Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 283 - Tiba


__ADS_3

Kultivasi Yi Yun telah mencapai tingkat Alam Raja tahap ketujuh bersama dengan Yu Ruyan. Sementara Xiao Moxian dan Xuan Yuqie tetap memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap keenam. Mereka berempat pun langsung bergerak ke arah tempat yang diduga sebagai tempat Warisan Dewi Pembantaian yang sebenarnya.


Sudah sangat banyak kultivator yang saat ini berkumpul di penghalang yang tercipta melalui qi Pembantaian yang dihasilkan oleh Pohon Darah terbesar di tempat tersebut.


Kedua pemimpin pasukan dari Kerajaan Naga Timur dan Phoenix Kegelapan belum tiba karena mereka sedang mengumpulkan anggota mereka yang tersebar di berbagai tempat akibat pembentukan kelompok kecil.


“Di mana Jendral Wang? Kenapa dia belum tiba?” Salah satu Tetua dari Klan Xiao pun berbicara dengan nada sedikit muram ketika melihat ke arah kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur.


Suasana di tempat tersebut saat ini sangat tegang karena perang antara kedua Kerajaan telah dimulai. Namun tidak ada yang bergerak karena mereka semua berpikir untuk mengambil Warisan yang ada di tempat itu. Mereka sudah pergi sejauh ini, jika mereka tiba dan hanya melakukan pertarungan yang kemungkinan besar tidak menghasilkan apa-apa, lebih baik sedari awal mereka tidak datang ke tempat tersebut.


Tidak sampai lima menit kemudian, sekelompok kultivator pun mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Zhep!


Kelompok yang tiba membuat semua anggota yang berasal dari Kerajaan Phoenix Kegelapan pun memasang wajah bahagia karena yang baru saja tiba adalah kelompok yang di pimpin oleh Jendral Wang.


“Tetua Bo, tampaknya kalian lebih dulu tiba.” Jendral Wang pun menghampiri seorang Tetua yang berasal dari Klan Xiao, Xiao Bo.


“Ya. Kami telah tiba di tempat ini selama beberapa jam. Karena penghalang yang ada di tempat yang kemungkinan Warisan berada tidak bisa dihancurkan dengan kekuatan kami, maka kami menunggu kedatangan anda.” Balas Xiao Bo.


Jendral Wang melirik ke arah para kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur dengan tatapan dingin.


Mereka semua perlahan mengambil jarak karena tidak ada dari mereka yang mampu melawan Jendral Wang yang merupakan kultivator terkuat ketiga dari Kerajaan Phoenix Kegelapan.


Walaupun pertarungan tidak terjadi di tempat itu, Jendral Wang tidak heran sama sekali. Para kultivator pasti lebih memilih untuk mengambil warisan terlebih dahulu sebelum melakukan perang yang sesungguhnya. Itulah sebabnya Jendral Wang tidak mencoba mengkritik tentang para kultivator yang berasal dari Kerajaan Phoenix Kegelapan hanya menunggu di tempat tersebut.


“Guru, apakah kita tidak menghabisi mereka semua? Ini adalah kesempatan karena saat ini Jendral Li yang berasal dari Kerajaan Naga Timur belum tiba.” Ujar Feng Jie dengan seringai lebar diwajahnya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Feng Jie yang merupakan Pangeran dari Kerajaan Phoenix Kegelapan, para kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur pun langsung memasang wajah muram. Mereka semua langsung membenci Feng Jie hanya dalam waktu beberapa detik karena mencoba memprovokasi suasana.


Jendral Wang tampak berpikir untuk beberapa saat. Memang benar bahwa jika mereka menghabisi para kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur, saingan untuk mendapatkan Warisan akan berkurang sangat banyak. Tetapi masih ada kendala yang saat ini di dalam pikiran Jendral Wang.

__ADS_1


Pertama, tanpa bantuan kultivator dari Kerajaan Naga Timur, apakah kelompoknya akan mampu menghancurkan penghalang?


Dan yang kedua, jika menghabisi pasukan dari Kerajaan Naga Timur, ketika Jendral Li tiba bersama pasukannya, mereka akan kerepotan karena Jendral Li tidak akan membiarkan mereka mengambil warisan.


“Tidak untuk saat ini.” ucap Jendral Wang dan menjelaskan apa yang ada di pikirannya kepada muridnya itu. Ia adalah seseorang yang memiliki kebijaksanaan tinggi dalam mengambil keputusan. Jika tidak, ia tidak akan menyandang gelar Jendral dari Kerajaan sebesar Kerajaan Phoenix Kegelapan.


Feng Jie yang mendengar alasan Jendral Wang tentu sedikit tidak puas. Tetapi ia tidak bodoh untuk memaksakan kehendaknya kepada Gurunya itu.


“Sial! Jendral Wang telah tiba! Apa yang harus kita lakukan saat ini? Di mana Jendral Li?”


“Apakah Jendral Li telah dikalahkan di suatu tempat?”


“Dasar tolol! Kultivator yang lebih lemah dari Jendral Li yaitu kita telah sampai di tempat ini. Tidak mungkin Jendral Li akan dijatuhkan di tengah jalan!”


“Ya. Hanya kultivator setingkat Jendral Wang mampu menahan Jendral Li. Tetapi Jendral Wang saat ini dalam keadaan tanpa luka sama sekali yang artinya keduanya tidak berpapasan.”


Diskusi para kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur pun pecah. Semua dari mereka saat ini sangat waspada dengan Jendral Wang yang baru saja tiba.


Semua mata kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur pun tertuju ke suatu tempat.


Tetapi mereka sangat kecewa karena yang tiba bukanlah Jendral Li.


Zhep!


Empat individu pun muncul dan keempatnya tidak lain adalah Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan.


Jendral Wang hanya melirik ke arah tempat kelompok Yi Yun. Matanya sedikit menyipit ketika merasakan level kekuatan Yi Yun dan ketiga wanita.


“Empat kultivator semuda itu sudah mencapai tingkat Alam Raja tahap keenam dan ketujuh? Bakat ini sungguh luar biasa!” Batin Jendral Wang dan melirik ke arah muridnya yang saat ini memiliki kultivasi tingkat Alam Raja tahap keenam juga.


Sementara untuk Feng Jie yang awalnya tidak peduli, melihat dengan malas ke tempat Yi Yun berada. Matanya melebar seketika karena tentu ingat tentang Yi Yun, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan yang berpapasan dengannya ketika ia hendak menjemput Pedang Ratu Laut.

__ADS_1


“Kau...!” Seru Feng Jie tiba-tiba saat menatap ke arah Yi Yun, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan. Sementara ia tidak terlalu mengenal siapa Xiao Moxian karena ia belum pernah melihatnya.


“Ada apa?” Tanya Jendral Wang karena muridnya itu tampak terkejut melihat ke arah kelompok Yi Yun.


Wajah Feng Jie sedikit gelap lalu mengirim telepati kepada Gurunya, “Guru, mereka adalah kelompok yang mengambil Pedang Ratu Laut!”


Mata Jendral Wang melebar sedikit ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Feng Jie. Tentu ia tau betapa pentingnya Pedang Ratu Laut karena pedang itu ada di dalam legenda dan jika Kerajaan Phoenix Kegelapan mendapatkannya, maka kemungkinan keluaran mereka akan meningkat jika pedang itu dipegang oleh salah satu kultivator terkuat dari Kerajaan Phoenix Kegelapan.


Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan yang baru saja tiba tiba-tiba merasakan bahaya karena seseorang seperti sedang mengunci mereka. Tatapan keempatnya pun tertuju pada Jendral Wang dan mereka tau bahwa Jendral Wang adalah kultivator yang memiliki kekuatan setara dengan Jendral Li. Apa lagi untuk Xiao Moxian, ia sangat mengetahui siapa sebenarnya Jendral Wang.


Jendral Wang pun ingin bergerak dan menangkap Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan agar berita tentang Pedang Ratu Laut tidak bocor kepada siapapun.


Namun, ketika Jendral Wang ingin bergerak, wajahnya sedikit dingin ketika merasakan aura kuat menguncinya juga. Ia langsung menatap ke arah tertentu dengan ekspresi gelap.


“Guru! Ada apa? Ayo kita tangkap mereka!” Feng Jie sekali lagi mengirim telepati kepada Jendral Wang.


Jendral Wang tidak membalas sama sekali yang membuat Feng Jie merasa heran. Ia pun langsung menatap ke arah tempat Gurunya melihat lalu memasang ekspresi serius dalam sekejap.


Zhep!


Satu sosok tertentu muncul dalam sekejap di posisi yang tidak terlalu jauh dari Yi Yun dan kelompoknya.


“Jendral Li!” ucap Jendral Wang dengan nada yang sangat dingin.


“Jendral Wang.. apakah kau mencoba untuk melakukan sesuatu kepada kultivator yang lebih lemah dan masih semuda mereka? Aku tidak tau bahwa kau telah jatuh seburuk itu.” Jendral Li yang baru muncul pun langsung berbicara.


Kata-kata Jendral Li membuat wajah Jendral Wang semakin gelap.


Sementara untuk para kultivator yang berasal dari Kerajaan Naga Timur memasang ekspresi bahagia karena pemimpin mereka juga telah tiba.


Sedangkan untuk Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan yang mendengar percakapan itu pun langsung memasang wajah dingin ketika menatap ke arah Jendral Wang. Keempatnya saat ini paham siapa yang tampaknya mengunci posisi mereka sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2