh.. deev.. akuuu.. uuhhh"


caera makin ngos-ngosan. mulutnya terbuka dengan kepala mendongak. rengkuhannya pada leher Deva makin mengerat.


"ayo sayang.. lepaskan lah.. ssshhh.. aku mencintai mu sayang"


"deeeevv... ssshhhh.. aahhhh"


caera merapatkan kedua pahanya. menjepit tangan Deva di intinya. tubuhnya menyentak-nyentak nik mat. intinya berdenyut hangat.

__ADS_1


Deva tersenyum menang telah membuat istrinya terkapar penuh kelegaan. Deva menarik tangannya dari bawah. mengacungkan jarinya ke depan mereka berdua.


caera melihat tangan Deva masih dengan napas memburu sisa lelah pelepasannya yang pertama malam ini.


"sayang, ini hangat"


Deva menge mut jari yang berlumur mayonaise putih itu. caera malu. memukul pelan dada Deva. membuat Deva terkikik geli.


Deva bergerak bangkit dari sofa. lalu membopong istrinya ke arah ranjang. caera melingkarkan tangannya di leher Deva. saling menatap cinta satu sama lain.


Deva me lu mat bibir caera sambil terus berjalan ke arah ranjang. meletakkan tubuh polos istrinya di ranjang empuk itu.


menatapnya penuh kagum. caera Sampai Malu di pandangi begitu.


"kau sungguh indah sayang" ujar Deva.


caera tersipu malu. Deva mendekat. me nge cup bibir itu sejenak. lalu merambat ke leher jenjang istrinya. caera meremas tangan Deva. geli lehernya jadi sasaran lidah hangat Deva.


sampai di puncak pinky yang menantang ketat. Deva men ji lat itu.


"aawwhh.. "


Deva menatap wajah caera. melihat wanitanya memejamkan mata meresapi rasa indah itu. Deva mulai menge mut ujung pinky yang making mengetat itu. memainkan lidahnya di sana. caera menggelinjang dan meremas rambut Deva.


Deva melepaskan pen til pinky yang menggoda di depannya. me ji Lat terus ke bawah. sampai ke perut caera. caera meracau tak jelas. meremas rambut Deva pelan.


"deevv.."


"hhmm.."


Deva menjawab dengan Geraman. tangannya gemetar mengelus paha caera yang putih mulus. merenggangkannya. Deva semakin turun ke bawah. bergerak lambat sambil men ji lat setiap inci kulit tubuh istri nya.


Deva berhenti ketika sampai di bagian paling inti caera. menatap takjub di bawah sana. caera merasa malu dan merapatkan lagi pahanya.


Deva tersenyum, dan merenggangkan lagi paha caera. memegangi paha itu agar tidak merapat. menatapi gundu kan polos tan pa sehelai rambut pun.


"astaga.. ini indah sekali sayang" lirihnya.


"Dev.. jangan di pandangi begitu. aku malu" rengek caera.


Deva menyeringai. menaikkan sebelah alisnya.


"tidak boleh di pandang sayang?"


berkata begitu seraya menyentuh kacang kecil itu.


"aahh!! deeevv.."


"hhmm.. " Deva menji Lat bibirnya dan menggigit itu. gemas melihat gun Du kan itu seakan memanggilnya mendekat.


perlahan Deva mendekatkan wajahnya. menjulurkan lidahnya menempelkan kesana. men ji lat dari bawah ke atas dengan lembut.


"aahhh.."


caera melenting. merasakan hangat lidah yang menyapu lembut bagian inti nya. seperti kelabang menggelitik dan merangnsek masuk ke dalam tubuhnya. bermain di sana. mengerakkan lidah itu di kacang kecilnya.


"aaduuuhh.. deeeevv..."


caera meremas rambut Deva. agak menariknya agar menjauh. tapi Deva menahannya. masih menju lurkan lidahnya men ji lat naik turun.


"deeevv... aduuhh saaaayaang.. ituu... aahh" caera meracau. meremas erat. melentingkan dadanya dan menghentakkan kakinya.


Deva menegakkan lidahnya. mengarah pada rongga Sempit di sana. menelusupkan lidah itu dan menggerakkan keluar masuk. meraih ujung dada caera dan memilinnya lembut.


"aaauuhh.. deeevv..."


caera melepaskan rambut Deva. sekarang meremat sprei putih di sampingnya. tubuhnya bergetar hebat. seperti ada aliran listrik yang menjalari setiap desiran di dalam darahnya.


bergetar kaki caera menerima serangan Deva. Deva tersenyum melihat istrinya menggeliat nik mat.


"deeevv.. aduuhh.. akuuu oowwwhhh..."


caera terhempas. menggapai pelepasannya lagi. mayonaise putih mengalir pelan dari rongga Sempit itu. Deva tersenyum puas. menatap putih susu itu mengalir.


napas caera memburu. sisa kenik matan masih menghentaknya kuat. lemah tubuhnya setelah menggapai kelegaan hakiki.


sekarang giliran Deva. menatap wajah caera yang masih memejamkan matanya menetralkan sisa pelepasannya.


Deva melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya. kini ia polos di depan caera. menyembulkan ular naga yang panjang dan berotot. mengangguk-angguk bersiap menyerang.


napas caera sudah lebih tenang. membuka matanya dan menoleh ke depan. menatap Deva di depannya. tersenyum manja melihat wajah tampan itu. dia belum menyadari kalau Deva sudah polos.


Deva bergerak mendekati caera. membungkuk dan me lu mat bibir caera. caera membalasnya lembut. tapi caera agak merasa risih. ada yang menendang-nendang perut bagian bawahnya.


Deva melepaskan pa gu tannya. bersiap mengambil ancang-ancang untuk menghujam dan menyerang pertahanan caera.


pandangan caera mengarah pada bagian bawah Deva. seketika matanya mendelik. jantungnya terasa berhenti mendadak. melotot melihat ada ular naga mengacung mengarah padanya. dan....


"AAAAAAAAAA"

__ADS_1


__ADS_2