DENDAMKU TERBALAS CINTA

DENDAMKU TERBALAS CINTA
episode 153


__ADS_3

hihiihii... 🀭🀭 otor gen jot hari ni up sampe 4 bab.


biaaarrr puuuaaasss.. puaaasssss!!!


biar ssseeennnneeeng!!!


πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ₯°πŸ₯°


😀 jangan lupa di vote!


😏 jangan lupa di like!


😌 jangan lupa di cooooment!!


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° cuuusss... kita buat yang meleleh lagi ya.. readerrsss...


🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺


Begitulah cara membujuk Caera. membuatnya puas dan memanjakannya satu harian penuh, membuat Caera akhirnya menyerah. dia mau mencoba testpack yang di berikan ziana tadi malam. Ziana memberikan beberapa testpack . dan dia menyarankan untuk menggunakan semua.


Caera sempat bertanya pada Ziana, apasaja ciri-ciri wanita hamil, dan kenapa jadi Deva yang suka makan mangga muda. dan Ziana menjelaskan dengan baik membuat Caera mengerti. tidak lagi mengira Deva yang hamil. 🀭


pagi ini, Deva berdiri tegak di depan pintu kamar mandi, dan sesekali mondar mandir dengan gelisah. menantikan caera yang sedang mencoba testpack nya di kamar mandi.


sementara caera di dalam kamar mandi hanya menatapi testpack di tangannya. masih ragu untuk mencoba. caera takut kecewa.


apalagi nanti melihat kekecewaan di mata Deva. caera tidak bisa membayangkan bagaimana tidak enaknya rasa itu.


Tapi kalau tidak mencoba, dia tidak akan pernah sampai finish. Caera harus menguatkan hati. Dia bisa. Harus kuat. Kalaupun tidak sesuai yang di harapkan, biarlah ini menjadi suatu ikhtiar yang bisa di kenangnya suatu saat nanti.


caera menampung urinenya di wadah kecil. lalu membuka semua testpack yang Ziana berikan. dengan jantung berdebar kencang, caera menunggu beberapa saat. agar urine benar-benar meresap di ujung testpack.


mengangkat ke lima testpack itu dari wadah, dan meletakkan berjejer di wastafel. jantungnya berdegup keras. gelisah membuatnya semakin gemetar.


caera membelakangi wastafel. tidak berani menatap semua testpack yang berjejer. dia sangat takut jika semua testpack itu hanya menghasilkan garis satu, atau tanda garis yang datar saja.


entah sudah berapa lama dia di dalam kamar mandi. mungkin Deva pasti sudah sangat ingin mengetahui hasilnya.


hati caera berkecamuk. apalah agaknya yang akan di lihat nanti. tahan tegak berdiri membelakangi wastafel sampai beberapa menit berlalu. tak ingin langsung menerima kenyataan pahit.


dirasa sudah cukup lama, caera menutup matanya dengan sebelah tangannya. lalu berbalik perlahan menghadap ke wastafel. meraba mencari jejeran testpack.


ia dapat satu. jantungnya berdegup kencang. sampai membuat tangannya gemetaran memegang testpack itu. mengacungkan ke depannya, dan membuka sedikit celah jari tangannya.


deg!! satu!!


hatinya nelangsa. baru melihat garis satu di ujungnya. pelan-pelan sekali, caera membuka sedikit lagi celah di jarinya. melirik takut ke tengah testpack.


DEG!!! DUAAA!!


"apa aku ini mimpi?"


gumam caera. masih tidak percaya apa yang baru di lihatnya.


Tapi masih terlihat samar. tidak merah. hanya garis pudar berwarna pink. jantungnya bergemuruh oleh rasa bahagia yang menggelegak. tapi caera coba menahannya. ingin melihat hasil yang lain.


caera meletakkan testpack itu. memisahkan dengan yang lain. lalu memejamkan matanya lagi dan mengambil satu lagi. ia dapat testpack yang digital.


menempatkan ke depan wajahnya lagi. lalu membuka celah jarinya sedikit.

__ADS_1


sumpaahh!!


darahnya mengalir deras. keringat dingin sampai menyembul di keningnya. tangannya gemetar. dadanya naik turun saking jantungnya bergemuruh kencang.


membuka matanya sedikit. menatap testpack digital yang menampilkan hasil yang paling di tunggunya seumur hidup.


Duaaaarrr!!!!


positif!!!


garis vertikal dan horizontal melintang tumpang tindih!!!


hati caera berdenyut nyeri saking bahagianya. ia langsung membuka matanya. bibirnya bergetar menahan tangis. matanya berkaca-kaca meluapkan rasa haru.


"aku mimpi!!"


caera mencubit pipinya. ini sakit. dia tidak sedang di alam mimpi. ini nyata!


POSITIF!!!


Ah ini positif! tapi apa semua sama hasilnya? jangan-jangan alat testpack ini rusak!! caera tak puas hanya melihat dua. langsung saja dia memeriksa testpack yang lain. dan semua memberi tanda positif!


gemetaran caera meraup semua testpack di tangannya. menggenggam erat tidak mau sampai testpack itu berubah hasilnya lagi.


jantungnya berdebar bahagia. tak bisa mengatakan apa-apa. hanya air matanya yang mengalir deras.


Deva. ia ingat Deva. Deva pasti menantikan hasil ini dengan gelisah. ya. ia harus bertemu suaminya sekarang juga.


langkah kakinya gemetar. sangat berat melangkah ke pintu. air mata masih saja berlinang menggenggam erat testpack di tangannya.


membuka handel pintu. membukanya perlahan. terlihat Deva duduk dengan gelisah.


panggil caera dengan suara yang bergetar. Deva mendongak. begitu melihat istrinya sudah di depan pintu, dengan cepat ia menghambur menghampiri caera.


caera hanya menatapnya dengan menagis berderai air mata. mengusap air matanya sendiri dengan tangan yang menggenggam banyak testpack.


melihat itu, Deva langsung memeluka caera erat. mengecupi puncak kepala caera berkali-kali. menyalurkan rasa aman pada wanita yang merasakan kecewa ini.


hati Deva berdenyut sakit. pasti caera menangis karena mendapat hasil yang masih mengecewakan. Deva hanya melirik ujung testpack di genggaman tangan istrinya. tapi dia sudah yakin apa isi hasilnya.


"sudah sayang. tidak apa-apa. semua baik-baik saja. jangan menangis lagi"


berulang kali Deva mengecupi kepala caera. agar istrinya tenang dan tidak menangis lagi. Deva ikut merasakan nyeri yang dalam melihat caera terisak-isak.


"ssssttt.. sudah honey.. aku akan tetap mencintai mu selamanya. tidak akan meninggalkan mu sampai kapan pun. sudah lah. jangan menangis lagi. aku tidak akan pernah menuntut mu"


"hwaaaaaaa.."


tangis caera makin kencang. hatinya makin terenyuh mendengar kata-kata pria yang baik hati ini. dia belum tahu apa hasilnya. tapi begitu melihat caera menangis, Deva langsung saja bisa menebak kalau caera menangis karena kecewa dengan hasil yang negatif.


"oohh sayaaang.. sudah Lah.. jangan menagis lagi. kau jadi membuat ku ikut menagis Ra.. hikkss hikkss.."


Deva ikut tersengguk memeluk istrinya. hatinya tersayat sembilu melihat penderitaan caera. caera jadi berhenti menangis. hanya isakan kecil yang tersisa.


merenggangkan pelukannya dan menatap mata Deva yang telah basah oleh air mata.


"Dev.. kenapa kau juga menangis?" tanya caera dengan senggukan kecil.


"hikkss.. hikss.. maafkan aku sayang. karena aku... hikkss.. kau jadi bersedih begini. maafkan aku Ra. aku janji, tidak akan pernah lagi membujuk mu untuk test kehamilan. maaf sayang"

__ADS_1


Deva menatap caera nanar. air matanya berlinang. caera sampai terbengong melihatnya. baru kali ini caera melihat betapa halus dan lembut hati Deva sampai bisa menitikkan air mata hanya karena melihatnya menangis.


"jadi, kamu tidak mau puna baby?" tanya caera.


"tidak jika itu membuat mu sedih. maafkan aku sayang... hiks.."


entah sudah berapa kali Deva meminta maaf pada caera. dia berpikir telah menyakiti hati caera.


"serius sayang??"


Deva menggangguk dan menundukkan kepalanya. tersengguk sedih sambil menghapus air matanya.


"padahal aku sudah hamil. tapi kamu tidak mau" lirih suara caera.


"apa??!!!"


mendengar itu Deva cepat mendongak. menatap wajah caera dengan tidak percaya.


"ini.. aku hamil Dev. pasitif"


caera membuka genggamannya. menunjukkan semua testpack yang ia coba tadi. nanar Deva merebut semua testpack itu.


air matanya makin mengucur deras. tidak menyangka ternyata istrinya bisa hamil akibat semburan lahar panasnya setiap hari.


menatap mata caera ingin memastikan.


"ini beneran sayang???!!"


caera mengangguk tersenyum dengan tangis haru dan bahagia.


sontak Deva berdiri dan melompat tinggi. meninju udara dengan keras.


"YES!! YES!!"


Deva ambruk ke lantai. bersimpuh memeluk testpack di dadanya. lalu bersujud syukur ke lantai.


"Alhamdulillaaaaahh... terima kasih ya Allah. kau telah memberi kepercayaan pada ku"


Deva terisak dalam sujudnya. membuat caera semakin terharu dan menghampiri suaminya. mereka saling menatap dengan penuh air mata bahagia.


menempelkan kening mereka. terisak bersama.


"Dev.. terima kasih. kau telah memberi ku banyak kebahagian yang aku tidak bisa membalasnya" bisik caera.


mereka berpelukan. menangis terisak penuh bahagia.


akhirnya


penantian caera selama bertahun-tahun kini telah terwujud. Tuhan memberinya rasa sakit yang tak terhingga. menempa hatinya menjadi lebih iklas dan sabar.


menerima kekurangan diri yang selalu di rendahkan mantan mertuanya. kini dia telah mendapatkan segalanya. dia tidak pernah lupa. Allah akan memberi kesulitan tapi selalu di sertai jalan keluar setelahnya.


ko


🌺🌹Tuhan tidak akan menguji di luar batas kemampuan hambanya. 🌹🌺


❀️🌺🌹❀️🌺🌹❀️🌺🌹❀️🌺🌹❀️🌺🌹❀️


NB: jangan sebel kalau besok otor gak up. tower sutet pada ambruk di sini. badaaaiii πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2