DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 87


__ADS_3

kedatangan Keenan telah membanting Deva pada masa lalu. membuat kenangan itu selalu membayangi pikirannya. terbayang bagaimana sakit itu menggores hati dan malu menghadapi dunia.


FLASHBACK ON


empat tahun silam.


tuan Elliot dan tuan Nugraha sepakat menjodohkan Deva dan Gisel, sepulangnya Deva dari luar negeri setelah menyelesaikan kuliahnya.


Deva dan Gisel saling kenal dulu sewaktu masih kecil. dan tidak pernah bertemu lagi karena Deva berangkat ke luar negeri menempuh pendidikan.


begitu di pertemukan, Deva jatuh cinta pada pandangan pertama pada Gisel. melihat Gisel tumbuh menjadi gadis cantik yang sempurna. dan dengan reputasi baik kebanggaan orang tuanya dengan segudang prestasi yang cemerlang.


tapi awalnya Gisel agak menolak. dan kedua orang tua mereka membujuk Gisel agar mau menikah dengan Deva. apalagi Soraya, sangat mengidolakan Gisel menjadi menantu pilihannya.


akhirnya Gisel setuju. dan mereka menjalin hubungan selama tiga bulan. dalam kurun waktu tiga bulan, Gisel terlihat baik-baik saja. tidak menunjukkan penolakan pada Deva. Gisel adalah cinta pertama Deva. Deva sangat mencintai Gisel. dan Gisel juga menunjukkan sikap yang sama.


mereka berdua terlihat mesra dan selalu romantis kemanapun mereka pergi. mereka menjadi sorotan publik. berita gosip infotainment selalu menampilkan mereka berdua. sampai di nobatkan oleh netizen bahwa Deva dan Gisel adalah pasangan paling serasi.


hingga terjadilah hari yang menggemparkan seluruh kota.


semua persiapan perhelatan pernikahan yang megah milik Deva dan Gisel telah rampung. semua orang berbahagia hari itu. para tamu kehormatan sudah hadir dan duduk rapi menantikan acara akad nikah deva. tuan Elliot ayah Deva, mengundang beberapa pejabat negara. dan yang akan menjadi saksi nikah Deva adalah, seorang bapak menteri yang terpandang di negeri ini.


semua orang menunggu dan mengelu-elukan perhelatan pernikahan Deva Kamran Elliot anak dari pengusaha sukses dan kaya raya, dengan Gisella Ningtyas Nugraha. putri semata wayang dari tuan Nugraha yang juga orang terpandang dan kaya, sekaligus sahabat baik dari tuan Elliot.


tuan Elliot mengundang setidaknya dua ribu undangan orang-orang terhormat, dan semua khalayak umum boleh datang merayakan kegembiraan pesta pernikahan anaknya.


semua stasiun televisi meliput berita yang menggemparkan itu. karena banyaknya undangan yang datang dan megahnya pesta pernikahan Deva dan Gisel.


wartawan infotainment apalagi. gosip hangat menyebar ke seluruh penjuru negeri. menggadang-gadangkan pesta meriah itu. dari mulai lamaran, sampai prosesi lainnya, di liput dalam berita media infotainment.


tapi mereka tidak tahu bagaimana paniknya Deva mengetahui Gisel belum bersiap-siap. dan bibi Ambar ibunya Gisel sudah menangis di dalam kamar rias Gisel, karena panik anaknya entah menghilang kemana.


"pa, bagaimana ini? Gisel tidak di temukan pa"


Ambar menangis terisak.


"sabarlah ma. kita masih mengusahakan menemukan Gisel"


Nugraha masih menyabarkan istrinya.


"mas Nugraha, ini pasti penculikan. tiba-tiba saja Gisel menghilang"


Soraya menyahut dengan cemas.


"bagaimana bisa terjadi? semua keamanan ketat di seluruh gedung. tidak ada yang melihat Gisel keluar"


tuan Elliot tampak marah.


Jacko sibuk menginstruksikan keamanan untuk memeriksa seluruh gedung. dan menghandle jangan sampai berita ini menyebar keluar.


Deva panik menghubungi ponsel calon istrinya. tapi tidak terhubung. Gisel menghilang begitu saja. sementara acara akad nikah akan segera di mulai. tamu undangan hampir seluruhnya telah hadir.


semua keamanan telah di kerahkan mencari Gisel. tapi semuanya nihil. semua keluarga panik.


Niki, keponakan Deva, anak kakak tertuanya datang dengan menunduk takut dan menghadap pada seluruh kelurga yang berkumpul di ruangan itu. dengan wajah pucat, Niki membuka suara.


"paman"


semua orang menoleh padanya.


"ada apa Niki? kau mengetahui sesuatu?"


dengan panik Deva langsung memegang bahu Niki.


"sebenarnya... tadi Niki..."


gadis SMP itu berkata ragu-ragu. takut di salahkan.


"katakan Niki. ada apa?"


Deva mengguncang bahu Niki tak sabar. membuat Niki semakin takut dan mulai menangis.


"sabar lah Dev. kau menakuti Niki"


ujar Tristan, kakak Deva.


Tristan memeluk putrinya. menenangkan tangis gadis remaja itu. Niki menangis hanya karena bingung dan takut di salahkan.


"Niki, sekarang katakan pada Daddy. apa yang kau lihat? jangan takut. semua orang akan berterima kasih pada mu jika kau mengatakannya sayang"


Tristan membujuk Niki.


"Daddy, jangan marahi aku, kalau aku mengatakan ini"


Niki memeluk Daddy nya.


"ya, sayang. tidak ada yang akan memarahi mu"

__ADS_1


Tristan mengelus kepala Niki. membuat anak gadisnya tenang.


"tapi nanti bibi Gisel marah pada ku. karena aku melihat dia..."


Niki menghentikan bicaranya. ia baru tersadar kalau sudah mengatakan yang sebenarnya.


"ayo nak. lanjutkan"


bujuk Tristan lagi.


"bibi Gisel berpelukan"


Niki melanjutkan dengan suara lirih dan menundukkan kepalanya takut.


"apa?!"


semua orang serempak mengatakan itu tidak percaya. melotot menatap Niki.


"Niki, maksud mu dengan siapa? paman mu? Deva?"


Tristan mulai tak sabar.


Niki menggeleng. takut menatap semua orang dengan wajah yang sulit ia gambarkan.


"bukan Daddy. aku melihatnya bersama paman lain. di tangga atas"


ujar gadis ABG itu dengan polosnya.


"tangga atas? atas gedung ini? yang teratas?"


Niki mengannguk. Deva langsung terduduk lemas. bibi Ambar sudah semaput. dan yang lain terbengong mendengar penuturan Niki.


"kau kenal paman itu?"


tanya Tristan lagi.


Niki menggeleng. Tristan menyerahkan putrinya pada Ruby istrinya. lalu mendekati Deva yang shock mendengar penjelasan Niki.


"Dev. ayo ke atas gedung. Gisel di sana. jangan bengong begini"


Tristan menarik adiknya.


tergagap Deva bangkit. berlari menuju atap gedung. semua lelaki dari keluarga Deva dan Gisel, bergerak menuju kesana. dan beberapa keamanan.


dengan tergesa Deva mencari Gisel di sana. terlihat Gisel berpelukan dengan seorang lelaki yang Deva kenal betul.


itu Keenan. teman sekolahnya dari SMA dan masih satu universitas yang sama di indonesia, sewaktu Deva belum berangkat ke luar negeri. tapi Deva tidak menyangka Gisel bisa bersamanya. dan semua orang tahu, Keenan adalah anak dari tuan Surya adinata, saingan bisnis tuan Elliot.


teriak Deva begitu melihat kedua insan lain jenis itu berpelukan.


dengan kaget, Gisel memisahkan diri dari keenan. berdiri di depan Keenan seoalah menjadi tameng untuk pria itu. wajah Gisel tampak sembab. dia menangis.


"Dev. jangan mendekat"


Gisel mengulurkan tangannya menghentikan Deva agar tidak mendekat.


"Gisel! apa yang kau lakukan?!"


teriak Nugraha melihat anak gadisnya bersama lelaki lain dalam keadaan memakai kebaya pernikannya.


"papa... jangan mendekat. tolong. atau aku akan lompat!"


teriak Gisel lagi. ia merapatkan tubuhnya pada Keenan. seakan melindungi lelaki itu dari serbuan banyak orang di depan mereka.


hati Deva terasa di remas dengan ganas. ribuan belati mengoyak jantungnya. sangat sakit tak tertahan melihat calon istrinya kini melindungi lelaki lain.


"kemari lah Gisel! akad nikah mu sebentar lagi akan di mulai!"


Nugraha sudah tampak marah dengan wajah memerah menahan malu pada seluruh keluarga yang ada di situ.


"tidak pa! Gisel tidak mau menikah!"


teriak Gisel keras sambil menangis.


Deva merasakan ada palu Godam yang menghantam kepalanya tiba-tiba setelah mendengar perkataan Gisel. hatinya terasa makin di robek-robek kasar. perkataan Gisel bagai cakar yang menggores daging di tubuhnya yang menyebabkan luka paling dalam.


"Gisel!! ke mari!!"


Nugraha tidak kalah berteriak pada putrinya. mendekat dengan tidak sabar ingin menarik Gisel.


"jangan mendekat pa!! atau gisel akan melompat!!"


Gisel teriak histeris. dan berdiri di tepi gedung tinggi itu. Keenan memeganginya erat.


"baiklah. jangan melompat. ayo kita bicara baik-baik Gis. jangan begini"


Deva mengalah agar masalahnya tidak bertambah kacau. padahal kepalanya sudah berdenyut sakit. dia hanya ingin penjelasan dari Gisel mengapa sampai melakukan itu.

__ADS_1


Gisel mulai agak mengendurkan kenekatannya. di tarik keena menjauh dari tepi gedung. berdiri berpegangan tangan.


Deva melirik tangan mereka yang bertaut satu sama lain. mata itu seperti di cucuk besi panas. melihat pemandangan yang sangat menyakitkan.


"ayo. turun dari sini. kita bicara"


ujar Deva lagi. menegarkan hati menerima kenyataan.


Gisel dan Keenan menurut. mereka semua turun dari lantai atas gedung. mereka masuk ke kamar rias Gisel. bibi Ambar langsung memeluk putrinya dengan tangisan haru. tapi tidak tahu apa yang telah terjadi.


langkah Deva gemetar. Jacko yang memeganginya. duduk di sofa dengan menangkup wajahnya terlihat frustasi.


"bicara lah. apa alasan mu berbuat ini"


Nugraha sangat marah.


Gisel menatap Deva. lalu menoleh pada ayahnya lagi.


"Gisel mau bicara hanya dengan Deva, pa"


ujar Gisel.


"kurang ajar kamu!! kau tidak tahu di untung Gisel!!"


Nugraha marah. ingin menampar Gisel. tapi Keenan cepat menghalangi dengan berdiri di depan Gisel.


"beraninya kamu!!"


Nugraha mencengkram kerah kemeja Keenan yang berani menghalangi kemarahan Nugraha pada putrinya sendiri. dan banyak orang yang memegangi Nugraha untuk tidak melepaskan pukulan pada Keenan. Deva menoleh dan melihat Nugraha marah.


"sudah lah paman. lepaskan dia. biar aku bicara dengan mereka. kalian keluar lah"


ujar Deva dalam keputusasaannya.


Nugraha melepaskan cengkramannya pada Keenan. mereka semua satu persatu melangkah keluar dari ruangan itu.


kini tinggallah Deva, Jacko, Gisel, dan Keenan. suasana hening. Deva hanya menatap Gisel tanpa berkedip. gadis itu berurai air mata tanpa suara. melangkah ke depan Deva yang masih duduk di sofa.


Gisel berlutut di depan Deva. menatap lelaki itu dengan sedihnya.


"Dev, maafkan aku" Gisel menunduk. "aku tidak bisa meneruskan pernikahan kita"


Deva diam. masih menatap Gisel dengan hati dan pikiran bercampur aduk.


"maafkan aku Dev. kau lelaki yang baik. aku tidak bisa mendustai mu seumur hidup. aku tidak bisa mencintai mu"


duuaarrr!!!!


petir menyambar kepala Deva seketika itu juga. dunianya hancur. telinganya berdengung mendengar kata-kata Gisel.


"Dev" Gisel menyatukan kedua tangannya memohon. " maafkan aku"


Jacko sangat ingin menghajar Keenan yang dengan tenang berdiri di belakang Gisel. dia sangat benci melihat pria itu. tapi Deva mencegahnya. Deva melirik pada Keenan. terlihat Keenan sedikit menaikkan bibirnya. mengejek pada Deva.


"kau mencintainya?"


tanya Deva pada Gisel. tapi matanya masih menatap Keenan.


"ya Dev. aku mencintai Kee"


hati Deva serasa di remas-remas. tapi ia mencoba bertahan.


"sejak kapan?"


"SMA"


nyeeessss...


seperti ada bara api yang di letakkan di jantung Deva. panas, sakit, nyeri luar biasa.


"lepaskan aku Dev"


Gisel memohon dengan tangisan pilu. menatap Deva dengan deraian air mata.


Deva mengalihkan pandangannya dari Keenan. kini menatap mata Gisel lekat-lekat. mencari cinta untuknya. tapi tidak ada. mata itu hanya memohon kemurahan hatinya untuk melepaskan Gisel dari hidupnya.


"jika aku tidak mau?"


tanya Deva.


"tidak bisa Dev. aku.. aku.. "


Gisel berhenti. tak mampu meneruskan bicaranya.


"kenapa?"


"aku hamil Dev"

__ADS_1


bedaaaarrrr...


kembali petir yang lebih besar dan kencang sekali menghantam Deva. wajahnya memucat menahan rasa sakit bertubi-tubi di jantungnya. matanya memanas. tak sanggup menerima kenyataan bahwa calon istrinya telah di hamili lelaki lain.


__ADS_2