
Pria muda tersebut melihat ke arah Yi Yun dan tersenyum sedikit jahat.
Pemuda tersebut bersama dengan seorang wanita cantik yang terlihat berusia sekitar 15 tahun.
"Sepertinya tidak ada meja kosong, ayo kita ke lantai bawah," seorang wanita cantik di sebelah pemuda tersebut berkata setelah melihat semua meja terisi.
"Tidak perlu, aku akan mengambil meja untuk kita," pemuda tersebut berkata dengan wajah tersenyum.
Wanita cantik tersebut mengerutkan keningnya mendengar perkataan pemuda di sebelahnya.
Pemuda tersebut berjalan ke arah meja tempat Yi Yun duduk. Yi Yun sama sekali tidak menghiraukan pemuda tersebut dan hanya menatap ke arah luar jendela.
"Bocah! Pindahlah ke lantai dua! Aku akan memberimu 100 koin emas!" Perintah pemuda tersebut.
Yi Yun menoleh ke arah pemuda tersebut lalu berkata, "enyahlah dari hadapanku, aku akan memberimu 1.000 koin emas!" Dengus Yi Yun.
Pemuda itu tercengang seketika mendengar balasan Yi Yun. Ia ingin meledak marah tapi wanita yang bersamanya mendekat dan membuka suara.
"Ji Yuan, lebih baik kita ke lantai dua," wanita tersebut memasang wajah tidak karuan karena melihat sifat pemuda yang bernama Ji Yuan.
"Yan'er, biarkan aku mengurus bocah ini terlebih dahulu oke? Kita tidak perlu duduk di lantai dua. Tempat makan kota ini tidak akan bisa menyediakan layanan yang bagus jika tidak di lantai teratas," ucap Ji Yuan sambil tersenyum.
Wanita yang bernama Yu Ruyan tidak tau harus bagaimana bereaksi terhadap Ji Yuan yang terlihat sangat merendahkan apa saja karena berasal dari klan terpandang.
Yi Yun yang mendengar itu mengerti bahwa mereka berdua bukan berasal dari kota yang di singgahi olehnya.
Ji Yuan menoleh ke arah Yi Yun lagi setelah berbicara kepada Yu Ruyan. "Apa kau bilang tadi bocah? Apa kau tidak tau siapa aku?!" Ji Yuan menatap Yi Yun dengan tatapan merendahkan.
"Memangnya siapa kau? Aku tidak peduli siapa kau. Enyahlah dari hadapanku!" Jawab Yi Yun lalu mengalihkan pandangannya lagi ke jendela.
"Kau..." Aura Ji Yuan memancar perlahan yang membuat lantai sedikit retak.
Yi Yun menoleh sambil mengerutkan keningnya merasakan tingkat aura yang terpancar dari tubuh Ji Yuan.
"Alam Roh tahap kelima? Sungguh hebat untuk anak seusianya mencapai tingkat itu walau pun mungkin bakatnya masih di bawah Jun Moxie," batin Yi Yun.
__ADS_1
"Apakah menurutmu dengan memamerkan aura tingkat Alam Roh tahap kelima aku akan takut padamu?" Yi Yun bertanya sambil menaikkan sedikit alisnya.
Ji Yuan terkejut bahwa Yi Yun mampu mendeteksi tingkat kultivasinya. Sekarang dia mengerti bahwa Yi Yun bukan bocah biasa. Ia sama sekali tidak bisa melihat tingkat kultivasi Yi Yun karena Sistem menyembunyikan kultivasinya sedalam mungkin.
Bahkan Yu Ruyan terkejut bahwa Yi Yun mampu mendeteksi kultivasi Ji Yuan. Karena, hanya kultivator yang setara atau paling tinggi dua tahap di atasnya agar mampu mendeteksi kultivator lain.
"Siapa kau?" Tanya Ji Yuan dengan wajah serius tiba-tiba.
"Kau tidak perlu tau siapa aku. Pergilah dari hadapanku. Aku ingin menikmati makanan yang akan segera datang tanpa gangguan orang sepertimu." Yi Yun berkata sambil melirik sekilas ke Yu Ruyan lalu mengalihkan pandangannya lagi ke jendela. Ia sedikit terkejut dengan kecantikannya. Namun, ketika sampai di dunia ini, ia sudah terbiasa dengan penampilan wanita cantik.
Ji Yuan yang mendengar itu merasa di remehkan oleh seorang bocah.
Tentu saja Yi Yun akan meremehkan seseorang sombong seperti itu dan hanya berani menggertak ketika melihat seseorang yang masih muda.
Ji Yuan tidak terima di perlakukan seperti itu. Auranya meletus seketika tidak seperti sebelumnya yang hanya bocor sedikit untuk menindas Yi Yun.
"Kau akan menyesal memperlakukan aku seperti itu bocah!"
Merasakan niat buruk dari Ji Yuan, Yi Yun langsung bergerak ke depan Ji Yuan sambil mengayunkan tinjunya yang di lapisi Qi Pembantaian yang sangat padat.
Ji Yuan langsung terpental seketika dan menembus tembok bangunan Ouyang Saji. Ia tidak menyangka Yi Yun akan langsung menyerangnya sebelum ia menyerang duluan.
Bom!
Ji Yuan menembus tembok dan terjatuh dari lantai tiga.
Bruk!
Ji Yuan yang jatuh dari lantai tiga merasakan sakit di perutnya karena hantaman tinju Yi Yun. Ia juga merasakan Qi yang mengeringkan menginvasi kulitnya.
Yu Ruyan di sisi lain terkejut karena Yi Yun main serang sembarangan. Ia tidak tau bahwa Yi Yun merasakan niat buruk dari Ji Yuan.
Dengan wajah tanpa emosi, Yi Yun berjalan ke arah lubang yang di buat oleh akibat benturan Ji Yuan dengan tembok.
Semua orang di dalam Ouyang Saji langsung melihat ke arah sumber kejadian karena sangat penasaran.
__ADS_1
"Kau telah membuat kesalahan. Ji Yuan bukan seseorang yang akan melepaskan orang semudah itu. Kekuatan di belakang Ji Yuan juga bukan kekuatan biasa yang bisa di lawan oleh anak sepertimu," Yu Ruyan memperingati Yi Yun dengan nada serius.
Yi Yun berhenti sejenak lalu melirik Yu Ruyan dan menjawab, "bahkan jika dia dari klan terkuat pun, aku tidak akan tinggal diam jika seseorang berniat buruk padaku dengan mengeluarkan niat membunuh sekecil apa pun itu."
Yu Ruyan terkejut dengan pertanyaan Yi Yun dan tidak menyangka Ji Yuan mengeluarkan niat membunuh halus dan itu dapat di deteksi oleh Yi Yun.
Ji Yuan yang perlahan berdiri menatap ke arah lubang. Ia menatap Yi Yun dengan niat membunuh yang sangat besar karena tatapan Yi Yun padanya menyiratkan bahwa Yi Yun sama sekali tidak takut padanya atau pun klan Ji miliknya yang terkenal sangat kuat.
Yi Yun mengeluarkan Pedang Darah dan melompat dari lantai tiga. Ia mendarat tidak jauh dari Ji Yuan. "Bagaimana kau ingin terbunuh?" Tanya Yi Yun datar.
Mata Ji Yuan semakin melebar mendengar perkataan Yi Yun. Ia semakin marah dan tidak akan melepaskan Yi Yun. "Kau akan menyesal bocah!" Ia langsung mengeluarkan tombak dari cincin ruang miliknya.
Tombak itu adalah tombak berwarna emas dengan bilah berwarna emas bercampur biru.
"Tunjukkan seperti apa penyesalan yang akan aku terima," balas Yi Yun. Ia membuat kuda-kuda untuk menyerang.
Ji Yuan langsung melapisi tombaknya dengan Qi miliknya yang berwana putih sedikit keemasan.
Yi Yun tersenyum sedikit. Ia ingin mencoba kekuatan dari Vena mendalam Dewa Pembantaian.
Ji Yuan langsung melesat ke arah Yi Yun dengan kecepatan yang menurut Yi Yun sangatlah cepat.
Ji Yuan langsung mengayunkan tombaknya ke arah Yi Yun sekuat yang dia bisa.
Yi Yun juga langsung mengayunkan pedangnya ke arah tombak tersebut yang sudah di lapisi oleh Qi Pembantaian.
Tring!
Kedua serangan bertemu seketika dan Qi mereka berdua terpancar ke segala arah akibat benturan.
Bushhh!
Angin kencang bercampur Qi berhembus ke segala arah.
Kekuatan mereka berdua seimbang yang membuat Ji Yuan terkejut dan Yi Yun tersenyum lebar karena dengan Vena mendalam Dewa Pembantaian dia bisa melawan musuh dengan tingkat dua tahap di atasnya.
__ADS_1