
Kerajaan Qin
Satu sosok wanita menatap Yi Yun dengan senyum diwajahnya karena tidak menyangka bahwa ia akan bertemu kembali dengan Yi Yun secepat itu.
“Hei, tampaknya pertarungan ini akan segera selesai.”
“Sudah pasti, tidak mungkin anak itu akan menang melawannya. Kenapa malah anak itu yang menjadi penantang terakhir?”
“Cih, jika seperti ini, kita hanya perlu menunggu pertarungan berikutnya karena ini pasti sama sekali tidak menari. Dalam waktu kurang dari satu menit, anak itu pasti akan kalah.”
“Apakah Arena Pertarungan ini tidak ingin menampilkan pertarungan yang hebat? Kenapa malah bocah seperti itu yang menjadi penantang?”
Para penonton berdiskusi karena merasa tidak puas dengan peserta yang dibuat untuk melawan kultivator sekuat Qin En.
Pangeran Pertama yang menatap itupun tersenyum lebar karena sudah pasti satu kemenangan akan jatuh di tangannya.
Sementara Pangeran Kedua hanya memasang wajah datar walaupun ia sangat marah saat ini. Ia tentu tau bahwa kakaknya sudah melakukan hal di belakang layar.
Tidak terkecuali untuk Pangeran Ketiga, ia memasang wajah yang sangat dingin saat ini. Pertama, kultivator yang merupakan bawahannya dibunuh secara tragis dan terakhir, kenapa harus seorang anak lemah yang menjadi penantang terakhir. Seharusnya penantang terakhir berasal dari kubu Pangeran Kedua atau Pangeran Ketiga.
“Wang Shu, apa yang terjadi? Kenapa malah Yi Yun menjadi penantang terakhir?” Tanya Ye Mo.
“Aku tidak tau, seharusnya Yi Yun akan bertanding setelah putaran ini selesai!” ucap Wang Shu muram. Ia menatap dengan dingin ke arah Pangeran Pertama karena sudah tau bahwa ini semua dilakukan oleh Pangeran Pertama.
Wang Shu menatap lurus ke arah Qin En, ia tidak tau apakah Yi Yun akan mampu menghadapi kultivator tingkat Alam Bumi tahap ketiga. Juga, Qin En termasuk yang terkuat diantara kultivator setingkatnya.
“Hei bocah, menyerahlah! Kau tidak mungkin menang!” Ucap Qin En mengejek.
“Kaulah yang harus menyerah.” Balas Yi Yun yang membuat Qin En tercengang.
“Oh? Tampaknya kau ingin mati. Baik, aku akan memberikan kematian yang bagus untukmu!” Balas Qin En dingin.
Yi Yun tidak menjawab dan mengeluarkan Pedang Darah dari slot penyimpanan.
“Apakah kalian siap?” Wasit yang berdiri di tempat tinggi berteriak keras ke arah Yi Yun dan Qin En yang sudah saling berhadap-hadapan.
“Ya.”
“Jika begitu tidak perlu membuang waktu, Pertandingan Qin En untuk mengambil kemenangan sepuluh beruntun melawan penantang Yi Yun, di mulai!” Teriak wasit sekuat tenaga.
“Mati!” Qin En tidak membuang waktu dan langsung melesat ke arah Yi Yun walaupun tidak menggunakan kekuatan penuhnya. Walaupun ia belum melacak kultivasi Yi Yun, ia yakin bahwa Yi Yun tidak akan memiliki tingkat kultivasi yang mencapai tingkat Alam Bumi.
Tring!
Tebasan Qin En pun langsung di halau oleh Yi Yun dengan mudah.
Qin En tertegun sejenak karena tidak menyangka bahwa Yi Yun akan menahan tebasannya dengan sangat mudah. Ia ingin bergerak kembali tetapi sebuah pukulan mendarat tepat di wajahnya.
Buak!
Pukulan tersebut membuat Qin En terpental lalu berguling-guling di atas Arena yang membuat semua penonton terdiam dengan pergantian peristiwa tiba-tiba.
“Kau..” Qin En yang merasakan sakit di wajahnya pun perlahan berdiri dan menatap Yi Yun dengan sangat marah.
“Bagus! Sangat bagus! Tampaknya kau memaksaku untuk serius!” Qin En pun langsung mengeluarkan semua qi-nya untuk membunuh Yi Yun dalam sekejap. Ia sangat malu saat ini karena di pukul oleh seorang bocah tepat di depan umum.
“Kau terlalu banyak bicara! Majulah, ini tempat bertarung, bukan tempat mengancam seseorang!” Balas Yi Yun dengan wajah datar.
“Ha-ha-ha!”
Para penonton tertawa lepas karena memang benar apa yang Yi Yun katakan, Arena Pertarungan adalah tempat untuk bertarung bukan untuk berbicara dan ingin memenangkan Pertarungan dengan cara mengancam lawan.
Pangeran Pertama terdiam. Ia merasa sangat malu saat ini karena sikap Qin En tidak layak menjadi seorang kultivator.
Wajah Qin En berubah merah dan hitam karena para penonton tertawa dan itu adalah tawa menghina yang diarahkan kepadanya.
Drrrrtttt!
Tempat tersebut berguncang sedikit. Lantai perlahan retak dan pecahan-pecahan kecil dari lantai tersebut pun mulai melayang ke udara karena Qin En sudah snahat marah saat ini.
Tubuh Qin En perlahan ditutupi oleh cahaya pudar karena ia adalah pengguna qi Cahaya yang merupakan garis keturunan dari klan Qin.
Yi Yun yang menatap itu pun langsung memasang ekspresi serius seketika. Ia pun menaikkan sudut bibirnya karena tentu darahnya mendidih untuk melawan kultivator sekuat Qin En.
Drrrrttt!
Daerah di sekitar Yi Yun pun bergetar saat ia mengerahkan semua qi-nya sekaligus. Aura merah kehitaman perlahan menyelimuti tubuhnya. Udara di tempat tersebut pun tampak sangat berat dan mencekam karena bercampur dengan niat membunuh serta haus darah yang begitu pekat.
“Anak ini!” Qin En terkejut dengan ledakan aura Yi Yun, ia pun menjadi sangat serius saat ini karena tidak menyangka bahwa akan ada seorang anak yang memiliki tingkat kultivasi setinggi itu di usia yang sangat muda.
“Apa?” Pangeran Pertama pun berdiri dari kursinya ketika merasakan tingkat kekuatan Yi Yun.
“Siapa anak itu? Bagaimana bisa dia mencapai tingkat kultivasi setinggi itu?” Tanya Pangeran Pertama tidak percaya.
__ADS_1
Bahkan untuk Pangeran Kedua dan Ketiga saat ini sangat serius.
Tidak hanya untuk ketiga Pangeran, bahkan semua penonton terkejut dan langsung bertanya-tanya siapa sebenarnya Yi Yun.
“Bukankah anak itu yang ingin bergabung sebelumnya sewaktu perekrutan Sekte Sekte besar?” Salah satu penonton yang pernah mengancam Yi Yun sebelumnya ketika perekrutan Murid Sekte pun terkejut karena tidak menyangka bahwa kultivasi Yi Yun telah mencapai tingkat seperti itu kurang dari setahun.
“Siapa dia? Apa kau mengenalnya?” Tanya rekan Tetua tersebut.
“Ya. Dia adalah adik dari jenius tertinggi yang pernah muncul yang baru saja masuk ke dalam Sekte Seribu Bunga, Yan Chenyu!” Ucap Tetua tersebut sangat serius kali ini.
“Apa?” Banyak yang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tetua tersebut.
Karena itu, diskusi demi diskusi pun terdengar diantara penonton karena berita tersebut langsung menyebar luas.
“Di-dia adik dari jenius yang tidak pernah terlihat selama ribuan tahun?” Ye Mo tercengang mendengar berita tersebut. Ia masih ingat tentang Yi Yun yang bertanya tentang Sekte Seribu Bunga sebelumnya tetapi tidak menyangka bahwa Yi Yun akan menyimpan rahasia seperti itu.
Sebab, ada informasi khusus tentang hal itu bahwa adik jenius nomor satu sedang diburu karena memiliki senjata tingkat Legendaris di tangannya, itu adalah senjata yang memiliki kualitas lebih tinggi dari senjata Sage.
Banyak pasang mata yang kini menatap ke arah tertentu, dan dia adalah sekelompok wanita yang di pimpin oleh seseorang yang membuat siapa saja waspada.
“Guru, tampaknya identitas Yun'er telah diketahui oleh semua orang.” ucap seorang wanita cantik yang merupakan jenius dari Sekte Seribu Bunga, Ouyang Liu-Li.
Dan di sebelah Ouyang Liu-Li, terkuat wanita cantik dengan tubuh yang sangat menggairahkan, tetapi tidak ada mata yang mencoba untuk menatapnya dengan tatapan penuh nafsu karena konsekuensinya akan menjadi buruk, dia tentu saja adalah Tantai Lingyan, nyonya Sekte Seribu Bunga atau lebih dikenal luas sebagai Tetua Terkuat di Sekte Seribu Bunga karena ia menyembunyikan identitasnya.
“Itu tidak masalah. Tetapi yang membuatku terkejut, bagaimana cara anak itu mencapai levelnya saat ini? Bahkan Yan Chenyu masih berada di tingkat Alam Roh tahap kedelapan satu tahap di bawah anak itu.” Tantai Lingyan membalas dan menatap ke arah Yi Yun dengan tatapan aneh karena tidak pernah melihat anak seperti Yi Yun yang bahkan lebih tidak normal dari pada Yan Chenyu.
“Guru, ada sesuatu yang aneh tentang qi Yun'er, itu sangat diisi dengan niat membunuh serta haus darah yang begitu pekat. Tetapi itu bukan jalan sesat karena tidak ada kelainan pada tubuhnya.” Ouyang Liu-Li menjelaskan.
“Benarkah? Dulu aku memeriksa tubuh anak itu tetapi dia hanya memiliki Vena Mendalam standard untuk berkultivasi.” Tantai Lingyan semakin heran.
“Tidak Guru, aku telah memeriksanya, Vena Mendalam milik Yun'er setingkat dengan milik Yu'er, dan itu dalam kondisi tidak terbangun sepenuhnya.” Balas Ouyang Liu-Li. Tentu setelah sekian lama bersama dengan Yi Yun, ia tentu memeriksa seluruh tubuh Yi Yun yang terlihat sangat tidak normal.
“Apa katamu? Vena Mendalam yang tidak terbangun sepenuhnya?” Mata Tantai Lingyan melebar karena membuat spekulasi khusus.
“Jika benar, maka itu sama seperti milik Yan Chenyu, Vena Mendalam miliknya tiba-tiba tertutup ketika mencapai tingkat Alam Roh, itu seperti Vena Mendalam adikmu terbangun kembali tetapi hanya 1/3 darinya!” ucap Tantai Lingyan. Ia tidak menyangka bahwa Yi Yun sebenarnya sama seperti Yan Chenyu tetapi kebangkitannya berbeda.
“Jika seperti itu, bisa dipastikan bahwa Yun'er sama dengan Yu'er.” Tambah Ouyang Liu-Li.
Tantai Lingyan mengangguk serius. Saat ini ia mengerti mengapa sebelumnya Yi Yun mencapai tingkat kultivasi tinggi sewaktu perekrutan murid walaupun sebenarnya tidak, itu tentu karena bantuan dari Sistem.
Qin En yang mendengar diskusi dari para penonton pun memasang wajah jelek. Adik jenius terbesar dalam sejarah? Bukankah anak ini lebih tidak normal?
Qin En ingin berteriak seperti itu tetapi tetap menahannya. Ia pun menenangkan dirinya karena merasa tidak mungkin Yi Yun akan menang dengan tingkat kultivasi seperti itu.
Yi Yun sebenarnya bingung kapan seseorang tiba-tiba mengetahui identitas dirinya yang merupakan adik dari Yan Chenyu, tetapi ia melupakan hal tersebut sejenak.
“Sama bagimu!” Balas Yi Yun.
Zhep!
Qin En yang merasa Yi Yun terlalu besar kepala pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah Yi Yun.
“Sangat cepat!” Batin Yi Yun tetapi tetap tenang seperti biasa.
Zhep!
Dengan menggunakan teknik Kehalusan Menit, ia yakin dapat mengimbangi pergerakan Qin En saat ini.
Tring!
Kedua pedang berbenturan seketika. Yi Yun yang tau bahwa ia akan mengalami kerugian tidak membuang waktu dan langsung memaksa pedang Qin En ke arah samping.
Crang!
Setelah itu, Yi Yun pun langsung memutar pedangnya dan menebas sekuat tenaga ke arah leher Qin En.
“Cih!” Qin En berdecak dan langsung menarik pedangnya ke arah atas.
Tring!
Tring! Tring! Tring!
Pertandingan keahlian pedang pun terjadi dalam sekejap.
Keduanya tampak seimbang di mata banyak pada penonton tetapi para kultivator kuat mengetahui bahwa Yi Yun sedang ditekan.
Trang!
Yi Yun dan Qin En kembali bentrok. Walaupun tidak ada luka, tetap saja Yi Yun memang ditekan saat ini.
Qin En menaikkan sudut bibirnya dan langsung melompat mundur lalu menebas sekuat tenaga dari kejauhan karena pertandingan permainan pedang telah selesai.
“Bilah Cahaya!”
__ADS_1
Siang!
Qi yang memadat membentuk bulan sabit tajam pun menerjang ke arah Yi Yun.
Menatap itu, Yi Yun membuat gerakan dari pedang di belakangnya lalu mengayunkan secara horizontal sekuat tenaga.
Sraing!
Blar!
Bilah cahaya tersebut pun langsung pudar.
Qin En sudah menyadari hal seperti itu akan terjadi, ketika ia mendarat, ia pun langsung melesat kembali sambil membuat kuda-kuda menyerang.
“Tebasan Kecepatan Cahaya!”
Sraing!
Qin En bergerak dalam sekejap melewati Yi Yun.
Srak!
Yi Yun tertebas sedikit walaupun itu bisa dianggap sebagai luka ringan. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung memutar tubuhnya sambil mengayunkan pedangnya juga sekuat tenaga.
“Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah!”
“Gaya Pertama, Tebasan Abadi!”
Sraing!
Zhung!
Bilah qi berwana merah kehitaman langsung menerjang ke arah Qin En. Bilah tersebut terlihat mengorek lantai arena sangking kuatnya teknik yang dilepaskan.
Qin En menyeringai dan langsung berbalik sambil menancapkan pedangnya di permukaan lantai.
“Perisai Cahaya!”
Penghalang tipis putih transparan tercipta di depan Qin En dalam sekejap.
Bom!
Tebasan Yi Yun langsung dihalau dalam sekejap. Tidak sampai di situ, Qin En memuat gerakan lainnya dengan cara menyalurkan qi-nya sebanyak mungkin ke dalam pedang.
“Bilah Cahaya Bumi!”
Zhung!
Seluruh tempat di tutupi oleh cahaya lalu delapan bilah dari delapan arah yang berbeda langsung melesat ke arah Yi Yun sebagai pusatnya.
Kerutan muncul di dahi Yi Yun.
Yi Yun mengangkat pedang ke depan wajahnya lalu langsung memutar 180° sambil mengayunkan pedangnya.
“Pedang Serigala Pembantaian!”
“Gaya Kedua, Ratapan Serigala Pembantaian!”
Siang!
Zhung!
Dinding merah membentuk lingkaran pun langsung melebar dan pusatnya adalah Yi Yun.
Zhung!
Blar! Blar! Blar! Blar!
Semua bilah cahaya yang dilancarkan oleh Qin En pun menabrak teknik milik Yi Yun. Teknik tersebut dapat digunakan untuk menyerang dan berhasil sekaligus.
Busshhh!
Butiran qi berwarna putih dan merah terlihat di udara ketika kedua teknik mereka telah pudar dalam sekejap.
“Woaaaa!”
Para penonton bersorak karena pertukaran yang lumayan singkat itu sudah mengeluarkan banyak teknik tingkat tinggi. Tentu para penonton akan bersemangat.
Wajah Qin En sedikit muram karena tidak menyangka bahwa Yi Yun dapat mengimbanginya.
Tiba-tiba raut wajah Qin En berubah. Tubuhnya kembali ditutupi oleh cahaya dan kali ini lebih padat.
“Kau memang jenius mengerikan yang tidak pernah aku lihat! Tetapi kau akan kalah di sini!”
__ADS_1
“Sayap Cahaya Surgawi!”