Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 114 - Setelah Ledakan


__ADS_3

“Dasar bocah bau! Kau selalu saja membuatku kerepotan!” Tantai Lingyan sangat kesal saat ini dan langsung menyelimuti Yi Yun dan Xiao Moxian menggunakan qi-nya agar tidak terkena ledakan yang berasal dari Raja Paus Xirus.


Setelah melapisi tubuhnya sendiri dan Yi Yun bersama dengan Xiao Moxian, Tantai Lingyan pun langsung bergerak menjauh juga. Semakin jauh ia bisa bergerak menjauh, efek ledakan yang perlu ia halau akan menjadi lebih sedikit.


Wusssh!


Tantai Lingyan pun langsung melesat dan membawa Yi Yun serta Xiao Moxian bersamanya menggunakan qi-nya. Ledakan di belakangnya terus mengejar mereka.


“Tampaknya tidak akan bisa menghindar! Tetapi, di jarak ini, gelombang ledakan tidak akan terlalu berat untuk di tahan!” Batin Tantai Lingyan. Ia pun langsung berhenti dan membuat teknik pertahanan secepat kilat.


Saat ini, terlihat bunga raksasa berwana hitam kemerahan yang menyelimuti Tantai Lingyan, Yi Yun dan Xiao Moxian.


Bom!


Ledakan tersebut langsung menyapu semuanya dan melewati lokasi Tantai Lingyan, Yi Yun dan Xiao Moxian.


Setelah ledakan mereda, debu beterbangan di mana-mana. Ledakan tersebut hampir menutupi seperempat dari Reruntuhan Kerajaan Kuno.


Banyak kultivator yang tewas akibat ledakan tersebut. Sebagian besar dari kultivator yang berada di dekat danau tidak sempat untuk melarikan diri dan disapu oleh ledakan yang berasal dari Raja Paus Xirus.


Bahkan yang berada di jarak jauh pun mengalami luka yang lumayan parah.


Di tempat tertentu, terlihat sebuah bunga raksasa yang terbuat dari qi. Bunga tersebut perlahan-lahan retak akibat mencoba menahan gelombang ledakan.


Krak! Krak!

__ADS_1


Prang!


Bunga tersebut yang merupakan perpadatan dari qi Tantai Lingyan pun pecah seperti kaca dan menampilkan tiga sosok yang tidak lain adalah Tantai Lingyan, Yi Yun dan Xiao Moxian.


“Ledakan sebelumnya sangat kuat!” Yi Yun yang melihat ke arah belakang pun sedikit tidak percaya bahwa ada sesuatu seperti itu yang dapat menyapu banyak tempat hanya dengan satu ledakan saja.


“Kita selamat.. lalu, bagaimana dengan paus bodoh itu?” Tanya Xiao Moxian mencoba mencari keberadaan Raja Paus Xirus yang tidak lagi terlihat di mana-mana.


Yi Yun pun menoleh ke tempat Xiao Moxian melihat. Ia juga mencoba mencari keberadaan Raja Paus Xirus tetapi tidak menemukannya sama sekali. Danau sebelumnya telah kering dan tidak menyisakan air sedikitpun. Tetapi, tubuh raksasa Raja Paus Xirus tidak terlihat sama sekali.


Ketika Yi Yun menoleh ke arah Tantai Lingyan dan ingin bertanya, ia merasakan sakit di kepalanya.


Bletak!


“Apa-apaan? Kenapa kau memukulku?” Yi Yun sangat kesal menatap ke arah Tantai Lingyan yang memukul kepalanya tiba-tiba.


“Apa kau pikir aku tolol mau memancing amarah binatang spiritual yang tidak masuk akal seperti itu?” Yi Yun membalas dingin juga.


“Benar apa yang di katakan oleh suami! Kami sama sekali tidak memancing amarah paus bodoh itu! Dialah yang seenaknya menelan kami lebih dulu! Jadi, jangan salahkan suamiku, wanita dada besar!” Xiao Moxian pun langsung menyambung kembali dan menatap Tantai Lingyan dengan tatapan marah.


Mendengar kata-kata Yi Yun dan Xiao Moxian, garis-garis hitam muncul di dahi Tantai Lingyan. Ia sangat ingin mencekik kedua anak itu tetapi tetap menahannya. Sudah berapa lama semenjak seseorang berani berteriak di wajahnya? Ia bahkan tidak pernah mengingatnya karena sudah sangat lama.


“Lalu, apakah Raja Paus Xirus itu mati?” Tanya Yi Yun.


Wajah Tantai Lingyan menjadi serius tiba-tiba. Ia menatap ke arah danau yang saat ini sudah mengering dan tidak menemukan tanda-tanda Raja Paus Xirus.

__ADS_1


“Aku tidak merasakan keberadaannya lagi! Aku tidak tau apakah dia mati atau tidak. Karena, satu hal yang aku ketahui, jika binatang spiritual dengan tingkat kekuatan seperti Raja Paus Xirus meledakkan diri, efeknya pasti akan melebihi Benua Langit ini. Tetapi, ledakan yang terjadi hanya menyelimuti seperempat dari Reruntuhan ini!” Balas Tantai Lingyan setelah memeriksa ke arah kejauhan sejauh apa efek ledakan sebelumnya.


Yi Yun menaikkan alisnya sedikit mendengar kata-kata Tantai Lingyan.


Di sisi lain, Xiao Moxian sedikit tidak percaya karena merasa bahwa ledakan seperti itu adalah karena binatang spiritual kuat meledakkan diri. Tetapi ia sama sekali tidak membantah kata-kata Tantai Lingyan dan tetap diam sambil menatap ke arah Yi Yun yang tampaknya sedang berpikir.


“Jika apa yang kau katakan benar, maka..” Yi Yun pun menatap ke arah Tantai Lingyan dengan wajah serius.


“Ya. Kau memang tidak bodoh, bocah! Selain dari penggemar dada besar, itulah kelebihanmu. Apa yang kau pikirkan juga apa yang sedang kupikirkan saat ini.” Balas Tantai Lingyan setuju.


Wajah Yi Yun berkedut karena Tantai Lingyan menyebutnya sebagai seorang penggemar dada besar alias mesum.


Di sisi lain, Xiao Moxian hanya melihat ke arah dadanya lalu merabanya sendiri dengan wajah sedikit cemberut karena miliknya tidak sebesar milik Tantai Lingyan.


Yi Yun melirik sekilas ke arah Xiao Moxian dan ingin menendang wanita itu menjauh. Ia tidak mengerti mengapa saat ini Xiao Moxian tampak seperti wanita mesum.


“Ayo kita periksa.” Yi Yun pun langsung mengeluarkan sayapnya dan ingin bergerak tetapi menghela nafas ketika Xiao Moxian langsung memeluknya agar membawanya bersamanya.


Tantai Lingyan mengangguk kecil dan mengabaikan sikap Xiao Moxian. Lalu mereka pun bergerak ke arah danau tersebut untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Raja Paus Xirus.


“Jika benar Raja Paus Xirus meledakkan diri, sudah pasti akan ada bagian dari tubuhnya yang tersisa. Tetapi ini tidak sama sekali. Yang artinya, apa yang kita pikirkan memang benar.” Yi Yun berbicara tentang spekulasinya.


“Apa kau tau? Jika seekor binatang spiritual melakukan hal itu, akan ada yang tersisa darinya. Dan itu adalah inti kekuatannya. Alasan mengapa setiap kali binatang spiritual selamat dan kekuatannya meningkat sangat cepat, itu dikarenakan mereka meninggalkan inti kekuatan mereka untuk dicerna kembali.” Sambung Tantai Lingyan.


“Jika begitu, maksudmu Raja Paus Xirus yang kita duga melewati bencana kedelapan saat ini sedang bersembunyi di suatu tempat dan menyimpan inti energinya bersamanya agar dalam waktu yang tidak lama akan menjadi kuat kembali lalu mencari kita untuk membalas dendam?” Tanya Yi Yun dengan kerutan di dahinya.

__ADS_1


“Ya. Apa yang kau katakan benar. Jika kita tidak bisa menemukannya, kita akan mendapatkan musuh merepotkan di masa depan. Dan masa depan itu tidak akan jauh, bahkan sebelum 20 tahun, mungkin dia akan menghampiri kita untuk membalas dendam. Kau pasti tau tentang binatang spiritual sejenis Raja Paus Xirus yang memiliki harga diri sangat tinggi. Kita akan kerepotan nantinya jika membiarkannya lolos saat ini!” Tantai Lingyan berbicara dengan nada sedikit muram.


__ADS_2