Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 101 - Kematian Pangeran Pertama


__ADS_3

Tekanan yang sangat besar membuat banyak kultivator langsung terjatuh merangkak ke permukaan tanah. Bahkan untuk kultivator tingkat Alam Langit pun tidak terkecuali, tidak hanya itu, bahkan tiga kultivator yang sangat kuat yang diakui oleh seluruh Benua Langit pun tidak mampu menahan beban dari tekanan tersebut walaupun tingkat kultivasi mereka telah mencapai Alam Raja.


Semua kultivator yang tidak terkena tekanan karena tidak ditujukan kepada mereka pun berkeringat deras. Ini adalah kekuatan yang sangat mengerikan menurut mereka dan tidak pernah terlihat sebelumnya. Bahkan untuk Leluhur Tua klan Qin dan klan Dou tidak pernah mengeluarkan tekanan sebesar itu.


Leluhur Tua klan Qin dan klan Dou hanya bisa menggertakkan gigi mereka karena tidak mampu bergerak sama sekali. Keringat dingin bercucuran di punggung dan dahi keduanya karena tau bahwa mereka telah mencoba memprovokasi monster nyata saat ini.


Bahkan satu kultivator yang menjadi musuh dari Leluhur Tua klan Qin dan klan  Dou pun terkena tekanan tersebut. Ia sadar bahwa tingkat Alam Raja bukanlah puncak jalan kultivasi. Ia saat merasa dirinya adalah katak di dalam sumur yang hanya melihat sekitarnya tetapi tidak pernah menjelajahi seluruh dunia.


Tap! Tap! Tap!


Suara langkah yang sangat lembut terdengar mendekat ke arah tempat tersebut.


Semua mata tertuju pada suara langsung yang mendekat karena mereka ingin mengetahui siapa sebenarnya yang bisa mengeluarkan tekanan seperti itu yang tidak dapat di tanggung oleh siapapun di tempat itu.


“Untuk menjaga keseimbangan? Kalian dua Kerajaan besar terlalu percaya diri dengan apa yang kalian katakan. Aku bertanya-tanya, apakah kalian ingin aku menghancurkan dua Kerajaan besar? Jika ya, aku bisa melakukannya saat ini juga.”


Mendengar suara tanpa emosi tersebut, membuat para kultivator di tempat itu menelan ludah mereka. Tentu mereka tau bahwa kata-kata itu bukan hanya bualan belaka karena tingkat kekuatan yang terpancar di semua tempat sangatlah kuat dan mencekam, kekuatan seperti itu tidak terbendung sama sekali.


Tatapan mata semua kultivator saat ini tertuju pada sumber suara. Mereka menatap dengan gugup serta dengan wajah pucat.


Di kejauhan, terlihat seorang wanita super cantik dan panas yang sedang berjalan perlahan ke tempat tersebut. Ia adalah seseorang yang dikenal luas saat ini sebagai kultivator terkuat lainnya tetapi, semua yang ada di sana langsung membuat kata-kata baru untuk sosok wanita tersebut yang tidak lain adalah Tantai Lingyan, kultivator dengan kekuatan Absolute tak terbantahkan.


“Guru? Seharusnya Guru membiarkan aku bersenang-senang terlebih dahulu. Aku ingin melihat para monyet ini menari-nari seolah-olah mereka adalah yang terkuat.” Ouyang Liu-Li berbicara dengan sedikit tidak puas karena ingin membuat para kultivator merasa kuat lalu dijatuhkan seperti semut dalam sekejap.


Tantai Lingyan hanya menatap ke arah murid pertamanya itu dengan tatapan putih dan mengabaikannya. Ia tentu sadar bahwa Ouyang Liu-Li selalu mengikuti caranya melakukan apapun sehingga mereka tampak seperti ibu dan anak yang memiliki sifat, temperamen dan cara yang sama dalam memutuskan segala hal.


“Leluhur tua klan Qin, klan Dou dan kau kultivator pengelana yang selalu bergerak seorang diri. Aku ingin bertanya, apakah kalian memang ingin bertarung melawanku? Jika ya, aku akan menemani kalian beberapa putaran.” ucap Tantai Lingyan yang sudah sangat dekat dengan dua leluhur tua klan Qin dan klan Dou.


Pangeran Pertama yang menatap itupun saat ia merangkak di permukaan tanah ketakutan setengah mati. Ia kini sadar bahwa seseorang yang ia coba usik adalah sesuatu yang bahkan seluruh benua tidak mampu lawan. Ketakutan di dalam hatinya kini sudah membekas dan tidak akan pernah hilang lagi. Ia merasa sedang berada di ujung pisau yang sangatlah tajam.


Kedua Pangeran lainnya pun sudah ketakutan saat ini karena mereka tentu saja setuju dengan proposal Pangeran Pertama untuk mengambil Yan Chenyu, kemudian mereka bertiga akan bersaing dan membuat Yan Chenyu menjadi piala kemenangan.


Leluhur Tua klan Qin dan klan Dou menatap dengan susah payah ke arah atas. Mereka saat ini sadar bahwa selama ini Tantai Lingyan memang terus-menerus menyembunyikan kekuatannya yang sangat luar biasa mengerikan.


“Jadi, bagaimana? Apakah kalian ingin bertarung?” Tanya Tantai Lingyan acuh tak acuh. Tatapannya saat ini ketika melihat kedua pria tua itu sangatlah terlihat merendahkan.


Kedua leluhur tua klan tersebut hanya bisa menggertakkan giginya dan diam. Tentu mereka sadar bahwa Tantai Lingyan menatap mereka seperti semut, tidak, itu seperti gulma yang bisa dipotong kapan saja. Tetapi keduanya tidak berani lagi berbicara karena tau bahwa ketika mereka berbicara, mungkin kematian akan menghampiri mereka. Dan bahkan dua Kerajaan besar saat ini mungkin akan rata dengan tanah.


Buak! Buak!


Tantai Lingyan menendang kedua pria tua itu seperti sebuah sampah yang sangat mengganggu.


Bom! Bom!


Keduanya pun menabrak tebing dan memuntahkan sesuap darah karena tendangan tersebut sangatlah kuat dan berat walaupun mungkin Tantai Lingyan hanya menggunakan sedikit kekuatan saja. Namun, dengan tingkat kultivasi Tantai Lingyan yang sangat tinggi, tentu saja itu akan memiliki efek yang sangat kuat untuk para kultivator setingkat leluhur tua klan Qin dan klan Dou.


Para Pangeran yang menatap itu hanya menggerakkan gigi mereka karena melihat bahwa sosok yang paling mereka hormati saat ini diperlakukan seperti sampah. Tetapi mereka tidak berani berbicara sama sekali karena mereka tentu masih lebih menyayangi nyawa mereka dari pada mementingkan rasa hormat kepada sosok luar biasa yang mereka kagumi.

__ADS_1


Yi Yun menatap itu dengan datar, ia pun melirik ke arah Pangeran Pertama yang masih terkapar di permukaan tanah.


Zhep!


Yi Yun langsung menghilang dalam sejenak dan tiba di atas Pangeran Pertama sambil mengayunkan pedangnya ke arah bawah sekuat tenaga setelah dilapisi oleh qi Pembantaian.


Tantai Lingyan hanya melirik apa yang dilakukan oleh Yi Yun, ia tentu saja membiarkan Pangeran Pertama hidup sebelumnya agar Yi Yun atau Yan Chenyu menghabisinya dengan tangan mereka sendiri meskipun ia sadar bahwa Yi Yun lah yang akan membunuh Pangeran Pertama di tempat.


“Tid-..” Pangeran Pertama yang melihat Yi Yun tiba di atasnya pun melebarkan matanya dan ia saat ini sangat ketakutan. Ia ingin berbicara tetapi pedang Yi Yun lebih dulu mencapai lehernya.


Sraing!


Jrezzh!


Lubang yang sangat dalam pun tercipta serta dengan semburan darah yang sangat banyak muncul dari leher Pangeran Pertama karena baru saja di tebas oleh Yi Yun di tempat.


Kepala Pangeran Pertama pun langsung terbang ke arah langit karena baru saja di penggal oleh Yi Yun tanpa berpikir dua kali.


[Ding!]


[Membunuh individu tingkat Alam Bumi tahap Kedelapan, mendapatkan 240 poin]


[Catatan : Peningkatan Fitur Sistem meningkatkan hasil Poin dari hasil pembunuhan, karena Host saat ini berada di tingkat Alam Roh tahap kesembilan, membunuh tingkat yang sama akan dihadiahi Poin 40, pembunuhan tingkat Alam Bumi tahap pertama akan tetap dihadiahi 40 Poin Sistem, sementara tahap kedua akan dihadiahi 80 Poin Sistem. Fitur baru aku menggandakan kelipatan Poin awal, perbedaan delapan tahap kultivasi membuat Poin Sistem yang menjadi hadiah awal dikalikan delapan]


Yi Yun tidak terlalu peduli saat ini dengan pemberitahuan yang dikatakan oleh Sistem karena ia masih ingin membunuh beberapa individu lagi secara pribadi karena mencoba membuat kakaknya menjadi piala kemenangan.


Semua mata yang ada di sana menatap apa yang dikatakan oleh Yi Yun dengan tatapan tidak percaya. Semua tidak menyangka bahwa Yi Yun memang sama sekali mempedulikan bahwa Kerajaan Qin akan menjadi musuhnya karena telah membunuh Pangeran Pertama.


Sementara itu, Pangeran Kedua dan Ketiga saat ini sudah ketakutan setengah mati karena merasa target Yi Yun selanjutnya adalah mereka berdua karena setuju dengan proposal yang diajukan oleh Pangeran Pertama.


“Dasar sialan! Aku akan membunuhmu!” Teriak Leluhur Tua klan Qin dan langsung menerjang ke arah Yi Yun secepat kilat untuk membunuh Yi Yun.


Menatap ke arah Leluhur Tua klan Qin, Yi Yun tau bahwa ia tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan sama sekali.


“Yun'er!” Teriak Yan Chenyu ketakutan karena adik kesayangannya itu dalam bahaya saat ini.


Tantai Lingyan hanya menghela nafas lelah saat ini. Ia pun langsung menghilang dan muncul di depan Leluhur Tua klan Qin.


Bang!


Pukulan yang lumayan kuat pun langsung Tantai Lingyan lancarkan ke arah perut Leluhur Tua klan Qin yang membuat Leluhur Tua klan Qin merasakan sakit paling mengerikan yang pernah ia alami seumur hidupnya.


Matanya melotot keluar karena tidak mampu menanggung rasa sakit tersebut. Jika saja itu adalah kultivator tingkat Alam Langit, sudah pasti mereka akan berubah menjadi pasta daging.


Zhung!


Leluhur Tua klan Qin pun langsung melesat ke arah jauh dengan kecepatan yang sangat tinggi.

__ADS_1


Bom!


Di tempat yang sangat jauh, ledakan besar terjadi akibat benturan tubuh Leluhur Tua klan Qin dengan permukaan tanah yang pasti efeknya akan membuat kawah yang sangat besar. Tidak hanya itu, tempat tersebut pun saat ini berguncang hanya karena benturan tersebut.


Ketika Yi Yun ingin bergerak kembali, Yan Chenyu pun langsung menghentikan Yi Yun karena ia tidak ingin adiknya itu menjadi seseorang yang sangat suka membunuh.


“Hentikan Yun'er..” ucap Yan Chenyu sambil memeluk Yi Yun dengan erat.


Yi Yun yang ingin membunuh Pangeran Kedua dan Ketiga pun terdiam. Ia hanya melirik ke arah dua sosok tersebut dan memutuskan untuk membunuh mereka nanti jika ada kesempatan. Ia tentu paham kenapa Yan Chenyu seperti itu, itu demi kebaikannya sendiri walaupun mungkin ia tidak akan pernah mengampuni musuh apapun sebelum ia benar-benar menghabisi mereka sampai ke akar-akarnya.


Tantai Lingyan dan Ouyang Liu-Li tentu saja melihat sifat Yan Chenyu dan tau bahwa Yan Chenyu memang belum cocok untuk menjadi seorang kultivator.


Dari hal ini pun, Tantai Lingyan membuat keputusan untuk mengajari kekejaman sebenarnya dunia kultivator. Mengampuni musuh artinya membuat musuh baru di kemudian hari untuk diri sendiri. Itu adalah prinsip sejati dari dunia yang diatur oleh hukum Rimba yang sebenarnya.


“Hiduplah dalam waktu ini! Aku akan menghapus kalian suatu hari nanti!” Batin Yi Yun melirik ke arah Pangeran Kedua dan Ketiga. Ia hanya tidak ingin kakaknya merasa sedih sehingga ia menahan diri. Ia tentu memiliki pemikiran yang matang tentang dunia kultivator, tidak perlu mengampuni musuh yang akan menjadi potensi kejatuhannya suatu hari nanti.


Para kultivator di tempat itu hanya menelan ludah mereka saat melihat aksi Yi Yun. Semua dari mereka sangat mengerti bahwa Yi Yun adalah tipe kultivator yang akan membasmi musuh hingga ke akar-akarnya.


Walaupun saat ini Yi Yun lebih memilih untuk menahan diri karena tidak ingin membuat orang paling penting dalam hidupnya merasa sedih.


Zhep!


Tekanan yang kuat yang berasal dari Tantai Lingyan pun menghilang dalam sekejap.


Para pengawal Kerajaan pun langsung mengelilingi kedua Pangeran yang tersisa agar Yi Yun tidak membunuhnya. Mereka saat ini sangat mengetahui situasi dengan sangat baik dan temperamen yang dimiliki oleh Yi Yun.


Bahkan Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan sadar bahwa Yi Yun bukanlah seseorang yang cocok untuk dijadikan musuh. Karena seorang kultivator seperti Yi Yun tidak akan pernah mengampuni musuh dan pasti akan mengejar mereka suatu hari nanti.


Sementara Ouyang Liu-Li hanya tersenyum melihat sikap Yi Yun yang sangat tegas walaupun masih ada kekurangan, yaitu tidak mampu tegas di hadapan Yan Chenyu.


Sementara Huan Caiyi di sisi lain sangat mendukung sikap kakaknya Yi Yun untuk menghabisi dua Pangeran lainnya. Tetapi ia tidak mau juga menyalahkan kakaknya Yan Chenyu karena memang sifat penyayangnya yang membuatnya selalu ingin mengampuni siapa saja dan itu sangat tidak cocok dengan dunia kultivator.


Seperti yang dikatakan oleh Chu Ling, Yan Chenyu memang keberadaan yang sangat memiliki sifat terbalik sepenuhnya dengan Yi Yun. Tetapi mereka berdua saling melengkapi.


Pangeran Ketiga yang saat ini sedang ketakutan dengan aksi yang dilakukan oleh Yi Yun pun langsung bergerak ke arah tertentu perlahan-lahan. Ia tentu ingin kabur saat ini, dan tempat ia ingin kabur adalah pintu masuk Situs tersebut. Dikarenakan ada larangan bagi kultivator tingkat Alam Langit ke atas untuk masuk, sehingga membuatnya berpikir bahwa tempat itu adalah tempat yang paling aman saat ini.


Yi Yun yang sedang mencoba menenangkan kakaknya pun tidak lagi memperhatikan Pangeran Ketiga yang sedang membuat gerakan kecil.


Hanya beberapa kultivator yang melihat pergerakan Pangeran Ketiga dan hanya membiarkannya saja.


Tantai Lingyan juga tentu menyadarinya dan melirik ke arah Pangeran Ketiga yang telah menyatukan semua pecahan kunci lalu memasukkannya ke sebuah altar kecil.


Drrrrtttt!


Tempat tersebut pun berguncang. Pintu masuk yang merupakan sebuah batu raksasa pun perlahan tenggelam ke dalam tanah karena tempat tersebut telah dibuka sepenuhnya.


Pangeran Kedua, Ketiga dan Pangeran Dou Wang berserta semua bawahan mereka yang memiliki tingkat kultivasi Alam Bumi pun langsung bergerak ke dalam karena tidak ingin berlama-lama di tempat itu.

__ADS_1


Kultivator lainnya juga melakukan hal yang sama karena merasa semua yang terjadi di tempat itu tidak ada hubungannya dengan mereka.


Melihat hal itu, Tantai Lingyan pun tau bahwa waktu mereka untuk pergi dari Benua Langit sudah tiba.


__ADS_2