
Reruntuhan Kerajaan Kuno
Karena tidak ada artinya baginya untuk menyimpan pecahan inti qi milik Raja Paus Xirus, ia tentu akan menjualnya untuk Poin Sistem.
“Ya.”
[Ding!]
[Pecahan inti qi telah terjual 230.000 Poin Sistem]
Yi Yun pun menatap jumlah Poin Sistem saat ini telah mencapai 680.480 Poin. Itu adalah jumlah yang banyak. Sedari awal pun, ia memang ingin membuat stok persediaan Poin Sistem agar tidak kewalahan nantinya mencarinya.
Setelah itu, Yi Yun dan Xiao Moxian pun bergerak ke arah acak bersama-sama.
Sebetulnya Yi Yun ingin berpergian sendirian karena merasa lebih nyaman. Tetapi, ia tau bahwa Xiao Moxian tidak akan mau pergi dari sisinya sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain bepergian bersama.
Waktu terus berlalu, sudah hampir seminggu semenjak pertarungan besar antara Raja Paus Xirus dengan Tantai Lingyan.
Karena tidak ada lagi pertarungan besar terjadi, perlahan-lahan para kultivator yang masuk ke Reruntuhan Kerajaan Kuno pun mengabaikan peristiwa tersebut walaupun sebenarnya mereka tidak akan pernah bisa melupakannya sampai kapanpun.
Bom! Bom! Bom!
Di suatu tempat di Reruntuhan Kerajaan Kuno, pertarungan sengit terjadi antara beberapa kultivator.
“Hei, kenapa kalian bahkan tidak mampu melawan dua anak?” Teriak salah satu pemuda dengan wajah marah kepada rekan-rekannya.
“Keduanya sangat kuat! Aku tidak tau bagaimana cara kedua anak itu mampu melawan tahapan yang lebih tinggi, terutama bocah pendek itu!” Balas salah satu pemuda lainnya.
“Bocah pendek? Siapa yang kau sebut bocah pendek ha?” Teriak seorang wanita yang tampak sangat cantik dengan rambut merah muda serta menggunakan pakaian berwarna putih bercampur merah muda.
Wanita tersebut tidak lain adalah Xiao Moxian, ia pun menggenggam erat pedang yang memiliki kualitas tinggi, tetapi itu bukan Pedang Phoenix Cahaya.
“Api Suci!”
Jleb!
__ADS_1
Xiao Moxian pun menusuk pedangnya ke dalam tanah dan Api berwana putih pun meledak ke arah langit dan mencoba membakar semua yang ada di sana.
“Arrrrggghhh! Apa-apaan api ini? Kenapa ini sangat panas?” Teriak salah satu dari mereka mencoba memadamkan api tetapi tidak bisa sama sekali.
“Jangan sentuh api itu! Walaupun tidak memiliki suhu, itu tetaplah sangat panas! Dia pasti kultivator dengan Vena Mendalam khusus!” Teriak seorang pemuda dengan tingkat kultivasi Alam Bumi tahap kedelapan.
Tetapi semuanya terlambat, api yang dibuat oleh Xiao Moxian pun membakar beberapa dari mereka hingga garing dan menyisakan tiga diantaranya.
Dua kultivator tingkat Alam Bumi tahap keenam yang selamat pun langsung mencoba melarikan diri. Tetapi keduanya terkejut saat ada seorang anak yang muncul begitu saja dan menatap mereka dengan senyum gembira.
“Hei.. bocah pendek ini akan memberikan hadiah kepada kalian berdua.” ucap sosok tersebut yang tidak lain adalah Yi Yun. Ia pun bergerak secepat kilat sambil mengayunkan Pedang Darah sekuat tenaga.
“Teknik Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah!”
“Gaya Kedua, Tarian Bulan Darah!”
Sraing! Sraing!
Yi Yun pun melewati keduanya dalam sekejap dengan pose memegang pedang di belakang punggungnya dengan kedua tangannya.
Jrezh!
Darah yang sangat banyak pun menyemprot seketika dari leher kedua kultivator tersebut tanpa bisa melawan sama sekali. Keduanya terkejut sejenak saat Yi Yun memenggal mereka berdua. Dunia tampak berputar lalu keduanya pun tewas.
[Ding!]
[Berhasil membunuh dua kultivator tingkat Alam Bumi tahap keenam, mendapatkan 200 Poin Sistem]
Yi Yun tersenyum kecil saat berhasil memotong lawan dalam sekejap. Walaupun Poin Sistem yang ia terima sedikit, ia tidak keberatan sama sekali karena lawannya pun hanya dua tahap diatasnya. Ia berpikir kembali, jika mencapai tingkat Alam Sage suatu hari nanti, jika membunuh empat tahap diatasnya akan mendapatkan 500 Poin Sistem.
Itu tetap saja sangat kecil. Jalan Pembantaian memang sangat sulit. Tetapi, Yi Yun berpikir kembali, jika suatu hari nanti ia mencapai level abadi, seperti apa jumlah Poin yang ia terima jika membunuh kultivator di tingkat yang sama. Yang pasti, ia menduga bahwa itu mencapai ribuan karena ranah Fana dan Abadi sudah berbeda level.
Jadi, saat ini, Yi Yun hanya harus bergantung pada metode penjualan saja.
Memang, jika dipikir-pikir kembali, keuntungan pengambilan Poin ketika naik tingkat akan sangat membantu di tingkat Fana, tetapi, ia paham bahwa ketika mencapai tingkat Abadi, menaikkan level kultivasi pasti sangat sulit. Jauh lebih cepat mengumpulkan Poin Sistem dengan cara pembunuhan.
__ADS_1
“Dasar sialan!” kultivator terakhir yang tersisa pun melesat ke arah Yi Yun karena telah membunuh semua rekannya.
“Akulah lawanmu! Aku akan memotong-motong tubuhmu lalu membakarnya dan memberikannya kepada binatang buas karena kau berani menghina suamiku!” Xiao Moxian yang muncul di depan kultivator tersebut pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
“Cih!” kultivator tersebut semakin marah dan langsung mengayunkan pedangnya juga.
Tring! Tring!
Benturan pedang terdengar terus-menerus. Walaupun kultivasi Xiao Moxian lebih rendah, ia tentu mampu mengalahkan kultivator satu tahap lebih tinggi darinya.
Yi Yun yang menatap itupun hanya diam. Ia yakin bahwa Xiao Moxian pasti mampu mengalahkan kultivator tersebut. Pandangannya pun tertuju pada tempat lain, mereka telah tiba di daerah sekitar tersebut dalam waktu setengah hari yang lalu.
Tempat tersebut adalah sebuah tempat aneh. Di beberapa tempat, terlihat beberapa bangunan yang melayang. Ada juga satu pulau kecil yang melayang di langit yang membuat banyak kultivator datang ke tempat itu.
“Benua Langit..” Gumam Yi Yun. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang berkaitan tentang tempat tersebut dengan nama Benua Langit.
Tidak ada kultivator yang mampu mencapai lokasi tempat tersebut. Tetapi, tentu saja Yi Yun bisa mencapainya. Alasan mengapa mereka bertarung dengan banyak kultivator sebelumnya tentu saja karena Xiao Moxian.
Banyak pria yang menelan ludah mereka dan ingin bermain dengan Xiao Moxian. Sebab, di Reruntuhan Kerajaan Kuno tentu tidak akan ada rumah bordil. Biasanya, para kultivator pengelana akan sering masuk ke tempat seperti itu.
Jadi, ketika berada di Reruntuhan Kerajaan Kuno, banyak kultivator yang frustasi karena tidak menemukan apa-apa ingin melampiaskan kemarahan mereka. Dan ketika melihat Xiao Moxian yang bisa dikatakan sangat cantik seperti bidadari membuat mereka semua tergiur. Dan akhirnya, pertarungan pun terjadi karena Xiao Moxian tidak terima para pria melihatnya seperti wanita murahan di rumah bordil.
Di tempat yang jauh pun, terlihat banyak kultivator yang telah berkumpul di sana sini untuk mencari cara naik ke bangunan serta pulau kecil yang melayang di langit.
Lalu tatapan Yi Yun beralih ke Xiao Moxian. Ia berkedut karena saat ini istrinya itu sedang asik memenggal satu per satu bagian tubuh musuh lalu membakarnya layaknya daging panggang.
Yi Yun bertanya-tanya bagaimana sifat Xiao Moxian bisa menjadi brutal seperti itu.
“Xian’er.. apa yang kau lakukan?” Tanya Yi Yun heran.
Xiao Moxian yang sedang asik menyiksa lawannya dengan senyum kejam pun menatap ke arah Yi Yun, wajahnya langsung menampilkan senyum hangat dalam waktu yang sangat singkat.
“Aku hanya memberinya pelajaran karena menyebut suami bocah pendek.” Balas Xiao Moxian dengan malu-malu dan berharap Yi Yun memujinya.
“Cepat selesaikan. Kita akan naik ke tempat itu!” ucap Yi Yun lalu menatap ke arah langit lagi mengabaikan Xiao Moxian yang cemberut seketika.
__ADS_1
Karena sedikit kesal dengan sikap acuh tak acuh suaminya itu, ia pun melampiaskannya kepada musuhnya yang membuat teriakan putus asa terdengar di tempat tersebut.