Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 154 -


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Langit


Saat ini terlihat para kultivator yang sedang bersiap-siap untuk melawan Iblis yang menganggap manusia sebagai serangga rendahan.


Menatap semua kultivator yang hendak melawannya, Iblis semakin marah karena pikirannya saat ini sedang sangat kacau dan para kultivator manusia di tempat itu mencoba untuk melawannya bersamaan.


“Kalian ingin mati? Jika begitu datanglah!” ucap Iblis tersebut dengan wajah yang sangat gelap. Kabut abu-abu perlahan merembes dari kedua telapak tangannya karena ia juga ingin menghabisi semua kultivator di tempat itu karena belum menemukan keberadaan Yi Yun yang ia cari.


Tetapi tatapan Iblis tersebut tertuju pada Xiao Moxian karena ia merasakan bahwa Xiao Moxian menggunakan sesuatu untuk menyembunyikan tubuhnya meskipun ia hanya bisa memperhatikannya secara samar.


Karena tidak dapat merasakan aura Guci Azulet pada Xiao Moxian dan auranya berbeda dengan Yi Yun, ia pun menyampingkan pemikirannya saat ini dan berfokus untuk menghabisi semua kultivator di tempat itu. Alasan ia tidak mengetahui Xiao Moxian tentu karena ia tidak menghafal qi-nya ketika bertemu sebelumnya. Ia hanya menghafal wajah Yi Yun saja serta qi milik Yi Yun.


Berkat bantuan Sistem, Iblis tersebut sama sekali tidak dapat merasakan keberadaan Yi Yun ataupun qi-nya.


Qi para kultivator tampak terpancar karena mereka semua saat ini bersiap-siap untuk bertarung.


Sementara itu, tatapan Yi Yun masih tertuju pada makam yang tampak aneh. Ia sudah membuat spekulasi tentang binatang spiritual yang menjaga makam tersebut.


“Apakah mungkin makhluk seperti itu ada di dunia ini?” Batin Yi Yun mencoba untuk memikirkan binatang spiritual jenis lainnya.


Lamunan Yi Yun pun pudar mendengar suara Xiao Moxian. “Suami, apakah kita akan melawan Iblis itu juga?” Tanyanya.


“Tidak, jika mereka mampu mengalahkan Iblis itu, maka itu akan lebih baik. Jika tidak, kita harus turun tangan menghabisinya, karena mungkin Iblis itu akan menjadi musuh yang merepotkan suatu hari nanti. Saat ini..” Yi Yun membalas dan menghentikan kata-katanya. Ia tampak sedang berpikir apakah saat ini ia harus membuka makam itu atau tidak karena tau bahwa lima tengkorak kepala yang ia temukan merupakan kunci untuk membuka makam.


Bom!


Ledakan disertai oleh ledakan qi pun menghempaskan semua yang ada di sana.

__ADS_1


Semua kultivator tingkat Alam Langit tahap pertama bergandengan tangan bersama dengan Ci Zhao melawan Iblis.


Menatap hal itu, Yi Yun tersenyum kecil. “Tahan siapapun yang mendekat. Dengan tingkat kultivasi kalian, tidak akan sulit menghabisi sisa kultivator yang mencoba untuk datang ketika aku membuka makam.”


Mendengar Yi Yun berbicara, Xiao Moxian, Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun mengangguk kecil karena tentu langsung sadar apa yang hendak Yi Yun lakukan.


Tanpa membuang waktu, Yi Yun pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya menuju makam tersebut.


“Hm? Apa yang dia lakukan?”


“Jangan bilang..”


Beberapa kultivator tingkat Alam Bumi pun memasang wajah jelek karena merasa bahwa Yi Yun memiliki kunci untuk membuka makam yang mereka cari-cari.


“Hentikan dia!” Teriak Pangeran Ketiga sekuat tenaga.


Semua kultivator yang ada di sana yang sedang melawan Iblis pun menatap ke arah tempat Yi Yun yang sudah sangat dekat dengan makam. Mereka semua sangat marah karena Yi Yun mencoba untuk membuka makam ketika mereka semuanya sibuk melawan Iblis.


Yi Yun yang tiba di depan makam pun langsung mengeluarkan lima tengkorak kepala dan memasukkannya ke dalam lubang tersebut.


Para kultivator tingkat Alam Bumi termasuk untuk Pangeran Kedua dan Ketiga pun langsung menyerbu ke arah Yi Yun karena tidak ingin ketinggalan tentang apa harta Karun sebenarnya yang ada di dalam makam tersebut.


Namun, saat semuanya mendekat, Xiao Moxian, Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun langsung menghadang mereka semua untuk tidak mendekat lebih jauh ke arah makam tersebut.


“Hentikan sampai di sini! Jika tidak, kalian akan mati di tempat!” Ancam Ye Mo saat aura berwana putih merembes dari tubuhnya. Ia mengeluarkan sebuah pedang lalu menunjuk ke arah para kultivator.


“Minggirlah Ye Mo, Wang Shu!” ucap Pangeran Kedua marah.

__ADS_1


“Kenapa kami harus menuruti perkataan mu? Apakah kau ingin mati?” Tanya Wang Shu saat suhu di sekitarnya meningkat drastis. Hanya dari aura itu saja, semua para kultivator tingkat Alam Bumi merasa sangat terancam.


Pangeran Kedua terkejut bahwa Wang Shu bahkan ingin membunuhnya jika berbicara lebih jauh lagi. Ia bertanya-tanya, apakah kedua rekan lamanya itu tidak memiliki rasa persahabatan padanya lagi?


Para kultivator pun memasang wajah gelap dan tidak berani membalas karena Wang Shu tampak mengeluarkan semua kekuatannya dan itu memberi tekanan yang tidak terlukiskan.


Karena pergerakan Yi Yun, pertarungan antara para kultivator tingkat Alam Langit dengan Iblis pun langsung terhenti seketika.


Tanpa ada aba-aba, mereka semua termasuk untuk Iblis pun langsung bergerak ke arah makam dengan pemikiran masing-masing.


Semua kultivator tidak ingin ketinggalan harta Karun berharga yang mungkin ada di dalam makam. Sementara Iblis ingin menghentikan Yi Yun membuka tempat itu karena akan ada makhluk mengerikan yang mungkin akan terlepas.


Ketika tengkorak kepala sudah masuk sepenuhnya, makam tersebut pun bergetar. Bebatuan yang di susun rapi tampak bergerak ke arah samping seolah-olah seperti membuka dirinya sendiri.


Sementara itu, Yi Yun yang berada di posisi memasukkan kunci pun membatu di tempat karena ada susunan segel tertentu yang tampak ingin membawanya ke suatu tempat.


“Sistem! Apa yang terjadi?” Teriak Yi Yun di benaknya. Ia saat ini merasakan tekanan mengerikan dari arah makam yang perlahan terbuka. Ada kekuatan mengerikan yang terpancar sementara dirinya seolah-olah ingin di tarik ke suatu tempat.


[Ding!]


[Host akan dipindahkan ke tempat bagian bawah tanah makam karena sudah diatur secara khusus oleh pencipta makam tersebut]


Mendengar jawaban dari Sistem, Yi Yun pun mencoba untuk melihat ke arah makam dan ada qi yang sangat liar meledak ke arah langit.


Para kultivator yang ada di sana termasuk untuk kelompok Yi Yun dan bahkan Iblis pun berhenti di tempat.


Satu sosok perlahan melayang ke udara dengan memegang sebuah tongkat berwarna emas dan terlihat memiliki bentuk aneh di bagian atas tongkat tersebut.

__ADS_1


Api berwana biru kehitaman pun menyelimuti sosok tersebut serta tekanan yang luar biasa kuat pun terpancar ke segala arah.


Melihat penampilan sosok tersebut, mata Yi Yun melebar karena itu seperti apa yang ia pikirkan selama ini. Sebelum ia mencoba memperingati rekannya, ia pun langsung di kirim ke tempat lain oleh susunan segel yang sengaja di tempatkan di depan tempat kunci membuka makam berada.


__ADS_2