Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 87 - Judi Batu (2)


__ADS_3

Kerajaan Qin


Para kultivator yang ada di ruangan tersebut tidak terkecuali untuk Tho Ghel, Ye Zhong dan Ye Quan pun terdiam karena tidak menyangka bahwa Yi Yun akan berhasil dalam percobaan pertama. Hal seperti ini memang beberapa kali terjadi tetapi cara Yi Yun memilih batu tersebut membuat mereka bertanya-tanya apakah sebenarnya Yi Yun dapat mengetahui isi dari batu tersebut.


“Apakah kau masih ingin mencoba?” Tanya Tho Ghel setelah menyimpan kuali yang ia telah nilai harganya. Benda apapun yang ada di dalam batu bisa dijual kepada pengelola tempat tersebut sehingga tidak membuat para pelanggan kerepotan untuk menjualnya ke suatu tempat.


“Tentu saja, aku yakin keberuntungan akan memihak kepadaku, aku akan membeli satu batu lagi.” Yi Yun mengangguk kecil dengan senyum menghiasi wajahnya.


Tho Ghel membalas dengan anggukan juga dan melempar kantong yang berisi 12.000 koin emas. Karena Yi Yun ingin membeli satu lagi, ia pun langsung memotong biaya pembelian batu.


Yi Yun menangkap kantong koin dengan senyum riang karena tidak menyangka bahwa di dunia ini memiliki cara untuk mengumpulkan koin emas yang bahkan bisa ditukar menjadi poin dengan cara yang sangat cepat.


Setelah menyimpan koin emas, Yi Yun pun langsung berjalan perlahan melihat batu satu per satu lagi.


“Sistem, lakukan hal yang sama!” Perintah Yi Yun dibenaknya.


[Dilaksanakan]


Yi Yun terus berjalan dan ketika melewati sepuluh batu, suara notifikasi pun terdengar kembali di dalam benaknya.


[Ding!]


[Mendeteksi benda berharga yang memiliki nilai kelipatan atau lebih dari nilai pembelian]


Mendengar suara pemberitahuan, Yi Yun berhenti dan memegang batu itu dan tampak seperti sedang memeriksanya dengan cermat. Ia tentu tidak akan langsung membeli karena mungkin mereka akan curiga.


Para kultivator yang ada di sana pun menunggu dan melihat apakah keberuntungan Yi Yun kali ini akan memberinya sesuatu yang berharga atau tidak.


“Pak tua, aku memilih batu ini.” Yi Yun menatap ke arah Tho Ghel dan menunjuk batu yang ia sentuh sebelumnya setelah selesai memeriksanya selama hampir satu menit.


Tho Ghel mengangguk setuju dan mengeluarkan pedangnya kembali.


Sraing! Sraing! Sraing!


Tho Ghel melakukan hal yang sama dan membelah belah batu tersebut.


Bruk! Bruk! Bruk!


Batu-batu itu perlahan runtuh seperti balok. Semua kultivator yang ada di sana menatap dengan seksama apakah ada isinya atau tidak. Bahkan jika memiliki isi, kemungkin isinya bisa menjadi sampah yang tidak berguna.


Untuk Ye Zhong dan Ye Quan, keduanya tentu sangat penasaran apakah keberuntungan Yi Yun memang besar atau tidak dalam hal perjudian.


Mata semua kultivator yang ada di sana menatap dengan mata sedikit melotot karena memang ada benda di dalamnya.


“Oh? Aku tidak menyangka bahwa batu ini akan memiliki isi juga!” Seru Yi Yun sedikit bersemangat.


Para kultivator, Tho Ghel, Ye Zhong dan Ye Quan tidak bisa berkata-kata dengan keberuntungan yang dimiliki oleh Yi Yun.


“Pak tua, nilai benda itu!” Perintah Yi Yun saat menunjuk sebuah batu berwana putih yang memancarkan sedikit qi samar.


Tho Ghel pun langsung memeriksa batu dengan cermat yang memiliki ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa lebih besar sedikit.


“Ini adalah Batu Roze, salah satu bahan untuk menempa sebuah pedang dengan kualitas tingkat Langit. Ini dihargai 11.000 koin emas.” Tho Ghel berbicara dengan bibir sedikit berkedut karena tidak menyangka bahwa keberuntungan Yi Yun memang luar biasa.


Para kultivator pun menatap Yi Yun dengan mata panas, jika mereka bisa meminta bantuan dari anak tersebut, kemenangan pasti sudah berada di tangan mereka. Tetapi saat ini mereka semua masih diam saja, jika dalam dua kali percobaan lagi atau lebih Yi Yun masih menemukan benda di dalam batu, maka keberuntungan Yi Yun memang sangat luar biasa atau mungkin Yi Yun memiliki cara untuk mendeteksi isi batu. Itulah yang dipikirkan oleh mereka semua saat ini.


“Oh? Lumayan. Keberuntunganku memang sangat luar biasa. Hei pak tua, jual benda itu dan aku ingin membeli batu lagi.” ucap Yi Yun ke arah Tho Ghel yang terdiam seperti batu. Jika ini berlanjut, bisa-bisa rumah judi akan bangkrut dalam waktu sehari. Walaupun mungkin Wang Shu adalah yang mengendalikan semuanya dari segi pengambilan batu atau menghitung hasil penjualan batu, beberapa pengelola sebenarnya adalah bawahan dari Tetua Agung klan Qin.


Tho Ghel pun melempar kantong yang berisi 6.000 koin emas karena Yi Yun masih ingin melanjutkan membeli batu.


Karena kejadian itu, beberapa kultivator pun naik ke atas karena tiba-tiba ada kabar berita tentang seorang anak yang memiliki keberuntungan sangat besar dalam memilih batu di rumah judi tersebut.


Tentu mereka tidak akan percaya sehingga ingin melihat secara langsung apakah berita tersebut benar atau tidak.


Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, sudah sangat banyak para kultivator yang berkumpul dan melihat aksi Yi Yun dalam memilih batu.


“Yang ini..”


“Harga benda..”


“Jual, dan aku membeli lagi..”

__ADS_1


“Aku memilih ini..”


“Oh? Tampaknya kali ini gagal..”


Yi Yun terus memainkan judi batu tetapi membuatnya berhasil empat kali dan gagal satu kali, terkadang ia akan membuat gagal dua kali berturut-turut agar tidak ada yang curiga sama sekali dengannya.


Tetapi para kultivator yang menonton itu masih memasang wajah muram dan sangat gelap karena persentase keberhasilan Yi Yun dalam memilih batu jauh lebih besar dari pada kegagalan. Tentu hal itu akan membuat Yi Yun untung sangat besar karena rata-rata penjualan benda yang berasal dari dalam batu memiliki harga kelipatan terus-menerus. Dan bahkan ada benda yang terjual dengan harga lebih dari 20.000 koin emas.


Bahkan untuk Tho Ghel pun sudah tidak tau harus bereaksi seperti apa karena dalam waktu setengah jam lebih sedikit, Yi Yun telah menerima lebih dari 100.000 koin emas secara cuma-cuma. Itu adalah kekayaan yang lumayan besar walaupun bagi para klan besar tidak terlalu berarti, itu seperti saat Jun Moxie yang melakukan taruhan dengan Yi Yun sangat mudah mengeluarkan koin emas yang banyak.


Waktu terus berlalu, Yi Yun terus-menerus membeli batu dan hanya tersisa sedikit jumlah batu yang telah ia lewati karena di lantai teratas tidak terlalu memiliki banyak batu seperti di lantai lainnya.


Dua individu yang merupakan Ye Zhong dan Ye Quan terdiam seperti batu dan terlihat seperti seorang pengawal saat ini dan terus mengikuti Yi Yun yang memilih batu. Keduanya tidak lagi memiliki niat untuk menyusun kata-kata untuk menghina Yi Yun karena mereka tau bahwa tampaknya Yi Yun akan mendapatkan untung yang sangat banyak dari judi batu.


Tidak lama kemudian, Ye Mo dan Wang Shu keluar dari dalam ruangan. Keduanya merasa sangat heran saat ini karena sangat banyak kultivator yang datang ke lantai tersebut. Ini sangat jarang terjadi karena kebanyakan kultivator akan merasa enggan untuk membeli batu yang memiliki harga sangat tinggi.


“Apakah ada seseorang yang kaya raya menghabiskan koin emasnya?” Tanya Ye Mo heran.


“Aku tidak tau, ayo kita lihat!” Wang Shu pun langsung menghampiri kerumunan yang sudah dekat dengan pojok ruangan.


Sesampainya di kerumunan, Ye Mo dan Wang Shu terdiam saat mendengar suara yang sangat familiar.


“Hei pak tua, ini adalah batu terakhir yang aku pilih karena menurutku sudah cukup untuk bermain.”


“Baiklah!” Balas Tho Ghel dengan nada sedikit tidak senang karena tampaknya rumah judi batu kali ini mengalami kerugian yang lumayan besar.


Sraing! Sraing! Sraing!


Bruk! Bruk! Bruk!


Batu pun perlahan pecah.


“Apakah kali ini akan memiliki isi lagi?”


“Aku yakin pasti memiliki isi!”


“Anak ini sangat pintar memilih batu!”


“Anak itu sangat beruntung!”


“Sialan, kenapa pejudi pemula sepertinya sangat beruntung? Bahkan para pejudi yang dianggap sudah mahir menilai batu tidak akan memiliki keberuntungan seperti anak itu!”


Diskusi para kultivator terdengar di tempat itu yang membuat Ye Mo dan Wang Shu terdiam seperti batu. Mereka berdua tidak menyangka bahwa Yi Yun memiliki keberuntungan yang sangat tinggi dalam bermain judi batu.


“Apa itu?”


“Hei lihat, kali ini adalah sebuah sumber daya!”


“Sumber daya apa?”


“Itu adalah sebuah tulang binatang roh!”


“Coba lihat, itu mengeluarkan qi yang kuat yang artinya tulang itu pasti sangat berharga!”


Diskusi kembali pecah ketika semua pasang mata menatap ke arah tulang berwarna putih keemasan.


“Aku tidak menyangka bahwa benda terakhir akan sehebat ini!” Seru Yi Yun bersemangat.


Kata-kata Yi Yun membuat wajah semua yang ada di sana sedikit gelap. Mereka mengutuk Yi Yun dalam hati karena memiliki keberuntungan yang sangat besar.


“Sistem, nilai tulang ini, apakah lebih baik menyimpannya atau menjualnya menjadi koin emas!” Perintah Yi Yun di benaknya.


[Ding!]


[Mulai menganalisis]


[Ding!]


[Analisis selesai]


[Tulang itu adalah tulang dari Raja Harimau Emas tingkat Raja, tidak terlalu berguna untuk Host, disarankan menjual kepada Sistem atau menjualnya menjadi koin emas]

__ADS_1


“Berapa harga untuk benda ini menjadi poin?” Tanya Yi Yun lagi di benaknya.


[Tulang Raja Harimau Emas akan dihargai dengan 2.800 poin]


Yi Yun terdiam karena tau penjualan pasti akan berbanding 1 : 10.


“Berapa harga tulang ini jika dijual?” Tanya Yi Yun kepada Tho Ghel.


Tho Ghel meraih tulang yang tidak terlalu besar lalu menilainya. Setelah beberapa saat, ia pun langsung berbicara. “Ini adalah tulang Harimau Emas, akan dihargai 12.000 koin emas.”


Kerutan muncul di dahi Yi Yun karena tampaknya Tho Ghel ingin bermain dengannya.


“Tampaknya anak itu sangat beruntung!”


“Apakah anak itu akan membantu jika kita meminta tolong?”


“Apa kau pikir dia mau melakukan itu? Dia memiliki koin emas, lebih baik baginya untuk menggunakan koin emasnya sendiri!”


Diskusi kembali terdengar diantara para kultivator.


“Bagaimana? Apakah kau ingin menjual sumber daya ini?” Tanya Tho Ghel datar ke arah Yi Yun.


Yi Yun menaikkan sudut bibirnya lalu mengambil tulang dari tangan Tho Ghel.


“Tingkat apa tulang ini?” Tanya Yi Yun sambil memeriksa tulang.


“Tingkat Langit.” Balas Tho Ghel.


“Oh? Sepertinya tidak seperti itu!” Balas Yi Yun.


“Apa maksudmu?” Kerutan muncul di dahi Tho Ghel dan merasa ia telah menggali lubang kuburannya saat ini.


Para kultivator di tempat itu pun mengerutkan keningnya. Bahkan untuk Ye Zhong dan Ye Quan merasa heran karena penilaian tidak akan pernah salah.


Ye Mo juga berpikiran seperti itu tetapi tidak untuk Wang Shu yang kini hanya menghela nafas panjang karena ia tentu dapat menilai tulang itu hanya dengan sekali lirikan saja, sebab, ia adalah penilai benda yang handal juga. Tetapi ia hanya tetap diam karena menghargai Ye Mo, jika tidak, ia pasti akan langsung menyela sebelum Yi Yun berbicara.


“Ini adalah tulang Raja Harimau Emas dengan kualitas Raja, apakah aku salah?” Tanya Yi Yun dengan sudut bibir terangkat.


Tho Ghel berkeringat sedikit di punggungnya karena Yi Yun ternyata mengetahui nilai dari tulang tersebut.


“Dan biasanya, yang aku tau, tulang Raja Harimau Emas tingkat Raja akan dihargai setidaknya 25.000 koin emas, dan itu adalah harga terendah. Biasanya ini akan diperdagangkan seharga 28.000 koin emas. Apakah penilaian ku salah?” Tanya Yi Yun sambil melempar tukang sesekali ke udara dan menatap Tho Ghel dengan senyum alami.


“Anak ini bahkan mengetahui harga pasarannya!” Batin Tho Ghel dan merasa bahwa ia akan mengalami musibah saat ini karena sangat banyak kultivator yang ada di sana menonton.


“Apakah itu benar?”


“Bukankah ini kecurangan?”


“Pemilik Rumah judi ini telah berjanji tidak akan mencoba mempermainkan pelanggan karena persentase keberhasilan sangat rendah.”


“Cih! Tampaknya sedari awal pun, rumah judi ini sudah mempermainkan kita dengan cara mengurangi harga jual.”


Diskusi kembali terdengar yang membuat Tho Ghel semakin berkeringat dingin di punggungnya.


“Aku tidak salah, apa yang aku katakan adalah kebenaran! Itulah nilai dari tulang yang kau pegang!” ucap Tho Ghel muram membela diri.


“Apakah seperti itu?”


“Bagaimana menurutmu, Wang Shu?” Tanya Yi Yun dan menangkap tulang yang ia lempar ke langit lalu melihat ke arah tertentu di belakang kerumunan.


Semua kultivator pun menatap ke arah belakang dan menemukan Wang Shu yang hanya diam seperti batu saat ini.


“Riwayatku tamat!” Batin Tho Ghel saat menatap Wang Shu yang hanya diam saat ini.


“Apa yang aku katakan benar bukan? Sebagai pemimpin rumah judi batu ini, kau juga harus bisa menilai harga jual tulang ini,” ucap Yi Yun. Tentu saja Yi Yun telah tau bahwa jika Wang Shu mengangguk, dia tidak akan mengalami kerugian karena itu bukan kesalahannya, sebab, rumah judi batu itu bukan milik Wang Shu.


“Ya kau benar!” Wang Shu mengangguk kecil dan menatap ke arah Tho Ghel.


“Sediakan tiga kali lipat harga jual sesuai peraturan dan kau harus melapor ke pusat. Inilah peraturan yang telah dibuat oleh pemilik Rumah Judi Batu ini!” Perintah Wang Shu dingin ke arah Tho Ghel.


Dan Tho Ghel pun tau bahwa nasib buruk telah menghampirinya.

__ADS_1


__ADS_2