
Kerajaan Qin
Waktu terus berlalu, saat ini wilayah tengah Kerajaan Qin sangat ramai karena Arena Pertarungan akan segera dibuka kembali. Tentu banyak yang tidak akan melewatkan kesempatan ini karena penyelenggara acara tersebut juga dilakukan oleh Tiga Pangeran.
Ini adalah bentuk persaingan mereka untuk menunjukkan pasukan mereka yang lebih kuat dari pada Pangeran lainnya. Dengan pasukan yang kuat, klan-klan kuat serta organisasi besar lainnya pasti akan mendukung Pangeran tersebut.
Tidak hanya terbatas pada permainan politik. Para Pangeran juga harus memiliki pasukan yang mereka bentuk sendiri untuk memperjuangkan tahta. Semua dari Pangeran juga membuat kerjasama dengan klan-klan besar yang ada di dalam Kerajaan Qin untuk mendukung mereka. Tidak hanya terbatas pada itu, kerjasama para Pangeran pun juga menyeret klan-klan yang berasal dari luar.
Karena itulah Arena Pertarungan akan ramai saat ini, para Pangeran mengundang sangat banyak klan dari luar ke Kerajaan Qin untuk memberikan dukungan kepada mereka sebagai pewaris tahta.
Di sisi lain, Yi Yun saat ini sedang terus berkultivasi dengan giat. Ia sudah tidak keluar dari ruangan dalam waktu hampir tiga minggu dan hari acara Pertarungan di Arena sudah sangat dekat.
Yi Yun saat ini terlihat sedang berkeringat sedikit karena proses yang ia lakukan untuk menerobos tidaklah secara instan agar mendapatkan hasil lebih memuaskan.
Bussssh!
Ledakan Qi Pembantaian yang berasal dari Vena Mendalam Dewa Pembantaian pun meledak ke segala arah. Tubuh Yi Yun saat ini di selimuti oleh aura merah kehitaman dan tampak seperti itu mengandung niat membunuh yang begitu tinggi serta haus darah yang sangat besar.
Zhep!
Aura tersebut pudar sepenuhnya dan Yi Yun pun membuka matanya dan wajahnya terlihat sedikit kelelahan saat ini.
[Ding!]
[Host telah menembus tingkat Alam Roh tahap kesembilan]
Yi Yun tersenyum sambil terengah-engah saat ini. Itu sesuai dengan analisis Sistem tentang penggunaan Meridian terlarang jika diisi dengan sumber daya, biasanya hal seperti itu tidak akan dilakukan karena sedikit berbahaya, para kultivator yang mengetahui tentang delapan Meridian terlarang juga tau bahwa apa yang dilakukan oleh Yi Yun dapat memincu kelumpuhan.
Namun, dibalik bahaya seperti itu, akan ada keberuntungan yang sangat besar karena itu membuat peningkatan kultivasi lebih efisien dari pada cara biasa.
Sistem tidak dapat melakukan hal seperti itu secara instan karena mungkin merusak Meridian Yi Yun, oleh sebab itu, Sistem pun membuat analisis panjang tentang cara penggunaan berkultivasi menggunakan Meridian terlarang. Caranya harus secara perlahan-lahan karena Meridian terlarang tidak kuat seperti Meridian lainnya walaupun mampu mengeluarkan kekuatan yang jauh lebih besar.
Itulah sebabnya konsumsi instan secara langsung akan membuat dampak buruk terhadap Meridian. Namun itu akan berbeda jika dicerna sedikit demi sedikit lalu meningkatkan konsumsi serta menurunkannya kembali. Itu butuh perhatian khusus agar tidak ada dampak yang terjadi pada Meridian.
“Akhirnya selesai juga, cara menerobos seperti ini sangat berbahaya. Untuk delapan pintu mendalam dan delapan meridian yang menyatu, sangatlah rapuh bahkan untuk yang pertama saja. Bagaimana dengan yang kedua dan setelahnya? Mungkin aku harus memikirkan cara seperti ini lagi untuk menerobos.” ucap Yi Yun sedikit lelah.
Karena rasa lelah, Yi Yun pun langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang terasa sangat nyaman lalu tertidur.
Dua hari kemudian, Wang Shu pun membuka pintu ruangan Yi Yun tanpa mengetuk. Ia heran melihat bahwa Yi Yun tampak bermalas-malasan, tetapi ketika ia mengecek kultivasi Yi Yun, ia tau bahwa Yi Yun telah berkultivasi dengan keras sampai-sampai tertidur dan tidak melakukan meditasi.
“Yi Yun, hari pertarungan akan segera dilaksanakan!” ucap Wang Shu.
Yi Yun terbangun dari tidurnya dan merasakan sangat segar diseluruh bagian tubuhnya setelah tertidur hampir dua hari.
“Oh baiklah, aku akan mandi terlebih dahulu, tunggulah aku diluar.” ucap Yi Yun dan perlahan turun dari kasurnya.
Wang Shu terdiam karena Yi Yun terlihat seperti manusia biasa dan bukan seorang kultivator, karena, seorang kultivator tidak perlu membersihkan dirinya dan hanya perlu menggunakan qi saja.
Tentu Yi Yun akan merasa lebih nyaman melakukan hal seperti itu karena ia sudah terbiasa ketika berada di Bumi.
Karena Yi Yun masuk ke kamar mandi, Wang Shu pun hanya membiarkannya dan keluar dari ruangan menunggu Yi Yun selesai di ruang depan.
Setelah selesai, Yi Yun pun keluar dan menggunakan pakaiannya yang unik, yaitu gaya karakter Lin Dong di sebuah novel yang pernah ia baca sebelumnya.
__ADS_1
“Apakah sudah waktunya?” Tanya Yi Yun saat melihat Wang Shu yang sudah berkumpul bersama dengan Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan.
“Ya, dalam waktu kurang dari lima jam lagi, pertarungan pertama akan dimulai, sudah mengatur lawan yang sesuai untukmu walaupun tampaknya kini aku harus mencoba merubahnya karena kultivasimu telah mencapai Alam Roh tahap kesembilan.” ucap Wang Shu.
Yi Yun hanya mengangguk kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Wang Shu.
Sementara Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan hanya bisa terdiam karena peningkatan kultivasi Yi Yun sangat tidak normal.
“Apakah tidak ada masalah pada tubuhmu menerobos dua tahap sekaligus?” Tanya Ye Mo heran.
“Tidak sama sekali, aku bahkan merasakan kekuatan yang melimpah ruah di dalam tubuhku.” Balas Yi Yun.
“Baiklah, ayo kita pergi.” Wang Shu tidak mau berlama-lama karena harus mengurus pertandingan Yi Yun lagi walaupun ia tidak terlalu yakin bisa melakukannya karena hari ini adalah hari pertandingan. Sebelumnya ia hanya mengira-ngira bahwa Yi Yun akan menembus tingkat Alam Roh tahap kedelapan dan tidak menduga bahwa itu akan menjadi tahap kesembilan.
Keempatnya mengangguk dan langsung pergi menuju Arena Pertarungan.
Yi Yun saat ini sangat bersemangat karena ia sudah menantikan hal seperti itu. Ia sudah menanti-nanti pertarungan intens yang akan membuat darahnya mendidih.
Ketika selama perjalanan menuju ke Arena Pertarungan, Yi Yun memperhatikan bahwa banyak rombongan yang datang untuk melihat pertarungan. Ia sudah membuat spekulasi juga bahwa hal tersebut terkait dengan penyelenggara yaitu tiga Pangeran.
Setelah sampai di Arena, Wang Shu membawa Yi Yun ke tempat berbeda dari jalan masuk karena Yi Yun adalah peserta saat ini. Sementara Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pergi ke jalur yang berbeda yaitu tempat para penonton berada.
Colosseum saat ini sangat ramai di isi oleh kultivator. Di tempat Arena penonton, setiap tempat akan di isi oleh satu kelompok yang datang dari luar, kelompok yang berasal dari klan yang ada di Kerajaan Qin.
Dan di tiga tempat yang berbeda, ada tempat khusus, dan ketiga tempat itu adalah tempat tiga Pangeran berada.
Karena Colosseum sangat besar, itu dapat menampung penonton sebanyak puluh ribuan kultivator.
Di sisi lain, saat ini Wang Shu menuntun Yi Yun ke tempat para peserta. Ketika mencapai lokasi tersebut, banyak pasang mata yang melihat Yi Yun dengan tatapan tidak percaya karena kali ada seorang anak yang hampir mencapai usia 14 tahun akan ikut dalam pertarungan.
“Oleh sebab itu, jika kau bisa memenangkan pertarungan terus-menerus, hal itu akan menarik perhatian tiga Pangeran, setelah kau bisa melakukannya, kau pasti akan di rekrut oleh mereka ke dalam pasukan. Jika memungkinkan, masuk ke dalam kubu Pangeran Kedua. Namun itu juga ketika aku setuju agar kau masuk karena aku pun tidak tau apa yang dipikirkan olehnya saat ini.” Wang Shu menjelaskan saat memberikan token Perseta kepada Yi Yun.
“Baik.” Yi Yun mengangguk kecil.
Karena Yi Yun sudah paham, Wang Shu pun langsung pergi dari tempat itu menuju tempat Ye Mo berada untuk menonton bersama.
Yi Yun masuk ke dalam tempat sangat luas dan di ujung tempat tersebut, ada lorong yang menuju ke tempat Arena Pertandingan berada.
“Hei nak, apa yang kau lakukan di sini? Ini bukan tempat untuk bermain-main!” Seorang pria muda yang melewati usia dua puluhan pun berbicara dengan nada kasar kepada Yi Yun.
“Urus urusanmu sendiri!” Balas Yi Yun melirik ke arah kultivator tersebut.
“Hm? Tampaknya kau memiliki keberanian yang sangat besar! Baik, berdoalah untuk tidak bertemu denganku dalam Arena, aku akan mematahkan semua tulang-tulangmu!” ucap kultivator tersebut sambil menjilat bibirnya seperti seorang psikopat.
Yi Yun hanya melirik ke arah kultivator tersebut, “Hanya dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kesembilan kau mengancamku? Lihatlah, berdoalah agar tidak bertemu denganku, kau akan merasakan seperti apa rasanya masuk ke dalam jurang neraka!” Batinnya, ia pun langsung duduk di sudut ruangan dekat dengan jalan menuju Arena tanpa peduli dengan semua tatapan kultivator yang diarahkan kepadanya.
Hari sudah hampir mencapai siang hari, dan waktunya pun tiba.
“Pertarungan pertama adalah pertarungan kelompok, empat orang akan bertarung bersamaan. Pemenang ini akan di tantang oleh banyak peserta lainnya sesuai nomor urut, kalian bisa mundur jika merasa tidak mungkin untuk menang. Ini adalah pertarungan untuk bertahan hidup, untuk menjadi pemegang, kalian harus mengalahkan semua penantang. Target semua peserta adalah kemenangan berturut-turut sebanyak sepuluh kali. Perlu diketahui, pertarungan pertama akan membuat pemenang memiliki kemenangan beruntun tiga kali karena mengalahkan tiga kultivator.” Seorang pria paruh baya berkata sambil memegang semua daftar peserta.
Para peserta hanya mengangguk kecil karena Arena Pertarungan lebih sering dilakukan dengan cara seperti itu.
“Pertarungan pertama! Tiga kultivator dari kubu Pangeran dan satu kultivator yang tidak memiliki kubu!” Teriak pria paruh baya tersebut sambil membacakan nomor peserta.
__ADS_1
Yi Yun menatap nomor miliknya, itu bukan gilirannya. Juga, tampaknya ia akan bertanding setelah ada yang memenangkan sepuluh Pertarungan, sebab, Wang Shu mengatakan ia akan melawan kultivator yang memiliki tingkat kultivasi tidak jauh darinya.
Keempat peserta pun langsung berjalan ke arah Arena sambil menatap tiga lawannya.
Yi Yun hanya tetap bersantai seperti biasa karena belum gilirannya yang bertarung.
Tidak lama kemudian, suara pertarungan intens terdengar dan sorak-sorai penonton juga terdengar sangat riuh.
Beberapa kultivator yang menjadi peserta juga menonton pertandingan tersebut untuk mencari kelemahan musuh jika mereka menjadi penantang pemenang nantinya.
“Woaaaa!”
Pertarungan pun terhenti dan penonton berteriak keras karena pemenang sudah ditemukan untuk babak pertama.
Setelah itu, satu per satu kultivator di panggil ke Arena untuk menantang pemenang tersebut.
Yi Yun hanya menunggu dari waktu ke waktu karena gilirannya telah tiba.
Tidak sampai setengah jam kemudian, pria paruh baya sebelumnya memangil peserta berikutnya.
“Nomor 88, Yi Yun! Kau akan menjadi penantang terakhir untuk pemenang dengan kemenangan sembilan kali berturut-turut!” Teriak pria paruh baya tersebut.
Yi Yun menaikkan alisnya karena tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi penantang terakhir, tampaknya seseorang telah merencanakan hal tersebut agar kubu salah satu pangeran pun menjadi pemegang pertama.
Dengan perlahan Yi Yun berdiri, ia berjalan ke arah Arena diperhatikan oleh semua kultivator. Para kultivator pun mengerti bahwa salah satu Pangeran membuat kecurangan agar bawahannya menang dalam babak pertama.
Hal itu juga telah diprediksi oleh Yi Yun tetapi ia tidak peduli sama sekali.
“Tampaknya hari ini hari sialmu nak!” ucap kultivator yang mengancam Yi Yun sebelumnya.
Tetapi Yi Yun hanya mengabaikan idiot tersebut dan mendekat ke arah pria paruh baya yang memanggilnya.
“Apakah kau yakin menjadi penantang dan tidak mundur?” Tanya pria paruh baya tersebut karena semua ini telah direncanakan. Biarpun Yi Yun tidak mundur, mereka merasa tidak mungkin Yi Yun akan memenangkan pertarungan.
“Aku akan mencoba.” ucap Yi Yun dan melewati pria paruh baya tersebut.
Pria paruh baya itu tidak berkomentar sama sekali dan membiarkan Yi Yun masuk ke Arena.
Ketika Yi Yun muncul, para penonton pun terdiam karena kali ini peserta yang menjadi penantang adalah seorang anak.
“Hm? Ada apa ini? Kenapa penantang terakhir malah seorang bocah?”
“Cih, tampaknya pemuda itu akan menang dengan mudah.”
Diskusi para penonton pun pecah saat melihat kehadiran Yi Yun yang hanya memasang wajah sedikit malas.
Sementara itu, Wang Shu memasang wajah gelap dan melirik ke arah tempat tertentu, itu adalah tempat Pangeran Pertama berada.
Bahkan Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan juga terkejut bahwa Yi Yun akan bertanding melawan kultivator yang telah menang sebanyak sembilan kali berturut-turut. Ketiganya paham bahwa Pangeran Pertama telah melakukan kecurangan.
“Penantang kesepuluh, anak bernama Yi Yun! Dia akan mencoba keberuntungannya melawan juara bertahan dengan kemenangan sembilan kali berturut-turut, Qin En!” Teriak seseorang dari tempat yang lumayan tinggi.
Tidak ada sorak-sorai penonton karena merasa pertarungan akan segera berakhir. Sementara itu, Pangeran Pertama yang menatap itupun tersenyum lebar.
__ADS_1
Namun, di sisi tempat lain, ada seseorang yang terbengong menatap kehadiran Yi Yun di dalam Arena.
“Yun'er kecil, aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu lagi secepat ini!”