Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 318 - Tidak Berdaya


__ADS_3

Blar!


Ketika berkas cahaya tersebut melesat ke tempat yang sangat jauh, Ledakan Cahaya yang sangat besar pun terjadi ketika serangan Xiao Moxian menghantam sebuah bukit lalu meledakkannya menjadi puing-puing.


Feng Jie yang bersama dengan satu Patriak tersisa pun melebarkan mata mereka berdua saat menatap rekan mereka tewas hanya dengan seberkas cahaya dan ledakan besar dikejauhan membuat keduanya semakin takut.


Bahkan saat ini ketika Jendral Wang sedang bertarung dengan Jendral Li terkejut menatap serangan yang dilancarkan oleh Xiao Moxian.


“Hanya sedikit kultivator tingkat Alam Kaisar tahap kedelapan yang bisa menghindari serangan itu!” Batin para kultivator yang ada di sana saat menatap ke arah ledakan besar yang terjadi dikejauhan yang telah menghapus satu bukit.


Xiao Moxian yang masih marah, langsung mengepakkan sayapnya dan melesat ke arah Feng Jie serta satu Patriak yang tersisa.


Menatap Phoenix Cahaya yang telah mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi, Feng Jie semakin takut. Ia ingin mencoba melakukan transformasi seperti Xiao Moxian tetapi tidak tau caranya.


Dan sampai kapanpun, Feng Jie pasti tidak akan bisa karena dia tidak memiliki Pedang Phoenix Cahaya seperti milik Xiao Moxian yang mengandung inti dari binatang spiritual Phoenix Cahaya.


Ketika Xiao Moxian bergerak, semua daerah yang ada di bawah yang ia lewati pun terbakar oleh api putih yang tampak tidak memiliki suhu namun sebenarnya sangatlah panas.


Jendral Wang yang menatap situasi Feng Jie dalam bahaya pun ingin pergi ke sana tetapi di hadang secara langsung oleh Jendral Li.


“Tetaplah di sini Wang Tua!” ucap Jendral Li saat menghadang Jendral Wang lalu mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh petir hitam yang sangat liar. Karena telah menilai semua situasi pertarungan, Jendral Li telah mendapatkan kepercayaan diri memenangkan perang. Sebab, jika Xiao Moxian berhasil menghabisi satu lagi Patriak dan Feng Jie, maka sisanya akan lebih mudah.


“Minggir!” Teriak Jendral Wang tetapi Jendral Li sama sekali tidak membiarkannya lewat.


Trang!


Bussssh!


Keduanya pun bertarung lebih intens lagi.


Jendral Wang yang tau bawa ia tidak akan bisa lewat langsung berteriak sekuat tenaga, “Feng Jie! Pergi dari sini!”


Feng Jie yang mendengar apa yang dikatakan oleh Gurunya pun tersadar. Ia pun langsung mengerahkan qi-nya untuk menyerang sekaligus melarikan diri dari tempat tersebut. Ia saat ini semakin menyesal karena telah mencoba memprovokasi wanita menyeramkan seperti Xiao Moxian.


Ketika Feng Jie dan Patriak tersebut ingin kabur, Xiao Moxian yang sedang bergerak ke arah keduanya tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja.


“Kecepatan Cahaya!”

__ADS_1


“Jalan Api Suci!”


Dung!


Zhep!


Xiao Moxian yang menggunakan salah satu teknik terkuatnya pun langsung meningkatkan kecepatan sebanyak empat atau lima kali lebih cepat.


Wusssh!


“Tidak...” Feng Jie dan Patriak tersebut hanya bisa berkata seperti itu saat Xiao Moxian dalam bentuk Phoenix Cahaya melewati mereka berdua dalam sekenap.


Itu tampak seperti Xiao Moxian menembus mereka tetapi nyatanya tidak.


Bussssh!


Jalur yang dilewati oleh Xiao Moxian pun kini terlihat dinding api yang menjulang ke arah awan.


Dan Feng Jie serta Patriak tersebut pun dilahap oleh api tersebut ketika Xiao Moxian melewati mereka berdua dalam sekejap.


Xiao Moxian yang tiba di kejauhan pun menyusut seketika. Ia langsung melayang di udara saat tubuhnya kembali ke kondisi semula. Wajahnya terlihat sangat pucat saat ini karena menggunakan terlalu banyak qi.


“Inikah kekuatan asli dari Pedang Phoenix Cahaya?” Gumam Xiao Moxian saat menatap pedang di tangan kanannya.


Zhep!


Dinding api tersebut pun turun ke arah permukaan tanah lalu menyisakan api kecil.


Di udara, terlihat dua sosok yang saat ini sudah berwana hitam.


“Keduanya belum mati?” Gumam Xiao Moxian. Namun ia sangat tau bahwa keduanya telah terluka parah terutama untuk Patriak tersebut.


Zhep!


Xiao Moxian pun menghilang dan muncul di dekat keduanya.


Feng Jie saat ini yang dalam kondisi yang tampak hitam seluruhnya pun memasang wajah yang sangat gelap. Ia hampir saja dibakar hingga garing. Jika ia tidak menggunakan api miliknya untuk bertahan, bisa dipastikan bahwa ia akan mengalami nasib yang sama dengan Patriak yang berada di dekatnya saat ini yang berada dalam kondisi mengerikan.

__ADS_1


Patriak yang berada di dekat Feng Jie saat ini siapapun tau bahwa dia tidak akan bisa bertarung lagi karena kedua lengannya juga telah terbakar menjadi abu. Kaki kirinya juga sama. Ia bisa dipastikan tidak akan bisa menjadi seorang kultivator lagi setelah menerima cidera seperti itu.


“Tampaknya rekanmu tidak bisa bertarung lagi. Jadi, apakah kau mau mengatakan sekali lagi apa yang sebelumnya kau katakan?” Tanya Xiao Moxian dengan senyum yang sangat jahat saat ia membuat kuda-kuda untuk menyerang.


Feng Jie yang menatap wajah jahat Xiao Moxian pun langsung ketakutan setengah mati. Ia pun langsung berbalik untuk melarikan diri selagi masih bisa karena semangat bertarungnya juga telah lenyap ketika menatap teknik Xiao Moxian sebelumnya.


“Kau tidak akan bisa melarikan diri!” ucap Xiao Moxian saat membuat gerakannya untuk menghabisi Feng Jie, ia tidak akan memberikan ampun kepada seseorang seperti Feng Jie.


“Kemarahan Phoenix!”


Sraing!


Ketika Xiao Moxian mengayunkan pedangnya ke arah Feng Jie yang melarikan diri, tebasan tersebut membentuk Phoenix Cahaya dan melesat ke arah Feng Jie dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Wusssh!


Patriak yang awalnya menjaga dirinya tetap melayang di udara pun di telan oleh teknik Xiao Moxian dan teknik tersebut terus menerjang ke arah Feng Jie.


“Hentikan!” Jendral Wang yang sedang bertarung dengan Jendral Li pun meraung keras ketika melihat serangan mematikan akan mencapai muridnya.


Feng Jie yang sedang terbang menjauh pun menatap ke arah belakang dengan mata melebar.


“Ti-...”


“Arrrrggghh!”


Ketika teknik tersebut menelan Feng Jie, ia berteriak kesakitan saat tubuhnya perlahan dibakar. Ia mencoba menggunakan apinya untuk menahan api Xiao Moxian, walaupun ia bisa menahannya, itu hanya untuk beberapa saat saja karena perbedaan kultivasi keduanya.


“Kau.. Kerajaan Phoenix... kegelapan.. tidak akan pernah... Melepaskanmu..” Feng Jie yang hampir dibakar habis pun mengucapkan kata-kata terakhirnya.


Wusssh!


Dan setelah itu, teknik Xiao Moxian pun memudar dikejauhan setelah selesai melahap tubuh Feng Jie menjadi abu.


Xiao Moxian yang mendengar apa yang dikatakan oleh Feng Jie hanya mendengus. Ia sama sekali tidak takut dengan ancaman seperti itu. “Kalianlah Kerajaan Phoenix Kegelapan yang harus berhati-hati karena kami mungkin tidak melepaskan kalian!”


Dan setelah itu, tatapan Xiao Moxian tertuju pada pertarungan yang sedang dilakukan oleh Xuan Yuqie dan Yu Ruyan. Ia pun langsung pergi membantu keduanya agar menghabisi para musuh secepat mungkin.

__ADS_1


Dan untuk Jendral Wang yang terus dihapit oleh Jendral Li tau bahwa mereka pasti akan kalah ketika Xiao Moxian berhasil menghabisi dua Patriak serta Feng Jie. Ia saat ini berpikir apakah harus kabur atau tidak, jika ia kembali, ia harus menjelaskan tentang kematian Feng Jie kepada Raja Kerajaan Phoenix Kegelapan karena Feng Jie sebenarnya ingin dibuat menjadi kandidat Raja berikutnya.


__ADS_2